Anda di halaman 1dari 6

Resume KD 3

Konsep struktur organisasi kehidupan dalam kajian ekologi


A.Individu
Individu merupakan satuan fungsional terkecil penyusun ekosistem, seekor anjing,
sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia disebut individu dalam ekosistem.
Setiap individu melakukan proses hidup yang masing-masing berjalan terpisah dan
berbeda dengan individu lainnya.
B.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu
tertentu. Setiap individu dalam populasi selalu tumbuh dan berkembang, sehingga
populasi juga mengalami pertumbuhan. Setiap populasi mempunyai karakteristik
tertentu yaitu kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian
(mortalitas), potensi biotik, sebaran umur, penyebaran anggota populasi, dan bentuk
pertumbuhan. Imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan
mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi.. Pertambahan atau
penurunan populasi dapat mencolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya,
misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.
C. Komunitas
Komunitas merupakan kumpulan bermacam-macam populasi yang saling berinteraksi
dan menempati kawasan tertentu. Dalam arti luas, komunitas memang diartikan
sebagai segala organisme yang menempati kawasan tertentu. Di dalam komunitas
terjadi interaksi di antara organism-organisme yang membentuk komunitas tersebut.
E.Ekosistem
Menurut Odum, Ekosistem yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di
dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan
di antara keduanya saling memengaruhi. Ekosistem dikatakan sebagai suatu unit

fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki
komponen secara lengkap, memiliki relung ekologisecara lengkap, serta terdapat
proses ekologi secara lengkap, sehingga di dalam unit ini siklusmateri dan
arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya. (Irwanto,2013)
F. Bioma
Bioma merupakan ekosistem yang terdapat di wilayah geografis yang sama dengan
iklim dan kondisi lingkungan yang sama. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis,
ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya. Contoh : Bioma
Tundra, Bioma Hutan Tropis.
G. Biosfer
Semua bioma yang ada di bumi yang membentuk tingkatan tertinggi dalam
jenjang kehidupan. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem
ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka,
termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer
(udara) Bumi.
Resume Ekologi KD 5
Mendeskripsikan hubungan factor lingkungan terhadap kinerja hewan
A. Lingkungan sebagai kondisi dan sumber daya
Lingkungan bagi hewan adalah semua factor biotic dan abiotik yang ada
disekitar hewan dan dapat mempengaruhinya. Setiap hewan hanya dapat lulus
hidup, tumbuh dan berkembang biak dalam suatu lingkunga yang
menyediakan

kondisi

yang

cocok

baginya

dan

sumberdaya

yang

diperlukannya, serta terhindar dari factor biotic dan abiotik yang


membahayakan kelangsungan hidupnya. Lingkungan biotic meliputi hewan
lain sesame spesies, atau yang berlainan spesies, tumbuh-tumbuhan dan
mikroba. Factor abiotik berupa substratum, cuaca, iklim, suhu, intensitas
cahaya.

Hubungan antara hewan dan lingkunga bersifat timbale balik. Karena


keberhasilan hidup hewan sangat ditentukan oleh kondisi sumberdaya yang
terdapat dilingkungan itupun dapat berubah oleh kehadira dan dampak
aktivitas hewan hidup.Contohnya : Kehadiran rusa di suatu padang rumput
atau hutan menunjuk ketersediaan sumberdaya makanan yang cukup dan
kondisi lingkungan yang sesuai bagi kehidupan rusa. Demikian sebaliknya,
kehadiran rusa dihabitat tersebut, sebagai herbivore yang melakukan
perumputan (grazing)., sebagai organism yang menukarkan gas-gas
pernafasan (O2 dan CO2), sebagai hewan yang membuang kotoran organiknya
ketanah, akan menentukan corak dan kondisi lingkungan padang rumput atau
hutan tersebut.
Faktor lingkungan di bagi kedalam 2 aspek yaitu:
A. Lingkungan sebagai kondisi
Digunakan untuk menunjukkan suatu besaran, kadar ataupun intensitas
factor-faktor abiotik lingkungan itu. Factor abiotik sebagai kondisi
ketersediannya tidak berkurang karena karena kehadiran individu atau
spesies lain. Sebagai contoh, suhu lingkungan dan cahaya bagi hewan.
B. Lingkungan sebagai sumber daya
Digunakan untuk menunjukkan suatu factor abioik maupun biotic yang
diperlukan oleh hewan, yang kuantitas ketersediaanya dilingkungan akan
menjadi berkurang apabila telah dimanfaatkan hewan itu. Contoh:
rerumputan disuatu padang yang dihuni 100 ekor rusa. Jika suatu saat
ditambah 50 ekor lagi, maka kehadiran rusa baru akan mengurangi jumlah
rumput sebagai sumberdaya makanan rusa.
B. Kisaran Toleransi dan Faktor Pembatas
Setiap makhluk hidup terbuka pada berbagai factor lingkungan abiotik yang
selalu dinamis atau berubah-ubah baik dalam skala ruang maupun skala waktu.
Menurut Hukum Toleransi Shelford, yang bunyinya bahwa setiap organisme
mempunyai suatu minmum dan maksimum ekologis, yang mmerupakan batas bawah
dan batas atasdari kisaran toleransi organisme itu terhadap kondisi factor
lingkungannnya. Apabila organism terbuka pada kondisi factor lingkungan yang

mendekati batas kisaran toleransinnya, maka organism akan mengalami keadaan


stress fisiologis. Apabila kondisi lingkungan ligkungan suhu yang mendekati batasbatas kisaran toleransi hewan berlansung lama dan tidak segera berubah menjadi
baik, maka hewan tersebut akan mati.
Kisaran toleransi ditenukan secara herediter, namun demikian dapat mengalami
perubahan oleh terjadinya proses aklimatisasi (dialam) atau aklimasi (dilaboratorium)
Aklimatisasi merupakan usaha dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan
terhadap kondisi factor lingkungan di habitat yang baru. Aklimasi adalah usaha yang
dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisi satu factor
lingkungan didalam laboratorium.

Contohnya penelitian tentang pengaruh suatu

bahan terhadap kehidupan ikan, maka peneliti harus mengaklimatisasikan ikan-ikan


sampel tersebut di kolam buatan yang baru dilaboratorium untuk beberapa waktu,
sampai ikan-ikan tersebut telah terbiasa dengan kondisi barunya. Dalam hal ini
factor-faktor yang dihadapi ikan mungkin berupa luas area kolam, pencahayaan, suhu
lingkungan, jenis makanan kesamaan air, salinitas. Jika tidak dilakukan aklimatisasi
terlebih dahulu pada ikan sampel, maka kematian hewan berarti tidak semata-mata
karena pengaruh bahan tersebut , tetapi juga karena ikan belum terbiasa dan stress
menghadapi kondisi lingkungan barunya. Jika aklimatisasi hanya dilakukan untuk
satu factor tertentu, misalnya suhu lingkungan maka lebih tepat disebut aklimasi.
C. Ektotermi
Hewan ektotermi adalah hewan yang untuk menaikkan suhu tubuhnya memperoleh
panas `yang berasal dari lingkungannya. Dikatakan berdarah dingin karena rata-rata
suhu tubuh lebih rendah daripada suhu tubuh hewan homeotermi.

Contohnya :

protozoa, reptile, aves, mamalia. Artinya hewan tersebut panas tubuhnya bergantung
pada sumber panas dari lingkungannya.
D. Endotermi

Hewan Endotermi adalah kelompo hewan yang dapat mengatur produksi panas dari
dalam tubuhnya untuk mengkonstankan atau menaikkan suhu tubuhnya, misalnya
aves (burung), mamalia termasuk manusia. Kemampuan untuk mengatur produki dan
pelepasan panas melalui mekanisme metabolism ini dkarenakan hewan-hewan
homeoterm memiliki organ sebagai pusat pengaturnya, yakni otak khususnya
hypothalamus sebagai thermostat atau pusat pengatur suhu tubuh.
E. Odum (1971) menyatakan telah diketahui bahwa faktor yang spesifik seringkali
menentukan dengan agak tepat mahluk manakah yang mungkin ada dengan
mempertimbangkan jenis lingkungan fisik tempat mahluk hidup itu. Mahluk
demikian ini disebut sebagai indikator ekologi. Odum (1971) menyatakan telah
diketahui bahwa faktor yang spesifik seringkali menentukan dengan agak tepat
mahluk manakah yang mungkin ada dengan mempertimbangkan jenis lingkungan
fisik tempat mahluk hidup itu. Mahluk demikian ini disebut sebagai indikator
ekologi.

F. Bioindikator
merupakan organisme atau respon biologis yang menjadi petunjuk atau keterangan
adanya polutan dengan timbulnya berbagai gejala khas dan respon yang terukur.
Salah satu contoh pemanfaatan indikator hewan adalah dengan memanfaatkan
makrofauna permukaan tanah. Makrofauna tanah memiliki arti penting pada
ekosistem
Terjadinya penurunan keanekaragaman makrofauna tanah maka menyebabkan
perubahan keseimbangan komunitas sehingga dapat menimbulkan peningkatan
spesies-spesies tertentu yang umumnya berpotensi sebagai hama tanaman. Oleh
karena itu penurunan keanekaragaman makrofauna tanah diduga dapat dijadikan
bioindikator kesehatan tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman atau
fungsi produktif lainnya. Salah satu contoh dari makrofauna permukaan tanah adalah

semut Odontomachus sp. Dimana semut Odontomachus sp ini memiliki potensi


sebagai jenis makrofauna permukaan tanah yang dapat dialihfungsikan sebagai
indikator tingkat kesuburan tanah.
Dalam jurnal biologi dijelaskan bahwa kelimpahan semut Odontomachus sp.
berpotensi untuk digunakan sebagai bioindikator kesehatan tanah. Dimana nilai
indeks diversitas makrofauna tanah berpotensi sebagai bioindikator kandungan
Corganik dan P-total tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui sumbangan
nutrien sebagai hasil proses dekomposisi (Sugiyarto, 2005)
Pertanyaan :
1. Ketersediaan sumberdaya bagi hewan sangat terbatas, jadi hewan tersebut
harus memiliki strategi untuk tetap bertahan hidup , dimana salah satu caranya
yaitu melalui adaptasi dan evolusi. Seperti apa sih cara adaptasi dan evolusi
hewan untuk tetap mampu bertahan hidup?