Anda di halaman 1dari 4

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN KONSELING


( PTBK )
A. JUDUL

Menurunkan tingkat Pelanggaran Tata Tertib Siswa Melalui Konseling


Individu Pendekatan Behavior pada kelas 7 C SMP Negeri 1 Loceret
Nganjuk
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Berdasarkan data hasil wawancara dan observasi terdapat 5 siswa yang sering
melanggar tata tertib.
1. Sejumlah 5 siswa pada hari-hari tertentu dan jam pelajaran tertentu, meninggalkan
jam pelajaran dengan cara melompat pagar
2. Siwa merasa bosan, tidak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan oleh guru
3. Siswa bermain Play Station yang berlokasi di dekat sekolah
4. Setelah pelajaran yang tidak disukai, siswa kembali ke sekolah mengikuti
pelajaran selanjutnya
5. Dilakukan Konseling Individu Pendekatan Behavior untuk mengatasi
permasalahan yang dihadapi siswa, karena pendekatan ini sangat sesuai untuk
pengubahan perilaku siswa yang melanggar tata tertib.
C. RUMUSAN MASALAH
Apakah melalui Konseling Individu Pendekatan Behavior bisa menurunkan tingkat
pelanggaran tata tertib siswa kelas VII SMP Negeri 1 Loceret
D. TUJUAN
1. Mengetahui tingkat penurunan pelanggaran tata tetib siswa kelas VII SMP N I
loceret
2. Meningkatkan aktivitas siswa selama mengikuti tata tertib sekolah dengan
menggunakan layanan konseling behavior di kelas VII SMPN I Loceret
3. Mengetahui respon siswa terhadap penggunaan layanan konseling behavior di
kelas VII SMP N I Loceret
E. MANFAAT
1. Manfaat:
a. Dengan menggunakan layanan konseling individu teknik behavior ini
diharapkan adanya penurunan pelanggaran tata tertib siswa di SMPN I
Loceret
b. Layanan konseling behavior diharapkan dapat memecahkan
permasalahan bagi siswa dalam penurunan pelanggaran tata tertib
sekolah
2. Manfaat bagi guru BK/ Konselor
Meningkatkan ketrampilan konselor dalam menangani siswa yg melanggar
tata tertib
3. Manfaat bagi sekolah
Meningkatkannya tingkat ketertiban dan kedisiplinan

4. Manfaat bagi pengembangan ilmu:


Dapat digunakan sebagai acuan bagi penelitian berikutnya
F. KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian pelanggaran tata tertib
a. Pelanggaran : Menurut kamus besar bahasa Indonesia pelanggaran adalah
perilaku yang menyimpang untuk melakukan suatu tindakan menurut
kehendak sendiri tanpa memperhatikan peraturan yang telah dibuat
b. Tata Tertib : menurut kamus besar bahasa Indonesia edisi 3 pengertian dari tata
tertib adalah peraturan peraturan yang harus di taati dan di laksanakan
dengan disiplin (poerwodarminto, 1996) Dengan pendekatan konseling
individu teknik behavior ini di harapkan ada penurunan tindakan siswa yang
melakukan pelanggaran tata tertib siswa di sekolah sehingga bisa berubah atau
berkurang sesuai dengan harapan dan bisa menambah keaktifan dalam
kegiatan belajar di sekolah.
c. Pelanggaran Tata Tertib : perilaku yang menyimpang untuk melakukan suatu
tindakan menurut kehendak sendiri tanpa memperhatikan peraturan yang telah
dibuat dalam hal ini di sekolah berupa Tata Tertib.
d. Sebabsebab siswa melakukan pelanggaran tata tertib di sekolah
1) Sebab dari dalam :
o Siswa merasa bosan dengan kegiatan belajar
o Siswa tidak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan guru
o Guru tidak memperdulikan kehadiran siswa.
2) Sebab dari luar :
o Anak sering bermain Plays Station di luar Sekolah pada saat
kegiatan belajar mengajar berlangsung.
o Kurangnya perhatian orang tua terhadap siswa. Cara mengurangi
kebiasaan melakukan Pelanggaran Tata Tertib di sekolah adalah
konselor melakukan atau memberikan layanan konseling terhadap
siswa.
e. Jenis Pelanggaran Tata Tertib yang terjadi adalah :
1) Membolos
2) Terlambat masuk sekolah
3) Keluar pada saat jam pelajaran
2. Konseling Individu
a. Konseling individu merupakan salah satu pemberian bantuan secara
perseorangan dan secara langsung, dalam hal ini pemberian bantuan
dilakukan secara face to face relationship atau tatap muka.
b. Langkah-langkah Konseling :
1) Pembinaan Hubungan Baik. Penyambutan dengan topik netral
Pengalihan ke awal konseling untuk membahas masalah yang dihadapi
serta itikat Konselor membantu mengentaskan masalah Konseli
2) Identifikasi masalah yang dialami Konseli. Konseli, dengan teknik
leading yang diterapkan Konselor mengungkapkan masalah yang
sedang dihadapi.
3) Penilaian perilaku saat ini. Perilaku Konseli sebagai akibat dari
kejadian yang dialami jika dibiarkan akan berakibat pada kerugian
Konseli.
4) Perencanaan Perilaku. Konseli diarahkan untuk mengidentifikasi
perilaku yang diharapkan,

5) Terminasi / Pengakhiran. Konselor dan Konseli menyimpulkan hasil


konseling dan membuat kesepakatan jika diperlukan sesi konseling
lanjutan
c. Pendekatan Konseling Behavior
Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien
dalam mengubah tingkah lakunya, meliputi :
1) Assesment :
- bertujuan untuk memperkirakan apa yang diperbuat
klien pada waktu itu.
- Konselor membantu klien untuk mengemukakan
keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu.
- Assesment diperlukan untuk memperoleh informasi
model mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah
laku yang ingin diubah.
2) Goal setting
- Langkah untuk merumuskan tujuan konseling.
- Konselor dan klien menyusun perangkat untuk merumuskan
tujuan yang ingin dicapai dalam konseling.
- Menjadi pedoman teknik mana yang akan digunakan.
3) Technique implementation
Menentukan dan melaksanakan strategi belajar yang digunakan
untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan
konselin
4) Evaluation termination
Melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang
telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan
tujuan konseling.
5) Feedback
Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki
dan meningkatkan proses konseling.
G. METODE PENELITIAN
1. Obyek penelitian adalah siswa kelas VII C SMP NEGERI 1 LOCERET
yang
berjumlah 5 orang
2. Tempat penelitian : SMP NEGEREI 1 LOCERET
3. Waktu : Mulai tanggal 7 Januari 2013 sampai dengan 28 Pebruari 2013
4. Instrumen penelitian :
a) Pedoman Wawancara
b) Obsevasi
5. Prosedur :
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan Penelitian
Tindakan Kelas, direncanakan dengan 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4
tahap (Kemmis and Taggart, 1988), yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan
Tindakan, (3) Observasi (pengamatan), (4) Refleksi

Siklus I

Perencanaan
Berisi ttg penyiapan sebelum pelaksanaan meliputi penyusunan perencanaan
BK, instrumen menyiapkan tempat untuk konseling individu
Pelaksanaan tindakan
Langkah Konseling Individu pendekatan Behavior
a. Penghapusan respon
b. Pemberian penguatan
c. Mengurangi frekkuensi tingkah laku yang tidak diinginkan
d. Memberikan penguatan
e. Pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh
f. Merencanakan pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang
diinginkan
Observasi (Pengamatan)
Dalam melaksanakan konseling behavior siswa diamati oleh seorang
observer untuk mengetahui apakah siswa merespon terhadap pertanyaan
konselor
Refleksi
Akan diadakan pengamatan terhadap perubahan sikap siswa terhadap tata
tertib sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui kekurangan kekurangan sehingga
harus direvisi pada pelaksanaan putaran selanjutnya
6. Analisis data
a. Data yang telah terkumpul melalui observasi akan dianalisis dengan
menggunakan statistik diskriptif kualitatif dengan menggunakan prosentase
dan grafik
b. Pedoman Wawancara diberikan kepada siswa untuk mengetahui tanggapan
dan respon terhadap tata tertib sekolah setelah dilakukan layanan konseling
individu teknik behavior
WAKTU PELAKSANAAN
1. Rencana tindakan dilaksanakan mulai tanggal 17 Desember 2012 sampai
dengan 17 Januari 2013
2. Dikerjakan setiap hari Rabu dengan kegiatan sebagai berikut
a. Hari Rabu bulan Desember 2012 membagi dan mengumpulkan angket
b. Bulan Januari 2013 melakukan observasi
c. Bulan Pebruari 2013 melakukan analisa
DAFTAR PUSTAKA
Nursalim, M, 2005. Strategi Konseling. Surabaya, UNESA University Press,
Nursalim, M, 2008. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling, Surabaya.
Hartono, 2005. Psikologi Konseling, Surabaya
Tarminto M.Pd, 2013, Pelecehan Seksual, Nganjuk
Loceret 19 Desember 2012