Anda di halaman 1dari 4

BEBERAPA KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KREDIT BANK YANG

MEMBERATKAN KONSUMEN

1. BANK BERHAK MENDEBETKAN REKENING DEBITUR DENGAN TIDAK


TERBATAS
Bank dengan ini diberika kuasa oleh debitur untuk mendebetkan rekenning debitur pada bank
gunda pembayaran angsuran provinsi dan denda maupun biaya yang timbul sehubungan dengan
pemberian kredit termasuk yang dimaksud pasal 10 yaitu disamping debitur wajib membayar
biaya administrasi yang besarnya ditetapkan oleh bank , maka segala biaya pada waktu
pemberian kredit , penambahan perubahan/pembaharuan dan biaya yang timbul karena
pemberian jaminan , pelunasan serta usaha yang dilakukan oleh bank /kuasanya untuk
melaksanakan dan melindungi hak dan kepentingan bank sehubungan pemberian kredit tersebut
termasuk tetapi tidak terbatas pada biaya notaris , saksi ,pengacara balik nama , pengadilan ,
lelang masuransi , penilai dan materai menjadi tanggungan debitur dan harus dibayar seketeka
dan sekaligus pada saat ditagih oleh bank ( pasal 3 ayat 6 dan pasal 10 perjanjian Kredit Bank
ABC )
dalam klausula diatas sangat merugian debitur karena bukan tidak mungkin bank melakukan
kesalahan dalam perhitungan jumlah yang ditagih kemudian mendebetkan pada rekening
debitur.Dengan kuasa yang diberikan debitur kepada bank , debitur suah mempercayakan
sepenuhnya kepada banks ehingga debitur kurang memiliki peluang untuk mengajukan keberatan

2. KEWENANGAN BANK MENGUBAH TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT ,


PROVISI DAN DENDA
Bank berhak untuk sewaktu waktu untuk mengubah tingkat suku bunga kredit , provisi dan
denda maupun ketentuan lain yang ditetapkan oleh bank dikemudian hari sesua dengan keadaan

tanpa perlu pemberitahuan terlebih dahulu dan tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari debitur
( pasal 3 ayat 7 perjanjian Kredit Bank ABC )
dalam klausula diatas berarti bank dapat menentukan sendiri berapapun tingkat suku bunga dan
atau biaya yang dianggap baik oleh bank sedangkan dipihak lain debitur wajib untuk
menerimanya.Debitur diwajibkan untuk membayar ketentuan suku bunga yang akan ditetapkan
kemudian oleh bank yang kemungkinan sebelumnya tidak pernah diperkirakan oleh debitur , hal
ini jelas sangat memberatkan debitur untuk membayar utangnya kepada bank karena dengan
naiknya suku bunga dan yang lainnya berarti akan menambah jumlah cicilan yang harus dibayar

3. BANK BERHAK MENGESAMPINGKAN PASAL 1425 1429 KUHPERDATA


TENTANG PERJUMPAAN HUTANG
Debitur wajib untuk membayar keembali utangnya kepada bank berdasarkan perjanjian kredit
yang ditandatangani dan kewajiban debitur tersebut wajib dipenuhi oleh debitur tanpa debitur
berhak untuk memperhitungkannya dengan tagihan debitur ( jika ada ) terhadap bank dan untuk
menuntut suatu pembayaran . Debitur dengan ini melepaskan segala haknya seperti yang disebut
pasal 1425 sampai pasal 1429 KUHperdata
dalam klausula diatas bank benar benar berada diposisi yang menguntungkan sedangkat bagi
debitur sangat merugikan.jadi pihak bank selalu mengharapkan agar nasab dapat melunasi
utangnya tapi tidak peduli bagaimana harus mengembalikan uang debitur setiapsaat

4. BANK BERHAK UNTUK SETIAP SAAT MENGHENTUKAN PERJANJIAN


KREDIT

Bank berhak setiap saat menghentikan perjanjian ini serta perjanjian lain yang berhubungan
dengan perjanjian ini atau mengurangi batas jumlah kredit yang akan diberikan kepada debitur
berdasarkan perjanjian ini , dan berhak untuk menagih hutang debitur kepada bank setiap saat
tanpa perlu adanya somasi/surat peringatan atau surat lain sejenisnya terlebih dahulu dan
karenanyna debitur wajib membayar lunas seluruh hutangnya dengan seketika dan sekaligus baik
karena hutang poko, provisi , bunga , denda dan biaya yang timbul.
klausula diatas sangat memberatkan konsumen karena bank dapat menghentikan perjanjian
kredit secara sepihak tanpa somasi / pemberitahuan dan mewajibkan debitur membayar seketika
dan seluruh utang , bunga , dan denda

5. BANK BERHAK MENGESAMPINGKAN PASAL 1266 DAN 1267 KUHPERDATA


Apabila debitur dan atau penjamin tidak dapat atau lalai memenuhi kewajibannya sesusai dengan
ketentuan dan perjanjian yang ada maka bank berhak tanpa perantaraan pengadilan dan
mengesampingkan ketentuan ketentuan pasal 1266 dan 1267 KUHPer untuk langsung menjual
harta bendaa yang dijaminkan oleh debitur dan atau penjamin kepada bank dibawah tangan atau
dimuka umum secara lelang dengan harga dan syarat yang ditetapkan oleh bank dengan
ketentuan pendapatan bersih dari penjualan dipergunakan untuk pembayaran utang debitur
kepada bank (Pasal 8 Perjanjian Kredit Bank ABC)
klausula diatas dengan mengesampingkan pasal 1266 dan 1267 KUHper debitur tidak diberikan
kesempatan untuk membuktikan sebaliknya , apakah pengertian lalai ini dimaksud terhadap
debitur ini tidak memerlukan pembuktian lebih lanjut terhadap penilaian dan penetapan bank

6. DEBITUR TUNDUK KEPADA SEMUA PERATURAN DAN KEBIASAAN


MENGENAI PERJANJIAN KREDIT YANG TELAH ADA MAUPUN YANG ADA
KEMUDIAN HARI

Debitur tunduk kepada semua peraturan dan kebiasaan mengenai perjanjian kredit / pemberian
kredit dan perjanjian pemberian jaminan yang ada dan yang khusus berlaku pada bank serta yang
ditetapkan kemudian hari (Pasal 12 Perjanjian Kredit Bank ABC)
klausula diatas bertentangan dengan aturan dasar yang harus diperhatikan bagi mengikatnya
syarat atau suatu perjanjian baku , perjanjian baku yang memuat klausula seperti diatas adalah
tidak sah menurut pasal 1320 KUHper . Tetapi perjanjian ini tetap sah karena debitur sudah
menandatangani perjanjian.Seorang yang menandatangani perjanjiah sudah terikat dengan janji
janji yang ada meskipun ia tidak membacanya .