Anda di halaman 1dari 11

RESUME

A. Pre Operatif
Pada tanggal 09 Januari 2015, pukul 09.00 wita klien datang
bersama perawat dan ditemani oleh suami klien dari ruang
Anyelir menggunakan brancart. Identitas klien sebagai
berikut :
Nama
: Ny. S. J
No. RM : 20 93 81
Umur
: 33 tahun
Ruang
: Anyelir
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa: Struma
Alamat
: Gentungan
Pemeriksaan Fokus
Kesadaran klien composmentis, klien terpasang infus RL 20
tpm.
Leher
Inspeksi
: Tampak pembesaran kelenjar tiroid, wajah
klien tampak cemas.
Palpasi
: teraba kelenjar tiroid membesar, terdapat
nyeri tekan.
Lain-lain
: klien mengatakan khawatir untuk dioperasi.
Status Psikososial
Wajah klien tampak cemas dan klien menanyakan tindakan
yang akan dilakukan nantinya, klien mengatakan ini
merupakan pertama kalinya masuk di ruang operasi dan
dilakukan tindakan operasi.
Persiapan Operatif
Diagnosa medis
Struma.
Informed concent
Telah disetujui oleh keluarga klien pada tanggal 10
desember 2014.
Persiapan kamar bedah
a. Alat operasi steril
b. Meja/tempat tidur operasi
c. Monitor tanda-tanda vital
d. Standart infus
e. TV/monitor
Pelaksanaan Pembedahan
Operator
dr. Lukman, Sp. B
Asisten
Nurhidayah, S.kep, Ns
Kasmirahayu, Amd. Kep

Instrumen
Nurhidayah Kasim, S.kep, Ns

Pelaksanaan Anestesi
a. Operator
dr. Kurniawan, Sp. An
b. Observator
Nuraeni, S.kep
c. Jenis Anestesi
Anestesi Umum
d. Obat Anestesi yang digunakan
1. Recofol Propofol
2. Fentanyl
3. Notrixum
Persiapan instrument

Hak kulit
Hak lebar
Pinset anatomi
:2
Pinset sirurgi
Bisturi
Gagang pisau
:1
Nealpuder
Koher
Klem tumor
Duk klem

:2
:2

:1
:1

:
:
:
:

Klem arteri
Koter
Gunting benang
Gunting Jaringan
Kom
Duk lubang
Duk kecil

:
:
:
:
:
:
:

10
1
1
1
1
1
1

1
6
1
3

B. Intra Operatif
Pukul 10.00 wita klien di bawah ke ruang OK 3 dengan
menggunakan
brancart,
kemudian
dipindahkan
ke
meja/tempat tidur operasi dengan kesadaran composmentis,
terpasang IVFD RL 20 tetes/menit. Lalu pasien dipasangkan
elektroda, tensi, dan oksimetri.
Pukul 10.15 wita klien mulai dipersiapkan untuk tindakan
anestesi. Klien diminta untuk relax kemudian satu persatu
obat anestesi di masukkan. Kemudian klien dipersiapkan
untuk tindakan intubasi.
Pukul 10.30 wita klien diintubasi

Pukul 10.35 wita klien ditutup menggunakan duk, mulai dari


duk kecil kemudian duk lubang.
Pukul 10.40 wita daerah operasi kemudian didisinfeksi
menggunakan betadine.
Pukul 10.45 wita tindakan operasi dimulai.
Pukul 13.45 wita operasi selesai. Tekanan darah terakhir
klien adalah 134/86 mmHg.
Pukul 13.50 wita klien dipindahkan dari meja operasi ke
ranjang pasien untuk di bawah ke ruang pemulihan (RR)
dibantu oleh mahasiswa.

C. Post Operatif
Pukul 13.55 wita klien tiba di ruang pemulihan (RR) dari ruang
OK 3 dibantu oleh mahasiswa, kesadaran klien somnolen, klien
terpasang IVFD RL 20 tetes/menit, terpasang irigator, dan
kateter dua cabang (double-lumen catheter).
Pemeriksaan fokus
kesadaran somnolen, klien nampak lemah, pengaruh anestesi
masih ada, terpasang IVFD RL 20 tetes/menit, terpasang
irigator, dan kateter dua cabang (triple-lumen catheter).
Nadi
: 86 x/menit
Suhu
: 36 C
RR
: 20 x/menit
Instruksi dokter bedah
Bedrest
Leher
Inspeksi
: nampak terpasang selang irigator, terdapat
luka insisi yang sudah terjahit, tidak terdapat
pembesaran kelenjar tiroid.
Palpasi
: tidak terdapat nyeri tekan (pengaruh anestesi
masih ada), tidak teraba pembesaran kelenjar
tiroid.
Status Psikososial
Kesadaran klien somnolen, klien nampak lemah.
D. Analisa Data
N
o.
1

Data
Post Operatif
DS : -

Etiologi

Masalah

Adanya luka
insisi bedah

Resiko
infeksi

DO :
Nampak
terpasang
selang
irugator,
terdapat luka insisi
yang sudah terjahit.
Tanda-tanda vital
Nadi
: 86 x/menit
Suhu
: 36 C
RR
: 20 x/menit

Buffer
pertahanan
terganggu
Port de entry
kuman patogen
melalui luka
insisi
Resiko infeksi
Pembesaran
kelenjar tiroid

Pre Operatif
DS :
klien mengatakan ini
merupakan pertama
Hospitalisasi
kalinya
masuk
di
ruang operasi dan
dilakukan
tindakan
Rencana
operasi.
tindakan
klien
mengatakan
Operatif
khawatir
untuk
dioperasi.
DO :
Kurang informasi
Wajah klien tampak
cemas
Ansietas
klien
menanyakan
tindakan yang akan
dilakukan nantinya

E. Prioritas Masalah
Pre Operatif
Ansietas
Post Operatif
Resiko tinggi infeksi
F. Diagnosa Keperawatan
Pre Operatif
Ansietas berhubungan dengan tindakan operatif

Ansietas

Post Operatif
Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan luka post
operatif

G. Rencana Keperawatan
No
.
1

Diagnosa
Keperawatan
Pre Operatif
Ansietas
b/d
tindakan operatif
DS :
klien
mengatakan ini
merupakan
pertama
kalinya masuk
di
ruang
operasi
dan
dilakukan
tindakan
operasi.
klien
mengatakan
khawatir untuk
dioperasi.
DO :
Wajah
klien
tampak cemas

Tujuan &
Kriteria Hasil
Tujuan :
Ansietas
berkurang
Menunjukkan
pengendalian
diri
terhadap
ansietas
Kriteria hasil :
Tingkat ansietas
hanya
ringan
sampai sedang
Selalu
menunjukkan
pengendalian
diri
terhadap
ansietas
konsentrasi

Intervensi

Rasional

Bimbingan antisipasi

Penurunan Ansietas
Ajarkan teknik menenagkan
diri
Peningkatan koping
Dukungan emosional

Mempersiapkan
klien
menghadapi
kemungkinan krisis
perkembangan
dan/atau situasional
Meminimalkan
kekhawatiran,
ketakutan,
prasangkan
atau
perasaan
tidak
tenang
yang
berhubungan
dengan
sumber
bahaya
yang
diantisipasi
dan
tidak jelas
Meredakan
kecemasan
pada
klien
yang
mengalami distres
akut

klien
menanyakan
tindakan yang
akan dilakukan
nantinya

Post Operatif
Resiko
tinggi
terjadi
infeksi
berhubungan
dengan luka post
operatif
DS : DO :
Nampak
terpasang
selang irugator,

Tujuan :
Tidak
adanya
tanda-tanda dan
gejala infeksi
Kriteria hasil :
Meningkatkan
waktu
penyembuhan
dengan
tepat
dan
tidak
demam

Observasi tanda-tanda vital


Rawat luka operasi dengan
teknik aseptik
Tutup daerah luka dengan

kasa steril
Jaga luka tetap bersih dan
kering
Kolaborasi
pemberian
antobiotik sesuai program
medik

membantu
klien
untuk beradaptasi
dengan
persepsi
stresor, perubahan,
atau ancaman yang
menghambat
penurunan tuntutan
dan pera hidup
Memberikan
penenangan,
penerimaan,
dan
bantuan/dukungan
selama masa stres
Peningkatan tandatanda
vital
menunjukkan
adanya infeksi
Mencegah
dan
menghambat
berkembang
biaknya bakteri
Kasa
steril
menghambat
masuknya
kuman

terdapat
luka
insisi
yang
sudah terjahit.
Tanda-tanda
vital
Nadi :
86
x/menit
Suhu : 36 C
RR
:
20
x/menit

dalam luka
Luka yang kotor
dan basah menjadi
media yang baik
bagi
perkembang
biakan bakteri
Antibiotik
menghambat hidup
dan
berkembang
biaknya bakteri

H. Implementasi Keperawatan
No.
Diagnosa Keperawatan
1
Pre Operatif

Ansietas berhubungan dengan tindakan


operatif
DS :
klien mengatakan ini merupakan
pertama kalinya masuk di ruang

Implementasi
Memberikan bimbingan antisipasi
Hasil : klien dapat mengontrol rasa cemasnya
Kelien memahami tindakan operatif yang akan
dilakukan
Menurunkan tingkat Ansietas
Hasil : klien menurunkan tingkat kecemasan dengan

operasi dan dilakukan tindakan


operasi.
klien mengatakan khawatir untuk
dioperasi.
DO :
Wajah klien tampak cemas

klien menanyakan tindakan yang akan


dilakukan nantinya

berdoa
Klien tampak sedikit tenang
Mengaajarkan teknik menenagkan diri
Hasil : klien nampak berdoa dan menarik napas
dalam lalu menghembuskan lewat mulut
Klien mengetahui cara untuk menenangkan dirinya
Meningkatan koping
Hasil : memberikan informasi tentang tindakan
operasi yang akan dilakukan
Klien mampu beradaptasi terhadap kondisi yang
dialami
Memberikan dukungan emosional
Hasil : mensuport klien bahwa klien dapat melewati
masa operasi dengan baik dan merasa siap untuk
dilakukan tindakan operatif

Post Operatif
Mengobservasi tanda-tanda vital
Resiko
tinggi
terjadi
infeksi
Hasil : Nadi
: 86 x/menit
Suhu
: 36 C
berhubungan dengan luka post operatif
RR : 20 x/menit
DS :
Merawat
luka operasi dengan teknik aseptik
DO :
Hasil : memberikan informasi kepada keluarga klien
Nampak terpasang selang irugator,
bahwa verban harus dikontrol dan diganti dengan
terdapat luka insisi yang sudah
kasa yang steril
terjahit.
Menutup daerah luka dengan kasa steril
Tanda-tanda vital
Hasil : nampak daerah luka operasi tertutup dengan
Nadi : 86 x/menit

Suhu : 36 C
RR: 20 x/menit

kasa steril
Menjaga luka tetap bersih dan kering
Hasil : memberikan edukasi kepada keluarga agar
senantiasa menjaga kebersihan luka operasi dan
tetap menjaga agar luka tetap kering
Mengkolaborasikan pemberian antobiotik sesuai
program medik
Hasil : pemberian obat antibiotik dilanjutkan diruang
perawatan seperti cefotaxime