Anda di halaman 1dari 17

A.

Perjanjian Pengangkutan
1
Defenisi perjanjian pengangkutan menurut Purwo Sucipto adalah
sebagai perjanjian timbal balik dengan mana pengangkut mengikatkan
diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang atau orang dari suatu
tempat ke tempat lain atau tujuan tertentu dengan selamat.
Perjanjian pengangkutan niaga adalah persetujuan dengan mana
pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan
penumpang dan/ atau barang dari satu tempat ke tempat tujuan tertentu
dengan selamat, dan penumpang atau pengirim mengikatkan diri untuk
membayar biaya angkutan.
Dari segi hukum, khususnya hukum perjanjian, pengangkutan
merupakan perjanjian timbal balik antara pengangkut dan pengirim
barang,

dimana

pihak

pengangkut

mengikatkan

dirinya

untuk

menyelenggaraka pengangkutan barang kesuatu tempat tujuan tertentu,


dan pihak-pihak pengirim barang mengikatkan dirinya pula untuk
membayar ongkos angkutannya.
Berdasarkan pengertian perjanjian pengangkutan diatas, didalam
perjanjian pengangkutan terlibat dua pihak, yaitu :
1. Pengangkut
2. Pengirim barang
Penerima barang dalam kerangka perjanjian pengangkutan tidak menjadi
para pihak. Penerima merupakan pihak ketiga yang berkepentingan atas
penyerahan barang.
B. Dasar Hukum Asuransi Di Indonesia
Asuransi Laut adalah marine insurance yaitu asuransi pengangkutan
yang berhubungan dengan kapal laut dan muatannya; asuransi
tersebut menanggung segala risiko akibat bahaya di laut pada
pelayaran tertentu untuk jangka waktu tertertentu, kecuali yang secara
tegas dinyatakan tidak ditanggung

Dengan perkembangan asuransi dewasa ini, dimana penutupan


penutupan yang besar perlu disebarkan melalui reasuransi diluar pasaran
indonesia, maka didalam prakteknya soal-soal asuransi perlu disesuaikan
dengan hukum-hukum yang digunakan dinegara lain. Hukum asuransi laut
Inggris masih dianggap yang paling lengkap. Pasal 246 KUHD : Asuransi
adalah suatu perjanjian dengan mana pihak penanggung
2
mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima premi,
untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian,
kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin
akan dideritannya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.
Selanjutnya

menurut

pasal

250

KUHD,

asuransi

hanyalah dapat ditutup jika pihak tertanggung mempunyai kepentingan


atas hak milik yang diasuransikan (insurable interest). Perjanjian asuransi
di buat didalam polis asuransi dan hanya pihak penanggung yang
menanda-tangani polis tersebut sehingga merupakan suatau perjanjian
unilateral, namun memiliki kekuasaan mengikat kedua belah pihak.
Pengertian asuransi :
-

Dari sudut ekonomi, suatu cara pemindahan risiko dari seseorang


kepada orang lain;

Dari sudut hukum, suatu perjanjian antara dua pihak tentang


penggantian kerugian.

C.

Polis Asuransi
Sebelum polis dibuat biasanya dibuat terlebih dahulu nota sementara
penutup asuransi (provisional cover note) yang walaupun bersifat
sementara, berlaku sah sebagai perjanjian asuransi menurut pasal 258
KUHD. Formulir nota penutupan disediakan oleh pihak penanggung dan
berisikan :

Pernyataan kesediaan penanggung untuk menanggung kepentingan


yang diajukan oleh pihak tertanggung;

Nama dan alamat tertanggung;

Kepentingan (barang) yang ditanggung;

Harga dan periode pertanggungan;

Kondisi pertanggungan dan janji tertanggung (warranty);

Besarnya (%) premi pertanggungan.

3
Penanggung menyediakan formulir permintaan penutupan asuransi
yang diisi dan ditanda-tangani

oleh

tertanggung.

Dengan adanya

tertanggung, maka dalam satu set dokumen perjanjian asuransi terdapat


tanda-tangan

kedua

belah

pihak

(penanggung

dan

tertanggung),

sehingga memenuhi kebiasaan mengenai surat perjanjian antara dua


pihak. Polis yang luas digunakan dalam perjanjian asuransi laut adalah
polis-polis bursa: Polis Lloyd (Inggris). Polis Bursa Amsterdam.
D. Kepentingan Yang Ditanggung
Dalam asuransi laut, kepentingan yang ditanggung terdiri dari kapal dan
muatan.
1. Kepentingan yang berhubungan dengan kapal :

Yang langsung diderita pemilik kapal :

Kapal sendiri, seperti kerusakan atas lambung dan mesin kapal,


kepentingan mana dapat diasuransikan dalam penutupan Hull &
Machinery;

Yang tambang (freight), jika dibayar dimuka dan barang tiba dalam
keadaan rusak atau dibayar di pelabuhan bongkat dan barangnya rusak
(penerima barang tidak mau membayar freight);

Disbursement, untuk mengatasi harga kapal yang sesungguhnya lalu


menutup asuransi, untuk menjaga kepentingannya jika terjadi total loss
selama periode yang diasuransikan;

Yang berhubungan dengan tanggung-jawab pemilik kapal :


Tubrukan dengan kapal lain, dimana kapalnya sendiri dianggap

bersalah maka kerugian kapal lain ditanggung pihak yang dinyatakan


salah dan penutup asuransi ada kalanya dibatasi hanya
sedangkan

yang

bagian

dikecualikan

(yang

dapat

bagian,

ditutup

dalam

protection & indemnity club) ;


-

Karena

pengangkutan,

sebagai

akibat

kelalaian

pemilik

kapal

melakukan pengawasan terhadap barang yang diangkut (berdasarkan


hukum, pemilik kapal yang bertanggung-jawab);
4
-

Karena pelanggaran hukum setempat, dapat dibebankan kepada


protection & indemnity club;

Tanggung-jawab terhadap anak buah kapal, karena kecelakaan dan


lain-lain (P & I).
2. Kepentingan yang berhubungan dengan muatan

Harga

beli

barang

itu

sendiri,

diasuransikan

untuk

menjaga

kemungkinan rusaknya barang selama perjalanan;


-

Biaya pengiriman atau ongkos kapal diadakan jika ongkos kapal


dibayar lebih dahulu (freight pre-paid) dan dikhawatirkan oleh pemilik
barang akan kehilangan ongkos apabila barangnya tiba dalam keadaan
rusak atau hilang;

Ongkos pembongkaran dan penerusan barang (forwarding expenses),


yang harus dibayar oleh pemilik barang, walaupun barang diterima
pemilik dalam keadaan rusak;

Premi asuransi, sebagai imbalan tidak dikembalikannya premi untuk


barang yang hilang;

Keuntungan yang diharapkan, diasuransikan mengingat kemungkinan


terjadi barang tidak sampai sehingga keuntungan yang diharapkan
semula tidak diperolehnya;

Kelima kepentingan tersebut diatas dapat diasuransikan menjadi satu


pertanggungan dalam asuransi barang. Kepentingan-kepentingan lain
yang tidak merupakan bagian dari muatan, namun erat hubungan dengan
muatan adalah:
-

Komisi diasuransikan oleh orang yang akan menerimanya jika komisi


didasarkan atas sampainya barang dan kemungkinan tidak tibanya;

Tanggung-jawab untuk angkutan barang berbahaya yang tanggungjawabnya

dibebankan

kepada

pemilik

barang

atas

kemungkinan

kerusakan yang ditimbulkan;


-

Defeasible dan contingent, diasuransikan untuk kerugian pihak


penjual jika pihak pembeli menolak menerima barang dengan alasan
terlambat dan ongkos pengembalian barang ke tempat penjual menjadi
tanggungan pihak penjual (defeasible interest), jika
5
hal ini terjadi dan pihak pembeli sudah menjual barang tersebut sebelum
tiba,

maka

pembelipun

akan

menderita

kerugian

yang

dapat

menjadi

pokok

diasuransikan (contingent interest).

Secara

singkat

dapat

dikatakan

bahwa

yang

pertanggungan dalam asuransi laut adalah segala kepentingan yang


dapat mengakibatkan kerugian bagi pemiliknya karena terjadinya suatu
bahaya laut. Diadakannya asuransi oleh pemilik kepentingan tersebut

adalah

untuk

menjaga-jaga

agar

apabila

bahaya

itu

datang

dan

mengakibatkan kerugian, pemiliknya mendapatkan ganti kerugian.


E. Resiko - Resiko Laut
Polis asuransi laut tidak bertujuan untuk menutup semua kerugian
yang diderita tertanggung dan polis hanya menyebutkan resiko-resiko
yang dijamin. Jika kerugian teIjadi akibat risiko tersebut, maka asuransi
akan memberi penggantian. Menurut pasal 637 KUHD, resiko-resiko yang
dijamin,

antara

lain:

Angin

topan,

hujan

lebat,

pecahnya

kapal,

terdamparnya kapal, menggulingnya kapal penubrukan, karena kapal


dipaksa mengganti haluan atau perjalanan, karena pembuangan barang
ke laut, karena kebakaran, paksaan, banjir, perampasan, bajak faut atau
perampok, penahanan atas perintah atasan, pernyataan perang, tindakan
pembalasan, kerusakan karena kelalaian, kealpaan atau kecurangan
nakhoda / awak kapal atau pada umumnya karena segala malapetaka
yang datang dari luar yang bagaimanpun juga, kecuali apabila oleh
ketentuan undang-undang atau oleh sesuatu janji didalam polisnya,
penanggung dibebaskan dari pemikulan sesuatu dari bahaya tadi.
Jika diteliti resiko-resiko dalam pasal 637 KUHD (maupun Marine
Insurance Act Inggris dan Lloyd's S.G. Policy), maka dapat dibagi dalam 2
golongan : Resiko-resiko laut dan bukan resiko laut (lebih dikenal dengan
nama War Risks atau resiko Molest).
Resiko-resiko yang dikecualikan dari penutupan :
-

Wilful

misconduct

dari

tertanggung

Kerugian akibat kesengajaan / kelalaian tertanggung (karyawan kecuali


nakhoda / awak kapal) tidak dijamin oleh polis, sehingga tidak akan
mendapatkan penggantian
6
dari asuransi (untuk nakhoda dan awak kapal berlaku beberapa kebebasan
sesuai Hukum Laut);

Delay. Kerusakan barang akibat delay tidak dijamin muatan buahbuahan diasuransi. Akibat mengalami bahaya laut, mesin rusak dan kapal
tiba di pelabuhan tujuan terlambat dan karenannya buah-buahan menjadi
busuk. Penanggung tidak bertanggung - jawab karena kerusakan adalah
akibat delay);

Inherent

vice.

Sifat rusak sendiri (buah-buahan, bibit kentang);


-

Wear

&

Tear

Kerusakan karena pemakaian (aus) karena resiko ini sudah pasti akan
terjadi;
-

Ordinary leakage dan breakage (kerusakan yang bukan accidental)


merupakan natural loss untuk muatan tertentu (tepung terigu, beras);

Rat

or

vermin

Kerusakan barang karena dimakan oleh tikus / serangga


F. Pertanggungan Atas Kapal
Pertanggungan yang diperlukan oleh pemilik kapal sebagai alat
pengangkut muatan adalah asuransi sebagai berikut :
1.

Hull & Machinery Insurance, hanya berhubungan dengan kapal, mesin


dan semua perlengkapan kapal. Juga menjamin tanggung-jawab terhadap
pihak ketiga (tubrukan). Umumnya yang dijamin adalah terhadap kerugian
total loss, partial loss, kontribusi general average dan salvage.

2.

Disbursement Insurance (Increased Value Insurance), pemilik kapal


menutup asuransi untuk kerugian akibat total loss dimana telah terjadi
perubahan-perubahan harga kapal di pasaran dunia dan biasanya
dinyatakan dengan suatu persentase (%).

3.

Freight Insurance, untuk melindungi pemilik kapal atas kehilangan


penghasilan (freight) akibat kerusakan.
7

4.

Protection and Indemnity, menjamin kerugian yang tidak dijamin oleh


pihak

asuransi

(underwrite)

dan

diberikan

berdasarkan

prinsip

perlindungan dan

G. pertanggungan kapal
Pertanggungan untuk H & M merupakan segl pertanggungan utama
karena berhubungan langsung dengan fisik kapal, terdiri dari :
1.

Total loss only (TLO), syarat yang digunakan jika kerugian berupa total
loss (actual, constructive atau presumed).

2.

Free from particular average (FPA), syarat penutupan ini tidak


menanggung kerugian berupa particular average atau partical loss,
kecuali

dalam

beberpa

peristiwa

tertentu.

Pada

dasarnya

syarat

penutupan FPA menanggung kerugian berupa total loss, tubrukan, kandas,


kebakaran, kontribusi general average dan salvage.
3.

All risks (AR), syarat penutupan yang menanggung risiko-risiko yang


luas / banyak, tetapi bukan semua risiko : kerugian akibat tubrukan,
kerusakan akibat pemuatan, ledakan, pecahnya ketel, kerusakan mesin,
kelalaian nakhoda / awak kapal, gempa bumi.

4.

Port risks (PR), syarat ini menanggung risiko selama kapal berada di
pelabuhan: tubrukan, bongkat-muat dll.
Syarat-syarat baku penutupan, yaitu institute Standard TLO Caluse
(Hull), Institute Time Clause-Hull atau standard Indonesia Hull from atau
standard Dutch Hull form, institute War & Strikes Clauses (tertanggung
tinggal memilih syarat mana diperlukan, kemusian syarat yang terpilih
dilekatkan pada polis).
H. Pertanggungan Barang
Harga pertanggungan (insured value) barang yang diangkut ditentukan
sebesar harga barang ditambah biaya-biaya pemuatan dan biaya-biaya

lain dan laba yang wajar. Harga pertanggungan diperlukan untuk


menentukan besarnya premi asuransi
8
yang harus ,diperlukan untuk menentukan besarnya premi asuransi
yang harus dibayar oleh tertanggung, dapat berupa :
-

Harga yang sesungguhnya (real value);

Harga yang disetujui bersama (agreed value).


Pihak pengangkut akan mengangkut barang jika untuk pengiriman
barang tersebut ditutup pertanggungannya. Syarat-syarat baku (standard
clauses) penutupan pertanggungan barang :

1. Total loss only, yang ditanggung adalah barang yang mengalami total loss
(dari jumlah barang 30 koli yang mengalami kerusakan penuh hanya 10
koli,

tidak

Actual

total

loss

keruskannya

akan
tidak

ada

diganti)
lagi

kegunaannya

Constructive total loss : biaya mencari dan memperbaikinya lebih besar


dari harga jual barang.
2. Free from particular average, syarat ini menanggung barang atas dasar
dari gudang ke gudang untuk risiko-risiko :
-

Tidak menanggung kerugian sebagian (particular average) kecuali


kerugian diakibatkan kapal kandas, tenggelam atau kebakar;

Kerugian total yang teIjadi sewaktu bongkar-muat;

Kerugian akibat tubrukan;

Kontribusi general average dan salvage.

3. Witll particular average, menanggung kerugian sebagian, tetapi ganti rugi


minimal dibatasi oleh memorandum polis : kerugian dibawah ..... %
(franchise) tidak mendapat ganti rugi. Besarnya franchise biasanya 3 %
atau 5

9
4. All risks, menanggung semua kerugian akibat bahaya / risiko yang secara
kebetulan

terjadi

(accidentally

caused)

kecuali

kerugian

akibat

kelambatan (delay), cuaca, sifat busuk atau pembawaan barang itu


sendiri.
I. Kerugian Total dan Partial
Dalam pertanggungan laut, kerugian dibagi dalam kerugian total (total
loss) dan kerugian partial (partial loss).
Kerugian dapat diakibatkan oleh bencana-bencana kapal tenggelam,
kebakaran, kandas dan tubrukan. Dari segi keadaan dan tingkat
kerusakan,

kerugian

total

dapat

dibagi

dalam

kerugian

total

sesungguhnya, kerugian total konstruktif dan kerugian total dugaan.


1. Actual total loss.
Jika kapal mengalami kerusakan demikian rupa sehingga tidak dapat lagi
digunakan

sebagai

alat

angkutan

kehilangan arti komersialnya,

atau

barang

hancur

sehingga

maka kerugian demikian merupakan

kerugian total sesungguhnya.


2. Constructive total loss
Jika kapal / barang masih dapat diperbaiki, namun biaya perbaikan /
penyelamatan lebih besar dari harga kapal, maka kerugian demikian
merupakan kerugian total konstruktif. Menurut KUHD, kapal dianggap
mengalami CTL jika biaya perbaikan lebih besar dari
pertanggungan kapal.

harga

3. Presumed total loss


Jika kapal hilang dan setelah jangka waktu tertentu tidak ada berita, maka
keadaan demikian dianggap (presumed) kapal mengalami kerugian total.
Untuk pelayaran di dalam wilayah Indonesia, pasal 667 KUHD menetapkan
jangka waktu 6 bulan.

J.

Abandonmen.
Abandonmen atau pelepasan hak milik terjadi jika penanggung telah

membayar ganti rugi kepada tertanggung atas interest yang mengalami


total loss. Abandonmen
10
merupakan hak dari tertanggung untuk memperoleh ganti rugi dari
penanggung atas interestnya yang telah merupakan total loss, juga
merupakan kewajiban tertanggung untuk menyerahkan sisa dari interest
tersebut kepada penanggung (kalau masih ada sisanya, misalnya
kerangka kapal).
Dalam ATL, abandonmen dapat dilakukan oleh tertanggung tanpa
membuat notice of abandonmen, sedangkan untuk constructive total loss
harus dibuat notice of abandonment. Kapal yang mengalami CTL dapat
diperlakukan sebagai total loss, jika notice of abandonment telah diterima
dan disetujui (tertulis) oleh penanggung. Kalau telah dipenuhi syaratsyarat total loss dan bahaya yang mengakibatkan total loss adalah
bahaya

yang

ditanggung

oleh

polis,

maka

tertanggung

dapat

menyerahkan hak milik (abandonment) atas kapal tersebut kepeda


penanggung dan menuntut ganti rugi (claim).
Dalam

mengajukan

tuntutan

menyediakan dokumen-dokumen

ganti

rugi,

tertanggung

harus

polis asli dan surat subrigasi, kisah

kapal (Note of Protest), Notice of Abandonment (untuk CTL), surat


keterangan dengan sumpah (kejadian-kejadian), sertifikat kelaikan dan

bukti-bukti. Tanpa Notice of Abandonment kerugian akan dianggap


sebagai partial loss (kapal tetap milik tertanggung).

11
BAB II PENUTUP

A . Kesimpulan
Asuransi merupakan upaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
kemungkinan timbul kerugian akibat terjadi peristiwa yang tidak pasti dan
tidak diinginkan. Melalui perjanjian asuransi risiko kemungkinan terjadi
peristiwa yang menimbulkan kerugian yang mengancam kepentingan
tertanggung itu dialihkan kepada perusahaan Asuransi kerugian selaku
penanggung. Sebagai imbalannya, tertanggung bersedia membayar
sejumlah premi yang telah disepakati. Dengan demikian, tertanggung
yang berkepentingan merasa aman dari ancaman kerugian, sebab jika
kerugian itu betul-betul terjadi penanggunglah yang akan menggantinya.

12
B . Daftar Pustaka

Hartono, Sri Redjeki, Hukum Asuransi dan Perusahaan Asuransi,


Sinar Grafika, Jakarta, 2008.
Abdulkadir Muhammad,Hukum Asuransi Indonesia,PT. Citra Aditya Bakti,
Bandung.
HMN. Purwosutjipto,Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia Jilid 2:
Bentuk-Bentuk Perusahaan, Djambatan, Jakarta.

DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Perjanjian
Pengangkutan ....................................................
.............
B. Dasar

1
Hukum

Asuransi

Indonesia ............................................
C. Polis

Di
1

Asuransi .............................................................
........................... 2
D. Kepentingan

Yang

Ditanggung ........................................................
3
1. Kepentingan

Yang

Berhubungan

Dengan

Kapal ......... 3
2. Kepentingan Yang

Berhubungan

Dengan

Muatan .....
E. Resiko-

4
Resiko

Laut ...................................................................
........... 5
F. Pertanggungan
Kapal

Atas

................................................................

6
G. Pertanggungan
Kapal ..................................................................
........ 7
H. Pertanggungan
Barang................................................................
........ 7
I. Kerugian

Total

Dan

Partial ................................................................
9
J. Abandomen ........................................................
.................................... 10

BAB II PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................
............................................ 11
B. Daftar
Pustaka ..............................................................................
................................. 12

MAKALAH
ASURANSI LAUT

Nama

: TOPAN PARAMMA

Stanbuk
Kelas

: 9327420112011
:A
FALKUTAS HUKUM

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS

MAKASSAR
2013/2014

Rumusan Masalah
1.Pengertian Asuransi laut
2.Kepentingan Yang di tanggung
3.

dalam asuransi
Manfaat asuransi