Anda di halaman 1dari 6

Terapi Limfoma Hodgkin

Kemoterapi dan radioterapi merupakan metode sangat efektif terhadap limfoma


Hodgkin. Namun dalam hal aplikasi radioterapi, kemoterapi, ataupun kombinasi
keduanya, berdasarkan stadium klinis pasien dan faktor prognosis, masih terdapat
pilihan yang berlainan. Karena di dalam maupun luar negeri sudah tidak lagi di
anjurkan penentuan stadium dengan laparotomi, maka sulit secara akurat
menentukan lingkup penyakitnya. Dewasa ini cenderung pada terapi kombinasi
(CMT= Combined modality therapy) bertumpu pada kemoterapi kombinasi
dipadukan dengan radioterapi. Dalam upaya mencapai angka kuratif tinggi,
perhatikan untuk mengurangi insiden timbulnya tumor sekunder yang diinduksi
kemoradioterapi, infertilitas dan efek toksik jangka panjang lainnya.
1. Limfoma Hodgkin Stadium I-II
1) Kasus LPHD stadium IA tanpa faktor prognostik buruk (usia 50
tahun, massa sangat besar, laju endap darah meninggi, simtom B
dan lokasi kelenjar limfe terkena 4 area), dapat dipertimbangkan
hanya diradioterapi dengan medan lebih kecil (area terkena + area
drainase berdekatan), atau pasca kemoterapi dengan formula
ABDV 3-4 kur diberikan radioterapi area terkena.
2) Stadium IIA (LPHD), stadium IA atau IIA (NSHL, MCHL atau
LRCHL) tanpa faktor prognostik buruk, jika lesi terletak
supradiafragma, dapat dipertimbangkan pasca kemoterapi dengan
formula ABDV 3-4 kur diberikan radioterapi dengan medan lebih
luas (medan bentuk rompi + medan bentuk pacul): bila lesi terletak
infradiafragma, bila lesi stadium IA di abdomen atas (lien atau
hilus lienalis, porta hepatik atau kelenjar limfe abdomen atas),
dapat dipertimbangkan hanya diradioterapi (medan Y terbalik
mencakup area lien) atau pasca kemoterapi dengan formula ABDV
3-4 kur diberikan radioterapi area terkena: sedangkan stadium IA
di abdomen bawah (kelenjar limfe paraaorta, para-iliaka,
mesenterika, inguinal, kanalis femoris, obturator) atau stadium IIA
maka dianjurkan pasca kemoterapi dengan formula ABDV 3-4 kur

diberikan radioterapi area terkena. Pilihan hanya diraioterapi dalam


text diatas, prasyarat keberhasilannya terletak pada penentuan
stadium secara akurat (memeriksa seluruh lokasi yang terkena
lesi). Karena laparotomi untuk penentuan stadium sudah tak
digunakan, maka penggunaan radioterapi saja sudah sedikit
memakainya.
3) Kasus stadium I-II dengan faktor prognostik buruk semuanya
dianjurkan pasca kemoterapi dengan formula ABDV 3-4 kur
diberikan radioterapi area terkena
2. Limfoma Hodgkin Stadium III-IV
Limfoma Hodgkin stadium lanjut terutama diterapi dengan kemoterapi
kombinasi 6-8 kur, terhadap lokasi massa sangat besar pasca remisi total
dengan kemoterapi dapat diberikanradioterpai lokal. Formula perpaduan
MMOP/ABV yang berasal dari MOPP dan ABDV mungkin hasilnya lebih
baik dan formula semula, formula BEACOPP (khususnya dengan
intensitas dosis diperkuat) dianggap sebagai formula yang lebih memiliki
harapan dalam meningkatkan efek terapi terhadap limfoma Hodgkin
stadium lanjut.

Terapi Limfoma Non-Hodgkin

Metode terapi terpenting terhadap limfoma non-Hodgkin (NHL) adalah


kemoterapi, terutama terhadap tingkat keganasan sedang dan tinggi. Radioterapi
juga memiliki peranan tertentu dalam terapi NHL
1. Limfoma Indolen (Tingkat keganasan rendah)
Limfoma indolen (keganasan rendah) memiliki ciri tabiat biologis tumor
relatif tenang, survival relatif panjang. limfoma sel B zona marginal ekstranodal. limfoma sel B zona marginal nodus limfatikus, limfoma folikular. granuloma
limfoproliferatif. dll. Kebanyakan pasien saat diagnosis sudah tergolong stadium
lanjut. hanya sekitar 10-20% pasien termasuk stadium III. Pasien stadium lanjut
(III-IV)

sangat

sedikit

yang

berpeluang sembuh. terapi umumnya bersifat

paliatif. Limibma indolen stadium I-II umumnya diradioterapi (area terkena -t- area
drainase), bila scbelum radioterapi diberikan kemoterapi dengan formula FND
kemungkinan dapat meningkatkan masa survival bebas penyakit jangka pan Jang. Kasus
stadium MA pasea kemoterapi dilambah radioterapi lokal dapat memperbaiki masa
survival tanpa penyakit (DFS5tahunsekitar60o),masihkontroversial apakah dapat
disembuhkan. Pasien stadium I1IB-IV berdasarkan ukuran tumor, ada tidaknya
tanda desakan. gejala sistemik, laj u progresi tumor dan faktor lain, secara terpisah
dilakukan observasi. kemoterapi obat tunggal. kemoterapi kombinasi atau
perpaduan kemo'radioterapi. Terhadap lesi yang tidak besar, tanpa tanda desakan, dan
progresi sangat lambat, dapat dilakukan observasi. Bila terdapat gejala, umumnya
dianjurkan kemoterapi obat tunggal (seperti klorambusil. siklofosfamid atau
fludarabin). Bila efektivitas kemoterapi obat tunggal kurang baik dan gejala
mempengaruhi secara nyata kualitas hidup pasien, dapat dikemoterapi kombinasi
dengan formula FND, CVP. CHOP. dll. Penggunaan bersama rituximab dan terapi
antibodi monoklonal lain dapat meningkatkan efektivitas.
Limfomaterkait mukosa (MALT) lambung mungkin berkaitan dengan riwayat infeksi
Helicobacter pylon (HP), tapi belum jelas apakah itu adalah penyebabnya. Pasca
terapi dengan sediaan bismut dan/atau omeprazol, amoksisilin, metronidazol untuk
membasmi tuntas HP, sebagian pasien mungkin mengalami remisi total gejala dan
patologik. Oleh karena itu pada saat kemoterapi dapat digabungkan dengan terapi antiHP.
Limfoma indolen sel T terutama adalah mikosis fungoides, terutama dengan
radio-terapi

sinar elektron

seluruh

tubuh.

dikemoterapi.

2. Limfoma Agresif (Tingkat kegansan sedang)

Pada stadium lanjut dapat

Limfoma agresif meliputi limfoma sel B besar difus, limfoma sel B besar
mediaslinal, limfoma sel besar anaplastik, dan subtipe lain, terapi standar dengan
formula CHOP. Penggunaan formula generasi kedua, ketiga yang lebih
rumit dibandingkan formula CHOP dalam hal angka survival tidak jelas lebih
baik. Bila lesi terlokalisasi (stadium I11 > dan tanpa faktor prognostik I PI
{international prognostic index) yang tidak baik, dapat dipikirkan pasca 3-4 kur
diberikan radioterapi area terkena. Bila lesi terlokalisasi (stadium I11 > dengan
faktor prognostik IP1 yang tidak baik atau kasus stadium Ill-IV secara umum
diberikan kemoterapi 6-8 kur atau pasca remisi total ditambah 2 kur, pasca
kemoterapi diberikan radioterapi area terkena dapat meningkatkan survival bebas
penyakit. Tapi menurut klasifikasi 1PI limfoma (termasuk usia >60 tahun,
stadium klinis III-IV, kadar LDH serum > normal, nilai status kinerja PS > 2,
mengenai lebih dari satu organ ekstranodal, dll.) yang termasuk kasus risiko tinggi
(nilai IPI > 2), hasil terapi dengan CHOP sangat buruk, formula kemoterapi
dengan dosis lebih tinggi mungkin dapat memperbaiki prognosis. Jenis limfoma
agresif lain seperti limfoma sel B besar intravaskular, limfoma T perifer,
limfoma sel NK/T, limfoma sel T angioimunoblastik,limfomaselTpanikulitoid,
limfoma sel T enteropatik, dan limfoma sel T hepatosplenik, walaupun masih
memakai CHOP sebagai terapi standar, tapi hasilnya kurang baik, dewasa ini
masih

tak

ada formula terapi standar yang efektif, formula terapi triplet

alternatif (ATT) yang tak berefek resistensi obat silang mungkin dapat membantu
meningkatkan efekiivitas terapi limfoma jenis ini. Terhadap limtoma agresil refraktcr
atau condoning rekuren. sctelah komotcrapi mencapai CR atau mondokati C'R.
ditambahkan kemoterapi dosis supertmggi dongan dukungan sol stem diharapkan
dapat memperbaiki prognosis lebili lanjut.
Limfoma sel mantel dongan formula CHOP hasilnya sangat buruk.
dianjurkan terapi dengan formula Hiper-CYAD MTX-Ara-C-Rituximab. pada
pasion usia muda ditambahkan kemoterapi dosis supertinggi dengan dukungan sel
stem dapat diharapkan memperbaiki prognosis lebili lanjut. Pasien lansia dengan
koganasan sedang tinggi umumnya dengan terapi standar CHOP, tipe sel B dapat
dipikirkan ditambahkan rituximab. Terapi limfoma non-Hodgkin sistem saraf
sentral primer adalali dengan tiga perpaduan. yaitu dosis tinggi MTX Ara-C
kortikoid. injeksi intratekal MTX Ara-C kortikoid dan radioterapi sistem saraf
pusat. Limfoma kutis lokal selain radioterapi dapat dipikirkan pemberian ekstemal
mostar nitrogen.

3. Limfoma sangat agresif(tingkat keganasan tinggi).


Limfoma limfoblastik dan limfoma Burkitt termasuk limfoma dengan
keganasan tinggi, tapi terapi keduanya memiliki ciri yang berbeda.
(1) Limfoma limfoblastik: tergolong keganasan tinggi. mortalitas tinggi. hams
diterapi dengan formula terhadap lekemia limfositik akut. masih ada kemungkinan
sembuh. Limfoma limfoblastik pada anak-anak berprognosis lebih baik, pada
dewasa sangat buruk. tanpa invasi sumsum tulang dan sistem saraf pusat, bila
LDH normal prognosis lebih baik. L'ntuk kasus dongan faktor tersebut. secepatnya
ditambahkan oangkok sol stem autolog atau sumsum tulang alo-gonik mungkin
dapat memperbaiki prognosis. Yang penting dalam terapi ini adalah intensitas
dosis tinggi dan lama terapi panjang. termasuk beberapa tahap yaitu induksi remisi.
terapi intensifikasi dan terapi pemeliharaan. Formula BFM-90 adalah salah satu
formula dengan efektivitas relatif baik dewasa ini. Kese-luruhan siklus memerlukan
2-3 tahun. (2) Limfoma Burkitt: walaupun keganasan tinggi. namun dengan
terapi rasional tidak sedikit pasion dapat disembuhkan. Terapi terutama harus
dosis tinggi dan siklus pendek. juga harus memperhati-kan terapi preventif sistem
saraf pusat. Formula CODOX-M.IVAC atau Hiper-CVAD"MTX-Ara-C (lihat
bahasan tentang terapi limfoma sel mantel) memiliki efektivitas relatif baik.

3. Limfoma sangat agresif (Tingkat keganasan tinggi)


Limfoma limfoblastik dan limfoma Burkitt termasuk limfoma dengan
keganasan tinggi, tapi terapi keduanya memiliki ciri yang berbeda.
1) Limfoma limfoblastik: tergolong keganasan tinggi, mortalitas
tinggi, harus diterapi dengan formula terhadap lekemia limfositik
akut, masih ada kemungkinan sembuh. Limfoma limfoblastik pada
anak-anak berprognosis lebih baik, pada dewasa sangat buruk,
tanpa invasi sumsum tulang dan sistem saraf pusat, bila LDH
normal prognosis lebih baik. Untuk kasus dengan faktor tersebut,
secepatnya ditambahkan cangkok sel stem autolog atau sumsum
tulang alogenik mungkin dapat memperbaiki prognosis. Yang
penting dalam terapi ini adalah intensitas dosis tinggi dan lama
terapi panjang, termasuk beberapa tahap yaitu induksi remisi,
terapi intensifikasi dan terapi pemeliharaan. Formula BFM 90
adalah salah satu formula dengan efektivitas relatif baik dewasa
ini. Keseluruhan siklus memerlukan 2-3 tahun

2) Limfoma Burkitt: walaupun keganasan tinggi, namun dengan


terapi rasional tidak sedikit pasien dapat disembuhkan. Terapi
terutama harus dosis tinggi dan siklus pendek, juga harus
memperhatikan terapi preventif sistem saraf pusat. Formula
CODOX-M/IVAC
efektifitas baik.

atau

Hiper-CVAD/MTX-Ara-C

memiliki