Anda di halaman 1dari 5

Variasi Entalpi Terhadap Temperatur

Dalam berbagai perhitungan kapasitas panas memerankan peran yang sangat penting.Kita
sudah melihat bahwa ada dua kapasitas panas yaitu CP dan Cv .Untuk gas Cp-Cv =R cal
mole.Di sisi lain,karena perubahan volume yang menyertai pemanasan dari cairan dan
padatan sangat kecil,maka dua kapasitas panas ini sering dianggap sama.Lagipula kapasitas
panas berubah seiring dengan berubahnya temperature.Perubahan ini bisa digeneraliasikan
pada persamaan berikut:
C p =a+bT +c T 2 +d T 3 atau
C P=a' +b ' T +

c'
T2

Dimana a,b,c,d atau a,b,c,adalah konstanta yang dari senyawa yang diberikan.Nilai dari
masing-masing konstanta ini dari berbagai zat bisa dilihat pada table 1.Rentang perubahan
temperature terhadap konstanta-konstanta tersebut juga diberikan dalam tabel 1.
Tabel 1.Konstanta molar dari kapasitas panas pada berbagai zat
Substance (g)
H2
N2
O2
CO
HCl
H2O
H2S
NH3
CO2
CH4
C2H4
C2H6

Range(K)
300-2500
300-2500
300-2500
300-2500
300-1500
300-1500
300-1800
300-1000
300-1500
300-1500
300-1500
300-1000

a
6.62
6.76
6.76
6.60
6.70
7.219
6.955
6.189
5.166
3.422
2.706
1.375

b x 103
0.81
0.606
0.606
1.2
0.84
2.374
3.675
7.887
15.177
17.845
29.160
41.852

c x 107

Cl2
NO
C(s,graphite)
C(s,diamond)

300-1500
300-1500
300-1400
300-1300

a
8.76
8.05
2.673
2.162

b
0.271
0.233
2.617
3.059

c
-0.656
-1.56
-1.169
-1.303

d x 106

1.3
1.3
2.67
7.40
-7.28
-95.78
-41.65
-90.59
-138.27

-0.585
2.260

Persamaan diferensial untuk variasi untuk variasi entalpi dari reaksi terhadap berubahnya
temperature,dapat ditunjukan sebagai berikut.
H=H produkH reaktan

Mendiferensilkan secara parsial persamaan di atas dengan variabel temperature mutlak pada
tekanan konstan,diperoleh:

] [

] [

H produk
H reaktan
( H)
=

T P
T
T
P

Spesi kedua dan ketiga persamaan masing-masing adalah,Cproduk,Creaktan,sehingga persamaan


diubah menjadi

( H)
=C produkC reaktan= C P
T P

Persamaan diatas dikenal sebagai persamaan Kirchhoff.Integrasi pada persamaan diatas


bergantung kepada apakah perubahan kapasitas panas (CP) itu konstan apa bergatung
kepada temperature.Ketika CP konstan,integrasi terhadap temperature dengan range antara
T1 dan T2 adalah;
H2

H1

T2

d ( H )= C P dT
T1

H 2 H 1= C P ( T 2T 1 )
H 2= H 1+ C P (T 2T 1 )
Dimana H1 adalah entalpi reaksi pada T1 dan H2 adalah entalpi reaksi pada T2.Namun,jika
CP tidaklah konstan maka:

d ( H )= C P dT + H 0
H= C P dT + H 0

Dimana H0 adalah konstanta integrasi.Untuk bisa mengevaluasi persamaan diatas CP


haruslah tersedia sebagai fungsi dari temperature.
Konstanta Kesetimbangan dan Temperatur
Nilai suatu konstanta kesetimbangan dapat ditulis sebagai berikut:
ln K P=

GO
dengan diferensiasi ;(6)
RT

KP
ln

Meninjau persamaan;
GO = Co + 0D ( oA + oB ) membagi kedua ruas persamaan dengan T ;

i
G
= vi dengan diferensiasi didapat ;(8)
T
T
i

oi
GO
G
d
d

T
T
T
H
= v i
(9)dengan meninjau persamaan
= 2 didapat ;
dT
dT
T
T
i

( )

( )

( )
( )

Dimana io adalah energy gibbs standar zat murni.Dengan menggunakan harga molar
persamaan Gibbs-Helmholtz,diatas maka;
o

( )

i
d
o
T
H i
= 2 ( 10 ) sehingga ;
dT
T

GO
T
1
H O
O
= 2 vi H i =
(11)
dT
T I
T2

( )

Karena penjumlahan entalpi standar meningkat untuk reaksi,HO.Mengurangkan


persamaan 9 dan 11 didapatkan;

d ln K P H O
d log 10 K P
HO
=
atau
=
dT
dT
RT2
2,303 R T 2
Persamaan diatas disebut juga persamaan Gibbs-Helmholtz.Jika diekspresikan untuk
ploting grafik maka;
O

d ln K P =

H dT H
1
=
d
2
R T
R
T

( )

d ln K P H O
d ln K P H O
=
atau
=
1
R
dT
RT2
d( )
T
Mengintegrasikan persamaan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
O

H
K P =
dT
2
RT
d ln K
dT P =ln
Jika ternyata perubahan entalpi tetap dianggap konstan maka persamaan dapat
langsungdiproses dengan integral tentu dan mendapatkan hasil sebagai berikut:
O

ln K P=

H
+C
RT

Namun jika ternyata perubahan entalpi tidak dianggap konstan,melainkan mengalami


perubahan seiring dengan bertambahnya temperature maka

[ C P dT +C ] dT
HO
ln K P=
dT
=

RT2
R T2
[ a+bT +c T +d T
2

ln K P=

RT

dT +C ]

dT

b
c
d
aT + T 2 + T 3+ T 4 +C
2
3
4
ln K P=
dT
2
RT

a b c
d
C
+ + T + T 2+ 2
T 2 3
4
T
ln K P=
dT
R
b
c
d
C
a+ T + T 2+ T 3 + K
2
6
12
T
ln K P=ln
Secara lebih umum persamaan diatas dapat dituliskan sebagai berikut:
B
ln K P= A + C ln T + DT +
T

Anda mungkin juga menyukai