Anda di halaman 1dari 17

Tugas

KEWIRAUSAHAAN

Oleh:

KELOMPOK 6
1. Fadhlan Muhtadi

1210533006

2. Dewi Kurniati Airlangga 1210532087


3. Almira Muthia Islami

1210532075

4. Muhammad Fuadi

1210533013

5. Angga Johanda

1110532069

Dosen:
Dra. Meiliani Malik, MM

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Andalas
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat karunia-Nya penulis mampu menyelesaikan makalah dengan tema Kewirausahaan.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Meiliani Malik, MM yang telah
menugaskan membuat makalah kelompok ini. Tak lupa pula penulis mengucapkan
terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak untuk dapat menyelesaikan makalah
kelompok ini.
Makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas kuliah Kewirausahaan.
Selain itu, dengan adanya makalah ini diharapkan mampu menambah pengetahuan
tentang kewirausahaan, serta mengetahui masalah yang berkaitan dengan hal tersebut.
Demikian, semoga bermanfaat. Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak,
dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan, isi
dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna
perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang.

Padang, 21 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................... i


BAB I

PENDAHULUAN ........................................................ 1
I.1 Latar Belakang .......................................................

I.2 Rumusan Masalah ..................................................

I.3 Tujuan .....................................................................

BAB II

LANDASAN TEORI .................................................... 2

BAB III

PEMBAHASAN ............................................................ 8
III.1 Deskripsi Usaha .................................................... 8
III.2 Sejarah Usaha ....................................................... 8
III.3 Kuisioner ............................................................... 8
III.4 Analisa SWOT ...................................................... 9

BAB IV

PENUTUP ..................................................................... 11
IV.1 Kesimpulan ........................................................... 13
IV.2 Kritik dan Saran ..................................................13

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 14


LAMPIRAN ....................................................................................... 17

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Dunia wirausaha tidaklah hal yang asing lagi. Masa depan dari seorang yang
melakukan wirausaha sangatlah cerah. Hampir semua orang mencoba terjun dalam
dunia usaha. Alasannya, banyak keuntungan yang didapat dengan menjadi
wirausahaan dan tidak perlu terikat dengan orang lain.
Untuk membuka suatu usaha tidaklah mudah. Banyak hal yang harus
diperhatikan, dari segi jenis usaha, konsumen, dan sebagainya. Tidak semua
wirausahawan pun yang pasti sukses. Tak hayal, banyak wirausahawan yang berhenti
di tengah jalan karena tidak mampu lagi.
Seorang wirausaha mempunyai watak tertentu. Ada 6 ciri dan watak dari seorang
wirausahawan, yakni percaya diri, berorientasi pada tugas, pengambilan risiko,
kepemimpinan, keorisinilan, dan berorientasi ke masa depan. Melalui penilaan dari
ciri dan watak tesebut, kita bisa mengetahui sekuat apa wirauahawan itu dalam
mengelola usahanya.

I.2 Rumusan Masalah


Dewasa ini, untuk menjadi seorang pegawai tidaklah mudah.Banyak tahap yang
harus dilalui dan juga banyaknya pesaing. Menjadi seorang wirausaha adalah salah
satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan dan gencar diserukan oleh semua orang.
Namun, untuk menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Pada awalnya
mungkin saja merugi, tetapi apabila bisa bertahan, keuntungan yang didapat bisa
lebih banyak daripada menjadi seorang pegawai.
Penulis beranggapan perlu adanya pembahasan dari setiap permasalahan yang
berkaitan dengan kewirausahaan. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas
adalah :
1. Apakah ciri-ciri dari wirausaha?
2. Apa UKM yang diteliti?

3. Bagaimana aplikasi ciri-ciri tersebut pada Unit Kecil Menengah (UKM) yang
dikunjungi?
4. Apa kelebihan dan kekuranga dari UKM tersebut?
5. Apa yang bisa dicontoh dari UKM tersebut?

I.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui ciri-ciri dari wirausaha
2. Mengetahui kegiatan dari UKM yang dikunjungi
3. Mengetahui dunia bisnis
4. Memenuhi persyaratan dari matakuliah yang bersangkutan

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Percaya Diri
Pribadi yang penuh dengan independensi serta dipenuhi dengan tanggung jawab
adalah modal utama. Percaya diri bagi seorang wirausaha adalah sebuah daya yang
mampu memberikan dukungan kemantapan dalam mengambil keputusan oleh karenanya
stabilitas emosional tetap dijadikan rujukan.

2.2 Berorientasi pada Tugas dan Hasil


Prestasi adalah senjata andalan bagi seorang wirausaha dalam memberikan citra yang
baik pada usahanya.Prestasi bermakna pada kemampuan yang dibangun melalui
pencitraan value creation yang didukung oleh kemampuan proaktif dalam lingkungannya.

2.3 Keorisinilan
Wirausaha tidak terlepas pada persoalan persaingan, sehingga selalu dituntut untuk
selalu terdepan dalam segala hal. Demi menciptakan keunggulan ini maka keorisinilan
merupakan solusi yang bijak. Melalui oroginalitas ini akan mengantarkan seorang yang
menekuni wirausaha menjadi leader atau memimpin dalam segenap produk yang
dihasilkan.

2.4 Pengambilan Resiko


Resiko adalah akibat fatal dari sebuah keputusan yang salah, namun akan salah lagi
jika kita menghindar dari resiko tersebut. Resiko sangat berkorelasi dengan sebuah
peluang, makin beresiko makin tinggi tingkat peluangnya. Berwirausaha sama dengan
kemampuan menghadapi resiko yang ada.

2.5 Kepemimpinan
Kepemimpinan seorang wirausaha dilihat dari seberapa mampu ia memimpin,
kemampuan mengarahkan , kemampuan organisasional (bergaul dengan orang lain) dan

kemampuan dalam menerima saran dan kritik dari orang lain.

2.6 Berorientasi ke depan


Seorang wirausaha harus memiliki perspektif masa depan, mempunyai visi ke depan,
dengan visi inilah akan mengantarkan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide segar,
sehingga dalam kancah persaingan mampu meletakkan dirinya pada posisi leader dan
bukan sebaliknya, follower. Berpikir ke masa depan akan mengarahkan pada kemampuan
menyusun perencanaan strategik.

BAB III
PEMBAHASAN

III.1 Deskripsi Usaha

Nama

: Rinaldi Putra & Fras

Umur

: 25 tahun

Asal

: 50 Kota

Jurusan

: Teknik Elektro Unand (Tamat tahun 2012)

No. HP

: 085766206576

Pin BB

: 75D71FDB

Usaha

: Sablon Kaus

Lama Usaha

: 5 tahun

Alamat Toko

: Jln. Dr. M. Hatta No. 4 RT 1/ RW 1 Kel. Ps. Ambacang,


Kuranji, Padang

Web

: www.pinciclothing.com

III.2 Sejarah Usaha


UKM Pinci merupakan usaha patungan antara Rinaldi Putra dan Fras yang
terbentuk melalui Program Wirausaha Kampus pada tanggal 17 November 2009.
Program Wirausaha Kampus merupakan program dari Universitas ndalas untuk
membangun jiwa wirausaha pada mahasiswa. Ada beberapa tahapan yang harus
dilalui, seperti membuat proposal, melakukan presentasi dan akhirnya dinyatakan
lulus. Merekapun mendapat bantuan sebesar Rp 14.000.000.

Awalnya, Rinaldi dan Fras membuka usaha percetakan dan sablon. Target
mereka adalah teman-teman jurusan dan kos. Pembelipun semakin banyak. Keudia
mereka lebih fokus ke bidang sablon. Mereka mulai mengambil toko dengan kontrak
Rp 8.000.000/tahun.
Usaha ini memang jauh berbeda dengan bidang yang digeluti oleh mereka
berdua. Namun, mereka sudah memiliki dasar sablon di SMA. Owner belajar teknik
sablon melalui You Tube dan belajar ke Bandung dan Yogyakarta. Kemampuan
mereka pun semakin bertambah dan mereka manpat utuk meneruskan usaha ini.
Tahun-tahun pertama, proses penyablonan masih dilakukan di toko mereka yang
berlokasi di Jln. Dr. M. Hatta. Kemudian, mereka melakukannya di rumah produksi
yang sekalian menjadi rumah mereka. Rumah produksi ini berada di Pila Tarok,
Durian Tarung, tidak jauh dari lokasi toko.
Setahun belakangan, Owner telah memperkerjakan 2 orang karyawan. Tidak ada
manajemen khusus untuk karyawan ini. Namun, apabila kinerja ereka baik, aka akan
diberikan bonus. Dalam pembagian pekerjaan antara kedua owner, Rinaldi bertugas
di toko melayani konsumen, sedangkan Fras bertugas di rumah prodeuksi sekaligus
mengawasi karyawannya.
III.3 Kuisioner (terlampir)
III.4 Analisa SWOT
Strenghts
1. Owner mempunyai skill dalam membuat sablon kaus. Empat tahun pertama Owner
melakukan sendiri semua kegiatan sablon kaus.
2. Kepercayaan diri owner yang tinggi. Dapat dilihat bahwa owner berani memulai usaha
saat sedang kuliah.
3. UKM ini merupakan usaha patungan dengan 2 owner, sehingga tanggung jawab dan
kewajiban bisa ditanggung berdua.

Weaknesess
1. Untuk membuat Polo, masih belum bisa mandiri. Owner mengirim pesanan ke
Bandung untuk membordir kaus dikarenakan kualitas bordiran di Padang tidak bagus.
2. Tidak adanya sanksi bagi karyawan yang melakukan kegiatan yang salah.
3. Owner masih takut untuk membuat produk baru.
4. Owner tidak mempunyai cara khusus untuk mempertahankan pelanggan
5. Owner sepertinya tidak profesional menjaga hubungan dengan suplier,pemilihan
suplier yang bersifat trial and error.
6. Semua transaksi dengan suplier hanya dengan cash jarang yang kredit ini menunjukan
Owner tidak bisa menjaga hubungan baik dan intens dengan suplier.
7. Mengutamakan cash flow. Konsumen bisa membayar cash, transfer maupun paling
lambat seminggu setelah barang selesai dengan adanya perjanjian,namun ini merupakan
kelemahan.Sehingga pilihan pembayaran konsumen cukup terbatas.
Oportunities
1. Mempunyai banyak kenalan komunitas.
2. Lokasi strategis dekat Universitas Andalas.
3. Media promosi yang luas: Kartu nama, Stiker, Facebook, Web dan Twitter.
4. Modal yang didapat dari Universitas ketika awal berdiri.
5. Mempunyai suplier yang bisa dipercaya.
Threats
1. Sudah banyak usaha sejenis di daerah sekitar apalagi penawaran pemesanan sablon
kaus satuan.

2. Apabila owner overload, dia mengoper konsumen ke UKM lain tanpa adanya kerja
sama dengan UKM tersebut.
3. Owner mempunyai 3 suplier yang berbeda. Ini dikhawatirkan kualitas kaus juga akan
berbeda.
4. Owner tidak segan untuk berbagi ilmu pada karyawannya. Ia tidak khawatir apabila
karyawannya keluar dan membuka usaha serupa.

BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan

KESIMPULAN
Dari analisa SWOT yang kami lakukan (terlampir) didapat data :
T. OPPORTUNITIES - T. THREATS

-0,48

T. STRENGHTS T. WEAKNESSES

0,1

Sehingga, UKM pinci berkategori di KUADRAN III,seperti gambar di bawah ini :

OPPORTUNITIES

KONSERVATIF/
BERBENAH

AGRESIF

0,1

STRENGHTS

WEAKNESSES
DEFENSIF

-0,48

THREATS

KOMPETITIF

Berdasarkan Tabel,UKM Pinci bisa dikatakan sedikit kompetitif. Posisi ini


menandakan sebuah UKM yang kuat namun menghadapi tantangan yang besar. Rekomendasi
strategi yang diberikan adalah Diversifikasi Strategi,artinya organisasi dalam kondisi mantap
namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda managemen akan
mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya.UKM
disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya.Seperti menyediakan promosi
yang lebih menarik,lebih mengoptimalkan memproduksi kaos yang menarik sehinga income dari
produksi kaos buatan sendiri lebih baik dari menyediakan jasa sablon kaos semata.Atau lebih
gencar lagi mempromosikan brand lebih luas lagi dengan cara menarik seperti membuat video
menarik di youtube,vine,dan instagram.Atau lebih pandai menjaga hubungan baik dengan
suplier.
- Usaha Clothing tergolong menjanjikan,mengingat berbagai kalangan suka memakai
baju kaos.
- Owner fokus menjalankan bisnisnya dengan kemampuan seadanya,ada beberapa hal
resiko yang tidak diperhatikan owner.
- Owner memiliki karakteristik Wirausahawan yang tergolong baik.
Kritik dan Saran
1. Owner harus menjalin hubungan yang lebih intens lagi dengan suplier.Sehingga tidak
perlu membayar secara tunai dalam pemesanan kaos.
2. Owner harus menetapkan standar yang jelas mengenai kualitas Kaos,dan harus
meninggalkan trial and error dalam pemilihan suplier.
3. Owner harus menambah kapasitas produksi guna menghindari terjadinya overload
sehingga profit yang didapat lebih maksimal lagi.
4. Owner sebaiknya mendiversifikasi strategi dalam promosi yang lebih menarik.
5. Menetapkan sanksi yang jelas bila aturan kerja dilanggar.

DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/modulrencanastrategis/materi4_analisisswot.p
df

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai