Anda di halaman 1dari 10

KONSEP STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN DALAM

KAJIAN EKOLOGI

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Ekologi


yang dibimbing oleh Dr. Ibrohim, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si

Disusun oleh:
Offering G
Kelompok 1
Khilyatun Nafis

(1303426153)

Muhammad Sholeh Al Qoyyim H.

(130342603485)

Nindya Ulfa Wardhani

(130342603493)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
JANUARI 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Struktur organisasi kehidupan dalam cakupan biologi akan dibahas dari
sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem,
bioma, dan biosfer. Akan tetapi, pada cakupan ekologi akan lebih banyak
dibahas dari individu sampai dengan biosfer. Cakupan ekologi lebih banyak
akan membahas tentang ekosistem. Dalam ekosistem akan dibahas tentang
hubungan antar komponen entah itu biotik ataupun biotik. Kebanyakan orang
selalu salah dalam menjelaskan pengertian dari populasi, komunitas dan
ekosistem. Ekosistem di dalamnya terdapat berbagai individu yang nantinya
individu ini akan bergabung dengan golongan yang memiliki jenis yang sama,
jenis ini akan bersama dalam satu tempat dengan jenis yang lain dan
menimbulkan timbal balik.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan individu, populasi, komunitas, ekosistem,
bioma, biosfer/ekosfer dalam konsep struktur organisasi kehidupan dalam
kajian ekologi?
2. Bagaimana hubungan antar komponen dalam ekosistem?
3. Bagaimana aliran energi yang melintasi ekosistem?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma,
biosfer/ekosfer dalam konsep struktur organisasi kehidupan dalam kajian
ekologi.
2. Mengetahui hubungan antar komponen dalam ekosistem.
3. Mengetahui aliran energi yang melintasi ekosistem.

BAB II
ISI

2.1 Pengertian
a. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor
kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang
manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada
masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus
mendapatkan

makanan, mempertahankan diri

terhadap musuh

alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah


tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri,
sayap, kantung, atau tanduk.
b. Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu
daerah dan waktu tertentu. Misalnya, populasi pohon kelapa di
kelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang. Ukuran
populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi
ini
disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan
menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah
kecepatan perubahan dalam populasi.
Ada beberapa faktor penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi.
Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran,
serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya tebang pilih.
Populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang
tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik
ini antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju
kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk
pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama
pertumbuhan populasi.
Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal
ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnya hewan dan
manusia.
Imigrasi adalah perpindahan satu atau lebih organisme kedaerah
lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih
organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari
jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.

Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu


atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara
garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah
populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan
jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah,
namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau
penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari
lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan

wabah hama.
c. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada
suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan
mempengaruhi

satu

sama

lain.

Komunitas

memiliki

derajat

keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu


dan populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian
dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui
keragaman interaksinya.
d. Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem yang saling terkait antara organisme
hidup dan organisme tak hidup atau lingkungan fisiknya. Merupakan
bagian hidup dari lingkungan, termasuk seluruh populasi yang
berinteraksi dengannya. Komponen dalam ekosistem dibagi menjadi 2
komponen, yaitu komponen biotik dan komponen biotik.
Komponen Biotik
Berdasarkan fungsinya komponen biotik dapat dibagi menjadi :
Produsen, yaitu semua makhluh hidup yang dapat membuat
makanannya
sendiri. Contohnya: makhluk hidup autotrof, seperti tumbuhan
berklorofil.
Konsumen, yaitu semua makhluk hidup yang bergantung pada
produsen
sebagai sumber energinya. Berdasarkan jenis makannya konsumen
dibagi menjadi:

Herbivor, konsumen yang memakan tumbuhan

Contohnya:sapi, kambing, dan kelinci.


Karnivor, konsumen yang memakan hewan lain.
Contohnya: harimau, serigala, dan macan.
Omnivor, konsumen yang memakan tumbuhan dan hewan.
Contohnya: manusia dan tikus.
Dekomposer atau pengurai, semua makhluk hidup yang

memperoleh nutrisi dengan cara menguraikan senyawasenyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang telah

mati.
Contohnya: bakteri, jamur, dan cacing.
Komponen Abiotik
Merupakan semua bagian tidak hidup dari ekosistem. Peranan
komponen abiotik untuk makhluk hidup adalah sebgai berikut :
Kemampuan organisme untuk hidup dan berkembang biak
bergantung pada beberapa factor fisika dan kimia di

lingkungannya.
Sebagai factor pembatas, faktor yang membatasi kehidupan
organisme.
Contohnya, jumlah kadar air sebgai faktor pembatas yang
menentukan jenis organisme yang hidup di padang pasir.

Komponen abiotik pada ekosistem diantaranya: air, cahaya


matahari, oksisgen, suhu, dan tanah.
e. Bioma
Bioma adalah ekosistem besar yang meliputi suatu daerah yang
luas dan memiliki flora dan fauna yang khas. Bioma merupakan
ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis
dan astronomis. Sebuah bioma pada dasarnya terdiri atas produsen,
konsumen, dan pengurai (dekomposer) yang di dalamnya terjadi aliran
materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan. Ciri khas dari
sebuah bioma adalah vegetasi tertentu yang dominan pada suatu
wilayah yang dipengaruhi oleh kondisi iklim regionalnya. Oleh karena
itu, perbedaan antarbioma tampak jelas dari vegetasi yang tumbuh di
dalamnya.

Macam-macam bioma di bumi dibagi menjadi enam bioma utama


yaitu padang rumput, gurun, tundra, hutan tropis basah, hutan musim,
dan taiga. Berikut ini penjelasan dari macam-macam bioma tersebut:
Bioma Padang Rumput: Persebaran bioma padang rumput
umumnya terdapat di daerah tropika dan subtropika dengan curah
hujan antara 250-500 mm/tahun. Ada pula padang rumput dengan
curah hujan yang mencapai 1.000 mm, namun turunnya hujan tidak
teratur. Daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput yang
pendek. Daerah padang rumput yang relatif basah, seperti terdapat di
Amerika Utara, rumputnya dapat mencapai tiga meter, misalnya jenis
bluestem dan Indian grasses. Biasanya padang rumput terbagi dalam
dua kategori yakni stepa dan sabana (savana). Stepa adalah padang
rumput yang luas tanpa diselingi pepohonan. Sabana adalah padang
rumput yang diselingi pepohonan.
Bioma Gurun: Daerah gurun mempunyai curah huan yang sangat
rendah, rata-rata 250 mm/tahun bahkan kurang. Persebarannya
biasanya di tengah benua, karena sebagian besar merupakan daerah
bayangan

hujan.

Jenis

vegetasi

tahan

terhadap

kekurangan

air(xerofit) seperti kaktus. Gurun-gurun di dunia antara lain Gurun


Sahara dan Gurun Kalahari di Benua Afrika, Gurun Simpson dan
Victoria di Australia, Gurun Nefud dan Gurun Gobi di Asia serta
Gurun Sonora dan Atcama di Benua Amerika.
Bioma Tundra: Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi
utara sekitar daerah lingkungan kutub. Tundra terbentuk karena
lingkungan alam yang gelap berbulan-bulan, disebabkan oleh tidak
terjangkau pancaran sinar matahari. Di daerah tundra hanya terdapat
beberapa pohon kerdil, bahkan dapat dikatakan sejauh mata
memandang hanya lumut yang tampak, terutama sphagnum dan lumut
kerak (lichens).
Bioma Hutan Tropis Basah: Persebaran hutan tropis basah di
daerah khatulistiwa dengan tipe tumbuhan yang paling lebat dan
paling rumit. Tumbuhan utama penyusun hutan tropis basah biasanya

terdiri atas tujuh kelompok, yaitu pohon-pohon terna, liana, epifit,


pencekik, pohon, saprofit, dan parasit. Tumbuhan biasanya bertingkat
dan bertudung. Wilayah sebaran di daerah tropika dan subtropika
antara lain di Indonesia, Australia Bagian Utara. Irian Timur, Afrika
Tengah, Brazil, Amerika Tengah, Asia Tenggara. dan Kongo (Zaire).
Bioma Hutan Musim: Terdapat di daerah lintang rendah tropis
disebut dengan hutan musim tropis. sedangkan di daerah iklim sedang
disebut hutan musim meranggas (gugur). Tanaman di daerah tropis
biasanya menggugurkan daun pada musim kemarau, sedangkan di
lintang

sedang

pada

musim

gugur.

Hutan

musim

tropis.

penyebarannya di Thailand, Indonesia (Jawa Timur, lawa Tengah,


Sulawesi. dan Nusa Tenggara). Dengan ciri-ciri: pohon-pohonnya
lebih rendah, daunnya banyak yang gugur di musim kemarau.
misalnya jati, pohon-pohon homogen (sejenis).
Bioma Taiga: Vegetasi biasanya berlapis lilin dan bertajuk
lancip (conifer) dengan pinus dan cemara sebagai tanaman khas. Taiga
kebanyakan terdapat di belahan bumi utara (Siberia Utara, Rusia,
Kanada Tengah dan Utara).
f. Biosfer
Secara etimologi biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu
bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer
adalah lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup. Biosfer meliputi
lapisan litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Ketiga lapisan tersebut saling
berinteraksi dan membentuk lapisan biosfer tempat ditemukannya
kehidupan di bumi. Selain itu, biosfer juga diartikan sebagai bagian
dari Bumi dan atmosfernya di mana organisme dapat hidup dan
melangsungkan kehidupannya. Dengan kata lain, hanya di biosferlah
sistem kehidupan dapat ditemukan.
2.2 Hubungan Antar Komponen dalam Ekosistem
a. Hubungan Makan

Suatu interaksi dalam ekosistem yang menyediakan nutrisi untuk


setiap makhluk hidup yang sangat diperlukan untuk pemeliharaan diri,
pertumbuhan, dan perkembangbiakan.
Nutrisi Autotrof, Makhluk hidup tertentu yang dapat mensintesis

makanannya sendiri.
Nutrisi Heterotrof, hubungan makan diantara makhluk hidup yang
bergantung pada makhluk hidup yang lain sebagai sumber

energinya.
Saprofit, makhluk hidup yang menggunakan bahan organik dari

organisme yang telah mati sebagai sumber makanannya.


Herbivor, makhluk hidup pemakan tumbuhan
Karnivor, makhluk hidup pemakan hewan lain
Omnivor, makhluk hidup pemakan segala.
b. Hubungan Simbiosis
Hubungan dua organisme yang hidup bersama dalam suatu hubungan
nutrisi yang erat. Beberapa jenis simbiosis antara lain:
Simbiosis Organisme A Organisme B Contoh
Mutualisme + + Lumut kerak, antara ganggang dan jamur
Komensalisme + 0 Hiu dan ikan remora
Parasitisme + - Benalu dengan tumbuhan inang
c. Hubungan Kompetisi
Hubungan persaingan antar makhluk hidup untuk mempertahankan
hidupnya. Dalam ekosistem dikenal istilah Habitat, tempat suatu
organisme dapat hidup dan menyediakan semua hal yang dibutuhkan
oleh organisme tersebut. Relung (niche), cara hidup suatu organisme.
Kompetisi tidak terjadi jika organisme-organisme menempati relung
yang berbeda, walaupun habitat dan jenis makannya sama.
2.3 Aliran Energi yang Melintasi Ekosistem
a. Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan
Rantai makanan, merupakan proses makan dan dimakan di antara
organisme dengan urutan satu arah yang mengakibatkan terjadinya
perpindahan energi dari satu organisme ke organisme yang lainnya.
Jaring-jaring Makanan, rantai-rantai makanan yang saling
berhubungan
b. Piramida Biomassa dan Piramida Energi

Piramida biomassa, dapat dinyatakan sebagai diagram yang


mengambarkan perpaduan massa seluruh makhluk hidup di habitat
tertentu yang diukur dan dinyatakan dalam satuan gram.
Biomassa, ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu.
Piramida Energi, memperlihatkan jumlah energi yang dipindahkan
dari satu tingkat ke tingkat diatasnya dalam suatu jarring makanan.

BAB III
PENUTUP
3.1.

KESIMPULAN
Individu adalah organisme tunggal dari kumpulan sistem organ
yang berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena

koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh.


Populasi adalah kumpulan individu yang berada pada waktu dan
tempat yang sama disebut populasi dan perlu ditekankan harus

sejenis.
Komunitas adalah kumpulan Populasi yang berada pada waktu dan
tempat yang sama yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu

sama lain.
Ekosistem adalah sesuatu sistem yang saling terkait antara
organisme hidup dan organisme tak hidup atau lingkungan fisiknya
yang melakukan hubungan timbal balik dan tetap seimbang.

Bioma adalah ekosistem yang meliputi suatu daerah yang luas


terbentuk karena terjadi perbedaan letak geografis dan astronomis

yang berbeda sehingga memiliki flora dan fauna yang khas


Biosfer adalah bagian dari Bumi dan atmosfernya di mana

organisme dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya


Hubungan antar komponen dalam ekosistem diantaranya adalah

hubungan makan, hubungan simbiosis dan hubungan kompetisi


Aliran energi yang melintasi ekosistem dapat terjadi melalui rantai
makanan dan jaring-jaring makanan serta piramida makanan dan
piramida energi

DAFTAR PUSTAKA
Retmonando, 2011. Makalah tentang Kajian Ekologi Tumbuhan dan Ekologi
Hewan. Palembang : Universitas Muhammadiyah Palembang
Kimmins, J.P., 2004. Forrest Ecology: a Foundation for sustainable forest
Management Ana environtmental ethicsin Forestry. America: Pearson
Education