Anda di halaman 1dari 33

STASE BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN K ESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Kamis, 30 Juni
2011

TUTORIAL
HERNIA SCROTALIS
SINISTRA
Pembimbing : Dr. Suhartono,
Sp.B

RSIJ CEMPAKA PUTIH

Identitas

Nama

: Tn. I

Sex

Usia

: 73 tahun

R. Pendidikan

: SLTA

Pekerjaan

Alamat

: Laki-laki

: Tidak bekerja
: Pademangan III,

JakartaUtara

Suku Bangsa/Ras

: Jawa

Anamnesis

Riwayat Penyakit Sekarang

Satu tahun SMRS pasien mengeluh ada benjolan di kantong


pelir awalnya benjolan kecil dan tidak teraasa nyeri,
benjolan dapat hilang timbul. Benjolan timbul saat pasien
batuk hebat dan mengedan. Benjolan menghilang ketika
berbaring.
Pasien
menyangkal
adanya
mual
dan
muntah.BAB lancar.
2 minggu SMRS pasien mengeluhkan pembesaran pada
kantong pelir. Pembesaran disertai dengan nyeri dan tidak
dapat mengecil. Nyeri dirasakan terus menerus.
Os
menyangkal adanya demam. Pasien mengeluh nyeri saat
BAK, warna urin kuning jernih, pasir (-), darah (-). BAB lancar
dengan konsistensi lunak, demam (-), mual (-), muntah (-).
(BAB ??), anamnesis prostat.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat dirawat : Riwayat operasi : -

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga yang menderita dengan
keluhan
yang sama

R. Alergi : obat-obatan dan makanan tidak ada

R. Pengobatan : minum obat warung (obatnya


lupa)
-

R. Psikososial :
Pasien sering konsumsi sayuran mentah (lalapan),
mengkonsumsi minuman bersoda dan tidak
mengkonsumsi alkohol.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : tampak sakit


Kesadaran
: CM
TTV :

TD
Nadi
RR
Suhu

:
:
:
:

140/70 mmHg
86x/menit (kuat, cukup, regular)
20x/menit
36,5C

Antropometri
TB
: 165 cm
BB
: 55kg
IMT
: 20,2 (Normal)

Status Generalis

Kepala :
Normocephal, rambut hitam tidak rontok,
distribusi merata.
Mata
:
Alis mata madarosis (-/-), bulu mata rontok (-),
konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), refleks
pupil (+), isokor kanan-kiri.
Kulit
:
Ikterik (-), eritem (-)
Leher :
inspeksi : Tidak terlihat massa, perubahan warna
kulit (-)
Palpasi : Pembesaran KGB (-), Pembesaran Tiroid (-)

PARU-PARU
Inspeksi : Simetris ka=ki, skar (-), retraksi otot pernapasan
(-),
spider nevi (-)
Palpasi : Vokal fremitus ka=ki normal, nyeri tekan (-)
Perkusi : Sonor pada semua lapang paru, batas paru-hepar
setinggi ICS 5, midclavicularis dextra
Auskultasi
: Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing(-/-)
Kesan

: Paru Normal

JANTUNG
Inspeksi
: Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba, ICS 5 midclavicularis
dextra

Perkusi : Batas kanan jantung linea sternalis


dextra
Batas kiri jantung linea midclavikularis
sinistra
Auskultasi : BJ 1 dan 2 reguler, Murmur(-), Gallop
(-).
Kesan : Jantung Normal

ABDOMEN
Inspeksi
: datar, skar (-), caput medusa (-), spider
nevi (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
Palpasi
: Nyeri tekan abdomen (-), Hepatomegali (-),
splenomegali (-)
Perkusi
: Timpani pada 4 kuadran, shifting dullness
(tidak
dilakukan)

EXTREMITAS
Akral
Edema
Palmar eritem
Luka
:

: Atas
Bawah
:
Hangat
Hangat
:
(-/-)
(-/-)
:
(-/-)
(-/-)
(-/-)
(-/-)

Status lokalis
Inguinus Scrotalis
Inspeksi : terlihat pembesaran pada kantong pelir
sebesar 2 kepalan tangan, tidak adanya
kemerahan, peristaltik (?)
Palpasi : Nyeri tekan (+), konsistensi lunak,
permukaan rata, batas tegas, mobile,
Auskultasi
: (BU +) ?
Rectal Toucher : Tidak dilakukan

Resume

Tn. I, 73 tahun, datang dengan keluhan pembesaran dan


nyeri pada kantung pelir dan tidak dapat mengecil sejak 2
minggu SMRS. Nyeri dirasakan terus menerus. Nyeri saat
BAK, warna urin kuning jernih, pasir (-), darah (-). BAB
lancar dengan konsistensi lunak. Mual (-), muntah (-).

PF
: Status Lokalis
Inspeksi : terlihat pembesaran pada kantong pelir sebesar 2
kepalan tangan, tidak adanya, kemerahan
Palpasi : Nyeri tekan (+), konsistensi lunak, permukaan
rata, batas tegas, mobile.
PP
: Transiluminasi Tidak dilakukan

WD : Hernia Scrotalis Sinistra


DD : Hidrocel, Tumor Testis

Rencana Tindakan

Pre Operasi :

Operasi :

Pem. Darah Lengkap (Gula Darah)


EKG
Foto thoraks
Herniotomy
Hernioraphy
Hernyoplasty

Post Operasi :

Bedrest
Ab dan Analgesik
Perawatan luka bekas operasi dg baik

Komplikasi

Hernia Incarserata
Hernia Strangulata
Jepitan menyebabkan vaskularisasi
terganggu sehingga iskemia ganggren
dan nekrosa.

Prognosis

Quo ad vitam
Quo ad functionam

: ad bonam
: ad bonam

Tinjauan Pustaka

Definisi
Hernia merupakan
penonjolan isi suatu
rongga melalui
defek atau bagian
lemah dari dinding
rongga
bersangkutan.

Hernia inguinalis adalah suatu keadaan


dimana sebagian usus masuk melalui
sebuah lubang pada dinding perut ke
dalam kanalis inguinalis.

Epidemiologi

Laki-laki : perempuan 25 : 1
Hernia indirek : hernia direk 2 : 1
Me dengan bertambahnya umur
Insidens hernia inguinalis pada bayi dan
anak antara 1 dan 2%.
Kemungkinan terjadi hernia pada sisi
kanan 60%, sisi kiri 20-25% dan bilateral
15%.

Etiologi

Biasanya tidak ditemukan sebab yang pasti,


meskipun kadang dihubungkan dengan angkat
berat.

Hernia terjadi jika bagian dari organ perut


(biasanya usus) menonjol melalui suatu titik yang
lemah atau robekan pada dinding otot yang tipis,
yang menahan organ perut pada tempatnya.

Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali


kongenital atau karena sebab yang didapat.

Bagian-bagian hernia

Pintu hernia : LMR yang dilalui


kantong hernia
Kantong hernia : peritonium parietal
Leher hernia bagian tersempit dari
hernia
Isi hernia : usus, omentum, dll

Anatomi

Anomali Kongenital

Klasifikasi
Inguinal

Hernia

Menurut sifatnya :
Hernia reponibel dan hernia ireponibel
Menurut posisinya :
Hernia
inkarserata
dan
hernia
strangulata
Menurut penonjolannya :
Hernia eksterna dan hernia interna

Gejala Klinis :

Diagnosis

Inspeksi :

Saat pasien mengedan, dapat dilihat hernia inguinalis lateralis


muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari
lateral atas ke medial bawah.

Palpasi :
- Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus
spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang
memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera (tanda sarung
tangan sutera), tetapi umumnya tanda ini sukar ditentukan.
Bila ujung jari menyentuh hernia, berarti hernia inguinalis lateralis ,
dan bila bagian sisi jari yang menyentunya, berarti hernia
inguinalis medialis.
Pemeriksaan penunjang : transiluminasi.

Terapi

Konservatif :

Reposisi : dilakukan secara bimanual.


Tangan kiri memegang isi hernia
membentuk
corong
sedangkan
tangan kanan mendorongnya ke arah
cincin hernia dengan tekanan lambat
tapi menetap sampai terjadi reposisi.
Bantalan penyangga : bertujuan
menahan hernia yang telah direposisi.

Terapi

Operatif :

Herniotomi : dilakukan pembebasan kantong


hernia sampai ke lehernya. Kantong dibuka
dan isi hernia dibebaskan kalau ada
perlekatan, kemudian direposisi, kantong
hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu
dipotong.
Hernioplasti : dilakukan tindakan memperkecil
anulus inguinalis internus dan memperkuat
dinding belakang kanalis inguinalis

Pencegahan

Mencegah terjadinya faktor-faktor resiko


seperti : batuk kronik, konstipasi kronik,
BB berlebih, pekerjaan mengangkat
beban yang terlalu berat dll.

Referensi
Sabiston. Buku ajar bedah(Essentials of surgry. Bagian 2,
cetakan I : Jakarta, penerbit buku kedokteran EGC. 1994.
Sjamsuhidayat.R & Wim de jong. Buku ajar ilmu
bedah.edisi revisi.Jakarta : penerbit buku kedokteran EGC,
1997.
Schwartz. et al.intisari prinsip-prinsip ilmu bedah.Ed. 6.
jakarta: penerbit buku kedokteran EGC, 2000.
www.medicastore. Com
www.pubmed. Com

TERIMA KASIH