Anda di halaman 1dari 31

TINGKAT PERILAKU SISWA (I) SMA

NEGERI 1 WONOMULYO TENTANG


HIV/AIDS
Oleh:
Rezky Pratiwi L. Basri
Pembimbing 1
Dr. Arman Idris, S.KM, M.Kes
Pembimbing 2
dr. H. Sultan Buraena, MS, Sp.OK
PROPOSAL

Masalah HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Aquired


Immunodeficiency Syndrome) adalah masalah besar yang
mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia.
UNAIDS (The Joint United Nations Programme on HIV and
AIDS), Badan WHO yang mengurusi masalah AIDS,
memperkirakan jumlah odha di seluruh dunia pada Desember
2004 adalah 35,9-44,3 juta orang
Departemen Kesehatan RI Pada tahun 2014 diproyeksikan
jumlah infeksi baru HIV usia 15-49 tahun sebesar 79.200 dan
proyaksi untuk ODHA usia 15-49 tahun sebesar 501.400 kasus.
Provinsi pertama kali ditemukan adanya HIV-AIDS adalah
provinsi bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah
Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011

Latar belakang

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan


masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat
perilaku siswa (i) SMA Negeri 1 Wonomulyo terhadap
HIV/AIDS?

Rumusan masalah

Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat perilaku siswa SMA Negeri 1
Wonomulyo Polman tentang HIV/AIDS.

Tujuan penelitian

Tujuan Khusus
Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja
tentang HIV/AIDS.
Untuk mengetahui gambaran sikap remaja tentang
HIV/AIDS.
Untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan remaja
tentang HIV/AIDS
Untuk mengetahui gambaran sumber informasi remaja
tentang HIV/AIDS

Tujuan penelitian

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan


yang bermanfaat bagi SMA Negeri 1 Wonomulyo Polman.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan
masukan yang bermanfaat bagi mahasiswa tentang
pengetahuan remaja terhadap HIV/AIDS.
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan
dan wawasan dalam penulisan karya tulis ilmiah serta
membawakan wawasan dalam bidang penelitian khususnya
mengenai HIV/AIDS.
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan
masyarakat khususnya remaja mengenai HIV/AIDS.

Manfaat penelitian

Tinjauan Umum Tentang HIV/AIDS


Definisi
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis
virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia
dan dapat menimbulkan AIDS
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom) dapat
diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang
disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat
infeksi virus HIV

Tinjauan pustaka

Epidemiologi
Penyakit kardiovaskuler menyebabkan sekitar 1/3 kasus kematian,
menjadi penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia.
Di Amerika Serikat, insidens penyakit kardiomiopati peripartum
antara 1:300 hingga 1:4000 kehamilan, variasi ini diyakini akibat
faktor genetik dan budaya setempat.
Wanita keturunan Afrika-Amerika memiliki risiko yang lebih
tinggi, terutama disebabkan oleh tingginya prevalensi hipertensi
pada populasi ini. Wanita keturunan Afrika-Amerika memiliki
angka kejadian kardiomiopati peripartum jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan wanita bukan keturunan Afrika-Amerika.

Tinjauan pustaka

Etiologi
Human Immunodeficiency Virus dianggap sebagai virus
penyebab AIDS. Virus ini termasuk dalam retrovirus
anggota subfamili lentivirinae. Ciri khas morfologi yang
unik dari HIV adalah adanya nukleoid yang berbentuk
silindris dalam virion matur. Virus ini mengandung 3 gen
yang dibutuhkan untuk replikasi retrovirus yaitu gag, pol,
env

Tinjauan pustaka

Patofisiologi
Fase akut ( gejala tidak khas 3-6 minggu stelah
terinfeksi : demam, disfagia, limfadenopati, rush, diare,
batuk) : produksi virus meningkat, viremia, menurunnya
sel CD4+
Fase kronis : asimptomatik (8-10 tahun) : jumlah CD4+
stabil, viremia rendah
Replikasi virus meluas, kehilangan CD4+ berlanjt
Fase krisis : infeksi oportunistik, berat badan menurun,
demam kronik, retargi, rush, diare, limfadenopati

Tinjauan pustaka

Cara Penularan
Seksual
Melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar
dengan virus HIV.
Melalui jarum suntik atau alat kesehatan lain yang ditusukkan
atau tertusuk ke dalam tubuh yang terkontaminasi dengan virus
HIV
Melalui silet atau pisau, pencukur jenggot secara bergantian
Melalui transplantasi organ pengidap HIV
Penularan dari ibu ke anak saat ia dikandung, dilahirkan dan
sesudah lahir melalui ASI
Penularan HIV melalui pekerjaan

Tinjauan pustaka

Gejala Mayor :
Berat badan menurun lebih
dari 10% dalam 1 bulan.
Diare kronis yang
berlangsung lebih dari 1
bulan.
Demam berkepanjangan
lebih dari satu 1 bulan.
Penurunan kesadaran dan
gangguan neurologis.
Demensia HIV ensefalopati

Gejala Minor :
Batuk menetap lebih dari 1
bulan.
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zooster
multisegmental dan herpes
zooster berulang.
Kandidiasis orofaringeal.
Herpes simpleks kronis
progresif.
Limfadenopati generalisata.
Retinitis virus sitomegalo

Tinjauan pustaka

Pemeriksaan Penunjang
Tes serologi untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV
dapat dilakukan dengan tes berikut:1
ELISA (Enzym Immunoasorbent Assay)
Westrn Blot
RIPA (Radio Immuno Precipitation Antibody Technique)
IFA (Immunoflouroresence Antibody Technique).

Tinjauan pustaka

Pencegahan
Pencegahan dalam hubungan seksual dapat dilakukan dengan
mengadakan hubungan seksual dengan jumlah pasangan yang
terbatas, memilih pasangan seksual yang mempunyai resiko
rendah terhadap infeksi HIV, dan mempraktikkan seks aman
yakni menggunakan kondom secara tepat dan konsisten selama
melakukan hubungan seksual.
Pencegahan penularan melalui darah dapat dilakukan dengan
menghindari transfusi darah yang tidak jelas asalnya,
Pencegahan penularan dari ibu ke anak dapat dilakukan melalui
tiga cara antara lain sewaktu hamil dengan mengkonsumsi obat
antiretroviral (ARV), saat persalinan dengan menggunakan
prosedur operasi ceasar, dan saat menyusui menghindari
pemberian ASI yakni dengan memberikan susu formula.

Tinjauan pustaka

Tinjauan Umum Tentang Perilaku


Perilaku manusia merupakan hasil segala macam
pengalaman serta interaksi manusia yang terwujud dalam
bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku
merupakan suatu tindakan yang mempunyai frekuensi,
lama, dan tujuan khusus, baik yang dilakukan secara sadar
maupun tidak sadar.

Tinjauan pustaka

Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan


Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam
membentuk tindakan seseorang. Seseorang mendapatkan
fakta dan informasi baru dengan menggunakan
pengetahuan. Pengetahuan adalah hasil penginderaan
manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui
indera yang dimilikinya. Manusia mendapatkan ilmu
pengetahuan dengan berbagai cara, yaitu pengalaman,
setelah menyelesaikan masalah dan berfikir kritis

Tinjauan pustaka

Tinjauan Umum Tentang Sikap


Sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup
terhadap stimulus atau objek. Sikap belum merupakan suatu
tindakan ataupun aktivitas, namun merupakan pre-disposisi
tindakan atau perilaku. Sikap terdiri dari 3 komponen pokok
yaitu:
Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek
Kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap suatu
objek.
Kecenderungan untuk bertindak.

Tinjauan pustaka

Tinjuan Umum Tentang Tindakan


Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt
behavior). Untuk memewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan
nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang
memungkinkan
Tindakan dalam hal ini merupakan upaya remaja dalam menangani
atau mencegah HIV/AIDS tertular kepada mereka.

Tinjauan pustaka

Tinjauan Umum tentang Sumber Informasi


Sumber informasi adalah segala hal yang dapat digunakan oleh
seseorang sehingga mengetahui tentang hal yang baru, dan mempunyai
ciri-ciri yaitu:22
Dapat dilihat, dibaca dan dipelajari
Diteliti, dikaji dan dianalisis
Dimanfaatkan dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan
pendidikan, penelitian, dan laboratorium
Ditransformasikan kepada orang lain

Tinjauan pustaka

Tinjauan Umum tentang Remaja


Definisi yang dirumuskan oleh WHO, remaja adalah
suatu masa ketika individu berkembang dari saat pertama
kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya
sampai saat ia mencapai kematangan seksual, individu
mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi
dari kanak-kanak menjadi dewasa, terjadi peralihan dari
ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan
yang relatif lebih mandiri. Perkembangan seorang remaja
terbagi menjadi tiga tipe yaitu remaja dini (10-13 tahun),
remaja pertengahan (14-16 tahun), remaja akhir (17-21
tahun).

Tinjauan pustaka

Kerangka teori

Kerangka konsep

Pengetahuan siswa (i) adalah segala sesuatu yang diketahui siswa


tentang HIV/AIDS.
Alat Ukur
Kuesioner, dengan cara pengukuran mencatat jawaban dari kuesioner
yang diajukan. Pengetahuan responden diukur melalui 10 pertanyaan.
Nilai Ukur (Skala Gutmann)
Nilai 1 = Jawaban Benar
Nilai 0 = Jawaban Salah

Sehingga skor tertinggi yang dicapai responden adalah 10


Kriteria Objektif
Tingkat pengetahuan baik bila skor >8
Tingkat pengetahuan cukup bila skor 5-8
Tingkat pengetahuan kurang bila skor <5

Definisi Operasional &


Kriteria Objektif

Sikap siswa (i) adalah penilaian respon penilaian siswa terhadap tentang HIV/AIDS.
Alat Ukur
Kuesioner, dengan cara pengukuran mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan. Sikap responden diukur melalui 10 pertanyaan. Pengukuran sikap
menggunakan skala Likert.
Nilai Ukur:
Pertanyaan posiitf:

Nilai 3 = Sangat tidak setuju


Nilai 2 = Tidak setuju
Nilai 1 = Setuju
Nilai 0 = Sangat setuju

Sehingga skor tertinggi yang dicapai responden adalah 30


Kriteria objektif
Sikap dianggap baik jika skor jawaban >20 pertanyaan
Sikap dianggap cukup jika skor jawaban 15-20 pertanyaan
Sikap dianggap kurang jika skor jawaban <15 pertanyaan

Definisi Operasional &


Kriteria Objektif

Upaya pencegahan siswa (i) adalah respon penilaian


tindakan pencegahan siswa terhadap segala sesuatu tentang
HIV/AIDS.
Nilai Ukur
Nilai 0 = Jawaban Ya
Nilai 1 = Jawaban Tidak

Sehingga skor tertinggi yang dicapai responden adalah 10


Kriteria Objektif
Upaya Pencegahan baik bila skor >8
Upaya Pencegahan cukup bila skor 5-8
Upaya Pencegahan kurang bila skor <5

Definisi Operasional &


Kriteria Objektif

Sumber informasi adalah Informasi yang didapatkan


melalui berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan
sehingga memberikan tambahan pengetahuan serta
wawasan seseorang. Dalam hal ini mengenai penyakit
HIV/AIDS pada remaja.
Alat Ukur
Kuesioner, dengan cara pengukuran mencatat jawaban
dari kuesioner yang diajukan. Sumber informasi/media
yang didapatkan remaja paling banyak dengan menjawab
pilihan dari kuesioner yang disajikan

Definisi Operasional &


Kriteria Objektif

Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui
instrument berupa kuesioner terhadap siswa SMA Negeri
1 Wonomulyo Polman
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Wonomulyo
Polman provinsi Sulawesi Barat. Waktu penelitian mulai
tanggal 8 Januari 2015

Metodologi penelitian

Populasi dan Sampel


Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa (i) kelas X
dan XI SMA Negeri 1 Wonomulyo Polman, yang masih
terdaftar sebagai siswa pada saat penelitian dilaksanakan.
Populasi siswa sebanyak 985 orang.
Cara Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti.
Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
menggunakan rumus Taro Yamane, sedangkan pengambilan
sampel menggunakan Simple Random Sampling yaitu teknik
pengambilan sampel dengan cara diundi atau acak dan
perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau
elemen populasi tidak merupakan hal yang penting dalam
penelitian ini.

Metodologi penelitian

Dimana penentuan besar sampel dihitung dengan rumus :


n=
N
N.d2 +1
KET:
n = total sampel yang akan diteliti
N = total populasi keseluruhan
D = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan dalam penelitian
(digunakan 10% = 0,1)
Jumlah siswa-siswi SMA Negeri 1 Wonomulyo, Polewali Mandar adalah 985 orang.
n =
N
N.d2 +1
Maka didapatkan jumlah sampel minimal sebesar 91 orang. Dalam penelitian ini
menggunakan sampel sebanyak 93 orang.

Metodologi penelitian

Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang
didapat langsung dari responden. Data diperoleh dengan
menggunakan kuesioner serta memberi penjelasan dan cara
pengisian kuesioner tersebut. Kuesioner berisi pertanyaanpertanyaan yang harus diisi oleh responden (semua
sampel). Data sekunder adalah data jumlah siswa-siswi
SMA Negeri 1 Wonomulyo Polman yang didapatkan dari
tata usaha sekolah.

Metodologi penelitian

TERIMA KASIH