Anda di halaman 1dari 83

CHARACTER BUILDING

Oleh : Ir. Paulus Karmain

DAFTAR PUSTAKA
1.

3.

Character Building jilid I, II, III & IV Karangan


Antonius Atasokhi Gea S Th MM
Penerbit Elex Media Komputindo 2005
2. 4-Teori Kepribadian Karangan Bernard
Poduska & Drs R. Turmans, Penerbit Restu
Agung
Belajar Kepribadian, karangan James Julian M
& John Alfred, Penerbit BACA 2008
4.
Buku-buku Filsafat
(1).Pembimbing Kearah Alam Fisafat
Karangan Prof I.R. Poejawijatna. Penerbit Rineka
Cipta Jakarta 2005
(2). Filsafat Manusia Karangan: Zainal Abidin
Penerbit PT Remaja Rosdakarya Bandung 2009
(3). Manusia Makhluk Sadar Lingkungan
Karangan DR Konrad Kebung SVD
Penerbit Prestasi Pustaka 2008
(4).Fiksafat Logika Karangan:DR Karomani Drs
MSi Penerbit: Graha Ilmu Yogyakarta 2009
(5).Fisafat Teknologi Karangan: Francis Lim
Penerbit Kanisius Yogyakarta 2008
(6).Filsafat Tahu dan Pengetahuan Karangan
Prof I.R. Poejawijatna Penerbit Rineka Cipta
Jakarta 2004
(7).Fisafat Etika, Fisafat Tingkahn Laku dll.

BAB-I MENGENAL DIRI SENDIRI,


KEPRIBADIAN, WATAK DAN IQ
I. KENALILAH DIRIMU
Sebelum bicara lebih jauh tentang
kepribadian,
Sudahkah saya mengenal diri saya
sendiri?
Ini adalah sebuah pertanyaan yang
menantang
Untuk itu orang harus berusaha mencari
tahu
tentang rahasia dirinya sendiri; tentang
kebe
naran yang terkandung di dalamnya.
A. PENGERTIAN MENGENAL DIRI
Memahami kekhasan diri :
- Fisik, Kepribadian, Watak, Temperamen.
B. MANFAAT DAN TUJUAN MENGENAL DIRI
Tugas mulia manusia adalah
mengembangkan
dirinya dalam rangka mengenal diri
dengan
cara bereksistensi secara terus
menerus.
3

C. CARA MENGENAL DIRI


2
1. Melalui sejarah perkembangan diri

Perkembangan fisik

Perkembangan Peradaban (sbg hasil


perkembangan fisik dan psikisnya)
2.Melalui penelusuran bakat dan kepribadian
a. Penelusuran Bakat
Bagi orang tua yang jeli dan mau peduli
melihat bakat anak, meski terkada g tidak
terlalu jelas.
b. Kepribadian
Yang bersangkutan sendiri yang paling
tahu.
Untuk itu dapat mengacu pada 4-Teori
dasar Kepribadian (aliran) yang dapat
memperluas wawasan dari pendekatan
kepribadian yang terkemuka.
1). Aliran Eksistensialis
Anda adalah anda, karena anda meng
hendaki demikian
2). Aliran Behavioris ( berhubungan dg
kelakuan)
Anda adalah hasil dari sejulah kondisikondisi yang mempengaruhi kehidupan
anda

3
3).Aliran Psikoanalitik.
Anda adalah totalitas sejumlah
perampungan tingkat perkem
bangan anda( Sigmund Freud)
4).Aliran Aktualisasi Diri
Anda merupakan realisasi dari
Potensi anda yang terbesar
3.Melalui Pengalaman sehari-hari
Pengalaman nyata tentang:

Kesabaran (dlm mengantri)

Mengalah (kesediaan)
Kegigihan
Ketekunan (dlm tugas)
Kesetiaan menepati janji
Kepekaan thd lingkungan.
4 Melalui kebersamaan dg orang lain
Melihat dan membandingkan
Melihat kesamaam dan perbedaan
sekalius membandingkan

4
5. Melalui Kacamata Orang lain
Lewat teman dekat, sahabat
bagaimana kesan dan penilaian
mereka terhadap diri kita. Terkadang
orang lain lebih obyektif mengenal diri
kita dari pada kita sendiri. Apa anda
sudhah memiliki sahabat yang
demikian Siapa?
6. Melalui Refleksi Diri
Refleksi pribadi tentang diri sendiri.
Banyak orang melakukannya lewat
tafakur, Retret atau Rekoleksi atau
bentuk kegiatan rohani lainnya.
Ternyata banyak cara yang
terbuka, untuk dapat mengenal diri
kita sendiri.
Cara apa yang anda ingin tempuh?

D. TANDA-TANDA MENGENAL DIRI


5

SIAPA AKU
Sesudah punya gambaran yang
semakin jelas tentang dirinya,
dengan segala kekuatan /
kelebihan dan kekurangan
didalamnya, bahkan dapat
menetapkan simbol dirinya.
Simbol bisa berubah bila mau
mengelola diri dengan baik,
terutama dalam menangani
kelemahan pada diri sendiri dan
merubahnya.
Misalnya :
Penakut menjadi pemberani
Tidak punya pendirian menjadi
teguh pendirian
Tergantung pd orang lain
menjadi mandiri
7

Tidaklah mudah mengenal diri sendiri,


semuanya perlu usaha keras dan
perjuangan. Sering kali kita menolak diri,
karena ketidak puasan, tidak bisa menerima
diri apa adanya.

II. MENGENAL CIRI-CIRI DASAR FISIK


A.6Evolusi Makhluk Hidup
Dilihat dari sudut biologi, manusia hanya
merupakan salah satu diantara jutaan
makhluk lain yang pernah dan masih
mendi ami alam dunia ini.
1. Percabangan makhluk hidup
Dalam proses evolusi biologi berlangsung
sangat lama, banyak bentuk makhluk sederha
na telah hilang dan punah dari muka bumi.
Menurut para ahli biologi, ciri biologi yang
menyebabkan berbagai ciri-organisme-lahir
terdapat dalam genetika ( gen )
Tiga golongan organisme2 baru (perca
bangan) yaitu:
a. Proses Mutasi
Proses dari dalam organisme sendiri.
Suatu gen yang diturunkan dari generasi
ke generasi beribu-ribu tahun lamanya.
Bisa terbentuk organisme baru yang
berbeda dengan ciri-ciri nenek
moyangnya

b. Seleksi dan Adaptasi


7
Proses Evolusi yang berasal dari alam
sekitarnya. Gen-gen dengan ciri-ciri
lama
lambat-laun bisa menghilang / punah.
Suatu ras baru telah bercabang dari
ras
lama.
c. Menghilangnya gen-gen tertentu
Disebabkan peristiwa yang tidak berasal dari dalam organisme atau alam
sekitarnya, tetapi oleh peristiwa yang
terjadi
secara kebetulan.
2. Evolusi Primata dan Manusia

Austrlopithecus
Homo Erectus
Prahomosapiens
Ncanderthal
Cromagnon
Manusia Modern

3. Kriteria Homonisasi
Hal-hal yang bisa disebut sebagai kriteria homonisasi ( terjadinya manusia ).
10

8
a. Pembuatan alat-alat kerja yang khas
manusia.
Hominoid (pendahulu manusia yang
berdiri pd dua kaki, serupa orang).
Australopithecus dan Homohabilis ( ma
nusia yang mampu membuat alat )
b. Pencetusan api (pemanfaatan dan
pemeliharaan)
Tanda-tanda adanya penggunaan api,
tulang hewan terbakar berumur1,4
juta
tahun di Swartkrans Afsel, digua
Chou Kuo Tien dekat Beijing, lapisan abu
750.000 th yang lalu penggunaan api di
Escale Perancis, 400.000 th di Tera Ama
ta Perancis dan Tarralba Spanyol.
c. Kemampuan berdiri dan berjalan
tegak
Hominoid dan pendahulu manusia, seperti
Kera, Gibbon, Orang Utan, simpanse dan
Gorilla yang hidup 8-juta tahun yang lalu
di Italia.
d. Kemampuan bertahan dalam alam ( Gegennturlichkeit)
Menurut DR Peter Sloterdijk dari Karsruhe, satu sendi dari homonisasi adalah

11

9
adanya kemampuan menggunakan senja
ta pelempar seperti tombak dan ketapel
e. Bahasa
Bahasa berkembang sejalan dengan
pem
buatan alat-kerja.
B. PENGELOMPOKAN MANUSIA BDSK RAS
1. Beberapa Ras yang ada didunia
1). Ras Australoid
2). Ras Monggoloid
3). Ras Kaukasoid
4). Ras Negroid
2. Aneka perbedaan fisik manusia.
Perbedaan ciri-ciri pada tubuh manusia
adalah penyebab munculnya istilah Ras
antara lain:
* Warna Kulit
* Warna dan bentuk rambut
* Bentuk bagian-2 wajah dll
Kenyataan perbedaan ciri-ciri
fisik ini telah banyak memunculkan
pengalamam-2 buruk dalam sejarah
kehidupan manusia, bahkan hingga
sekarang ini.

12

III KEPRIBADIAN, WATAK DAN


TEMPERAMEN

10

A. KEPRIBADIAN
Ada 4-teori kepribadian, secara singkat
disebut sebagai aliran-aliran berikut:
1. Aliran Eksistensialis
Anda adalah anda, karena anda
menghen daki demikian
2. Aliran Behavioris ( Perilaku/Kelakuan)
Anda adalah hasil sejumlah kondisikondi
si yang mempengaruhi anda
3. Aliran Psikoanalitik
Anda adalah totalitas jumlah
perampung an tingkat perkembangan
anda
4. Aliran Aktualisasi Diri
Anda merupakan realisasi dari potensi
anda yang terbesar
Kepribadian adalah organisasi dinamis didalam individu yang terdiri dari sistem2
Psikofisik yang menentukan tingkah laku
dan pikirannya secara karakteristik (khas,
unik) dalam menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya (G Allport)
13

11
2. WATAK
Character is personality evaluated, and
personlity is character evaluated (Allport)
Watak (character) dan Kepribadian (personality) itu adalah satu dan sama, tetapi
dipandang dari sisi yang berbeda.
Penilaian dengan memakai norma
cenderung ke watak.
Menggambarkan apa yang ada tanpa
melaku kan penilaian, lebih tepat
digunakan istilah kepribadian.
G Ewald memberi batasan watak sebagai
totalitas dari keadaan2 dan cara bereaksi
jiwa terhadap perangsang.
Ada 2-macam watak
1).Watak yang dibawa sejak lahir
Keadaan fisiologis, yaitu kualitas
susunan
syaraf pusat.
2).Watak yang diperoleh
Telah dipengaruhi oleh lingkungan,
penga
laman dan pendidikan.

14

B. TEMPERAMEN

Temperamen dan kepribadian sering


dikacaukan.Dilihat dari disposisi yang erat dengan
faktor biologis, disini adanya faktor
keturunan lebih menonjol.
Allport : Temperamen adalah gejala karakteristik dari emosi individu, kekuatan
serta kecepatan bereaksi. Gejala ini
tergantung pada faktor konstitusi
(dari keturunan).
G Ewalt: Temperamen adalah konstitusi fisik
yang berhubungan dengan konstitusi jasmani
Catatan: Tubuh manusia memiliki konstruksi
dan konstitusi.

15

C.

JENIS-JENIS TEMPERAMEN
13

Empidokles:
1. Ajaran
tentang Cairan Badaniah
Dirumuskan
Hippocrates
Alam semestaoleh
dan isinya
tersusundan
dari 4-un
sur dasar: Tanah, Air, Udara dan Api
disempurDg sifatoleh
: Kering,
Basah, Dingin dan Panas.
nakan
Galenus.
Hippocrates:
Dalam diri seseorang terdapat 4-macam sifat tersebut yang didukung oleh keadaan
konstitusional yang berupa cairan yang ada
dalam tubuh orang tsb yakni:
Sifat Kering dalam Chole (Empedu Kuning)
Sifat Basah dalam Melanchole(Empedu
htm)
Sifat Dingin dalam Phlegma (Lendir)
Sifat Panas dalam Sanguis (Darah)
Keempat cairan tersebut terdapat dlm
tubuh dengan porsi seimbang, orang akan
sehat (normal). Bila keseimbangan terganggu, orang akan sakit/ menyimpang dari keadaan normal.

16

2.Empat jenis Temperamen


Cairan
Prinsip
Tipe
Sifat-sifat 14
badan yg
dominan
khas
TABEL TOPOLOGI TEMPERAMEN
Hidup keras
CHOLE

MELAN
CHOLE

PHLEGM
A

Teganga
n
Kholeris

Penegara Melankol
n
is
(rigidity)

Plastisita
s

(besar
semangat)
hatinya mudah
terbakar, daya
juang besar.
Optimistis.
Mudah kecewa,
daya juang
kecil, muram,
pesimis

Phlegmati
s

Tak suka buruburu, (kalem,


tenang), tak
mudah
dipengaruhi,
setia.

Sanguini
s

Hidupnya
mudah berganti
haluan

SANGUIS

Ekspansi
fi tas

17

3.Kekuatan dan kelemahan kepribadian


15

(1).
Sanguinis
Perilaku seorang Sanguinis: Populer, Extrovert, suka bicara, optimis ( mementingkan
hal-hal lahiriah)

Kekuatan.
Emosi :
kepribadian yang menarik, suka
bicara,
menghidupkan situasi,
rasa humor
yang hebat,
emosional dan demons
tratif,
periang penuh semangat, penuh
rasa ingin tahu, baik di panggung,
lugu dan polos, hidup di masa seka
rang,
mudah diubah, berhati tulus,
selalu ceria.
Di pek : Sukarelawan untuk tugas, memikirkan
erjaan kegiatan baru, tampak hebat di
permu
kaan, kreatif dan inofatif, punya
energi
dan antusiasme, mengilhami
orang lain untuk ikut, mempesona orang
lain ikut
bekerja.
Sbg :Mudah berteman, mencintai orang, suka
Teman dipuji, tampak menyenangkan, dicembu
rui orang lain, bukan pendedam dan ce pat
minta maaf, mencegah saat-saat
membosankan, suka kegiatan spontan

18

Sebagai orang tua:


16Membuat rumah menyenangkan, menjadi
teman bagi anak-anak, menubah bencana
menjadi humor, merupakan pemimpin sirkus.
Kelemahan:
Tidak ada tindak lanjut, orang tanpa kesalah
an ( mereka tidak benar-benar percaya
bahwa mereka punya kesalahan besar),
mereka tidak benar-benar menerima diri
secara serius, suka bicara banyak,
mementingkan diri sendiri, pu nya ingatan
yang belum dikembangkan, tidak tetap
pikiran dan pelupa, penyela dan menjawab
untuk orang lain, tidak tertib dan tampak
tidak dewasa.
(2) Melankolis
Kepribadian orang melankolis
sempurna
Introvert, pemikir dan
pesimis (kebalikan
dr Extrovert)

Kekuatan
Emosi: Mendalam dan penuh pikiran analitis,
serius dan tekun, cenderung jenius berba
kat dan kreatif, artistik atau musikal,
filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa thd orang lain, suka berkor- ban,
idealis.
19

Berorientasi jadwal, perfeksionis, standar


tinggi, sadar perincian, gigih dan cermat,
tertib dan terorganisasi, teratur dan
rapih,ekonomis, melihat masalah mendapat
pemecahan kreatif, perlu menyelesaiakan
apa yang dimulai, suka diagram, grafik,
bagan dan daftar.

Di pekerjaan

17

Sebagai teman:
Hati-hati dalam berteman, puas tinggal di
latar belakang, menghindari perhatian,
setia dan berbakat, mau mendengarkan
keluhan, bisa memecahkan masalah orang
lain, sangat memperhatikan norang lain,
terharun oleh air mata belas kasihan,
mencari teman hidup ideal
Sebagai orang-tua:
Menetapkan standar tinggi, ingin segalanya
dilakukan dengan benar, menjaga rumah
selalu rapi, merapikan barang anak-anak,
mengorban kan keinginan sendiri untuk
morang lain, mendorong intelegensi dan
bakat.
Kelemahan:
Mudah tertekan, punya citra diri rendah,
suka menunda nunda, mengajukan
tuntutan yang tidak realistis kepada orang
lain.
20

(3) Koleris
Kepribadian Koleris kuat
Extrovert, pelaku, optimis

Kekuatan:
Emosi: Berbakat memimpin, dinamis dan
aktif, sangat memerlukan perubahan, harus
memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat
dan tegas, tidak emosional dalam
bertindak, tidak mudah patah semangat,
bebas dan mandiri, memancarkan
keyakinan, bisa menjalankan apa saja.
Di pekerjaan:Berorientasi ke target, melihat
seluruh gambar an, terorganisasi dengan
baik, mencari pemecahan praktis, bergerak
cepat untuk bertindak, mendelegasikan
pekerjaan, menekan kan hasil, membuat
target, merangsang kegiatan, berkembang
karena saingan.
Sebagai teman;Tidak terlalu perlu teman, mau
bekerja untuk kegiatan, mau memimpin
dan mengorganisir, biasanya selalu benar,
unggul dalam keadaan darurat.
Sebagai orang tua:
Memberikan kepemimpinan kuat, menetep
kan tujuan, memotivasi keluarga sebagai
kelompok, tahu jawaban yang benar, meng
organisir rumah tangga.

21

Kelemahan
Tuan tanpa salah (orang lain yang
salah),
pekerja keras (terlalu), harus
terkendali,
tidak tahu bagaimana cara
menangani
orang lain.
(4) Phlegmatis
Kepribadian Phegmatis damai
Introvert, pengamat, pesimis

Kekuatan
Emosi:
Rendah hati mudah berbgaul dan santai,
diam, tenang, sabar, seimbang, konsisten,
cerdas, sim patik dan baik hati,
menyembunyikan emosi, bahagia menerima
kehidupan, seba guna.
Di Pekerjaan:
Cakap dan mantap, damai dan mudah
sepakat, punya kemempuan administratif,
menjadi pene ngah masalah, menghindari
konflik, baik dibawah tekanan, menemukan
cara yang mudah.
Sebagai teman:
Mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak
suka menyinggung, pendengar yang baik,
sele ra humor yang menggigit, suka
mengawasi orang, punya banyak teman,
punya belas kasihan dan perhatian.
22

20
Sebagai orang tua
Menjadi orang tua yang baik,
menyediakan waktu bagi anak-anak,
tidak tergesagesa, bisa mengambil
yang baik dari yang buruk, tidak
mudah marah.
Kelemahan
Seperti tidak ada masalah, melawan
perubahan, tampaknya malas, punya
kemauan baja yang tenang, tampaknya
tidak berpendirian.
C

SAYA BERTEMPERAMEN APA?


1. Duabelas kombinasi tamperamen.
Kita semua merupakan perpaduan
antara paling tidak dua temperamen,
yang satu dominan dan yang lain
kurang dominan. Ada duabelas
perpaduan yang mungkin terjadi.
Sanchlor, SanMel, SanPhleg, ChlorSan,
Chlor Mel, ChlorPhleg,

23

Selain melihat Kepribadian, Watak dan


Temperamen masih banyak hal yang perlu
kita gali dari dalam diri kita guna mengopti
malkan kemampuan yang ada lainnya.
Mengenal Bakat, mengenal Kekuatan dan
Kelemahan diri sendiri.
Selain mengenal Diri Sendiri, masih diper
lukan kesadaran untuk bisa Menerima Diri
Merupakan salah satu langkah dimana harus
ada perubahan dan perbaikan, tidak pasif
dan pasrah
Menerima Diri, adalah sikap yang sangat
penting.
Menolak Diri sangat berbahaya,
Menghargai Diri Sendiri dan Menjadi Diri Sendiri
harus dilakukan dalam mengupayakan
kesempur
naan mengenal diri.
Yang tak kalah pentingnya dari hal-hal
diatas adalah upaya Mengembangkan Diri
dengan Membangun Mental yang Kuat
dan Sehat, Integritas Diri (dimensi Fisik,
dimensi Psikis IQ,EQ dan SQ), dengan cara beru
sahaMandiri, Kreatif dan Inovatif serta Motivasi
Diri dalam upaya menuju kesempurnaan agar
relasi dengan Diri Sendiri terwujud dengan baik.

24

BAB IV. LINGKUNGAN SOSIAL

22

A.LINGKUNGAN SOSIAL AWAL


I. Keluarga dan Kelompok Pertemanan/permainan
1.Keluarga
a. Dasar pembentukan keluarga
Keluarga adalah Lingkungan Sosial Awal.
Menyoroti kehidupan keluarga sama dengan
menyoroti kehidupan kita sendiri. Hidup dlm
satu komunitas adalah efektip.
Manusia sebagai individu dibebani peran2
yang berasal dari kondisi kebersamaan dg.
sesama.Konflik bisa timbul karena polah
tingkah laku pribadi, disebabkan terjadi
penyimpangan darinorma-kolektif.
Sebaliknya jika tunduk kepada kehendak
kolektif, disebut kehilangan individu-alitas.
b. Bentuk-bentuk perkawinan
1). Monogami: Suami satu istri satu
2). Poligami : Suami atau istri lebih dari
satu (poligini & poliandri)
2. Kelompok Permainan/teman ( in group )
Suasana akrab dan kekeluargaan merupakan
ciri khas per-temanan. Disini seorang pribadi
mulai belajar memasuki dunia-luar yang
lebih luas.

25

II. HUBUNGAN DALAM KELUARGA


23
1. Suasana Kekeluarga
Bila kita amati bagaimana suasana keluarga
kita sendiri, apakah : hangat, damai, akrab,
intim, kompak, bersatu, saling mencintai,
saling
mendukung, saling merindukan, terbuka, jujur,
komunikasi lancar, mau berkorban satu sama
lain, saling percaya, berlaku adil, saling menghargai, saling membantu, saling melindungi dll.
Atau sebaliknya: tegang,saling benci, menjengkelkan, dingin, tidak tegur sapa, saling curiga,
bertengkar, tidak rukun, tidak peduli, dendam,
berbohong, marah, menipu dll?
Bagaimanapun dan apapun suasana dalam
keluarga kita, kita tetap punya andil didalam
nya. Suasana itu bukan sesuatau yang ter jadi begitu saja, melainkan banyak bersumber dan ditentukan oleh kehadiran setiap
dari kita, anggota keluarga
Suatu pertanyaan: Apa yang dapat kita
lakukan
untuk memperbaiki suasana keluarga kita, utk
meningkatkan suasana yang lebih baik?

26

24

2. Suasana kelompok dekatku


Kita juga dapat melakukan refleksi yang sama
kepada suasana kelompok dekat kita. Apakah
kita punyaperilaku dan sikap yang baik
sebagai
salah seorang anggota kelompok?
Kehadiran masing2 anggota kelompok sebagai
sumber motivasi kehidupan kelompok tsb.
Kehadiran yang dimaksud bukan kehadiran
fisik
semata, melainkan sejauh mana kita telah
berusaha menjadi anggota yang baik dan
memberikan yang terbaik bagi kemajuan dan per
kembangan kelompok tersebut.
III MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DALAM LINGKUNGAN SOSIAL.
Sebaiknya bahkan seharusnya kita menghayati kedekatan dan hubungan saling
membangun serta memberikan sesuatu yang terbaik
bagi kelompok kita. Jika tidak, maka agak sulit
bagi kita untuk menghayati hal yang sama
dalam lingkungan yang lebih luas.
Dalam lingkungan keluargalah kita terutama
mulai belajar dan praktek mencintai, menghargai, terbuka, rela berkorban, rukun, jujur, taat,
disiplin dan bekerja sama
27

Selain apa yangdisebutkan diatas, untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik
dalam keluarga perlu pula kita perhatikan hal-hal
berikut ini:
1. Fungsi keluarga
a. Pengaturan seksual
Norma-norma keabsahan sebuah pernikahan
sebagai bentuk pengungkapan cinta,
pengorbanan pribadi masing2 pasangan (fisik,
emosi,mental,sosial dll)
b. adat. Fungsi Reproduksi
Dengan upacara dan ritual yang terbuka seba
gai usaha untuk memiliki anak/keturunan yg
sah dari aspek sosial, hukum, moral,agama dan

c. Kerjasama ekonomi
Untuk bisa bertahan hidup, apalagi untuk
mencapai tingkat kesejahteraan yang
semakain baik, orang tua dan anak-anak yg
sudah dewasa mampu bekerja untuk
kelang- sungan kehidupan keluarga yang
lebih baik.
d. Pendidikan dan sosialisasi nilai
Keluarga adalah tempat dan lingkungan
utama bagi seorang anak dalam
menjalalani
proses sosialisasi macam2 nilai kehidupan.
Disini peran orang tua memegang peranan
penting dalam memberikan contoh-contoh
yg kongkrit sesuai norma-norma yang
dijunjung tinggi seperti: nilai kasih sayang,
kebersama- an, kejujuran, keadilan dan
ketaatan.
e. Pemeliharaan
Pemeliharaan fisik dan mental bagi anakanak yang sakit dan orang-orang yg sudah
tua dalam lingkungan keluarga.

28

IV. MASYARAKAT (MULTIKULTURAL) DAN


KEBUDAYAAN
1. Masyarakat
Masyarakat adalah kelompok manusia
yang tinggal menetap dalam suatu
wilayah yang tidak terlalu jelas batasbatasnya yang berinteraksi menurut
kesamaan pola tertentu diikat oleh suatu
harapan dan kepentingan yang sama,
yang keberadaannya berlangsung secara
kontinu dengan suatu rasa edentitas
bersama (society). Socius = teman.
Tali pengikat bagi sekelompok masyarakat :

Harus sadar bahwa dia merupakan


bagian dari sebuah kelompok.

Ada hub, ungan timbal balik.

Ada suatu faktor yang dimiliki bersama

Memiliki struktur, nilai dan norma serta


kesamaan perilaku.

Memiliki sistem sosial yang kurang lebih


sama

Mengalami proses perubahan yang


mempe- ngaruhi anggota masyarakat tsb
secara langsung atau tidak langsung.

29

2. MULTIKULTURISME
27Multikulturisme adalah suatu ideologi tentang
perbedaan dalam kesederajatan yang mempunyai fondasi kebudayaan yang ada dalam ma
syarakat, yang terwujud sebagai sebuah
mozaik dari kebudayaan2 yang dimiliki oleh
masyara- kat kultural. Sebagai ideologi yang
menekankan perbedaan dalam kesederajatan,
maka multi kulturisme dan demokrasi adalah
dua ideologi yang saling mendukung.
Konsep multikulturisme bertentangan dengan
konsep masyarakat majemuk (Plural society)
yang penekanannya adalah keaneka ragaman
suku bangsa dan kebudayaan suku bangsa.
Multikulturisme dikembangkan dari konsep pluralisme budaya (culture pluralism) dengan
menekankan kesederajatan kebudayaan2 yang
ada dalam masyarakat tersebut.
Masyarakat Majemuk Indonesia menekankan
keaneka ragaman suku bangsa dan
kebudayaan masing2, yang dipersatukan dan
diatur secara administratif oleh sistem nasional
Indonesia yg berdasarkan Pancasila dan UUD1945.
Masyarakat Majemuk pertama kali diintrodusir
oleh Furnivall (1948) dan dikembangkan oleh
M.G Smith (1965) dengan memakai Karibia sbg
kasusnya berdasarkan atas ciri-ciri pranata2 yg
ada dalam segmen2 masyarakat majemuk

30

a. Arti Etimologi
Kebudayaan menurut Bhs Sansekerta dari
kata budhayah yaitu bentuk jamak dari
buddhi yang berarti budi atau akal. Jadi
kebudayaan dipandang sebagai yang
berkaitan dengan budi atau akal.
Kata culture (Inggris) berasal dari kata Colere
(Latin) yang berarti mengolah atau
menger- jakan
b. Arti lebih luas
Memang sulit menentukan aspek2 mana
secara tepat yang tergolong kebudayaan dan
mana yang bukan.
Menurut Koentjoroningrat ada 3-wujud dari
kebudayaan yaitu:
1). Wujud kebudayaan sebagai suatu kom
pleks dari ide-ide, gagasan, nilai, norma2,
peraturan2 dll. Ini wujud ideal dari kebudayaan, ada dalam pikiran dengan sifat
abstrak.
2). Wujud kebudayaan sebagai suatu kom
pleks aktivitas serta tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat.
3). Wujud kebudayaan sebagai benda2 hasil
karya manusia atau disebut budaya-fisik
yang konkrit.
Ketiga hal tersebut dalam kenyataanya tak
terpisahkan satu sama lain

31

4. TERBENTUKNYA KEBUDAYAAN
29
a. Kebudayaan
sebagai hasil proses belajar.
Kebudayaan bisa dipelajari, tidak tergangtung
dari transmisi biologi atau pewarisan melalui
unsur genetik. Walaupun tingkah laku manusia
digerakkan oleh insting dan naluri, manusia
dapat mengembangkan cara yang berbeda
beda dalam mewujudkan dorongan naluri tsb.
b. Kebudayaan dan bahasa
Satu keistimewaan manusia dapat berkomunikasi dengan bahasa. Bahasa manusia memiliki kemampuan simbolis yang luar biasa. Satu
kata mampu melambangkan sesuatu atau benda yang dimaksud tanpa menghadirkannya.
Dapat dikatakan bahwa kebudayaan bisa berkembang dan dapat diwariskan dan
dilestarikan
justru karena adanya bahasa.
c. Kebudayaan dimiliki bersama
Kebudayaan bukan bersifat individu tetapi milik
bersama. Kebiasaan pribadi yang berkembang
kearah kebersamaan akan berubah menjadi kebudayaan.

32

4. Unsur-unsur Kebudayaan
Kluckhohn dan ahli2 lain berpendapat bahwa
ada 7-unsur (besar-kecil) yang dijumpai dalam
kebudayaan manapun di dunia, yaitu:
(1). Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
(pakaian, perumahan, peralatan rumah tangga,
senjata,alat2 produksi, trasportasi dll)
(2). Mata pencaharian dan sistem ekonomi (per
tanian, peternakan, produksi,sistem distribusi dll).
(3). Sistem Kemasyarakatan (Kekerabatan, org.
politik, sist.hukum, sist. Perkawinan dll)
(4). Bahasa (lisan maupun tulisan)
(5). Sistem Pengetahuan
(6). Religi (Sistem Kepercayaa).
Hal-hal tersebut diatas disebut sebagai universal cultur. Beda lagi dengan Sub cultur, misalnya budaya Dayak, Batak, Jawa dll. Selain itu
ada yang disebut Counter Cultur, yang berla
-wanan dengan kebudayaan induk seperti :
Kenakalan Remaja, Pencurian, dan bentuk2
kejahatan lainnya.

33

5. FUNGSI KEBUDAYAAN BAGI MASYARAKAT.


31a. Melindungi diri thd alam dan menguasainya.
Masyarakat yang budayanya masih primitif
masih menyerah dengan kondisi alam dan
sekitarnya, mereka belum mampu melindungi diri, apalagi menguasai lingkungan alam
nya.
Masyarakat dengan taraf kebudayaanya yg
lebih tinggi misalnya teknologi telah mampu
memberikan keleluasaan bagi manusia utk
memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila
mungkin menguasai alam.
b. Mengatur hubungan antar Manusia
Manusia juga menciptakan kaidah2 berupa
petunjuk2 untuk mengatur hubungan antar
manusia dalam masyarakat yang sering di
sebut sbg. struktur normatif atau design
for living (petunjuk dalam kehidupan).
Unsur2 normatif yang merupakan bagian dr
kebudayaan adalah sbb:
1). Unsur2 yang menyangkut penilaian.
( evaluational element). Misalnya: tentang
yg baik & buruk, senang & tidak senang,
menyenangkan & tidak menyenangkan.

34

32
2). Unsur-unsur yang berhubungan dengan
apa yang seharusnya (prescriptive
elements) se-ka timbul keinginan
perti bagaimana orang harus berlaku
3). Unsur yang menyangkut kepercayaan
(cognitive elements) seperti misalnya
harus mengadakan upacara adat saat
kelahiran, pertunangan, perkawinan,
kematian dll.
Kebudayaan mengatur agar manusia dapat
mengerti bagaimana sebaiknya bersikap,
berbuat dan bertindak dalam
berhubungan antara satu dengan yang
lain.
c. Wadah pengungkapan perasaan.
Setelah manusia dapat mempertahankan
dan menyesuaiakan pada alam, dan
sudah dapat hidup dengan manusia lain
dalam suasana damai, menciptakan
sesuatu untuk menyatakan perasaan dan
keinginannya kepada orang lain.
Keinginan ini juga merupakan fungsi
kebudayaan, yaitu Kesenian, misal seni
suara, seni musik, seni tari, seni lukis dll
merupakan wadah untuk pengungkapan
dan penyaluran perasaan.
Dari uraian diatas menjadi jelas bahwa
fungsi kebudayaan bagi manusia sangat
besar artinya, yang akan menjadi
perpaduan yang indah dalam kehidupan
apabila berlangsung dalam
keseimbangan.
35

6. ADAT, KEBUDAYAAN DAN PERADABAN


33 a. Adat dan kebudayaan

1.

Kebudayaan memiliki 3-wujud yaitu:


1. Wujud ide atau gagasan (abstrak)
2. Wujud kelakuan berpola (agakkonkret)
3. Wujud fisik berupa hasil karya(konkret)
Kebudayaan dengan wujud ideal disebut
adat tata kelakuan atau disingkat adat saja.
atau adat istiadat. Kebudayaan ideal juga
berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur, mengendalikan dan memberi arah bagi
tindakan. Dalam fungsinya sebagai
pemberi- arah, adat terdiri dari beberapa
lapisan.
1). Sistem nilai budaya.
Ini lapisan paling abstrak dan luas ruang
lingkupnya.
2). Sistem norma.
Norma adalah penjabaran nilai budaya
yang sudah terkait kepada peranan terten
tu dalam masyarakat.(sbg atasan,sbg
guru, atau sbg pimpinan partai politik dll).
3). Sistem Hukum.
Hukum terkait bermacam sektor kehidup
an yg sudah jelas batas ruang lingkupnya

36

Hukum bisa berbentuk Aturan perundangan.


Jumlah undang-undang dalam masyarakat jauh
lebih banyak dari pda jumlah norma yang menjadi pedomannya.
4). Sistem aturan khusus
Sistem ini mengatur aktivitas yg amat jelas
dan
terbatas ruang lingkupnya. Contoh misalnya
Peraturan Lalu-lintas, sopan-santun dll dengan
kata laion adat adalah bagian ideal dari kebudayaan.
b. Kebudayaan dan Peradaban.
Dalam bicara kebudayaan muncul istilah Peradaban. Kata peradaban dapat disejajarkan dg
kata bhg Inggris civilization. Kata itu biasanya
dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan
unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju
dan indah seperti: kesenian, ilmu
pengetahuan.
sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam masyarakat, organisasi kenegaraan dll. Maka istilah peradaban sering dipakai
untuk teknologi, ilmu pengetahuan, seni ba
ngunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan
masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Dengan demikian dapat dikatakan setiap
masya
rakat punya kebudayaan tapi tidak cocok disebagai peradaban.
37

7.PENGARUH TIMBAL BALIK MANUSIA &


KEBUDAYAAN
1). Pengaruh kebudayaan terhadap Masyarakat.
Kebudayaan punya pengaruh besar pada
masyarakat, secara langsung maupun tidak
langsung. Kepribadian turut terbentuk oleh
kebudayaan masyarakat dimana sesorang
berada.
Kita berpikir dan berbuat seturut
tutunan kebudayaan kita.
Penyesuaian diri akan terjadi bila seseorang
berpindah ke lingkungan budaya yang
berbeda.
Budaya meniru yang tidak disadari secara
men- dalam sering kali terjadi, sehingga
merusak hakekat budaya setempat/lokal
yang sesungguh- nya cuckup tinggi dan
bermakna, sehingga terje rumus dan menjadi
korban budaya dari luar.
2). Pengruh Masyarakat terhadap Kebudayaan.
Dipihak lain masyarakat juga dapat mempe
ngaruhi kebudayaan, dan dapat terjadi secara
langsung maupun tidak langsung. Hal ini
memung kinkan karena kebudayaan memang
merupakan produk dari masyarakat. Sebagai
contoh, masya rakat petani bisa berubah
menjadi masyarakat industri.

38

Kita dapat mempengaruhi kebudayaan


36
agar semakin
mampu menjawab kebutuhan
dan
harapan manusia sesuai tantangan
zamannya.
Di negara kita ini, kita dapat melihat
keberhasilan dan kekurang berhasilan
masyarakat kita dalam memproses
penyesuaian diri dalam perubahan dari
masyarakat agraris menuju masyarakat
industri. Sebagian dari perubahan sudah
dapat diikuti tatapi sebagian besar lagi masih
mengalami kesulitan.
Agar masyarakat lebih siap mengikuti
perubahan tadi, yakni dari budaya pertanian
kebudaya indus tri, yang penting mendapat
perhatian adalah pendidikan dan pelatihan
untuk meningkatkan kualitasa Sumber Daya
Manusia (SDM)
Demikian antara masyarakat dan kebudayaan
selalu dapat saling mempengaruhi, secara
lang sung maupun tidak langsung. Pengaruh
tersebut bisa positip maupun negatip.
Pengaruh kebudayaan bagi manusia
hendaknya semakin memanusiakan
manusia, menjadikannya semakin
beradab.

39

c.

3.

Hambatan lain untuk komunikasi yang efektif:


Iklim komunikasi yang tertutup
Struktur organisasi yang besar dipuncak
Terjadi penyaringan informasi yang disampai kan
Adanya kekurang percayaan
Adanya persaingan yang kurang sehat
Takut menjadi ancaman balik.
Mendengar sambil memahami.
Suatu cara untuk menghindari kesalah-pahaman
adalah dengan belajar membia sakan diri
memberikan tanggapan penuh pemahaman dalam
mendengarkan.
Cara ini tidak hanya bermanfaat mengkomu
nikasikan kesediaan untuk memahami si pengirim
atas pertanyaan atau pesan tetapi juga
menolongnya menangkap gagasan dan perasaan
yang diungkapkan dari sudut pandang si pengirim.
Selain mendengarkan sambil memahami cara lain
mengatasi hambatan dalam berko munikasi antara
lain:
a. Menyesuaikan pesan dengan penerima
pesan.

40

PESAN BERANTAI

Sebuah cerita bagaimana sebuah sebuah


pesan dikomunikasikan secara herargis dalam
sebuah perusahaan, dari pimpinan puncak
(Managing Director) hingga ke bawahan
(Operator). 125

D. Taraf Kedalaiman Komunikasi

1.Taraf ke lima:Basa-basi, suatu taraf


komuniksi yang paling dangkal. Biasanya
terjadi
antara dua orang syang secara
kebetulan

2. Taraf ke empat: Membicarakan orang lain.


Disini orang sudah saling menanggapi,
masih pada taraf dangkal

3. Taraf ke tiga: Menyatakan gagasan dan


pend
apat. Disini sudah saling
membuka diri,
saling mengungkapkan
diri, tapi masih
terbatas pada taraf pikiran

4. Taraf ke dua: Taraf hati dan perasaan. Hal


ini menuntut keberanian dari masingmasing,
keberanian
bersikap
jujur
terbuka
terhadap diri sendiri maupun
terhadap lawan kominikasi.

5. Taraf pertama: Hubungan puncak.


Kominikasi pada taraf ini ditandai dengan
kejujuran, keterbukaan dan sling percaya
yang mutlak diantara kedua belah pihak.

41

Kesimpulan: Semakin orang mau saling


membicarakan tentang perasaan dalam
diri masing-masing semakin dalamlah
taraf komunikasi yang terjadi.
E. Mengungkapkan perasaan
1.Peranan Perasaan dalam kehidupan
manusia
Mengalami suatu perasaan dan mengung
kap- kannya kepada orang lain bukan saja
merupa
kan
sumber
kebahagiaan,
melainkan juga merupakan salah satu
kebutuhan demi kesehatan psikologis kita.

42

POKOK BAHASAN III:

RELASI DENGAN TUHAN

38

I. BERIMAN KEPADA TUHAN


Kepercayaan
dan
Iman
merupakan
persoalan yang menyangkut hubungan
manusia dengan yang Adi kodrati, yang gaib
suatu kenyataan yang transenden (sulit
dipahami)
Suatu keistimewaan bahwa manusia memi
liki kepekaan dan keterbukaan kepada
kenya taan yang bersifat ilahi, suatu
kenyataan yang mengatasi dunia dan diri
sendiri. Itulah oleh orang yang beragama
disebut Tuhan atau nama lain yang serupa.
Namun berhubung Tuhan atau Allah itu
merupakan kenyataan yang bersifat gaib,
suatu kenyataan yang mengatasi jangkauan
daya tangkap indra manusia, maka akhirnya
manusia
memiliki
gambaran
dan
pemahaman yang beraneka ragam tentang
Tuhan.
Menyangkut hubungan manusia dengan
Tuhan ada dua hal yang terkait erat namun
tidak boleh disamakan, yaitu iman dan
agama. Hubungan keduanya bukanlah
suatu keniscayaan. Orang beragama belum
tentu beriman, atau sebaliknya orang
beriman belum tentu beragama.
Pertanyaan mendasar :
Apakah iman saya sudah benar?
43

Apakah saya sudah beribadat


denganrajin dan sungguh-sungguh?
Bagaimana supaya hidup semakian baik
sebagai orang beriman?
Bagaimana mengembangkan sikap toleransi
terhadap agama lain?

1. Terbuka kepada yang gaib.


Hal gaib yang dimaksud adalah sesuatu
yang dipercayai oleh manusia, nyata
adanya walau pun tidak nampak dimata.
Hal gaib disini ada lah hal-hal yang bersifat
supra-natural, adi kodrati, realitas yang
melampaui kenyataan duniawi. Wujud hal
gaib yang dimaksud ada lah Tuhan atau
Allah . Keterbuakaan kepada yang gaib
merupakan keterbuakaan kepada kebaikan.
A. Pengalaman Transendental Manusia
Kepercayaan kepada hal gaib merupakan ke
percayaan manusia tentang adanya suatu
kenyataan yang mengelilingi hidupnya mele
bihi kekuatan dunia ini yang dapat yang
dapat
mempengaruhinya
dan
bahwa
manusia dapat mendekatinya. Kepercayaan
kepada ke kuatan gaib tidak dipaksakan,
lepas dan jauh dari pengalaman hidupnya

44

1.Pengalaman Ketidak berdayaan/


keterbatasan
Karena
keterbatasan
dan
ketidak
berdayaan manusia, maka dirasakan
adanya kekuatan lain yang mengatasi
dirinya. Pada suku bang sa yang primitif,
hal
tersebutpun
dirasakan
(misalnya
matahari, bulan, pohon besar, gunung, laut
dll). Inilah yang menjadi cikal bakal muncul
dan
berkembangnya
kepercaya
an
manusia akan Tuhan. Gejala yang melam
paui daya tangkap indera manusia itu, oleh
Rudolf Otto disebut misteri, yaitu sesuatu
yang tidak pernah dimengerti namun tak
dapat disangkal keberadaannya dalam
penga laman manusia.
Orang semakin percaya adanya kekuatan
yang berkuasa mengendalikan peristiwa
yang
terjadi
dalam
kehidupan
ini.
Pengalaman semacam itu disebut sebagai
Pengalaman eksistensial
karena
menyangkut eksistensi manusia.
2, Pengalaman Mistik
Selain pengalaman nyata, manusia punya
pengalaman akan adanya kekuatan gaib
yang transenden bahkan dapat mengambil
bagian didalamnya. Pengalaman dimaksud
adalah pengalaman mistik
yaitu
pengalaman me nyatu dengan yang ilahi,
bahkan menjadi bagi an dari padanya.
45

41 Pengalaman mistik ini biasanya diawali


dengan kontemplasi dan askese (latihan
kerohanian) yang dengan sungguh2 beru
saha melepaskan diri dan mengambil jarak
dengan
dunia
fana
ini,
sehingga
mengalami kontak langsung dengan yang
Ilahi
Kata mistik atau mistisisme mempunyai
hubungan linguistik dg kata mitos dan
misteri yang berasal dari bhs Yunani
musteion yang berarti tutup mata atau
tutup mulut. Pengalaman mistik berakar
dalam pengalaman tentang kegelapan dan
kesunyian.
Ada banyak kaum religius menganggap
bah wa ada kesadaran kosmik atau
kesadaran kolektif diatas jiwa individu,
yaitu prinsip non rasional yang menjiwai
alam
semesta
seperti
anima,
prana,pneuma
.
Pengalaman
mistik
cenderung ditafsirkan dalam pengertian
panteistis, karena hidup mistik merupakan
pengalaman kesatuan dengan yang Ilahi.
Setiap
manusia
punya
kemampuan
melihat secara intuitif yang membuat
manusia mampu keluar dari batas ruang
dan waktu seperti pengalaman batin yang
dialami oleh para Nabi, para Rasul dan
para Sufi (bukan lewat akal budi). Inilah
pengalaman nonrasio nal yang transesden.
46

B. CORAK KEPERCAYAAN KPD YANG GAIB


42
Kepercayaan manusia kepada hal gaib
ada beberapa corak terutama yang
menyangkut:
1. Obyek kepercayaan
2. Tujuan yang ingin dicapai
3. Cara berhubungan dengan hal gaib.
Kita perhatikan praktek2 dlm menjalin
hubung an dg. hal2 gaib baik dlm praktek
yg bersifat primitif seperti praktek
magi sampai prak tek hidup beragama.
1. Praktek magi
Bangsa primitif mengenal praktek2 magis
yaitu suatu kepercayaan bahwa secara
lang sung mereka dapat:
a).Mempengaruhi kekuatan alam,
b).Daya2 yg lebih tinggi dapat di
manipulasi entah utk tujuan baik atau
buruk. Kepercaya an yg bersifat magis ini
ada yg melihat seba gai
cikal-bakal
kepercayaan yang terdapat dalam agama,
tetapi ada perbedaan yang esensial
antara praktek magi dan praktek agama.

47

a. Obyek kepercayaan
43

Yang menjadi obyek kepercayaan dalam


prak tek adalah sifat impersonal , yg
mengatasi hal2 yg natural. Hal2 gaib yg
sebelumnya
bersifat
impersonal
dlm
perkembangan kepercayaan di sebagian
agama
kemudian
dipersonifikasikan
sebagai dewa2 yg memiliki macam2
kekuasaan.

b. Tujuan kepercayaan.
Tujuan kepercayaan ada yang bersifat
manipulatif dan memaksa (taraf rendah)
sedangkan yg lain bersifat penyerahan
(taraf yg lebih maju).
Dlm magi terjadi manipulasi daya2 alam
untuk mencapai tujuan yg bersifat individu
(contoh
santet;pelet);
penyembuhan
penyakit; tercapai
nya kemakmuran; kemenangan atas suatu
pe
perangan, dls.
Ada yg percaya bhw daya magis tinggal
dlm substansi-material (pohon besar;
patung; keris
dll.) dan ada juga yg percaya dlm mantra2.

48

c. Cara berhubungan dg yg gaib

44

Praktek magi berlangsung secara individu,


menggunakan
dukun / penyihir utk
maksud tujuan tertentu. Praktek magi juga
punya tujuan Pelakunya hrs dlm kondisi
tertentu (puasa, pantang; puasa seks dll).
Dlm ritualnya biasanya hrs ada 3 unsur :
1). Benda2 yg digunakan (berupa alat atau
obat 2-an).
2). Upacara yg dilakukan.
3). Ucapan dlm bentuk mantra2.
Magi dg tujuan jahat di istilahkan sebagai
Black Magic (sihir).
2. Magi dan Agama.
Kehidupan beragama disebut sbg wujud
kepercayaan manusia kepada hal gaib.
Namun praktek beragama mengalami
perkembangan besar dibandingkan praktek
magi. Dlm agama hal gaib menjadi lebih
eksplisit dan disebut sebagai Tuhan atau
Allah atau nama searti dg itu. (God, Hyang
Widhiwasa, Yahwe, Tian/ Tiegong, Dieu,
Deo dll).
Sedangkan magi bersifat manipulatif, me
ngontrol dan memaksa daya2 supra
natural demi kepentingan tujuan pribadi.
49

45
Agama berlangsung dlm suasana sosial
dimana banyak orang ambil bagian di dlm
nya. Diungkapkan dlm bentuk mitos2 serta
upacara
yg
bermakna
sosial.
Dlm
kenyataannya
agama
menghasilkan
perbaikkan2 dlm kehidupan sosial.
BONEKA GARAM
(Anthony de Mello).
C. KETERBUKAAN KEPADA HAL GAIB SEBAGAI
KETERBUKAAN KEPADA KEBAIKAN.
Keterbukaan kepada hal gaib merupakan
suatu keterbukaan dan keterarahan pada
kebaikan, dengan dampak sosial sangat
dominan. Ajaran yg terdapat dlm berbagai
agama di klaim berasal dari yg Gaib
(Tuhan), terekam dan tertulis dlm kitab2
suci keagamaan.
1. Perbaikan Akhlak
Keterbukaan kpd kebaikan berarti kebaikan
bagi kita manusia, bahkan bagi seluruh
mahluk.Kebaikan
manusia
dimaksud
sebagai
kebaikan moral. Kebaikan
akhlak adalah penentu utama nilai kita
sebagai
manusia.
Baik
atau
buruk
ditentukan oleh akhal dan perbuatan kita.
50

46
APA KARAKTER ITU ?

Di dlm rumah, ia adalah kebaikan.


Di dlm bisnis, ia adalah kejujuran.
Di dlm masyarakat, ia adalah kesopanan.
Di dlm pekerjaan, ia adalah kecermatan.
Di dlm permainan, ia adalah sportivitas.
Terhadap yg beruntung, ia memberi selamat.
Terhadap yg lemah, ia memberi pertolongan.
Terhadap yg jahat, ia bertahan.
Terhadap yg kuat, ia percaya.
Terhadap yg menyesal, ia memaafkan.
Dan terhadap Tuhan, ia menghormati dan
mengasihi.
2. Perbaikan Hidup Bersama.
Keterbukaan kpd yg baik berbuahkan kebaikan
akhlak bagi kita, tidak dimaksudkan sbg
kebaikan
yg
tersembunyi
atau
disembunyikan.
Kebaikan
akhlak
justru
menjadi nyata dlm kehidupan sosial.

51

a. Manusia ingin hidup baik


47
Setiap orang ingin hidup baik, ( menjadi
ayah/ibu yg baik, suami/istri yg baik, anak
yg baiak, guru/murid yg baik, pimpinan/
karyawan yg baik, pelatih dan teman
yang baik dll) itu kenyataan yg pertama.
Keingin- an ini merupakan modal utama
. Keinginan ini juga menyatu dengan
kodrat kita sebagai manusia.
b. Menjadi baik itu tidak mudah.
Bila
manusia
selalu
menginginkan
kebaikan pada diri sendiri, lalu mengapa
banyak
orang
yang
gagal
mewujudkannya?
Inilah
yang
mengantar
kita
pada
kenyataan kedua yakni bahwa menjadi
manusia baik itu tidak mudah. Ada
banyak
tantangan
dan
hambatan.
Tantangan bisa berasal dari luar atau dari
dalam diri kita sendiri.
c. Mau menolong dan ditolong.
Kenyataan ketiga, pada dasarnya semua
manusia mau menolong dan mau
ditolong . Kenyataan ini melampaui
batas-batas pri- modial dan bersifat
universal. Disini ada keterbukaan kepada
kebaiakan bersama atau kebaikan sosial.
Dari lubuk hati yang paling dalam,
kebaiakan ini akan berkem- bang bahkan
mampu mengalahkan tantangan.

52

SATU GELAS SUSU


48
D. MENGEMBANGKAN KETERBUKAAN
KEPADA KEBAIAKAN.
Keterbukaan membangun hubungan baik
dengan sesama, merupakan ungkapan
sikap berlaku baik juga kepeda diri
sendiri. Kedua sikap ini mesti dilandasi
oleh hubungan baik dengan Tuhan.
Lebih jauh lagi bila sikap baik ini
dikembangkan,
akan
mendorong
tumbuhnya sikap yang baik terhadap
dunia nyata kita yang lain, yakni kepada
alam tempat kita ber- pijak, menyikapai
perkembangan ilmu penge- tahuan dan
teknologi serta menghayati etika profesi
secara baik dan bertanggung jawab.
1. Menjadikan keterbukaan kepada kebaikan sebagai modal bersama.
Jujur saja bahwa pada dasarnya manusia
itu baik dan terbuka kepada kebaiakan.
Arah sebaliknya (kejahatan) adalah
tindakan melawan kodrat sekaligus
merendahkan diri sendiri. Karena itu
hanya dengan melatih dan membiasakan
diri hidup dengan penuh kebaiakan, maka
kita bisa menjadi pejuang kebaiakan yang
dibutuhkan masyarakat.

53

49
Tetapi kenyataannya banyak juga orang
yang kurang memperhatikan normanorma kebaiakan ini, bahkan cenderung
egois, tidak memperhatiakan mana yang
baik mana yang jahat.
Mempertahankan sikap yang benar
lebih mudah daripada memperolehnya
kembali (John C Maxwell)
2. Memperbaiki gambaran tentang yang
Gaib (Tuhan)
Dulu gambaran manusia tentang Tuhan
seba
gai:
penghukum,
pendendam,
pemaksa pen cemburu, ke gambaran Tuhan
sebagai: penga sih, pengampun, penolong,
pendamai, penya bar, penuntun bagi
kebaikan dsb. Gambaran yang terakhir ini
menjadi inspirasi bagi kta dalam menata
kehidupan kita sebagai umat beragama.
Berangkat dari perubahan sikap tsb. hendak
nya juga terjadi perubahan dalam sikap dan
perilaku kita terhadap Tuhan. Berubah dari
sikap memanipulasi kekuasaan Tuhan demi
kepentingan
pribadi
menuju
sikap
penyerahan , ketaatan dan membiarkan diri
oleh yang Gaib , Yang Maha baik.

54

Untuk itu semua, kiranya kita sendiri yang


dapat
menjawab
dan
sekaligus
mengoreksinya.
Faktor penting dalam pembangunan
Kharakter adalah: agama, moral dan
pengetahuan
3.

Berangkat dari praktek ritual ke kehidupan


nyata.
Seiring dengan perubahan dan semakain
baiknya Pemahaman dan Gambaran kita
ten- tang Tuhan hendaknya juga diikuti oleh
perba ikan mutu penghayatan hidup
beragama kita. Penekana utama bukan
pada rutinitas ritual yang semakin rumit
dengan megahnya upa- cara yang lepas
dari relefansi nyata dalam ke- hidupan
sosial.
Kekhusukan
dalam
beribadat
hendaknya menjadi sumber kekuatan untuk
menjadi semakin baik dalam kehidupan
nyata.
Kehidupan adalah sebuah cermin, ia
memantulkan kembali bayangan dari
apapun yang kita letakkan didepannya
(Robert Anthony)
55

51
4. Bersifat terbuka dan kritis menghayati
hidup beragama.
Berangkat
dari
pemahaman
bahwa
agama2 didunia ini mengajarkan dan
memperjuang- kan kebaiakn bagi manusia,
maka kebenaran Tuhan yang begitu besar,
luas dan dalam tidak mungkin dimonopoli
oleh satu kelompok saja.
Selain terbuka, umat beragama harus
semakin kritis dalam memahami dalam
menca ri bentuk2 kongkrit pengungkapan
semangat hidup beragama.
Sebagai makhluk sosial, tolok ukur
perilaku- sosial (social performance) tetap
merupakan ruang pengujian yang nyata
tentang kebenar- an penghayatan agama
dan iman kita .
Bila penghayatan kita dapat menghasilkan
kedamaian,
kesejukan,
kerukunan
kesejahtera- an, persaudaraan, kebahgiaan
bersama, maka kita boleh yakin bahwa
semangat pengha yatan keagamaan yang
kita kembangkan sudah benar arahnya.
Sebaliknya bila justru mendatangkan
kebencian, pertentangan, per- musuhan,
eksklusivisme
disinilah perlu ditin-jau
kembali.
56

52
Orang mulia mengerti tentang kebenaran,
orang licik hanya mengerti tentang
keuntungan (nn)
5. Bekerja sama mewujudkan kebaikan
bersama.
Perlu disadari bahwa agama2 didunia ini
me- mikul beban dan tanggung jawab
besar untuk menjadikan dunia ini sebagai
tempat
yang
indah
untuk
didiami
bersama. Untuk itu kerja sama antar umat
beragama mutlak diperlukan Dialog yang
dikembnagkan pada tingkat pim- pinan
dan lebih2 diantara umat beragama sen
diri, yang baiak dan terbuka mengarah
kepada
perwujudan
kebaiakan
bagi
seluruh umat manusia.
Kisah:

JALAN RAYA RAJA

57

A.
1.

a.
b.

c.

BAB-XII
ETIKA DAN KEPEMIMPINAN
Beberapa istilah
Etika dan Moral
Kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno,
yang berarti: adat kebiasaan, cara berpikir,
akhlak, sikap, watak dan cara bertindak.
Menurut K.Bartens membedakan, ada 3arti:
Nilai2 dan norma2 moral suatu kelompok
dalam mengatur tingkah laku mereka.
Kumpulan azas atau nilai moral yang dirumuskan secara tertulis atau disebut kode
etik
Ilmu tentang yang baik dan yang buruk.

2. Etika dan Etiket


Etika adalah menyangkut moral sedangkan
etiket menyangkut sopan santun atau tata
krama.
Memang
keduanya
ada
kesamaannya yaitu sama2 mengatur
perilaku
manusia
secara
normatif.
Sedangkan perbedaannya adalah:
Etiket: cara perbuatan dilakukan
Etika : perbuatan boleh atau tidak boleh
dila- kukan
58

Etiket : Hanya berlaku pada pergaulan


Etika : Tetap berlaku dengan atau
tanpa
kehadiran orang lain
Etiket : Bersifat relatif
Etika
: Bersifat absolut; contoh, jangan
mencuri,
jangan
berbohong,
jangan
membunuh dl
Etiket : Lebih pada penampilan lahiriah
Etika : Lebih pada penampilan rohaniah
atau batiniah.

Hal2 yang tidak kamu sukai dari orang


Lain, perbaikilah itu dakam dirimu
( unknown)

3.

Moral dan Immoral


Dalam Kamus bhs. Indonesia, kata
amoral tidak tercantum/ tidak ada.
Dalam kamus Bhs.Inggris kata:

Kata
amoral
berarti
tidak
ada
hubungannya / tidak terkait dengan moral.

-Kata immoral berarti bertentangan dengan


moralitas yang baik atau tidak etis.
Karenanya hati-hati menggunakan
kata amo- ral dan immoral.
59

II. MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP


Manusia dan lingkungan hidup (alam)
memiliki hubungan sangat erat. Keduanya
saling memberi dan menerima pengaruh
besar satu sama lain. Pengaruh alam
terhadap manusia lebih bersifat pasif,
sedangkan sebaliknya bersifat aktif. Manusia
memiliki kemampuan mengeksploitasi alam,
mengubahnya untuk memenuhi keinginannya
sedang sebaliknya tidak. Namun pelan tapi
pasti, apa yang terjadi dalam alam ini,
langsung
atau
tidak
akan
terasa
pengaruhnya. Keindahan dan kebaikan alam
akan membawa pengaruh positip pada
kehidupan manusia, tetapi kejadian buruk
dalam alam akan berdampak negatif pada
kehidupan manusia dan mahluk lain.
A. Teori Etika Lingkungan Hidup
1. Antroposentrisme
Antroposentrisme (antropos = manusia)
adalah suatu pandangan yang menempatkan
manusia sebagai pusat dari sistem alam
semesta. Pandangan ini berisi pemikiran
bahwa segala kebijakan yang diambil
mengenai lingkungan hidup harus dinilai
berda sarkan manusia dan kepentingannya.
Pandangan ini juga disebut human centered
ethic.

60

Alam hanya dipandang sebagai objek, alat


dan sarana untuk memenuhi kebutuhan dan
kepentingan manusia.

Tinjauan kritis atas teori antroposentris


Antroposentris didasarkan pada pandangan
filsafat yg mengklaim bahwa hal yg
bernuansa moral hanya berlaku bagi
manusia. Manusia di agungkan jauh melebihi
semua makhluk lain, sehingga manusia
arogan terhadap alam dg menjadikannya
sebagai objek utk dieksploitasi.
Antroposentris sangat bersifat instrumentalis
, dimana pola hubungan manusia dengan
alam
hanya
terbatas
pada
relasi
instrumental saja. Teori ini jelas bersifat
egoistis, karena itu teori ini dianggap
sebagai sebuah etika lingkungan yg dangkal
dan sempit (shallow environmental ethics)
Antroposentris sangat bersifat teleologis ,
artinya pertimbangan yg diambil untuk
peduli terhadap alam
didasarkan pd
akibatdari tindakan itu bagi kepentingan
manusia. Misalnya konversi alam menjadi yg
lain untuk kepentingan manusia
Teori ini telah dituduh sebagai salah satu
penyebab terjadinya krisis lingkungan hidup
(misalnya
menguras
kekayaan
alam),
bahkan hanya untuk kepentingan jangka
pendek.

61

Sebenarnya arguman yg ada didalamnya


cukup sebagai landasan bagi pengembangan
sikap kepedulian terhadap alam. Manusia
membutuh kan lingkungan hidup yg baik,
karenanya
memiliki
kewajiban
untuk
memelihara dan melesterikannya. Ini bisa
dilakukan hanya bila ada kesadaran dan
pengakuan akan adanya nilai ontologis yang
dimiliki oleh alam sendiri.

2. Biosentrisme ( life-centered ethic)

Biosentrisme adalah suatu pandangan yang


menetapkan alam sebagai yabg mempunyai
nilai dalam didrnya sendiri, lepas dari kepentingan
manusia.
Dengan
demikan
biosentrime menolak teori antroposentrisme
yang menyatakan hanya manusialah yg
mempunyai nilai dalam dirinya sendiri. Teori
biosentrisme berpandangan bahwa makhluk
hidup bukan hanya manusia saja. Yang rumit
bagi
biosentrisme
adalah
menanggapi
pertanyaan : Apakah hidup itu? Pandangan
biosentrisme mendasarkan moralitas pada
keluhuran kehi-dupan, baik pada atau pada
makhluk hidup lainnya.
Tinjauan kritis atas teori biosentrisme
Biosentrisme
menekankan
kewajiban
terhadap
62

alam bersumber dari pertibangan bahwa


kehi- dupan adalah sesuatu yang bernilai,
baik kehidupan manusia maupun spesies lain
di bumi ini. Perintah moralnya sbb: Adalah
hal baik secara moral bahwa manusia
memperta- hankan dan memacu kehidupan,
sebaliknya,
buruk
kalau
manusia
menghancurkan kehidup an.
Biosentrisme melihat alam dan seluruh isinya
mempunyai harkat dan nilai dalam dirinya
sendiri, karena ada kehidupan yang terkandung didalamnya, yang secara moral harus
dihargai dan dilindungi.
Biosentrisme memandang manusia sebagai
makhluk biologis yang sama dengan
makhluk biologis lainnya. Leopold seorang
tokoh tidak setuju penyamaan begitu saja
manusia dg makhluk yg lain. Kelangsungan
hidup manusia mendapat tempat penting
dalam pertimbangan moral yang serius.
Hanya saja dalam menjamin kelangsungan
hidupnya,
manusia
tidak
harus
melakukannya dengan cara mengorbankan
kelangsungan dan kelestarian komunitas
ekologis.
Dengan
kata
lain
tidak
mengorbankan
in-tegrity,
stability
and
beauty dari makhluk hidup lainnya. Taylor
membuat perbedaan antara pelaku moral
(moral agents) dan subjek moral (moral
subjects). Pelaku moral adalah manusia
sebaliknya subjek moral adalah makhluk yg
dpt diperlakukan scr baik atau buruk termsk
mans.
63

3
4

Teori biosentrisme juga disebut


intermediate environmental ethics.
Intinya teori biosetrisme berpusat pada
komunitas biotis dan seluruh
kehidupanyg ada didalamnya
Ekosentrisme
Ekosentrisme boleh dikatakan sebagai
lanjut an dari teori etika lingkungan
biosentrisme, bahkan lebih luas
termasuk baik yang hdup maupun yang
tidak. Sebagai contoh, benda2 abiotik
misalnya air, udara yaitu pemahaman
secara ekologis. Jadi ekosentrisme dan
bio-sentrisme keduanya sama2
menentang antro-posentrisme.

Tinjauan kritis atas teori ekosentrisme


o
Ekosentrisme , yang disebut juga deep
enviromental
ethics,
semakin
dipopulerkan dengan versi lain yg
diperkenalkan oleh Arne Naes seo- rang
filsuf Nurwegia yang menyebutnya dg
Deep Ecology . Ini merupakan paradikma
baru tentang alam dan seluruh isinya

64

BAB-XIII
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk
yang bertanggung jawab.

Manusia sebagai makhluk individu harus bertanggung jawab terhadap dirinya untuk
menjaga keseimbangan jasmani dan rohani.

Manusia sebagai makhluk sosial artinya, dia


tidak hidup sendirian dan boleh semaunya
sendiri melainkan ia bertanggung jawab
terhadap nilai2 sosial yang telah disepakati.

Manusia sebagai makhluk Tuhan artinya, dia


harus bertanggung jawab kepada penciptanya
yaitu melewati nilai2 agama yang dipekunya.
1.

Pengertian tanggung jawab.


Pengertian tanggungjawab
menurut
Ensiklop- pedi umum adalah: kewajiban dalam
mela- kukan tugas tertentu. Tanggung jawab
erat hubungannya dengan Kewajiban.

Orang yang akan memperoleh kebahagiaan


karena telah menunaikan kewajibannya
dengan baik.

Sebaliknya orang akan menghadapi kesulitan


sebab tidak mengikuti aturan2, norma2 dan
nilai2 yang berlaku.
65

Orang yang bertanggung jawab adalah adil


atau mencoba berbuat adil. Masalah yang
terjadi terkait dengan tanggungjawab adalah
hilangnya kesadaran moral dan hilangnya
rasa hormat terhadap pertanggung jawaban.

Tanggung jawab adalah berani menanggung


resiko, jujur terhadap diri sendiri dan orang
lain, mandiri dan tidak pengecut dan rela
berkorban demi orang lain.

2.

Macam-macam Tanggung jawab.

a.

Tanggung jawab terhadap diri sendiri.


Manusia
ciptaan
Tuhan
pada
hakeketnya dila- hirkan didunia dalam
keadaan suci tanpa dosa Manusia diberikan
kehendak bebas untuk memilih yang baik
atau yang jahat.
Contoh tanggung jawab: Mencari
nafkah untuk diri sendiri, untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
b.
Tanggung jawab kepada keluarganya,
memberi nafkah, makan, pakaian, tempat
tinggal, pendidikan dan pendidikan agama.
c.
Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Sebagai makhluk sosial wajib membantu
orang lain. Hidup dalam komunitas, di kampung, ditempar kerja, di sekolah dll.
66

d. Tanggung jawab Terhadap Tuhan YME.


Tuhan menciptakan manusia di bumi bukan
-lah tanpa tanggung jawab, melainkan
untuk mengisi kehidupannya, manusia
mempunyai tanggung jawab langsung
kepada Tuhan.
Tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukum2 Tuhan yang teruang dalam
berbagai Kitab Suci yang diyakini dalam
setiap Agama.
e. Tanggung jawab terhadap Bangsa dan
Negara
Setiap warga negara, dalam
berbuat,
bertindak,
berpikir
dan
bertingkah laku, ia terikat oleh norma2,
aturan2 serta hukum2 yang dibuat oleh
negara. Oleh sebab itu segala perbuatan
warga negara harus dapat di pertanggung
jawabkan terhadap aturan2 yang berlaku
dalamnegara tersebut.
Disamping
itu
sehubungan
dengan
kewajiban- nya sebagai wn, tanggung
jawab itu diwuju- kan dalam:

Mencintai tanah air dan bangsa

Mencintai adat istiadat dan kebudayaan

Membela tanah air dan bangsa

Membangun bangsa dan negara.


67

3.

Pengabdian dan pengorbanan.

a. Pengabdian
Manusia sebagai makhluk Tuhan selain
dibebani tanggung jawab, ia mendapat
hak dan kewajiban. Dalam melaksanakan
hal2 diatas diperlukan pegabdian dan pengorbanan. Pengorbanan berarti berbakti
kepada negara dan bangsa, dapat berupa
materi, perasaan bahkan jiwa dan raga.
Contoh macam2 pengabdian.
1). Pengabdian kepada Tuhan YME, dengan
melakukan
semua
ibadah
yang
diwajibkan oleh agamanya masing2.
2). Pengabdian kepada masyarakat.
Karena merasa dibesarkan dan hidup ditengah2 masyarakat, sebagai pertanggung jawaban dan perwujudan dengan
melakukan pengabdian.
Contoh, menjadi guru atau pendidik
3). Pengabdian kepada Negara.
Misalnya menjadi sukarelawan pada
jaman perjuangan kemerdekaan, bela
negara dll.
4). Pengabdian kepada Perdamaian dunia.
68

b. Pengorbanan.
Pengorbanan berarti memberikan secara
ikhlas, harta benda, waktu, tenaga,
pemikiran ,bahkan mingkin nyawa,
dilakukan tanpa pamrih.
4. Kesadaran.
Sadar artinya: tahu, mengerti, ingat
untuk membuka hati / pikirannya untuk
berbuat sesuatu. Kesadaran adalah hati
yang terbuka.
5. Hak dan Kewajiban.
a. Hak.
Menurut Austin Fagothey, hak adalah wewenang moral untuk: mengerjakan, meninggalkan, memiliki, mempergunakan
atau menuntut sesuatu. Hak merupakan
panggilan kepada kemauan orang lain di
kekuasaan atau kekuatan fisik.
- Hak obyektif: Sesuatu dimana kita
mem- punyai hak diatasnya (materi)
- Hak subyektif: hak moral (wewenang
untuk memiliki materi tersebut).

69

B. Peranan Etika dalam dunia modern.


Etika sebagai pemikiran sistematis tentang
moralitas tidak berkeinginan untuk secara
langsung
dapat
membuat
manusia
menjadi lebih baik. Yang dihasilkan secara
kangsung bukanlah kebaikan, melinkan
pemahaman yg lebih mendasar dan kritis
tentang yang dianggap baik atau buruk
secara moral. Ada beberapa alasan
penting mengapa etika pada zaman ini
semakin diperlukan.
1. Adanya pluralisme moral.
Kita sadari bahwa kita sekarang ini hidup
dalam zaman pluralistis, tidak terkecuali
dalam hal moralitas. Kita banyak bertemu
dengan orang2 dari suku, daerah, lapisan
sosial dan agama yang berbeda secara
langsung atau tidak langsung kerena
perkembangan teknologi informasi yang
sangat pesat. Berbagai lapisan dan
kelompok masyarakat dengan berbagai
pandangan dan sikap, yang selain memiliki
banyak kesamaan tetapi juga banyak
perbedaan bahkan pertentangan. Masing2
pandangan mengklaim sebagai pandangan
yang paling benar dan sah. Sepertinya
tatanan normatif sudah tidak ada lagi.
Akhirnya norma2 sendiri diperso alkan.
70

2.

Timbulnya masalah2 etis

baru.
Ciri lain yang menandai zaman kita
adalah timbulnya masalah2 etis baru yang
dise- babkan perkembangan pesat dalam
ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya
ilmu2 biomedis. Antara lain manipulasi
ginetis seperti vertilisasi in vitro dengan
donor atau tidak, menyewakan rahim dan
masalah kloning.
Karakter adalah bagaimana diri anda
Saat berada dalam kegelapan
( unknown )

3.
Munculnya kepedulian etis yang
semakin universal.
Ungkapan
kepedulian
etisyang
semakin berkembang ini tidaklah mungkin
terjadi tanpa dilatar
belakangi oleh
kesadaran moral yang universal. Gejala
paling menyolok tentang kepedulian etis
adalah Deklarasi Universal tentang Hak
Azasi Manusia, yang diproklamirkan oleh
PBB pada 10-Desember-1948.
71

4.

Hantaman gelombang modernisasi.


Kita sekarang hidup dalam masa
transfor- masi masyarakat. Perubahan yang
terus terjadi muncul dibawah hantaman
kekuat- an yang mengenai semua segi
kehidupan yaitu gelombang modernisasi.
Istilah modernisasi disini bukan hanya
menyang kut barang atau peralatan yang
diproduk- si secara canggih, melainkan juga
cara berpikir yang telah berubah secara
radikal Ada banyak cara berpikir yang berkembang seperti: rasionalisme, individualisme,
nasionalisme,
sekularisme,
materialisme,
konsumerisme, pluralisme religius serta cara
berpikir dan pendidikan modern yang telah
banyak mengubah lingkungan buda- ya, sosial
dan rohani masyarakat kita.
5.

Tawaran berbagai ideologi.


Proses perubahan sosial, budaya dan
moral, tidak jarang membawa kebingung an
bagi banyak orang atau kelompok. Situasi
seperti itu tidak jarang dimanfaat- kan oleh
berbagai pihak untuk menawar kan ideologi2
mereka sebagai jawaban atas kebingungan
tadi.
Hanya dengan etika orang dapat
terbantu
72

untuk sanggup menghadapi secara


kritis dan obyektif berbagai ideologi yg
muncul.
Sikap kritis bukan sekedar menolak
atau menerima melainkan melakukan
penilaian kritis agar tidak salah pilih.
6.

Tantangan bagi Agamawan.


Etika juga diperlukan oleh pemuka
agama untuk tidak menutup diri terhadap
perso alan2 praktis kehidupan umat manusia.
Walaupun etika tidak bisa menggantikan
agama. Namun etika tidak bertentangan
dengan agama dan bahwa agama masih
memerlukan etika.
Pentingnya etika untuk agama:
1). Masalah interpretasi/penafsiran firman
dalam kitab suci setiap agama. Banyak ahli
bahkan yang seagama sekalipun, sering
berbeda pendapat.
2). Mengenai moral baru yang tidak nam pak
belum dipikirkan/ dibahas dalam firman
Tuhan tsb, masih diperlukan etika untuk
mengambil sikap yang dapat dipertanggung
jawabkan.
Usaha
seperti
ini
tidak
bertentangan dg iman karena akal-budi
manusia juga anu- grah dari Tuhan pencipta
manusia.
73

C. Munculnya Etika Terapan.


1. Muncul dari kepedulian etis yg
mendalam.
Sudah dlm waktu yg lama, etika tampil dlm
bentuk etika umum yg membahas
secara teoritis-filosofis perihal baik-buruk
nya perbuatan manusia dalam bentuk etis
Kira2 empat dasa warsa terakhir perhati
an terhadap filsafat moral (etika) berubah
drastis. Etika tampil dlm bentuk etika te
rapan (Applied ethic) atau kadang disebut
filsafat terapan (applied philosophy).
Di inggris dan Amerika pd awal abat ke 20,
etika dipraktekkan sebagai metaetika,
suatu aliran dalam filsafat moral yg tidak
menyelidiki baik-buruknya perbuatan
manusia, melainkan bahasa moral yaitu
ungkapan2 manusia ten- tang baik dan
buruk. Yang berarti apa artinya kategori
baik , layak, buruk dll bila dipa-kai
balam konteks etis. Ini berarti etika turun
dari dari tempatnya yg tinggi dan dan mulai
membumi.
Beberapa faktor yg memicu perubahan
antara lain: 1. Perkembangan bidang Ilmu
Pengetahuan dan teknologi
teruatama sektor ilmu2 biomedik
2. Terciptanya semacam iklim moral yg
mengundang minat baru untuk etika, yaitu
gerakan hak di berbagai bidang.
74

1.

2.

3.

4.

5.

Mulai th 1960-an muncul berbagai


gerakan bernuansa etis seperti:
Munculnya Civil right (hak2 warga negara)
di Amerika, persamaan hak gol kulit
hitam.
Di dunia barat , persamaan hak antara
pria dan wanita.
Di Perancis, revolusi mahasiswa
menuntut keterlibatan mhs dalam
kebijaksanaan perguruan tinggi.
Protes ketelibatan Amerika dalam perang
Vietnam.
Perlombaan senjata nuklir , perang dingin
antara Amerika dan Uni Soviet bersana
sekutunya masing2.
Kaitan etika terapan dan etiks umum.
Keduanaya saling mempengaruhi dan
membu tuhkan. Perjumpaan dg praktek
akan membe riakan banyak masukan
berharga yg dapat di manfaatkan oleh
refleksi etika teoritis. Sebaliknya etika
terapan sangat membutuhkan bantuan
dari teori etika dalam masalah2 prak- tis.
Dengan demikian kualitas etika terapan
turut ditentukan oleh kualitas teori etika
yang dipergunakan.
75

D. Bidang garapan Etika Terapan

Etika terapan berbicara tentang apa?

1. Dua wilayah besar yang disoroti etika terapan yaitu


a). Wilayah Profesi
b). Wilayah masalah
Wilayah profesi a.l: Etika kedokteran, etika politik,
etika bisnis dsb
Wilayah Masalah : Pembuatan, pemilikan,
penggunaan senjata nuklir, Pencemaran lingkungan
hidup, didkriminasi dalam segala bentuk (ras, jenis
kelamin, agama dll.
2 Makroetika dan Mikroetika
Makroetika bicara masalah moral dalam skala
besar,
misalnya yang menyangkut suatu bangsa
seluruhnya
bahkan seluruh umat manusia.
Mikroetika masalah individu seperti kewajiban
seorang dokter terhadap pasiennya.
3. Etika individu dan etika sosial.
Etika individu adl kewajiban manusia terhdap
dirinya
sendiri, sedang etika sosial adl kewajiban
sebagai nggota masyarakat.
E. Metode etika terapan.
1. Sikap awal:pro, kontra atau netral (bahkan acuh
tak acuh)
2. Informasi : Yg ada kaitan dg masalah yg dihadapi
3. Norma-norma moral: dibutuhkan norma moral
4. Logika berpikir: Logika rasional utk menghasilkan
kesimpulan yg bisa dipertanggung jawabkan.

76

BAB-XIV
BUDAYA ORGANISASI DAN PROFESIONALIME
KERJA
A. PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI.
1. Beberapa pengertian.
Budaya
organisasi
pada
hakekatnya
merupakan pondasi suatu organisasi.
Menurut Piti Sithi Amnuai (CEO Bangkok
Bank): A set of basic assumptions and
belief that are shared by member of an
organisation, being developed as they learn
to cape with problems of external adaptation and internal integration
Dan CEO Starbucks Howard Schult: Budaya
organisasi adalah Kebiasaan kerja seluruh
manajemen dan karyawan suatu perusahaan yang telah diterima sebagai standar
perilaku kerja serta membuat mereka terikat
secara emosional kepada perusaha- an.
Budaya organisasi dapat juga dirumuskan
sebagai Nilai dan kebiasaan kerja seluruh
anggota yang dibakukan serta diterima sbg
standar perilaku kerja dalam rangka menca

77

pai sasaran yang telah direncanakan terle


bih dulu.
2. Pemberi arah perilaku.
Kebudayaan akan mempengaruhi cara ber
pikir, bersikap dan berperilaku seseorang.
Karena adanya keaneka ragaman budaya
yang dibawa oleh setiap karyawan ke
dalam perusahaan. Karenanya suatu
perusahaan harus / perlu memiliki budaya
yang khas perusahaan itu sendiri, yang
bisa memberi arah bagi setiap pekerja.
Ada sekurang-kurangnya 7-karakteristik
primer yg ber-sama2 menangkap hakekat
dari budaya suatu organisasi yaitu:
Inovasi dan pengambilan resiko:
Karyawan didorong inovatif dan
mengambil resiko
Perhatian ke rincian:
Para karyawan
diharapkan
cermat,
analisis
dan
perhatian kepada rincian.
Orientasi
hasil:
Manajemen
memfokuskan pada hasil dan bukannya
pada teknik dan proses.
Orientasi orang: Sejauh mana keputusan
manajemen memperhitungkan dampak
hasil pada orang dalam organisasi.
78

Orientasi Tim : Kegiatan kerja


diorganisasikan sekitar tim, bukan individu.
Keagresifan: Apakah orang2 agresif dan
kompetitif, bukan santai.
Kemantapa: memperhatikan statuquo
lawan dari pertumbuhan.

3. Kultur danj sub-kultur

Budaya organisasi merupakan persepsi


bersama yg dianut oleh semua
anggota
organi sasi (disebut kultur =
core cultur) Dalam organisasi yang besar
sering terdapat anak budaya (sub-kultur).
Disini nilai inti tetap dipertahankan tetapi
ada sedikit perbedaan dalam kepribadian
(dimodifikasi), misalnya ada bagian
(departemen) penjualan.
B. PROSES TERJADINYA BUDAYA ORGANISASI
1.

Pentingnya budaya organisasi


Pendiri memiliki peran yang sangat besar
terbentuknya budaya organisasi. Gambaran
bagaimana terbentuknya budaya
organisasi adalah seperti diagram berikut.

79

Manajemen
puncak

Filsafat dari
pendiri
orgnis

Budaya
organisa
si

Kriteria
seleksi

sosialisa
si

C. PENTINGNYA BUDAYA ORGANISASI


Hasil riset dari konsultan manajemen Mc
Kinsey & Co tentang apa yg telah
memotivasi para karyawan mereka yg
paling berbakat (200 orang) mengenai
peringkat faktor utk memotivasi karyawan.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Nilai-nilai budaya 58%


Kebebasan otonomo
Tugas2 yg mengandung
Dikelola dengan baik
Kompensasi yang tinggi
Misi yang mengilhami

56%
tantangan
50%
23%
16%

51%

Dari hasil riset diatas, nilai2 dalam budaya


organi sasi sangat mempengaruhi dalam
bekerja.

80

1.

Memberi peneguhan
Supaya seseorang dapat menjalankan
fungsinya secara efektif, perlu tahu
bagaimana berperilaku sebagai anggauta
organisasi. Ketidak raguan dalam menjalani
aturan2 organisasi, membawa peneguhan
bagi seseorang serta akan meningkatkan
komitmen dan konsitensi.
Perilaku kerja selain dibentuk oleh karak ter
individu, tetapi juga oleh lingkungan
organisa
sinya.
Dengan
terbetuknya
perilaku kerja, budaya organisasi akan
membawa manfaat antara lain:
Menyeragamkan sikap thd persyaratan dan
tuntutan pekerjaan.
Menyamakan pengertian tentang sasaran
dan hasil yg akan dicapai.
Membentuk satu tatanan kerja yang tidak
bertentangan dengan sasaran dan hasil
yang akan dicapai.
Membuka peluang pengembangan potensi
karyawan seoptimal mungkin.
Membantu agar manajemen sistem kualitas
dapat berperan.

2. Menggali Potesi Diri


Budaya organisasi mempengaruhi sikap,
motivasi, perilaku dan kinerja bisnis. Jadi
budaya
organisasai
sudah
menjadi
Strategic tools .
81

Budaya organisasi akan memberikan hasil


yg optimal jika memiliki 3 ciri khas berikut:
1) Kuatnya budaya bukan hanya diatas
kertas, melainkan secara nyata memandu
perilaku se hari2 karyawan.
2) Budaya itu secara strategi telah sesuai
dengan kondisi perusahaan.
3) Budaya itu tidak menghalangi perubahan,
tetapi justru mendukung.
3. Memainkan beberapa fungsi khusus.

Selain fungsi2 diatas, budaya organisasi


juga memainkan beberapa fungsi khusus
dan penting a.l:

(1) Menetapkan tapal batas. Artinya


budaya menciptakan perbedaan yg jelas
antara satu organisasi dg organisasi yang
lain.

(2) Memnawa satu rasa identitas bagi


anggota organisasi

(3) Mempermudah timbulnya komitmen


pada kepentingan yg lebih luas dp
kepentingan indi- vidu seseorang.

(4) Meningkatkan kemantapan sistem


sosial budaya merupakan perekat sosial
bagi para karyawan.

(5) Mekanisme pembuat makna dan


kendali yg memandu dan membentuk
sikap serta perilaku para karyawan.

82

Gambaran tentang bagaimana budaya


organi sasi berdampak pada kinerja dan
kepuasan

Faktor objektif

Inovasi dan
Peng- abilan
resiko
Perhatian ke
rinci an
Orientasi hasil
Orientasi orang
Orientasi Tim
Keagresifan
Kemantapan

Kekuatan
Tinggi
Dipersepsikan
Budaya
sebagai
organisas
i

Kinerja

Kepuasan

Rendah

83