Anda di halaman 1dari 30

I.

MULTITESTER
Multimeter sering dignakan dalam pengukuran besaran-besaran listrik . Selain itu alat ini juga
atau biasa disebut AVO (ampere, volt, dan ohm) meter yang artinya suatu alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur kuat arus listrik (I) dengan satuan ampere, mengukur tegangan listrik
(V) dengan satuan volt, dan untuk mengukur besarnya tahanan listrik (W) dengan satuan ohm.
Kegunaan multimeter ini selain untuk mengukur besaran-besaran listrik juga sangat berguna
untuk mencari dan menemukan gangguan yang terjadi pada semua jenis pesawat atau alat-alat
elektronika.
Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan
tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada
perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur
temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter
dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).
1. Spesifikasi Multitester
-

Batas Ukur dan Skala Tegangan searah (DC&AC), arus (DC), dan resistensi

Sensitivitas pengukuran tegangan

sensitivitas pengukuran tegangan dalam /V/V


ketelitian dalam %
jangkauan frekuensi tegangan bolak bolak-balik
yang mampu diukur (misalnya antara 20 Hz 30 KHz).
-

batere yang diperlukan

Multimeter dibagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 1

Multimeter analog
Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis
TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah
dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah
akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya
menggunakan multimeter digital.

Multimeter digital
Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika
dibandingkan dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih
teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm
saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang
memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan
service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor
tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun,
sebaiknya menggunakan multimeter analog.
Kelistrikan Otomotif 1

Page 2

Mari kita mulai belajar menggunakan Multitester.Sebelumnya kenali dulu tomboltombol yang ada pada Multitester sebagai berikut :
Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter
Bertujuan untuk mengukur suatu obyek tegangan baik DC maupun AC
1. Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang paling kanan
(V/Ohm).
2. Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yg berkapasitas 3,7V.
3. Lihat skala pada Multitester pd bagian V (Volt) ada dua yaitu:
DC Volt (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Terdapat Polaritas
+ dan -)
AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya.
Umumnya yg digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel, dll dipilih yg
DC Volt
Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai2 yg tertera pada bagian DC Volt tsb. Contoh:
200mV artinya akan mengukur tegangan yg maximal 0,2 Volt
2V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 2 Volt
20V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 20 Volt
200V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 200V
750V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 750V
Gunakan skala yg tepat utk pengukuran, misal Battere 3,6 Volt gunakan skala pada 20V. Maka
hasilnya akan akurat mis terbaca : 3,76 Volt.
Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1 (pertanda overload/ melebihi skala)
Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun tdk akurat mis terbaca : 3,6V atau
3,7 V sja (1digit belakang koma)
Jika menggunakan 750V bisa saja namun hasilnya kaan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg
tanpa koma)
Setelah object pengukuran sdh ada, dan skala sdh dipilih yg tepat, maka lakukan pengukuran dgn
menempelkan kbl merah ke positif battere dan kabel hitam ke negatif batere. Akan muncul hasil
pengukurannya.
Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul, namun ada tanda negatif didepan hasilnya. Beda
dgn Multitester Analog. Jika kbl terbalik jarum akan mentok kekiri.
Kelistrikan Otomotif 1

Page 3

NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze,
dan bisa dicatat hasilnya.

Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter


1. Perhatikan Object yg akan diukur. (Resistor, hambatan jalur, dll)
2. Perhatikan skala Pengukuran pada Ohm Meter
200 artinya akan mengukur hambatan yg nilainya max. 200 Ohm
2K artinya akan mengukur hambatan yg nilainya max. 2000 Ohm (2KOhm)
20 K artinya akanmengukur hambatan yg nilainya max. 20.000 Ohm (20K Ohm)
200K artinya akan mengukur hambatan yg nilainya max. 200.000 Ohm (200K Ohm)
2M artinya akan menguur hambatan yg nilainya 2.000.000 Ohm (2000K Ohm atau 2 Mega
Ohm)
Bila tdk tau besaran nilai yg mau diukur, dianjurkan pilih skala tengah misalnya skala 20K. Lalu
lakukan pengukuran.
Jika hasilnya 1 (Overload) maka naikkan skala
Jika hasilnya digit dibelakang koma kurang akurat, maka turunkan skala.
Contoh pembacaan hasil :
Pd skala 2K hasilnya 1,76 itu artinya hambatan yg terukur adalah 1,76 K Ohm
Pd skala 2K hasilnya 0,378 itu artinya hambatan yg terukur adalah 0,378 K Ohm alias 378 Ohm.
(KOhm ke Ohm dikali 1000)
Pd skala 20K hasilnya 1 , artinya object yg mau diukur melebihi skala 20K,maka naikan skala
menjadi 200K, hasilnya menjadi 38,78 itu artinya hambatan yg terukur adalah sebesar 38,78
KOhm
Pada pengukuran tegangan PLN, maka skala dipindahkan ke bagian AC Volt (~) lalu skala ke
750 V.
Colok kabel merah dan hitam ke masing2 lobang stop kontak, bolak balik boleh. Namun hati2
takut ada kabel yg terkelupas, bisa tersengat listrik.
Hasil yg akan muncul mis: 216 artinya tegangan PLN tsb sebesar 216 Volt.
Jika memakai skala 200, maka hasilnya akan 1 pertanda over load alias melebihi skala 200 Volt
tsb.
Menggunakan Multitester sebagai pengukur kapasitas Condensator
Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator
memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867).
Kondensator kini juga dikenal sebagai kapasitor, namun kata kondensator masih dipakai
hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782
Kelistrikan Otomotif 1

Page 4

(dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu
muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang
tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia condensatore,
seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol
Condensador.
* Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta
memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Lambang kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif) pada skema elektronika.
* Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak
mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna
coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor
(capacitor).
Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika. Namun kebiasaan dan
kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering
menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang
paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut
kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).
Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm yang artinya luas
permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (F), jadi 1 F = 9
x 105 cm.
Satuan-satuan sentimeter persegi (cm) jarang sekali digunakan karena kurang praktis, satuan
yang banyak digunakan adalah:
* 1 Farad = 1.000.000 F (mikro Farad)
* 1 F = 1.000.000 pF (piko Farad)
* 1 F = 1.000 nF (nano Farad)
* 1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
* 1 pF = 1.000 F (mikro-mikro Farad)
Langkah pengukuran :
1. Pilih Skala bagian F dan pilih skala yg sesuai.
2. maka nilai yg tampil adalah nilai kapasitas kondensator tsb dgn satuan Farad atau Mikro Farad
(10 pangkat -6) atau Nano Farad (10 pangkat -9) atau Piko Farad (10 pangkat -12) Farad.
Menggunakan Multitester Digital sebagai Pengukur Jalur (Kontinuitas)
1. Pilih Skala Buzzer, yg ada icon Sound atau ada LED nya. Jika kabel tester Merah dan hitam
ditempelkan lsg, maka Multitester akan berbunyi pertanda jalur OK. Tanpa hambatan (<50
Ohm).
2. Pilih object pengukuran. Misal akan mengukur jalur Power ON dari IC UEM kaki P7 ke
Switch On off. Tempel salah satu kabel (bebas yg mana aja) ke kaki Switch ON Off, satu lagi ke
Kelistrikan Otomotif 1

Page 5

kaki IC UEM P7 atau capasitor terdekatnya. Jika bunyi maka pertanda jalur bagus dan
terhubung. Jika tdk bunyi, coba apakah sdh benar letak pengukurannya. Jika sdh, dipastikan jalur
putus dan harus di jumper.
Menggunakan Multitester Digital sebagai pengukur arus rangkaian
1. Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih lobang 20A
karena akan mengukur arus yg > 0,2 A.
Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain salah satu kabel
charger dipotong. Dan masing2 kabel ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester.
Lakukan pengukuran saat ponsel dicharger. Misalnya nilai yg tertera 0,725 berarti arus pengisian
sebesar 0,725 A alais 725 mA.
Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan msg2 kbl ke msg kutub sekring pd PCB. Lalu ukur
hasilnya.
Mengukur Batere Lithium Original atau Palsu.
1. Kabel Merah tetap di 20A, kbl hitam di GND.
2. Skala tetap di 20A
3. Tempel kabel Merah di + batere
4. Tempel kbl hitam di batere
5. lihat hasil yg muncul :
Jika secara refleks, menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke Nol, pertanda Batere Lithium
asli.
Jika hasilnya menunjuk ke angka tertentu, dan stabil. Pertanda Batere Lithium palsu, dan cept2
cabut kbl dari Batere. Karena Batere akan menjadi panas.. karena didalamya tdk ada rangkaian
IC Pengontrolnya.
Untuk Batere lithium asli, walaupun kbl ditempel terus ke batere, tdk masalah
Makanya sering ponsel panas atau bahkan meledak saat dicharging. Karena menggunakan Batere
Lithium palsu. Yg tdk ada rangkaian IC pengontrolnya. Sehingga saat batere Penuh. Sensor
BTEMP tdk bekerja. Maka batere yg telah penuh tsb akan terus terisi sehingga menjadi panas
panas dan akhirnya dpt mengakibatkan kerusakanpada ponsel, atau bahkan bisa saja batere
menjadi kembung da dpt meledak. Click the image to open in full size.
Oleh karen itu gunakan selalu batere yg asli Lithium yg mengandung IC Pengontrol short Circuit
didalamnya.
Cara pengukuran tegangan pada ponsel
Alat-alat yang dibutuhkan :1. Multitester Digital/Analog, lebih bagus Digital, karena hasilnya
lebih akurat terbaca.
2. DC Power Supply, diatur Voltagenya antara 3,6V 4,1 Volt.
Kelistrikan Otomotif 1

Page 6

3. Kabel jumper. (Utk PCB yg Connector Batterenya terpisah, maka kabel jumper hrs disolder ke
PCB (Kutub Batt + dan -) baru dihubungkan ke Power Supply.Quote:
Persiapan Pengukuran :
1. Nyalakan Power Supply, atur tegangannya 3,6 s/d 4,1 V.
2. Solder 2 buah kbl jumper, satu kabel di Kutub + Batt (Boleh juga di C165), dan satu kabel lagi
di kutub Batt atau di GND mana saja. lalu kedua kabel tsb dihubungkan ke Power Supply
I. Pengukuran Tegangan pada Ponsel Nokia DCT3 (Ct : 8210/8250)
Quote:
Tegangan penting yg harus diukur :
1. Power ON di Switch On/Off = 3,6V s/d 4,1 V
2. VBB = 2,8 V
3. VCore = 1,8 V
4. VCP = 4,8 V
5. VCOBBA = 2,8 V
6. VREF = 1,5 V
7. VXO = 2,8 V
8. PURX = 2,8 V
Power On : Tegangan dari batt > CCONT -> Saklar.
VBB (Voltage BaseBand) = Teg. untuk bagian baseband spt IC UI, CPU, LCD, COBBA, IC
Flash, dll
VCore = Tegangan Digital utk CPU sbg Processor.
VCP = Voltage Charge Pump, teg. untuk IC Regulator ke VCO & IC RF
VCOBBA = teg. Digital untuk IC Audio COBBA
VREF = Teg. referensi clock untuk IC RF HAGAR (sbg Frequency Synthetizer) dan untuk IC
Audio COBBA (sbg Automatic Frequency Control) dlm mengatur RF Clock 26 Mhz.
VXO = Voltage Xtal Oscillator, tegangan utk IC Crystal 26 Mhz
PURX = Power Up Reset -> Signal Reset utk CPU dari CCONT utk mulai bekerja.
Attachment 168050
Langkah-langkah Pengukuran :
1. Setelah Persiapan Pengukuran sdh dilakukan, maka siapkan Multitester. (Bila ada yg belum
mengerti cara penggunaan, bisa baca petunjuknya lebih lanjut di sini : Petunjuk Penggunaan
Multitester Digital
2. Putar Skala Multitester ke DC Volt 20
3. Tempel Kabel hitam ke Ground. Dan Kabel Merah ke kaki saklar On/Off +, (bagian bawah).
Baca tegangannya, hrs menunjukkan angka >3,6V. Dan jika saklar ditekan hasilnya harus 0 V.
Jika tdk ada teg. Power On, HP tdk bisa hidup, namun jika dicharge akan muncul gambar battere
sdg dicharge, solusinya cek Ccont, R118(resistor Power On) dan jalur Power On (Batt > Ccont
kaki E4 > Switch on/off.
Kelistrikan Otomotif 1

Page 7

4. Kabel merah pindah ke C152, tekan On/Off, maka hasil nya harus 2,8 VXO, Jika VXO tdk
keluar, otomatis HP akan matot, karena Crystal tdk bekerja mengeluarkan frekuensi 26 Mhz utk
IC RF, yg nantinya oleh HAGAR akan dibagi 2 menjadi 13 Mhz dan akan dikirim ke CPU,
sebagai RF Clock. maka dari itu cek CCONT, jika VXO tdk muncul.
5. Kbl Merah ke C107, VBB = 2,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, cek CCONTnya.
6. Kbl merah ke C108, VCP = 5V, jika tdk keluar, HP akan No Signal, manual searching lsg No
network dlm waktu singkat. Cek CCONT.
7. Kbl merah ke C140, VCore = 1,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, karena CPU tdk akan
bekerja, oleh karena itu cek CCONTnya. Bila Vcore <1,0V ada kemungkinan bisa dari CPU
short, atau CCONT lemah.
8. Kbl merah ke C133, VCobba = 2,8 V, jika tdk keluar, HP akan muncul Contact Service dan
di info di UFS COBBA s/n = 000000, karena Cobba tdk dpt bekerja akibat tdk ada tegangan.
solusinya cek CCONT.
9. Kbl merah ke C106, VRef = 1,5V, jika tdk keluar, gejala pd HP No Network, karena teg.
referensi utk IC HAGAR tdk ada. Solusinya cek CCONT.
10. Kbl Merah ke J227, PURX =2,8V (Joint 227 = sambungan ke kaki B13 CPU), Jika PURX
tdk keluar, maka HP akan matot, karena CPU tdk mendapat Signal Power Up Reset dari
CCONT.
Setelah semua teg. keluar pertanda CCONT dalam hal ini berfungsi sbg Regulator (Pembagi
tegangan) telah berfungsi dengan baik. Fungsi lainnya dari CCONT sbg Penguat frekuensi Sleep
Clock dari 32 Khz crystal yg dpt diukur dgn Frequency Counter. Juga tugas lainnya sbg PWM
(Power Management) pengontrol Charging, Tegangan SIM card, dll.

Bahagian Multimeter Analog & Fungsinya

Kelistrikan Otomotif 1

Page 8

Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan


fungsinya :
(1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero
Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan
jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih
kecil.
(2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero
(Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur
jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
(Ohm), test lead + (merahpemilih diputar pada posisi
dihubungkan ke test lead (hitam), kemudian tombol
diputar ke kiri atau ke kananpengatur kedudukan 0
.sehingga menunjuk pada kedudukan 0
(3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.
Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi
pengukuran, yaitu :
(Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai(4) Posisi
ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10;
dan K
(5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.
(6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur :
Kelistrikan Otomotif 1

Page 9

10; 50; 250; 500; dan 1000.


(7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter
berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari
tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.
(8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe
multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya
belum tentu sama.
Terminal), berfungsi sebagai(9) Lubang kutub + (V A
tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna
merah.
(10) Lubang kutub (Common Terminal), berfungsi
sebagai tempat masuknya test lead kutub - yang
berwarna hitam.
(11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch),
berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.
(12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat
komponen-komponen multimeter.
(13) Jarum penunjuk meter (Knife edge Pointer), berfungsi
sebagai penunjuk besaran yang diukur.
(14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan
meter.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 10

II.Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik
dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap
resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan
salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam
kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi
seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus
cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

Satuan
Ohm (simbol: adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Ohm.
Satuan yang digunakan prefix :
1. Ohm =
2. Kilo Ohm = K
3. Mega Ohm = M
Kelistrikan Otomotif 1

Page 11

K = 1 000

M = 1 000 000

Konstruksi
Komposisi karbon
Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau
tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor
komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan
disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode
warna sesuai dengan nilai resistansinya.
Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan isolator (biasanya keramik). Resin
digunakan untuk melekatkan campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari serbuk
karbon dengan bahan isolator. Resistor komposisi karbon sering digunakan sebelum tahun 1970an, tetapi sekarang tidak terlalu populer karena resistor jenis lain mempunyai karakteristik yang
lebih baik, seperti toleransi, kemandirian terhadap tegangan (resistor komposisi karbon berubah
resistansinya jika dikenai tegangan lebih), dan kemandirian terhadap tekanan/regangan. Selain
itu, jika resistor menjadi lembab, panas solder dapat mengakibatkan perubahan resistansi dan
resistor jadi rusak.
Walaupun begitu, resistor ini sangat reliabel jika tidak pernah diberikan tegangan lebih ataupun
panas lebih.
Resistor ini masih diproduksi, tetapi relatif cukup mahal. Resistansinya berkisar antara beberapa
miliohm hingga 22 MOhm

Film karbon
Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat
untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur,
ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 -cm) dapat memberikan resistansi
yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70 C.
Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu
di antara -55 C hingga 155 C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 v[2].

Film logam
Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam paduan khusus setebal beberapa
mikrometer.
Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter
penting yang memengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari
Kelistrikan Otomotif 1

Page 12

resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/C,
toleransi 0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban
0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1volt/C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi
0.08H, kapasitansi 0.5pF

Penandaan resistor
Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor
pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, biasanya
resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai. Kemasan
biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, walaupun begitu warna lain juga mungkin,
seperti merah tua atau abu-abu.
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh
badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung, dan sebuah titik
(atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah "badan, ujung, titik"
memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal. Toleransi dasarnya adalah 20%.
Resistor dengan toleransi yang lebih rapat menggunakan warna perak (10%) atau emas (5%)
pada ujung lainnya.

Identifikasi empat pita


Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari
empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan
informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang
ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.
Kadang-kadang terdapat pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus
dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104 = 560 k 2%. Deskripsi yang lebih
mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6,
dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang
menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk
toleransi 2%, memberikan nilai 560.000 pada keakuratan 2%.

Identifikasi empat pita


Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari
empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan
informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang
ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.
Kadang-kadang terdapat pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus
dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 13

Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104 = 560 k 2%. Deskripsi yang lebih
mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6,
dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang
menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk
toleransi 2%, memberikan nilai 560.000 pada keakuratan 2%.

Identifikasi empat pita


Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari
empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan
informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang
ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.
Kadang-kadang terdapat pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus
dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104 = 560 k 2%. Deskripsi yang lebih
mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6,
dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang
menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk
toleransi 2%, memberikan nilai 560.000 pada keakuratan 2%.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 14

Identifikasi lima pita


Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%), untuk
memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita
keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima pita dengan pita
keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau
penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 15

III.Rangkaian seri dan paralel


Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar
(seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri. Rangkaian
yang disusun secara seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan
ke catu daya lewat satu rangkaian. Dalam rangkaian ini dapat berisi banyak beban
listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik dari beberapa beban rangkaian
dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20 lampu dalam satu
rangkaian).
Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah
titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu
jaringan. Karena semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut
rangkaian seri. Pada jenis rangkaian ini, arus yang lewat sama besar pada masingmasing elemen yang tersusun seri.

Kelistrikan Otomotif 1

Page 16

Rangkaian seri

Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap- tiap komponen
(resistor).
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel).
Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik
paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang
sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan
paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang
diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu
dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau
rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Rangkaian Paralel merupakan salah satu jenis rangkaian yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar
untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara
parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain.
Kelistrikan Otomotif 1

Page 17

Rangkaian paralel

.
Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian paralel sama dengan jumlah dari
kebalikan hambatan tiap- tiap komponen (resistor).

Mengitung dan mengukur Resistor

Alat ukur untuk mengetahui besarnya resistansi tahanan (resistor) adalah AVO meter (Ampere,
Volt, Ohm meter) atau biasa disebut dengan multimeter. Ada dua tipe multimeter yang dapat
digunakan untuk mengukur besaran-besaran lisrtrik dan elektronik yaitu multimeter analog dan
multimeter digital.
Jika pengukuran dilakukan dengan multimeter analog, hasil pengukuran dapat dilihat melalui
pergerakan jarum meter di atas skala yang sesuai dengan selector yang dipilih. Usahakan jarum
positif dan jarum negatif pada multimeter analog jangan sampai terbalik saat pengukuran
tegangan DC (Direct Current), disamping itu pemilihan selector dan skala pun harus tepat karena
dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut.
Multimeter digital, meskipun lebih mahal tetapi relatif lebih aman saat probe terbalik atau saat
Kelistrikan Otomotif 1

Page 18

selector berada pada nilai terendah. Hasil pengukuran pun lebih mudah terlihat karena tampil
pada display 7 segment seperti halnya calculator.
Pengukuran Resistor
Cara mengukur resistansi sebuah resistor atau gabungan resistor adalah dengan menempelkan
probe positif dan negatif multimeter di setiap ujung sebuah resistor atau gabungan resistor yang
tersusun seri, paralel, atau seri paralel. Sebelum pegukuran, pastikan selector berada pada posisi
Ohm Meter. Untuk pengukuran resistansi, jarum positif dan negatif multimeter dapat dipasang
bolak-balik.
Perhitungan Resistor
Untuk mmengetahui resistansi sebuah resistor tentu sangat mudah, cukup dengan melihat kode
warna atau notasi yang tertulis pada fisik resistor. Apabila resistor tersebut sudah dikombinasikan
dengan resistor lain dalam sebuah rangakaian seri, paralel, atau seri-paralel harus menggunakan
beberapa rumus sebagai dasar perhitungan.
Rangkaian Resistor Seri
R Total = R1 + R2 + ... Rn

Rangkaian Resistor Paralel


1/ R Total = 1/R1 + 1/R2 + ... 1/Rn

Contoh Perhitungan Resistor


Kelistrikan Otomotif 1

Page 19

1. Rangkaian Resistor Seri

Pemecahan
Gunakan rumus Resistor seri
R Total = R1 + R2 + R3
R Total = 15 + 5 + 30
R Total = 50 Ohm
2. Rangkaian Resistor Paralel

Pemecahan
Gunakan rumus Resistor paralel
1/R Total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
1/R Total = 1/15 + 1/15 + 1/30
1/R Total = 2/30 + 2/30 + 1/30
1/R Total = 5/30
R Total = 30/5
R Total = 6 Ohm
Kelistrikan Otomotif 1

Page 20

3. Rangkaian Resistor Seri Paralel

Pemecahan
Gunakan rumus Resistor seri dan Resistor paralel (gabugan)
R Total = R1 + (R2 // R3)
1/RA = 1/R2 + 1/R3
1/RA = 1/30 + 1/30
1/RA = 2/30
RA = 30/2
RA = 15 Ohm
R Total = R1 + RA
R Total = 15 + 15
R Total = 30 Ohm
Keterangan
1. // = Paralel
2. + = Seri
3. RA = R Total dari R2 dan R3

Kelistrikan Otomotif 1

Page 21

4. Rangkaian Resistor Seri Paralel

Pemecahan
Gunakan rumus Resistor seri dan Resistor paralel (gabugan)
R Total = R1 // (R2 // R3) // R4
RA = R2 + R3
RA = 20 + 40
RA = 60 Ohm
1/R Total = 1/R1 + 1/RA + 1/R4
1/R Total = 1/60 + 1/60 + 1/60
1/R Total = 3/60
R Total = 60/3
R Total = 20 Ohm
Keterangan
1. // = Paralel
2. + = Seri
3. RA = R Total dari R2 dan R3

Kelistrikan Otomotif 1

Page 22

IV.Symbol symbol dalam system kelistrikan


SIMBOL

NAMA KOMPONEN

KETERANGAN

Simbol Sambungan
Kabel/ Wire Listrik

Kabel penghubung (konduktor)

Koneksi kabel

Terhubung

Kabel tidak koneksi

Terputus (tidak terhubung)

Simbol Saklar (Switch) dan Simbol Relay


Toggle Switch SPST

Terputus dalam kondisi open

Toggle Switch SPDT

Memilih dua terminal koneksi

Saklar Push-Button (NO)

Terhubung ketika ditekan

Saklar Push-Button (NC)

Terputus ketika ditekan

DIP Switch

Multiswitch(Saklar banyak)

Relay SPST
Relay SPDT

Kelistrikan Otomotif 1

Koneksi (Open dan Close)


digerakan oleh elektromagnetik.

Page 23

Jumper

Koneksi dengan pemasangan


jumper

Solder Bridge

Koneksi dengan cara disolder


Simbol Ground

Earth Ground

Referensi 0 sebuah sumber listrik

Chassis Ground

Ground yang dihubungkan pada


body sebuah rangkaian listrik

Common/ Digital Ground


Simbol Resistor
Resistor

Resistor berfungsi untuk menahan


arus yang mengalir dalam
rangkaian listrik

Resistor
Potensio Meter
Potensio Meter
Variable Resistor
Variable Resistor

Menahan arus dalam rangkaian


listrik tetapi nilai resistansi dari 3
titik terminal dapat diatur

Menahan arus dalam rangkaian


listrik tetapi nilai resistansi dari 2
titik terminal dapat diatur

Simbol Condensator (Kapasitor)

Kelistrikan Otomotif 1

Page 24

Condensator Bipolar
Condensator Nonpolar

Berfungsi untuk menyimpan arus


listrik sementara waktu

Condensator Bipolar

Electrolytic Condensator (ELCO)

Kapasitor berpolar

Electrolytic Condensator (ELCO)

Kapasitor Variable

Condensator yang nilai


kapasitansinya dapat diatur

Simbol Kumparan (Induktor)


Induktor, lilitan, kumparan, Dapat menghasilkan medan
spul, coil
magnet ketika dialiri arus listrik
Induktor dengan inti besi

Kumparan dengan inti besi seperi


pada trafo

Variable Induktor

Lilitan yang nilai induktansinya


dapat diatur

Simbol Power Supply


Sumber tegangan DC

Menghasilkan tegangan searah


tetap (konstan)

Sumber Arus

Menghasilkan sumber arus tetap

Sumber tegangan AC

Sumber teganga bolak-balik seperti


dari PLN (Perusahaan Listrik
Negara)

Kelistrikan Otomotif 1

Page 25

Generator

Penghasil tegangan listrik bolahbalik seperti pembangkit listrik di


PLN (Perusahaan Listrik Negara)

Battery

Menghasilkan tegangan searah


tetap

Battery lebih dari satu Cell Menghasilkan tegagan searah tetap


Sumber tegangan yang
dapat diatur

Sumber tegangan yang berasal dari


rangkaian listrik lain

Sumber arus yang dapat


diatur

Sumber arus yang berasal dari


rangkaian listrik lain

Simbol Meter (Alat Ukur)


Volt Meter

Mengukur tegangan listrik dengan


satuan Volt

Ampere Meter

Mengukur arus listrik dengan


satuan Ampere

Ohm Meter

Mengukur resistansi dengan satuan


Ohm

Watt Metter

Mengukur daya listrik dengan


satuan Watt
Simbol Lampu

Lampu

Akan menghasilkan cahaya ketika


dialiri arus listrik

Lampu

Kelistrikan Otomotif 1

Page 26

Lampu
Simbol Dioda
Dioda

Berfungsi sebagai penyearah yang


dapat mengalirkan arus listrik satu
arah (forward bias)

Dioda Zener

Penyetabil Tegangan DC (Searah)

Dioda Schottky

Dioda dengan drop tegangan


rendah, biasanya terdapat dalam IC
logika

Dioda Varactor

Gabungan Dioda dan Kapasitor

Dioda Tunnel

Dioda Tunnel

LED (Light Emitting Diode)

Akan menghasilkan cahaya ketika


dialiri arus listrik DC satu arah

Photo Dioda

Menhasilkan arus listrik ketika


mendapat cahaya
Simbol Transistor

Transitor Bipolar NPN

Arus listrik akan mengalir (EC)


ketika basis (B) diberi positif

Transistor Bipolar PNP

Arus listrik akan mengalir (CE)


ketika basis (B) diberi negatif

Transitor Darlington

Gabungan dari dua transistor


Bipolar untuk meningkatkan
penguatan

Kelistrikan Otomotif 1

Page 27

Transistor JFET-N

Field Effect Transistor kanal N

Transistor JFET-P

Field Effect Transistor kanal P

Transistor NMOS

Transistor MOSFET kanal N

Transistor PMOS

Transistor MOSFET kanal P

Simbol Komponen Lain


Motor

Motor Listrik

Trafo,
Penurun dan penaik tegangan
Transformer,Transformator AC (Bolak Balik)
Bel Listrik

Berbunyi ketika dialiri arus listrik

Buzzer

Penghasil suara buzz saat dialiri


arus listrik

Fuse, Sikring
Fuse, Sikring
Bus

Pengaman. Akan putus ketika


melebihi kapasitas arus

Terdiri dari banyak jalur data atau


jalur address

Bus

Kelistrikan Otomotif 1

Page 28

Bus

Opto Coupler

Sebagi isolasi antar dua rangkaian


yang berbeda. Dihubungkan oleh
cahaya

Speaker

Mengubah signal listrik menjadi


suara

Mic, Microphone

Mengubah signal suara menjadi


arus listrik

Op-Amp, Operational
Amplifier

Penguat signal input

Schmitt Trigger

Dapat mengurangi noise

ADC, Analog to Digital

Mengubah signal analog


menjadi data digital

DAC, Digital to Analog

Mengubah data digital menjadi


signal analog

Crystal, Ocsilator

Penghasil pulsa
Simbol Antenna

Antenna
Antenna
Dipole Antenna

Kelistrikan Otomotif 1

Pemancar dan penerima signa


radio

Gabungan dari simple Antenna

Page 29

Simbol Gerbang Logika (Digital)


NOT Gate

Output akan merupakan kebalikan


input

AND Gate

Output akan 0 jika salah satu input


0

NAND Gate

Output akan 1 jika salah satu input


0

OR Gate

Output akan 1 jika salah satu input


1

NOR Gate

Output akan0 jika salah satu input 1

EX-OR Gate

Output akan 0 jika input sama

D-Flip-Flop

Dapat berfungsi sebagai


penyimpad data

Multiplexer 2 to 1
Multiplexer 4 to 1
D-Multiplexer 1 to 4

Kelistrikan Otomotif 1

Menyeleksi salah satu data input


yang akan dikirim ke output

Menyeleksi data input untuk dikirim


ke salah satu output

Page 30