Anda di halaman 1dari 80
MID LISTRIK MAGNET Elektrostatik, Hukum Gauss, Energi dan Potensial Listrik … G O D E
MID LISTRIK MAGNET
Elektrostatik,
Hukum Gauss,
Energi dan Potensial Listrik …
G O D E L I V A
.D . B .
O G O T
1 Listrik Magnet
( 1 2 0 1 0 5 7 0 3 5 )

DAFTAR ISI

COVER …………………………………………………………………………

i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………

ii

BAB I

ELEKTROSTATIK

A. …………………………………………………………….

DEFINISI

3

MATERI

B. …………………………………………………………….

4

C. …………………………………………………………….

EVALUASI

18

BAB II

HUKUM GAUSS

A. …………………………………………………………….

DEFINISI

26

MATERI

B. …………………………………………………………….

27

C. …………………………………………………………….

EVALUASI

40

BAB III

ENERGI DAN POTENSIAL LISTRIK

A.

DEFINISI

…………………………………………………………….

45

B.

MATERI

…………………………………………………………….

46

C.

EVALUASI

…………………………………………………………….

73

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………

80

2

Listrik Magnet

BAB I ELEKTROSTATIK

A. DESKRIPSI
A. DESKRIPSI

Kata listrik bisa membangkitkan bayangan teknologi modern yang kompleks : komputer, cahaya, motor, daya listrik. Tetapi gaya listrik akan tampak memainkan peranan yang lebih dalam pada kehidupan kita. Menurut teori atom, gaya yang bekerja antara atom dan molekul untuk mnenjaga agar mereka tetap bersatu untuk membentuk zat cir dan padat adalah gaya lsitrik, dan gaya listrik juga terlibat pada proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh kita. Banyak gaya yang telah kita bahas sampai saat ini, seperti gaya elastik , gaya normal, dan gaya kontak lainnya (dorongan dan tarikan) dianggap merupakan akibat dari gaya listrik yang bekerja pada tingkat atomik. Studi awal mengenai listrik telah dilakukan jauh di zaman kuno, tetapi baru pada dua abad terakhir dilakukan studi lengkap mengenai listrik. Pertama kita akan membahas mengenai Hukum Coulomb. Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah keduanya. Kata listrik (electricity) berasal dari bahasa Yunani, electron, yang berarti ”amber”. Gejala listrik telah diselidiki sejak tahun 200 SM oleh Thales, seorang ahli filsafat dari Miletus, Yunani Kuno. Dia melakukan percobaan dengan menggosok-gosokkan batu amber pada sepotong kain wol atau bulu halus dan diletakkan di dekat benda ringan seperti bulu ayam. Ternyata bulu ayam tersebut akan terbang dan menempel di batu amber. Sehingga, dapat dikatakan bahwa batu amber menjadi bermuatan listrik. Batang kaca atau penggaris plastik yang digosok dengan kain juga akan menimbulkan efek yang sama seperti yang terjadi pada batu amber, yang sekarang kita sebut dengan istilah listrik statis. Muatan listrik statis dapat dihasilkan dengan menggosok-gosokkan balon ke suatu benda, misalnya kain. Perlu diingat bahwa semua benda terbuat dari atom, di mana setiap atom biasanya memiliki jumlah elektron dan proton yang sama. Muatan listrik positif proton dan muatan negatif elektron saling menetralkan. Tapi, jika keseimbangan ini terganggu, benda menjadi bermuatan listrik. Pada kasus balon, jika balon digosok dengan kain, elektron dipindahkan dari atom-atom kain ke atom-atom balon. Balon menjadi bermuatan negatif, dan kain yang kehilangan elektron menjadi bermuatan positif. Muatan tidak sejenis selalu tarik-menarik. Jadi, kain menempel ke balon.

3

Listrik Magnet

B. MATERI
B. MATERI

a)

MUATAN LISTRIK DAN KEKEKALANNYA

Gejala listrik diselidiki sejak tahun 200 SM oleh Thales, seorang ahli filsafat dari miletus, Yunani kuno. Dia melakukan percobaan dengan menggosokan batu amber pada kain wol dan diletakkan di dekat bulu ayam, ternyata bulu ayam tersebut terbang dan menempel pada batu amber. Sekarang, efek batu amber pada bulu ayam tersebut kita sebut listrik statis yang ditunjukan pada gambar 1. Untuk memberi muatan listrik pada benda padat dapat dilakukan dengan menggosok-gosokan benda tersebut pada benda lain. Jadi sebuah mobil yang melaju akan memperoleh muatan listrik akibat geraknya menembus udara sekelilingnya; selembar kertas akan akan bermuatan listrk apabila bergerak dalam mesin cetak. Pada masing-masing kasus diatas sebuah benda menjadi bermuatan listrik karena adanya proses penggosokan kepada benda lain dan dikatakan memiliki muatan listrik total. Sesungguhnya, persinggungan yang rapat saja sudah akan menimbulkan muatan listrik. Menggosok artinya membuat persinggungan antara permukaan dua benda.

Gambar 1.1 proses elektrifikasi (a) penggosokkan (b) sisir menarik benda – benda kecil, (c) penggrais
Gambar 1.1 proses elektrifikasi (a) penggosokkan (b) sisir menarik benda – benda
kecil, (c) penggrais menarik potongan kertas kecil

4

Listrik Magnet

Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan tolak menolak
Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan
Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan

Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan

Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan tolak menolak

tolak menolak

Gambar 1.2 muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, sedangkan muatan sejenis akan tolak menolak

Apakah semua muatan listrik sama, atau mungkinkah ada lebih dari satu jenis muatan? Pada kenyataannyaada dua jenis muatan berdasarkan kegiatan empiris, sebagimana ditunjukan oleh eksperimen seperti pada gambar 1.2. Sebuah penggaris plastic yang digantungkan pada tali dan digosokan dengan keras pada kain untuk membuatnya bermuatan. Ketika penggaris kedua yang telah yang telah dimuati dengan cara yang sama didekatkan ke penggaris yang pertama, terlihat bahwa satu penggaris menolak penggaris yang lainnya, seperti yang telah ditunjukan pada gambar (1.2a). Dengan cara yang sama, jika sebuah batang kaca yang telah digosok kemudian didekatkan dengan batang kaca lain yang telah digosokan dan kemudian didekatkan dengan batang kaca kain yang telah bermuatan kembali menunjukan adanya gaya tolak-menolak, seperti pada gambar 1.2 (b). Sebaliknya jika batang kaca yang telah bermuatan didekatkan dengan penggaris plastic yang juga telah bermuatan (keduanya dimuatkan dengan cara menggosok), maka terlihat bahwa keduanya saling tarik-menarik, seperti yang telah ditujukan oleh gambar 1.2(c). kejadian menujukan bahwa ada perbedaan muatan listrik antara muatan pada plastic dan muatan yang dibawa oleh kaca, dengan kata lain bahwa ada dua jenis muatan yang terbentuk pada benda digosok. Dari ketiga kejadian sederhana tadi maka gaya interaksi antara dua benda bermuatan menunjukan bahwa muatan sejenis akan tolak-menolak dan muatan yang tidak sejenis akan saling tarik-menarik. Seorang negarawan, filsuf, dan ilmuwan Amerika Benjamin Franklin (1706-1790) mengajukan argument bahwa ketika sejumlah muatan dihasilkan pada suatu benda dalam

5

Listrik Magnet

suatu proses, maka muatan yang berlawanan dengan jumlah yang sama dihasilkan pada benda lainnya. Positif dan negative dilakukan secara aljabar, sehinggapada setiap proses, perubahan total muatan jumlah muatan yang dihasilkan selalu nol. Sebagai vontoh, ketika penggaris plastic digosokan dengan handuk kertas, maka penggaris plastic mendapat muatan negative sedangkan handuk akan mendapatkan muatan positif dengan jumlah yang sama. Muatan-muatan tersebut terpisah, tetapi jumlahnya nol. Ini merupakan contoh hokum kekekalan muatan listrik yang menyatakan bahwa:

”jumlah total muatan listrik yang dihasilkan pada setiap proses adalah nol” Jika suatu benda atau bagian ruang mendapat muatan positif, maka muatan negative dengan jumlah yang sama akan ditemukan di daerah sekitarnya atau benda didekatnya. Tidak pernah ditemukan penyimpangan dari hokum ini, dan hokum kekekalan ini sama kuatnya seperti hokum kekekalan energy dan momentum.

b)

MUATAN DALAM ATOM

Perkataan atom berasal dari kata dalam bahasa Yunani atomos, yang berarti “tak dapat dibagi”. Tidak perlu kiranya dijelaskan bahwa penggunaan kata itu untuk apa yang kita namakan atom sebenarnya tidak begitu cocok. Semua jenis atom rumit srtukturnya, yang satu lebih rumit dari yang lain terdiri atas pelbagi pertikel subatom, dan memisah-misahkan beberapa jenis partikel itu, baik satu per satu maupun dalam kelompok-kelompok, sudah banyak cara. Partikel subatom yang membentuk atom ada tiga macam, elektron yang bermuatan negatif, proton yang bermuatan positif, dan neutron yang netral. Besar muatan negatif elektron sama dengan besar muatan positif proton dan tidak ada muatan yang lebih kecil dari muatan kedua partikel ini, Muatan proton atau muatan elektron merupakan satuan muatan alami yang terkecil. Tata letak partikel-partikel subatom dalam semua atom umumnya sama. Proton dan neutron selalu mengelompok rapat dan erat, kelompok ini disebut inti atom. Karena adanya proton itu, inti atom mempunyai muatan netto positif. Kalau inti atom kita ibaratkan seperti bola, garis tengahnya hanya kira-kira 10 -12 cm. Di luar intinya, pada jarak yang relatif jauh dari inti ini, terdapat elektron yang jumlahnya sama dengan jumlah proton di dalam inti. Jika

6

Listrik Magnet

tidak terusik, dan tak ada elektron yang berpindah dari ruang di sekitar inti, atom sebagai

suatu keutuhan secara listrik netral. Jika satu atau lebih elektronnya terambil, struktur

bermuatan positif yang tertinggal disebut ion positif. Sedangkan ion negatif ialah sebuah

atom yang memperoleh tambahan satu atau lebih elektron. Proses berkurang atau

bertambahnya elektron disebut ionisasi.

Menurut model atom yang dikemukakan Niels Bohr, seorang sarjana fisika asal Denmark,

dalam tahun 1913, elektron dibayangkannya mengitari inti menurut suatu lintasan yang

berbentuk lingkaran atau elips. Sekarang model atom seperti demikian dianggap tidak

seluruhnya benar, tetapi masih berguna untuk menggambarkan struktur atom. Garis tengah

lintasan elektron itu, yang menentukan ukuran atom sebagai suatu keutuhan, kira-kira 2 atau

3x10 -8 cm, atau kira-kira sepuluh ribu kali garis tengah inti. Atom menurut model Bohr

tersebut ibarat sistem matahari dalam bentuk kecil, dengan gaya listrik sebagai ganti gaya

gravitasi. Inti bermuatan positif yang terletak di tengah-tengah atom diumpamakan matahari

dan elektron yang berputar-putar disekelilingnya akibat efek gaya tarik listrik inti

terhadapnya, diumpamakan planet yang mengitari matahari karena pengaruh gaya tarik

gravitasi.

mengitari matahari karena pengaruh gaya tarik gravitasi. Gambar 1.3 model atom Niels Bohr Massa proton dan

Gambar 1.3 model atom Niels Bohr

Massa proton dan massa neutron hampir sama, dan massa masing-masing 1840 kali

massa elektron. Jadi praktis seluruh massa atom terpusat di intinya. Karena satu kilomol

hidrogen beratom tunggal terdiri atas 6,02x10 26 partikel (bilangan Avogadro) dan massanya

1.008 kg, maka massa atau atom hidrogen ialah

1,008

10 = 1,67 10

6,02

Atom hidrogen adalah satu-satunya pengecualian dari dalil bahwa setiap atom terjadi dari

tiga macam partikel subatom. Inti atom hidrogen hanya sebuah proton, dikitari oleh satu

7

Listrik Magnet

elektron. Sebab itu, dari seluruh massa atom hidrogen, 1/1840 bagian adalah massa elektron

dan selebihnya merupakan massa proton, Dinyatakan dengan tiga angka penting,

=

1,67 10

1840

= 9,11 10 ,

= 1,67 10 .

= 1,67x10 -27

kg.

Dalam daftar berkala, unsur berikutnya setelah hidrogen ialah helium. Inti helium terdiri

atas dua proton dan dua neutron, dan dikitari oleh dua elektron. Kalau kedua elektron ini

tidak ada, maka terdapatlah ion helium bermuatan positif ganda, yang adalah inti helium itu

sendiri dan lazimnya disebut partikel alpha atau partikel – α. Unsur berikutnya, litium,

mempunyai tiga proton dalam intinya dan intinya ini mempunyai muatan sebanyak tiga

satuan. Dalam keadaan tidak terionisasi, litium mempunyai tiga elektron di luar intinya.

Jumlah proton dalam inti tidak sama pada tiap unsur dan karena itu muatan positif inti pun

tidak sama. Dalam daftar berkala, tiap unsur ditulis dalam satu petak dan di bawahnya sebuah

bilangan, yang disebut nomor atom. Nomor atom menunjukkan banyaknya proton dalam inti,

atau dalam keadaan tidak terusik, banyaknya elektron di luar inti. Bila jumlah total proton

keadaan tidak terusik, banyaknya elektron di luar inti. Bila jumlah total proton sama dengan

jumlah total elektron, maka benda yang bersangkutan sebagai suatu keutuhan netral secara

dan karena massa proton dan massa neutron hampir sama,massa neutron

listrik.

Misalkan kita ingin melebihkan muatan negatif suatu benda. Ini dapat dilakukan dengan

dua cara. Cara pertama: tambahkan sejumlah muatan negatif pada benda netral. Cara kedua:

ambil sejumlah muatan positif dari benda tersebut. Begitu pula, kalau muatan positif

ditambahkan atau bila muatan negatif dikurangkan, maka akan terjadi kelebihan muatan

positif. Dalam kebanyakan kejadian, muatan negatiflah (elektron) yang ditambahkan atau

dikurangi, dan benda yang disebut “bermuatan positif” ialah benda yang jumlah normal

muatan elektronnya berkurang.

Yang dimaksud dengan “muatan” suatu benda adalah muatan lebihnya. Dibandingkan

dengan jumlah muatan positif atau muatan negatif dalam benda itu, muatan-lebih tersebut

selalu sangat sedikit jumlahnya.

8

Listrik Magnet

Gambar 1.4. sebuah molekul polar H 2 O 2 mempunyai muatan yang berlawanan pada ujung
Gambar 1.4. sebuah molekul polar H 2 O 2 mempunyai muatan yang berlawanan
Gambar 1.4. sebuah molekul polar H 2 O 2 mempunyai muatan yang berlawanan

Gambar 1.4. sebuah molekul polar H2O2 mempunyai muatan yang berlawanan

Gambar 1.4. sebuah molekul polar H 2 O 2 mempunyai muatan yang berlawanan pada ujung yang

pada ujung yang berbeda

Gambar 1.4. sebuah molekul polar H 2 O 2 mempunyai muatan yang berlawanan pada ujung yang

Pertanyaan yang muncul dalam benak kita adalah ke mana muatan itu pergi ? dalam beberapa kasus, hal ini dinetralkan oleh ion-ion bermuatan diudara (misalnya, oleh tumbukan dengan partikel bermuatan, yang dikenal dengan sinar kosmik dari ruang angkasa yang mencapai bumi ). Hal yang penting diketahui, bahwa muatan dapat lepas ke inti air yang ada di udara. Ini karena molekul-molekul air adalah polar,sehingga electron-elektron ekstra pada penggaris plastic, dapat dilepas ke udara karena ditarik menuju molekul-molekul positif air,seperti yang ditujukan oleh gambar 4. Disisi yang lain, benda-benda yang dimuati secara positif, dinetralkan oleh hilangnya electron air dari molekul-molekul udara kebenda-benda bermuatan positif tersebut. Pada udara kering, listrik statis lebih mudah diperoleh karena udara berisi sedikit molekul-molekul yang dapat berpindah. Pada udara lembab, lebih ssulit membuat benda bermuatan tahan lama.

c)

ELEKTROSKOP DAUN DAN ELEKTROMETER

Elektroskop Daun merupakan alat yang peka untuk mendeteksi suatu muatan. Dua lembaran tipis atau daun yang terbuat dari perada atau alumunium,A, dipasangkan pada ujung sebuah batang logam B yang menembus penyangga C, yang terbuat dari karet atau belerang, atau dari batu ambar. Kotak D berfungsi sebagai pelindung terhadap arus udara dan diberi jendela pengamat. Apabali tombol elektroskop disentuh dengan sebuah benda bermuatan masing-masing daun itu memperoleh muatan yang sama tandanya dan saling menolak. Jika salah satu ujung baterai yang beda potensialnya beberapa ratus volt dihubungkan ke tombol sebuah elektroskop dan ujungnya yang satu lagi ke kotak elektrop tersebut, maka daun-daunnya akan saling menjauhi, tak ubahnya seperti jikalau daun-daun ini beroleh

9

Listrik Magnet

muatan dari sebuah benda yang terelektrifikasi karena persentuhan. Pada umumnya tidak ada perbedaan antara “listrik statis” dan “listrik arus”. Sebutan “arus” menunjuk kepada mengalirnya muatan, sedangkan “listrik statis” terutama berhubungan dengan interaksi antara muatan dalam keadaan diam. Muatan itu sendiri dalam dua hal ini adalah muatan elektron atau muatan proton.

dalam dua hal ini adalah muatan elektron atau muatan proton. Gambar 1.5. elektroskop Sebuah elektroskop mula-mula

Gambar 1.5. elektroskop

Sebuah elektroskop mula-mula dalam keadaan netral dengan jumlah muatan positif dan negatif sama, sehingga daun yang terdapat pada kaki-kakinya menguncup. Ketika sebuah benda bermuatan negatif didekatkan pada kepalanya maka muatan pada elektroskop terinduksi. Muatan positif menuju atas dan muatan negatif menjauh dari kepala elektroskop menuju kaki-kakinya sedemikian sehingga seluruhnya bermuatan negatif , kaki daun tersebut terbuka. Keunggulan dari elektroskop daun ini terletak pada kepekaannya yang lebih tinggi, sehingga mampu “merasakan” muatan yang lebih kecil kuantitasnya dari yang dapat “dirasakan” elektroskop daun. Elektrometer adalah semacam elektroskop yang ada kalibrasinya, sehingga bukan hanya mampu mendeteksi adanya muatan, tetapi dapat pula menunjukkan besar muatan yang dideteksinya.

10

Listrik Magnet

d)

KONDUKSI DAN INDUKSI

1.

Konduktor dan Isolator Misalkan salah satu ujung kawat tembaga dihubungkan pada tombol sebuah elektroskop dan yang satu lagi dibelitkan pada sebatang gelas. Jika sebuah karet bermuatan disentuhkan pada ujung kawat yang berada dekat gelas itu, daun-daun elektroskop itu segera menjarang. Jadi, ada pemindahan muatan melalui atau lewat kawat itu, dan kawat itu disebut konduktor (penghantar). Jika percobaan ini diulangi tetapi dengan menggunakan benang sutera atau pita karet sebagai pengganti kawat logam tadi, maka daun-daun elektroskop itu takkan saling menjauhi dan benang sutera atau pita karet itu disebut isolator (penyekat) atau dielektrik. Konduktor memungkinkan muatan dapat bergerak melaluinya sedangkan isolator tidak. Logam pada umumnya merupakan penghantar yang baik, sedangkan bukan logam merupakan penyekat. Valensi positif logam dan bahwasannya logam membentuk ion positif dalam larutan, menandakan bahwa atom logam mudah melepaskan satu atau lebih elektron luarnya. Dalam konduktor logam,, misalnya berupa kawat tembaga, elektron luarnya akan terlepas beberapa buah dari tiap atomnya dan dapat bebas bergerak didalamnya, boleh dikatakan sama seperti molekul gas dapat bergerak bebas dalam ruang diantara butir-butir yang ditempatkan dalam sebuah bejana. Bahkan sampai-sampai elektron yang bebas bergerak itu sering disebut “gas elektron”. Inti yang positif dan elektron yang tersisa tidak berubah posisinya. Sebaliknya, di dalam isolator tidak ada (sedikit sekali) elektron bebas ini. Fenomena memberi muatan melalui persentuhan tidak terbatas pada karet dengan bulu saja, atau bahkan pada isolator pada umumnya. Setiap dua bahan yang tidak sama memperlihatkan efek tersebut, tetapi pada konduktor harus ada pegangan yang terbuat dari bahan yang bersifat menyekat, sebab kalau tidak muatan akan hilang.

bersifat menyekat, sebab kalau tidak muatan akan hilang. Gambar 1.6 memberi muatan dengan cara konduksi 11

Gambar 1.6 memberi muatan dengan cara konduksi

11

Listrik Magnet

2.

Induksi

Jika sebuah elektroskop diberi muatan dengan sentuhan, misalnya dengan sentuhan sebatang karet yang telah digosok pada bulu, beberapa elektron luar pada karet itu akan berpindah ke elektroskop, dan menyebabkan muatan negatif karet tersebut berkurang. Namun, terdapat cara lain dalam memakai batang karet tersebut untuk memuat benda lain, dimana karet dapat menimbulkan muatan yang berlawanan tanda, tanpa kehilangan muatan sendiri. Proses ini disebut memuat dengan induksi.

muatan sendiri. Proses ini disebut memuat dengan induksi. Dalam bagian (a) dua bola logam netral bersinggungan,

Dalam bagian (a) dua bola logam netral bersinggungan, dan masing – masing di sangga oleh penopang dari bahan isolator. Jika sebuah batang karet bermuatan negatif didekatkan pada salah satu bola itu tanpa menyinggungnya, seperti pada bagian (b), elektron bebas dalam kedua bola itu akan tertolak dan seluruh awan gas elektron didalam kedua bola beranjak sedikit menjauhi batang karet arah kekanan. Karena elektron tidak dapat keluar dari kedua bola, terjadilah penumpukan kelebihan muatan negatif pada permukaan kanan bola yang terletak di sebelah kanan. Perpindahan ini menyebabkan kekurangan muatan negatif, atau kelebihan muatan positif pada permukaan sebelah kiri bola yang terletak di kiri. Muatan lebih ini disebut muatan terinduksi. Jangan artikan bahwa semua elektron bebas tersebut akan bergerak ke permukaan bola yang jana. Begitu ada muatan induksi timbul, muatan ini juga mengerjakan gaya terhadap elektron bebas dalam kedua bola. Gaya ini mengarah kekiri (tolakan oleh muata induksi negatif dan tarikan oleh muatan induksi positif). Dalam waktu yang sangat singkat sistem mencapai tingkat ekuilibrium dalam mana, di setiap titik dalam kedua bola, gaya terhadap elektron yang mengarah kekanan (di kerjakan oleh batang bermuatan tadi tetapi diimbangi oleh gaya yang mengarah ke kiri). Muatan induksi ini akan tetap berada pada permukaan kedua bola selama batang karet masih berada di dekatnya. Jika batang itu disingkirkan, awan elektron di kedua bola akan bergerak kekiri dan kembalilah keadaan seperti semula.

12

Listrik Magnet

Misalkan letak kedua bola di jarangkan sedikit, seperti dalam bagian (c), sedangkan batang karet ini didekatnya. Bila batang ini disingkirkan, seperti dalam (d), maka kita akan memperoleh dua bola logam yang muatannya berlawanan tanda.karena muatan – muatan ini tarik menarik, letak kedua bola akan sangat berdekatan. Hanya apabila kedua bola terpisah oleh jarak yang jauh, seperti dalam (e), kedua muatan itu akan terbagi merata. Harus dicatat bahwa batang karet yang bermuatan negatif itu, dai (a) sampai (e), tidak kehilangan muatan.

negatif itu, dai (a) sampai (e), tidak kehilangan muatan. Cara lain untuk menginduksi muatan total pada

Cara lain untuk menginduksi muatan total pada benda logam adalah dengan cara menghubungkannya dengan kawat penghantar ketanah (ground). Sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini. Bagian (a) sampai bagian (e) melukiskan dengan jelas suatu proses. Dalam gambar ini, sebuah bola logam (dengan penopang dari bahan isolator) dimuat secara induksi. Lambang “tanah” dalam bagian (b) berarti bahwa bola itu dihubungkan dengan tanah (“diardekan”). Dalam (c), elektron ditolak ke tanah melalui sebuah kawat yang menghantar. Dengan demikian tanah memperoleh muatan negatif yang sama jumlahnya dengan muatan positif induksi yang tertinggal pada bola.

e)

HUKUM COULOMB

Penelitian kuantitatif tentang hukum gaya antara benda bermuatan, kali pertama dilakukan oleh Charles Augustin de Coulomb (1736 – 1804) dalam tahun 1784, dan untuk pengukuran ia menggunakan “timbangan torsi” (torsion balance), yaitu sejenis timbangan seperti yang 13 tahun kemudian digunakan pula oleh Gavendish untuk mengukur gaya gravitasi.

Walaupun peralatan yang khusus untuk mengukur muatan listrik tidak ada pada masa Coulomb, ia bisa menyiapkan bola – bola kecil dengan besar muatan yang berada dimana

13

Listrik Magnet

rasio muatan diketahui. Ia mengajukan argumen bahwa jika sebuah bola penghantar

bermuatan disentuhkan dengan bola tidak bermuatan yang identik, muatan bola pertama

akan terbagi rata pada keduanya karena adanya

ia menyiapkan bola-bola kecil

dengan muatan yang berbeda dan rasio kedua muatan diketahui. Hasil eksperimennya

menyimpulkan bahwa :

1. Gaya interaksi antara dua muatan se-banding dengan hasil kali dua muatan.

2. Gaya interaksi antara dua muatan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara

kedua muatan gambar 1.7

terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan gambar 1.7 Gambar 1.7. dua buah muatan berjarak R

Gambar 1.7. dua buah muatan berjarak R

Dengan demikian ia memiliki cara untuk menghasilkan muatan yang sama dengan

bagian, dan seterusnya dari muatan awal. Walaupun ia mendapatkan kesulitan

dengan muatan induksi, Coulomb dapat mengajukan argumen bahwa gaya yang diberikan

satu benda kecil bermuatan pada benda kecil bermuatan yanf kedua berbanding lurus dengan

muatan pada masing – masing benda tersebut. Artinya, jika muatan pada salah satu benda

digandakan, gaya digandakan, dan jika muatan pada kedua benda digandakan, gaya akan naik

menjadi empat kali lipat nilai awalnya. Hal ini berlaku jika jarak antara kedua muatan

tersebut tetap sama. Jika jarak antara keduanya bertambah, gaya berkurang terhadap kuadrat

jarak tersebut. Artinya, jika jarak digandakan, gaya berkurang menjadi seperempat nilai

awalnya. Dengan demikian, Coulomb menyimpulkan, gaya yang diberikan satu benda kecil

bermuatan pada muatan kedua sebanding dengan hasil kali besar muatan benda pertama, Q 1 ,

dengan besar muatan benda kedua, Q 2 , dan berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak r di

bagian,

antaranya. Sebagai persamaan, kita dapat menuliskan Hukum Coulomb sebagai berikut:

Atau

14

Listrik Magnet

=

= Gambar 1.8. Arah gaya listrik selalu sepanjang garis yang menghubungkan kedua benda tersebut. Jika kedua

Gambar 1.8. Arah gaya listrik selalu sepanjang garis yang menghubungkan kedua benda tersebut. Jika

kedua benda muatannya sejenis, maka pada masing-masing benda berarah menjauhi muatan (tolak-

menolak). Sebaliknya jika ke dua benda muatannya tidak sejenia, maka gaya pada masing-masing

mempunyai arah menuju benda yang lain (tarik-menarik)

Di mana k adalah konstanta pembanding yang besarannya bergantung kepada satuan

untuk menyatakan F, Q 1 , Q 2 , dan r. Bagaimanapun satuan yang paling sering digunakan saat

ini adalah coulomb (C). Pada satuan SI, k memiliki nilai

= ,

×

.

= ,

× .

Satuan muatan yang alami ialah muatan satu elektron atau muatan satu proton. Hasil

pengukuran paling seksama atas muatan e ini sampai sekarang ialah

= , ×

, ×

Hukum Coulomb mendeskripsikan gaya antara dua muatan ketika berada dalam keadaan

diam. Ketika menghitung dengan hukum Coulomb, kita biasanya mengabaikan tanda muatan

– muatan dan menentukan arah berdasarkan pada apakah gaya tersebut tarik menarik atau

tolak menolak.

Konstanta k sering ditulis dalam konstanta lain, , yang disebut permitivitas ruang

hampa. Konstanta ini dihubungkan dengan = 1 4 . Dengan demikian hukum Coulomb

dapat dituliskan

=

Dimana

15

Listrik Magnet

= = , × / .

Persamaan ini tampak lebih rumit, tetapi persamaan fundamental yang lain akan lebih

sederhana bila dinyatakan dalam dari pada dengan k. Tentu saja tidak menjadi masalah

mengenai bentuk apa yang digunakan, karena kedua persamaan tersebut ekivaken.

Jika terdapat vector gaya F 1 dan F 2 yang tidak segaris, maka gaya total F net tidak dapat

dijumlahkan secara langsung. Tetapi harus dijumlahkan secara vector (ingat operasi vector

pada modul besaran dan vector). Cara yang relative mudah dapat dilakukan dengan metode

analitik yakni dengn menguraikan masing-masing vector kedalam dua sumbu yang saling

tegak lurus. Dipilih penguraiaan vector menjadi komponen sepanjang sumbu x dan y, sperti

yang ditunjukan dalam gambar 1.8 dibawah ini.

dan y, sperti yang ditunjukan dalam gambar 1.8 dibawah ini. Penguraiaan fungsi-fungsi trigonometri menurut gambar 1.8b

Penguraiaan fungsi-fungsi trigonometri menurut gambar 1.8b diperoleh :

F 1x = F 1 cos 1

F

2x

=

F 2 cos 2

F 1y =F1 sin 1

F 2y = F 2 sin 2

Penjumlahan komponen-komponen x dan y secara terpisah untuk mendapatkan komponen

gaya resultan F adalah

F x =F 1x +F 2x = F 1 cos 1 + F 2 cos 2

F y = F 1y +F 2y = F 1 sin 1 + F 2 sin 2

Besar F adalah

= +

Arah F ditentukan oleh sudut yang dibuat F terhadap sumbu x yang dinyatakan dengan

16

Listrik Magnet

=

Penggambaran diagram sangat penting untuk penyelesaiaan suatu masalah, terutama

diagram benda bebas untuk setiap benda, yang menunjukan semua gaya yang bekerja pada

benda tersebut. Dalam menerapkkan hokum coulomb, biasanya hanya berhadapan dengan

besar muatan saja (dengan mengabaikan tand minus) untuk mendpatkan besar setiap gaya.

Kemudian tentukan arah gaya secara fisik, muatan sejenis tolak-menolak dan muatan tak

sejenis tarik-menarik selanjutnya gambarkan arah gaya-gaya tersebut pada diagram. Akhirnya

jumlahkan gaya-gaya tersebut pada suatu benda secara vector.

Vector gaya listrik dari hokum coulomb pada persamaan 1 masih dinyatakan dalam

bentuk scalar. Tinjau dua partikel muatan positif Q1 dan Q2 mempunyai vector posisi r1 dan

r2 terhadap pusat koordinat seperti yang telah di tunjukan oleh gambar. Vector gaya listrik

yang dirasakan oleh muatan pertama karena muatan kedua dinyatakan sebagai

=

17

Listrik Magnet

C. EVALUASI
C. EVALUASI

1

Dua buah partikel bermuatan berjarak R satu sama lain dan terjadi gaya tarik-menarik sebesar F. Jika jarak antara kedua muatan dijadikan 4 R, tentukan nilai perbandingan besar gaya tarik-menarik yang terjadi antara kedua partikel terhadap kondisi awalnya!

Pembahasan

antara kedua partikel terhadap kondisi awalnya! Pembahasan sehingga 2 Tiga buah muatan A, B dan C

sehingga

kedua partikel terhadap kondisi awalnya! Pembahasan sehingga 2 Tiga buah muatan A, B dan C tersusun

2

Tiga buah muatan A, B dan C tersusun seperti gambar berikut!

Tiga buah muatan A, B dan C tersusun seperti gambar berikut! Jika Q A = +

Jika Q A = + 1 μC, Q B = − 2 μC ,Q C = + 4 μC dan k = 9 x 10 9 N m 2 C 2 tentukan besar dan arah gaya Coulomb pada muatan B !

Pembahasan:

Pada muatan B bekerja 2 buah gaya, yaitu hasil interaksi antara muatan A dan B sebut saja F BA yang berarah ke kiri dan hasil interaksi antara muatan B dan C sebut saja F BC yang berarah ke kanan. Ilustrasi seperti gambar berikut:

18

Listrik Magnet

3

3 Karena kedua gaya segaris namun berlawanan arah maka untuk mencari resultan gaya cukup dengan mengurangkan
3 Karena kedua gaya segaris namun berlawanan arah maka untuk mencari resultan gaya cukup dengan mengurangkan
3 Karena kedua gaya segaris namun berlawanan arah maka untuk mencari resultan gaya cukup dengan mengurangkan

Karena kedua gaya segaris namun berlawanan arah maka untuk mencari resultan gaya cukup dengan mengurangkan kedua gaya, misalkan resultannya kasih nama F total :

F total = F BC - F BA

F total = 72 X 10 - 3 - 18 x 10 -3 = 54 x 10 -3 N

Arah sesuai dengan F BC yaitu ke kanan.

Dua buah muatan tersusun seperti gambar berikut!

ke kanan. Dua buah muatan tersusun seperti gambar berikut! Jika Q 1 = + 1 μC,

Jika Q 1 = + 1 μC, Q 2 = − 2 μC dan k = 9 x 10 9 N m 2 C 2 tentukan besar dan arah kuat medan listrik pada titik P yang terletak 4 cm di kanan Q 1 !

Pembahasan

Rumus dasar yang dipakai untuk soal ini adalah

E = k

q

r

dimana E adalah kuat medan listrik yang dihasilkan suatu muatan, dan r adalah jarak titik dari muatan sumber. Harap diingat lagi untuk menentukan arah E : "keluar dari

19

Listrik Magnet

4

muatan positif" dan "masuk ke muatan negatif"

Perhatikan ilustrasi pada gambar!

ke muatan negatif" Perhatikan ilustrasi pada gambar! Langkah berikutnya adalah menghitung masing-masing besar

Langkah berikutnya adalah menghitung masing-masing besar kuat medan magnet E 1 dan E 2 kemudian mencari resultannya jangan lupa ubah satuan centimeter menjadi meter. Supaya lebih mudah hitung secara terpisah satu persatu saja,

Supaya lebih mudah hitung secara terpisah satu persatu saja, Arah ke arah kanan. Gambar berikut adalah

Arah ke arah kanan.

Gambar berikut adalah susunan tiga buah muatan A, B dan C yang membentuk suatu segitiga dengan sudut siku-siku di A.

C yang membentuk suatu segitiga dengan sudut siku-siku di A. Jika gaya tarik-menarik antara muatan A

Jika gaya tarik-menarik antara muatan A dan B sama besar dengan gaya tarik-menarik antara muatan A dan C masing-masing sebesar 5 F, tentukan resultan gaya pada muatan

A

!

Pembahasan :

Karena kedua gaya membentuk sudut 90°cari dengan rumus vektor biasa :

20

Listrik Magnet

5

6

5 6 Tiga buah muatan membentuk segitiga sama sisi seperti gambar berikut. Jarak antar ketiga muatan

Tiga buah muatan membentuk segitiga sama sisi seperti gambar berikut. Jarak antar ketiga muatan masing-masing adalah 10 cm.

Jarak antar ketiga muatan masing-masing adalah 10 cm. Jika Q 1 = + 1 C, Q

Jika Q 1 = + 1 C, Q 2 = Q 3 = − 2 C dan k = 9 x 10 9 N m 2 C 2 tentukan besar resultan gaya Coulomb pada muatan Q 1 !

Pembahasan:

Tipe soal mirip soal nomor 4, dengan sudut 60° dan nilai masing-masing gaya harus dicari terlebih dahulu.

dan nilai masing-masing gaya harus dicari terlebih dahulu. Angka 18 x 10 1 1 N namakan

Angka 18 x 10 11 N namakan saja X untuk mempermudah perhitungan selanjutnya.

N namakan saja X untuk mempermudah perhitungan selanjutnya. Dua buah muatan masing - masing Q 1

Dua buah muatan masing - masing Q 1 = 1 μC dan Q 2 = 4 μC terpisah sejauh 10 cm.

Dua buah muatan masing - masing Q 1 = 1 μC dan Q 2 = 4

21

Listrik Magnet

7

Tentukan letak titik yang memiliki kuat medan listrik nol !

Pembahasan :

Letak titik belum diketahui sehingga ada tiga kemungkinan yaitu di seblah kiri Q 1 , di sebelah kanan Q 2 atau diantara Q 1 dan Q 2 . Untuk memilih posisinya secara benar perhatikan ilustrasi berikut ini dan ingat kembali bahwa kuat medan listrik "keluar untuk muatan positif" dan "masuk untuk muatan negatif". Namakan saja titik yang akan dicari sebagai titik P.

Namakan saja titik yang akan dicari sebagai titik P. Ada 2 tempat dimana E 1 dan

Ada 2 tempat dimana E 1 dan E 2 saling berlawanan, ambil saja titik yang lebih dekat dengan muatan yang nilai mutlaknya lebih kecil yaitu disebelah kiri Q 1 dan namakan jaraknya sebagai x.

yaitu disebelah kiri Q 1 dan namakan jaraknya sebagai x. Sebuah muatan listrik negatif sebesar Q

Sebuah muatan listrik negatif sebesar Q yang berada pada suatu medan listrik E yang berarah ke selatan. Tentukan besar dan arah gaya listrik pada muatan tersebut!

Pembahasan :

Hubungan antara kuat medan listrik E dan gaya listrik F yang terjadi pada suatu muatan q adalah

22

Listrik Magnet

 

F = QE

dengan perjanjian tanda sebagai berikut:

Untuk muatan positif, arah F searah (sama arah) dengan arah E Untuk muatan negatif, arah F berlawanan arah dengan arah E

8

Perhatikan gambar tiga buah muatan yang berada di sekitar titik P berikut!

 

4.

  4.

Jika k = 9 x 10 9 N m 2 C 2 , Q 1 = + 10 12 C, Q 2 = + 2 x 10 12 C dan Q 3 = - 10 12 C, tentukan besar potensial listrik pada titik P !

Pembahasan :

tentukan besar potensial listrik pada titik P ! Pembahasan : 9 buah muatan listrik 4 diantaranya

9

buah muatan listrik 4 diantaranya sebesar + 5 C dan 4 lainnya adalah − 5 C tersusun hingga membentuk suatu kubus yang memiliki sisi sepanjang r.

 
 

Tentukan besar potensial listrik di titik P yang merupakan titik berat kubus !

23

Listrik Magnet

10

Pembahasan

10 Pembahasan Kenapa nol? Jarak masing-masing muatan ke titik P adalah sama dan besar muatan juga

Kenapa nol? Jarak masing-masing muatan ke titik P adalah sama dan besar muatan juga sama, separuh positif dan separuh lagi negatif sehingga jika dimasukkan angkanya hasilnya adalah nol.

. Dua buah partikel dengan besar muatan yang sama digantung dengan seutas tali sehingga tersusun seperti gambar berikut!

dengan seutas tali sehingga tersusun seperti gambar berikut! Jika tan θ = 0,75 dan besar tegangan

Jika tan θ = 0,75 dan besar tegangan pada masing-masing tali adalah 0,01 N, tentukan besar gaya tolak - menolak antara kedua partikel!

Pembahasan

Perhatikan uraian gaya pada Q 2 berikut !

Pembahasan Perhatikan uraian gaya pada Q 2 berikut ! Karena nilai gaya tali sudah diketahui, maka

Karena nilai gaya tali sudah diketahui, maka dengan prinsip keseimbangan biasa didapat:

24

Listrik Magnet

F C = T sin Θ F C = 0,01 x 0,6 = 0,006 Newton

F C = T sin Θ

F C = 0,01 x 0,6 = 0,006 Newton

25

Listrik Magnet

BAB II HUKUM GAUSS

A. DESKRIPSI
A. DESKRIPSI

Di bab II sebelumnya kita telah melihat bagaimana kita dapat menggunakan hokum coulomb untuk menghitung E pada berbagai titik jika kita telah cukup mengetahui mengenai distribusi muatan yang menimbulkan medan tersebut. Metoda ini selalu dapat dipakai. Metode tersebut merupakan metode langsung tetapi memerlukan banyak tenaga, kecuali didalam kasus – kasus yang paling sederhana. Akan tetapi dengan sebuah perhitungan yang cukup cakap, maka kita akan selalu dapat menentukan jawaban untuk setiap persoalan seperti itu, tak peduli bagaimanapun rumitnya. Hukum Gauss adalah sebuah alternatif untuk menjelaskan bagaimana muatan listrik dan medan listrik berperilaku. Salah satu konsekuensi dari hukum ini adalah bahwa muatan statik pada konduktor terdapat pada permukaan konduktor itu, bukan di bagian dalamnya.Itulah sebabnya mengapa anak ini mendapatkan muatan listrik ketika menyentuh bola logam bermuatan. Rambut pada kepala anak itu saling tolak-menolak dan berdiri. Seringkali, ada dua cara, yaitu cara yang mudah dan cara yang sukar untuk melakukan sebuah pekerjaan; caramudah itu melibatkan tak lebih daripada penggunaan alat-alat yangtepat. Dalam fisika, sebuah alat penting untuk menyederhanakan soaladalah penggunaan sifat-sifat simetridari sistem. Banyak sistem fisika mempunyai simetri; contohnya, sebuah silinder tidak kelihatan berbeda setelah Anda merotasikannya mengelilingi sumbunya, dan sebuah bola logam bermuatan keliliatan sama saja setelah Anda memutarkannya terhadap sebarang sumbunya yang melalui pusatnya. Hukum Gauss adalah bagian dari kunci penggunaan pertimbangan simetri untuk menyederhanakan perhitungan medan-listrik. Misalnya,medan distribusi muatan garis lurus atau distribusi muatan lembar bidang, dengan menggunakan beberapa integrasi yang sangat rumit, dapat diperoleh dalam beberapa baris dengan bantuan hukum Gauss. Sebagai tambahan untuk membuat perhitungan tertentu lebih mudah, hukum Gauss akan memberikan juga kepada kita pandangan ke dalam (insight) mengenai bagaimana muatan listrik mendistribusikan dirinya pada benda penghantar (konduktor).

26

Listrik Magnet

B. MATERI
B. MATERI

a)

FLUKS

Fluks (symbol F ) adalah sifat dari smeua medan vector. Dalam bab ini kita akan mempelajari bahwa Fluks F dari sebuah medan listrik E. fluks berasal dari bahasa latin “fluere” yang berarti mengalir. Gambar 2.1 dibawah memperlihatkan sebuah medan uniform yang stsioner dari aliran fluida (katakanlah air) yang dicirikan oleh sebuah vector aliran yang konstan v, yakni kecepatan konstan dari fluida pada setiap titik yang diberikan. Gambar 2.1 a menyerankan, didalam penampang, sebuah permukaan hipotetik, yakni sebuah lingkaran yang jari – jarinya R dan luasnya Aa, yang dicelupkan didalam medan aliran dan tegak lurus terhadap v. fluks massa (kg/s) melalui permukaan ini diberikan oleh F , = … … … … … … … … … … … … … … … ( . )

Dimana adalah kerapatan fluida (kg/m 3 ). Periksalah bahwa dimensi – dimensinya benar. Kita dapat juga menuliskan persamaan ini di dalam notasi vector sebagai F , = . … … … … … … … … … … … … … … … ( . ) Perhatikan bahwa fluks adalah sebuah scalar.

( . ) Perhatikan bahwa fluks adalah sebuah scalar. Gambar 2.1. memperlihatkan empat permukaan hipotetik yang
Gambar 2.1. memperlihatkan empat permukaan hipotetik yang dicelupkan didalam sebuah medan aliran uniform yang stasioner

Gambar 2.1. memperlihatkan empat permukaan hipotetik yang dicelupkan didalam sebuah medan aliran uniform yang stasioner (katakanlah air) yang dicirika oleh sebuah vector medan yang konstan v, yakni kecepatan fluida pada setiap titik. Garis – garis horizontal adalah garis – garis arus R, didalam keempat kasus, adalah jari – jari sebuah lingkaran yang tegak lurus pada

garis – garis aliran.

garis arus R, didalam keempat kasus, adalah jari – jari sebuah lingkaran yang tegak lurus pada

27

Listrik Magnet

Gambar 2.1b memperlihatkan sebuah permukaan bidang yang luar proyeksinya ( cos ) adalah sama dengan . kelihatannya jelas bahwa fluks massa F (kg/s) melalui permukaan b haruslah sama seperti fluks massa yang melalui permukaan a. untuk mendapatkan pemahaman mengenai ini maka kita menuliskan

F , =

F , =

= ( )

= .

… … … … … … … … … . … . … … … … … ( . )

Gambar 2.1c menyarankan sebuah permukaan hipotetik yang melengkung yang luas proyeksinya, tanpa bukti dikatakan sama dengan . sekali lagi, kelihatannya jelas bahwa

F , =

F , .

Gambar 2.1d menyarankan sebuah permukaan tertutup, dan tiga terdahulu adalah pemukaan terbuka. Kita nyatakan bahwa fluks F , untuk permukaan tertutup ini di dalam medan aliran adalah nol dan membenarkannya dengan memperhatikan bahwa banyaknya fluida (kg/s) yang memasuki bagian kiri per satuan waktu juga meninggalkan permukaan tersebut melalui bagian kanan. Didalam kasus ini maka fluida (yang dianggap tak termampatkan) tidak akan menimbun maupun menghilang di dalam permukaan tersebut. Kita katakan bahwa kebetulan tidak ada sumber atau bak fluida didalam permukaan tersebut. Tiap – tiap garis arus yang masuk disebelah kirir akan meninggalkan permukaan tersebut di sebelah kanan. Didalam aliran fluida tak temampatkan maka pada umumnya tidak benar bahwa, seperti didalam kasus khusus dari gambar 2.1d, F = 0 untuk semua permukaan tertutup. Boleh jadi didalam permukaan tersebut ada sumber atau bak fluida, seperti yang disarankan didalam gambar. Didalam kasus seperti itu maka F ≠ 0. Dengan cara yang sama maka tidaklah benar bahwa F ≠ 0 untuk tiap – tiap permukaan tertutup. Ada sumber – sumber dari E yang dapat bditempatkan didalam permukaan tertutup hipotetik yang dicelupkan di dalam medan E tersebut.

28

Listrik Magnet

b)

FLUKS MEDAN LISTRIK

Fluks medan listrik yang disimbolkan F , dapat dinyatakan oleh jumlah garis yang melalui suatu penampang tegak lurus. Kerapatan fluks listrik pada titik tersebut adalah jumlah per satuan luas pada titik itu. Untuk permukaan tertutup di dalam sebuah medan listrik maka kita akan melihat bahwa F adalah positif jika garis-garis gaya mengarah ke luar, dan adalah negative jika garis-garis gaya menuju ke dalam, seperti yang diperlihatkan Gambar 2.2 Sehingga, F adalah positif untuk permukaan S 1 dan negative untuk S 2 . F untuk permukaan S 3 adalah nol.

Gambar 2.2. dua muatan sama besar dan berlawanan tanda. Garis putus – putus menyatakan perpotongan
Gambar 2.2. dua muatan sama besar dan berlawanan tanda. Garis putus – putus
menyatakan perpotongan di antara permukaan tertutup hipotetik dengan bidang gambar

Pada Gambar 2.3 menunjukkan sebuah permukaan tertutup yang dicelupkan di dalam medan listrik tak uniform. Misalnya, permukaan tersebut dibagi menjadi segiempat segiempat kuadratis S yang cukup kecil, sehingga dianggap sebagai bidang datar. Elemen luas seperti itu dinyatakan sebagai sebuah vektor S , yang besarnya menyatakan luas S . Arah S sebagai normal pada permukaan yang digambarkan ke arah luar. Sebuah vector medan listrik E digambarkan oleh tiap segiempat kuadratis. Vektor-vektor E dan S membentuk sudut terhadap satu sama lain Perbesaran segiempat kuadratis dari Gambar 2.3(b) ditandai dengan

29

Listrik Magnet

x, y, dan z, di mana pada x, > 90 o (E menuju ke dalam); pada y, = 90 o (E sejajar pada permukaan); dan pada z, < 90 o (E menuju ke luar).

Gambar (3). (a) Sebuah permuakaan tertutup dicelupkan kedalam medan listrik tak uniform. (b) tiga elemen
Gambar (3). (a) Sebuah permuakaan tertutup dicelupkan kedalam medan listrik tak
uniform. (b) tiga elemen luas permukaan tertutup.

Sehingga, definisi mengenai fluks adalah:

F = ∑ . ∆S ………………… (2.3)

Jika E di mana-mana menuju ke luar, < 90 o , maka E. S positif (Gambar 2 permukaan S1). Jika E menuju ke dalam >90 o , E. S akan menjadi negatif, dan F permukaan akan negatif (Gambar 2 permukaan S2). Dengan menggantikan penjumlahan terhadap permukaan (persamaan (2.3)) dengan sebuah integral terhadap permukaan akan diperoleh:

F = . S……………………

(2.4)

30

Listrik Magnet

Dari persamaan (2.3), kita dapat menentukan bahwa satuan SI yang sesuai untuk fluks listrik (F ) adalah newton.meter 2 coulomb (Nm 2 /C). Hubungan antara F untuk permukaan dan muatan netto q, berdasarkan Hukum Gauss adalah:

F = …………………………… (2.5)

Dengan menggunakan persamaan (2.4) diperoleh :

. = ……………………. (2.6)

Pada persamaan (2.5), jika sebuah permukaan mencakup muatan-muatan yang sama dan berlawanan tandanya, maka fluks F adalah nol. Hukum Gauss dapat digunakan untuk menghitung E jika distribusi muatan adalah sedemikian simetris sehingga kita dapat dengan mudah menghitung integral di dalam persamaan (2.6).

Contoh soal :

Gambar dibawah memperlihatkan sebuah silinder tertutup hipotetik yang jari – jarinya R dan yang dicelupkan didalam sebuah medan listrik E yang uniform, dan sumbu silinder sejajar dengan medan tersebut. Berapakah F untuk permukaan tertutup ini?

tersebut. Berapakah F untuk permukaan tertutup ini? Fluks F dapat dituliskan sebagai jumlah dari tiga suku,

Fluks F dapat dituliskan sebagai jumlah dari tiga suku, yakni integral terhadap (a) permukaan penutup silinder kiri, (b) permukaan silinder, dan (c) permukaan penutup kanan. Jadi

F = .

31

Listrik Magnet

F = . + . + .

(

)

(

)

(

)

Untuk permukaan penutup kiri, sudut untuk semua titik adalah 180 0 , E mempunyai sebuah nilai konstan, dan vector – vector dS adalah sejajar. Jadi

(

(

)

)

.

=

. =

= −

Dimana S (= ) adalah luas permukaan tertutup. Dengan cara yang serupa untuk permukaan tertutup kanan,

(

)

. = +

Karena disini sudut untuk semua titik adalah nol. Akhirnya, untuk dinding silinder.

(

)

. =

Karena = 90 E. dS = 0 untuk semua titik pada permukaan silinder, jadi F = − + + =) Seperti yang akan kita lihat di gambar maka kita memang mengharapkan hasil seperti ini karena tidak ada sumber atau bak dari E, yakni muatan – muatan di dalam permukaan tertutup dari gambar. Garis – garis yang menyatakan E (konstan) masuk disebelah kiri dan muncul keluar di sebelah kanan, persis seperti di dalam gambar.

c)

HUKUM GAUSS

Karl Friedrich Gauss (1777-1855) seorang fisika dan matematika Jerman yang banyak sumbangannya kepada ilmu fisika teori dan fisika eksperimental. Rumusnya yang dikenal sebagai hukum Gauss merupakan ungkapan tentang suatu sifat penting medan elektrostatik. Hukum ini menghubungkan muatan listrik dan medan listrik, dan Mari kita tinjau medan

32

Listrik Magnet

sebuah muatan titik positif q, seperti dalam gambar. Muatan ini dikelilingi sebuah permukaan tertutup sembarang bentuk. (permukaan itu hanya dikhayalkan saja, jadi bukan permukaan yang benar-benar ada). Intensitas listrik E, disetiap titik pada permukaan, mengarah radial ke luar dari muatan q dan besarnya E = kq/r². Disekujur sembarang luas daerah permukaan yang cukup kecil dA intensitas dapat dianggap sama dalam hal besar dan arahnya. Komponen E yang tegak lurus terhadap permukaan sama dengan E cos θ dimana θ adalah sudut antara E dan garis normal keluar terhadap permukaan dan hasil kali dengan luas dA adalah

= = ………………….(2.7)

Tetapi kita lihat dari gambar (b), yang tak lain adalah perbesaran sebagian gambar (a) bahwa hasilkali dA cos θ sama dengan proyeksi tegak lurus luas dA pada r dan bahwa dA cos θ/ seharga dengan sudut padat *d yang terbentuk antara muatan dan luas dA. Karena itu

= ……………………… (2.8)

Sekarang kedua ruas persamaan kita integrasi untuk seluruh permukaan tertutup tadi, seperti

ditunjukkan oleh symbol

= ………………(2.9)

Tidak perduli bentuk atau ukuran permukaan yang terbatas itu adalah total sudut padat disekelilingi muatan q dan sama dengan 4 sterad. Karena itu

= ……………….(2.10)

Ruas kiri persamaan ini, yang terbentuk dari perkalian komponen normal E pada permukaan dengan sebuah unsure luas permukaan lalu menjumlahkan hasil-hasil perkalian ini untuk seluruh permukaan itu disebut integral permukaan E untuk seluruh permukaan. Jika sebuah muatan titik terletak diluar suatu permukaan berbatas , medan muatan itu mengarah ke luar di beberapa titik permukaan tersebut dan kedalam dibeberapa titik lainnya. Tidak sulit untuk menunjukkan bahwa sumbangan positif dan negative pada integral

33

Listrik Magnet

permukaan tepat saling “meniadakan” dan integral permukaan itu nol. Tetapi muatan didalam permukaan berbatas itu juga nol, sehingga persamaan tetap berlaku tidak perduli apakah muatan di dalam permukaan itu positif, negative, atau nol. Hasil penjumlahan integral-integralnya menjadi integral permukaan medan resultan dan muatan q menjadi Ʃ adalah penjumlahan aljabar semua muatan didalam permukaan berbatas itu. Maka secara umum

= ……………… (2.11)

Persamaan ini mengungkapkan makna hukum Gauss : integral permukaan komponen normal E atas sembarang permukaan berbatas dalam medan elektrostatik seharga dengan 4 kali muatan netto di dalam permukaan itu. Perkalian = cos dapat ditulis sebagai perkalian scalar atau perkalian noktah vector E dan vector dA :

= . ……………………(2.12)

Kedua, supaya tidak terpaksa menuliskan faktor 4 dalam persamaan kita definisikanlah sebuah konstanta baru menurut persamaan

= ,

=

……………………… (2.13)

Dalam banyak buku pelajaran, semua persamaa elektrostatik ditulis dengan menyebutkan . Sebagai contoh, karena k = 1/4 , hukum Coulomb menjadi

=

.

………………………(2.14)

Maka hukum Gauss lalu dapat kita tulis lebih sederhana, seperti berikut:

. = , = . ……………………(2.15)

Di sini dapat ditampilkan lagi sebuah faktor lain. Integral permukaan E atas seluruh suatu permukaan disebut fluksi E itu ke seluruh permukaan itu dan dilambangkan dengan .

34

Listrik Magnet

Artinya

= ∫ . ………………………(2.16)

Istilah fluksi yang berarti pengaliran dipinjam dari ilmu hidrodinamika, dimana integral yang sama menyatakan aliran atau arus netto zat alir yang menyebar ke seluruh suatu permukaan. Karena itu hukum Gauss dapat berbunyi : perkalian dengan fluksi ke luar E ke seluruh suatu permukaan berbatas sama dengan muatan netto didalam permukaan itu. Fluksi E yang memencar ke seluruh sebuah permukaan dan juga hukum Gauss dapat dilukiskan secara grafis dengan garis gaya. Jika banyak garis ini persatuan luas yang tegaklurus pada arah garis itu sebanding dengan E, maka integral permukaan E atas sebuah

permukaan tertutup sebanding dengan jumlah total garis yang melintasi permukaan itu ke arah luarnya dan muatan netto di dalam permukaan itu sebanding dengan jumlah ini. Dalam mengevaluasi integral permukaan E atas sebuah permukaan berbatas, permukaan itu sering harus dibagi-bagi dalam khayalan menjadi beberapa “petak”. Integral atas seluruh permukaan sama dengan penjumlahan integral atas tiap petak itu. Dalam beberapa ikhwal khusus, untuk mengevaluasi integral permukaan, hitung integral tidak perlu.

1.

Jika E tegak lurus di semua titik pada sebuah permukaan yang luasnya A dan besarnya

sama du semua titik permukaan itu, maka = = , dan =

2.

Jika E parallel dengan sebuah permukaan di semua titik, maka = dan integral permukaan nol.

3.

Jika E = 0 di semua titik sebuah permukaan, integral permukaan nol.

d)

PENERAPAN HUKUM GAUSS

1.

Medan Listrik Di Dekat Muatan Listrik

Sebuah muatan titik q terlihat pada Gambar 4. Medan listrik yang terjadi pada permukaan bola yang jari-jarinya r dan berpusat pada muatan tersebut, dapat ditentukan dengan menggunakan Hukum Gauss. Pada gambar tersebut, E dan dS pada setiap titik pada permukaan Gauss diarahkan ke luar di dalam arah radial. Sudut di antara E dan dS adalah nol:

35

Listrik Magnet

dan kuantitas E dan dS akan menjadi E.dS saja. Dengan demikian, Hukum Gauss dari persamaan (2.6) akan menjadi

.

=

=

Karena E adalah k instan untuk setiap titik pada bola, maka E dapat dikeluarkan dari integral yang akan mengahsilkan :

Dengan

sehingga :

integral

.

=

tersebut

menyatakan

luasan

bola,

( ) =

=

…………… (2.17)

Dengan k =

. Sehingga besarnya medan listrik E

pada setiap titik yang jaraknya r dari sebuah muatan titik q adalah :

= ………………. (2.18)

2. Bola Konduktor Bermuatan

………………. (2.18) 2. Bola Konduktor Bermuatan G a m b a r ( 4 ) sebuah

Gambar (4) sebuah pemukaan

gauss berbentuk bola
gauss
berbentuk bola

Bola konduktor berjari-jari R diberi muatan Q maka muatan itu akan tersebar pada

permukaan bola seperti pada gambar (5)

dengan muatan titik yaitu meninggalkan muatan positif dan menuju muatan negatif. Sedangkan kuat medan listriknya dapat ditentukan dari hukum Gauss. Dari hukum Gauss dapat dijelaskan bahwa medan listrik timbul jika ada muatan yang dilingkupinya. Bagaimana jika titiknya berada di dalam bola? Coba kalian lihat titik A pada

Gambar (5). Luasan yang dibutuhkan titik A tidak melingkupi muatan berarti kuat medannya nol, EA = 0. Untuk titik di permukaan bola dan di luar bola akan memiliki luasan yang melingkupi muatan Q tersebut sehingga dapat diturunkan dengan hukum Gauss sebagai berikut :

Arah medan listrik oleh bola bermuatan sama

36

Listrik Magnet

……….(2.19) Jadi dapat disimpulkan kuat medan listrik oleh bola konduktor sebagai berikut : Gambar 4

……….(2.19)

Jadi dapat disimpulkan kuat medan listrik oleh bola konduktor sebagai berikut :

kuat medan listrik oleh bola konduktor sebagai berikut : Gambar 4 bola konduktor bermuatan 3. Medan
kuat medan listrik oleh bola konduktor sebagai berikut : Gambar 4 bola konduktor bermuatan 3. Medan

Gambar

4

bola

konduktor

bermuatan

3. Medan Listrik Diantara Dua Keping Sejajar

Pada dua keping sejajar yang mempunyai muatan listrik sama, tetapi berlawanan jenisnya, antara kedua keping tersebut terdapat medan listrik homogen. Di luar kedua keping juga terdapat medan listrik yang sangat kecil jika dibandingkan dengan medan listrik di antara kedua keping, sehingga dapat diabaikan, seperti pada Gambar (6). Jika luas keping A, masing-masing keping bermuatan +q dan -q, medan listrik dinyatakan oleh banyaknya garisgaris gaya, sedangkan garis-garis gaya dinyatakan sebagai jumlah muatan yang menimbulkan garis gaya tersebut. Muatan listrik tiap satu satuan luas keping penghantar didefinisikan sebagai rapat muatan permukaan diberi lambang (sigma), yang diukur dalam C/m 2 .

37

Listrik Magnet

G a m b a r ( 6 ) medan listrik diantara dua keeping sejajar
G a m b a r ( 6 ) medan listrik diantara dua

Gambar (6) medan listrik diantara dua

keeping sejajar

G a m b a r ( 6 ) medan listrik diantara dua keeping sejajar

q

A

N

(9)

.E.A

.E.A

A

Karena N =

………

e

e

0

0

Maka :

A

e

0

.E

Sehingga, kuat medan listrik antara dua

keeping sejajar adalah :

E

e

0

……………… (10)

Dengan :

E = kuat medan listrik (N/C)

= rapatan muatan keeping (C/m 2 )

e = permitivitas runag hampa = 8,85 x

 

10 -12 C/Nm 2

MEDAN

MAGNET

DI

SEKELILING

DISTRIBUSI

MUATAN

YANG

SEDERHANA

Distribusi muatan yang

Titik sekehendak dalam

Besar intensitas listrik

menimbulkan medan

medan listrik

di titik ini

 

listrik

Muatan titik tunggal q

Sejauh r dan q

=

… … …

Beberapa muatan titik,

q 1 , q 2 , ……………….

Sejauh r 1 dari q 1 , r 2 dari

q

2

= (

+

+ ⋯ )

(jumlah vektor)

Dipol di titik asal, mo-

a. Titik pada sumbu – x,

= 2

men dipol p pada sumbu

 

pada jarak yang jauh.

 

x

b. Titik pada sumbu – y,

=

 

pada jarak yang jauh

38

Listrik Magnet

Muatan q terdistribusi merata pada permukaan sebuah konduktor bola yang radiusnya R Silinder panjang; radius- nya R; muatan persatu- an panjang λ Dua pelat konduktor berlawana tanda; muatannya per satuan luas σ Sembarang konduktor bermuatan

a. Di luar r R

 

(a)

=

 

b. Di dalam, r > R

 

(b)

= 0

a. Di luar r R

 

(a)

= 2

   

b. Di dalam, r > R

 

(b)

= 0

Sembarang

titik

antara

=

pelat

Tepat di luar permukaan

 

 

=

 

39

Listrik Magnet

C. EVALUASI
C. EVALUASI

1

2

Sebuah bola konduktor diberi muatan +12 μC dan berjari- jari 4 cm. Jika ada tiga titik

A, B dan C yang dari pusat berjarak RA = 3 cm, RB = 4 cm dan RC = 6 cm maka

tentukan kuat medan listrik di titik A, B dan C

Penyelesaian Diketahui : Q = +12.10 6 C

R = 4.10 -2 m

Ditanya

:

,

, dan =

?

Dijawab

:

Titik A : R A < R B , di dalam bola berarti E A = 0

Titik B : di permukaan bola :

=

=

9. 10

12 . 10 (6 . 10 )

= 6,75.10 7 N/C

Titik C : di luar bola :

=

=

9. 10

12 . 10 (6 . 10 )

= 3.10 7 N/C

Tentukan kuat medan di dalam dan di luar selimut bola dengan jari-jari R dan

bermuatan Q!

Penyelesaian:

Diketahui : bola dengan jari-jari R dan muatan Q

Ditanyakan : E dalam dan E luar =

Jawab

Di dalam selimut bola, jari-jari r < R dan tidak ada muatan yang melingkupi (Q = 0).

?

:

40

Listrik Magnet

 
   
 

Di luar selimut bola, jari-jari r > R, memiliki rapat muatan luas yang besarnya adalah:

 
 

Sehingga :

 
 

3

Jika terdapat persegi dengan panjang sisi 20 cm, lalu bila sebuah medan listrik homogen sebesar 200 N/C ditembakkan ke arahnya dengan arah yang tegak lurus bidang persegi tersebut, berapa jumlah garis medan listrik yang menembus bidang persegi tersebut? Penyelesaian :

Diketahui : Luas Persegi = 20 x 20 = 400 cm 2 = 4 x 10 -2 m 2 Ditanya : listrik fluks (Φ) ? Dijawab :

Φ = E. A

Φ = 200. 4 x 10 -2 m

 

Φ = 8 weber

4

Sobat punya sebuah bidan lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Jika ada kuat medan listrik sebesar 200 N/C mengarah pada bidang tersebut dengan membentuk sudut 30 0 terhadap bidang. Tentukan berapa fluks listrik tersebut?

Penyelesaian :

 

Diketahui : Luas Bidang = Luas lingkaran = π r 2 = 22/7 x 49 = 154 cm 2 = 1,54 x 10-2 m 2 dan Cos θ = Cos 60 o

Ditanya

: Φ ?

Dijawab

:

Φ = E. A.cos θ

Φ

= 200. 1,54 x 10 -2 . 0,5

41

Listrik Magnet

 

Φ = 1,54 weber

 

5

Sebuah bola kecil bermuatan listrik 10 μC berada di antara keping sejajar P dan Q dengan muatan yang berbeda jenis dengan rapat muatan 1,77 × 10 -8 C/m 2 . Jika g = 10 m/s 2 dan permitivitas udara adalah 8,85 × 10 -12 C 2 /Nm 2 , hitung massa bola tersebut!

 
 

Penyelesaian:

Diketahui:

 

q

= 10 μC = 10 -5 C

 

σ

= 1,77 × 10 -8 C/m 2

g

= 10 m/s 2

ε 0 = 8,85 × 10 -12 C 2 /Nm 2

 

Ditanya: m = Jawab :

?

1 2 C 2 /Nm 2   Ditanya: m = Jawab : ? Dari gambar di

Dari gambar di atas, syarat bola dalam keadaan setimbang adalah jika :

F

= w

q.E = m.g

 
keadaan setimbang adalah jika : F = w q.E = m.g   6 Sebuah konduktor dua

6

Sebuah konduktor dua keping sejajar yang tiap kepingnya berbentuk persegi panjang

(panjang=5 cm, lebar = 4cm) diberi muatan 1,77μC yang berlawanan jenis. Hitung (a)

42

Listrik Magnet

7

rapat muatan listrik masing-masing keeping dan (b) besar kuat medan listrik dalam ruang diantara kedua keping

Penyelesaian:

Diketahui : Luas keping A = 20 -4 m 2 , muatan keping q=1,77μC= 1,77´10 -6 C, ε = 8,85´10 -12 .

Ditanya : (a) σ ?

(b) E ?

(a) Rapat muatan dihitung dengan :

σ =8,85 × 10 -4 cm -2

(b) Besar kuat medan E di antara kedua keping, yaitu:

E = = 1,0 × 10 8 N/m

Bola konduktor dengan jari-jari 10 cm bermuatan listrik 500 μC. Titik A, B, dan C terletak segaris terhadap pusat bola dengan jarak masing-masing 12 cm, 10 cm, dan 8 cm terhadap pusat bola. Hitunglah kuat medan listrik di titik A, B, dan C! Penyelesaian:

Diketahui:

R = 10 cm = 10 -1 m

r B = 10 cm = 10 -1 m

q = 500 μC = 5 × 10 -4 C

r C = 8 cm = 8 × 10 -2 m r A = 12 cm = 12 × 10 -2 m

Ditanya:

a. E A =

?

= 8 cm = 8 × 10 - 2 m r A = 12 cm =

43

Listrik Magnet

8

b.

E B =

?

c.

E C =

?

Jawab :

a. Kuat medan listrik di titik A

E C = ? Jawab : a. Kuat medan listrik di titik A b. Kuat medan

b. Kuat medan listrik di titik B

medan listrik di titik A b. Kuat medan listrik di titik B c. Kuat medan listrik

c. Kuat medan listrik di titik C

E C = 0, karena berada di dalam bola, sehingga tidak dipengaruhi muatan listrik.

E C = 0, karena berada di dalam bola, sehingga tidak dipengaruhi muatan listrik. Penyelesaian :

Penyelesaian :

E C = 0, karena berada di dalam bola, sehingga tidak dipengaruhi muatan listrik. Penyelesaian :

44

Listrik Magnet

BAB III ENERGI DAN POTENSIAL LISTRIK

A. DESKRIPSI
A. DESKRIPSI

Medan listrik disekitar tongkat bermuatan dapat dijelaskan bukan hanya oleh sebuah medan listrik E (vector) tetapi juga oleh sebuah kuantitas scalar, yakni potensial listrik V. kuantitas – kuantitas ini dihubungkan dengan erat sekali, dan seringkali hanyalah mengenai soal kemudahan saja yang mana akan digunakan di dalam sebuah soal. Potensial Listrik merupakan besarnya energi potensial listrik pada setiap satu satuan muatan.Potensial listrik juga merupakan besaran skalar yang berkaitan dengan kerja dan energi potensial pada medan listrik. Besaran potensial listrik di suatu tempat hanya mempunyai makna jika dibandingkan dengan potensial di tempat lain. Yang mempunyai makna fisis adalah beda potensial (ada titik acuannya). Karena diukur dalam volt maka beda potensial terkadang disebut voltase atau tegangan. Jika diperhatikan dari persamaan beda potensial yang merupakan integral dari medan listrik E terhadap perubahan jarak. Energi potensial listrik tidak lain adalah usaha yang dilakukan oleh suatu gaya luar untuk memindahkan partikel bermuatan yang berada di sekitar medan listrik. Energi potensial adalah energi yang memperngaruhi benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut yang mana kecenderungan tersebut menuju tak lain terkait dengan arah dari gaya yang ditimbulkan dari energi potensial tersebut. Energi potensial elastis adalah energi potensial dari sebuah benda elastis (contohnya adalah busur panah) yang mengalami perubahan bentuk karena adanya tekanan atau kompresi. Akibatnya adalah akan ditimbulkannya gaya yang akan berusaha untuk mengembalikan bentuk benda tersebut ke bentuk awalnya. Jika tekanan/renggangan ini dilepas, maka energi ini akan berpindah menjadi energi kinetik.

dengan

perpindahan, yaitu turunan spasial, atau gradien. Kuantitas ini sering terjadi pada persamaan proses fisik karena mengarah ke beberapa bentuk fluks . Dalam teknik listrik mengacu khusus untuk potensial listrik gradien, yang sama dengan medan listrik.

Gradien

potensial

adalah

lokal

laju

perubahan

dari

potensi

sehubungan

45

Listrik Magnet

B. MATERI
B. MATERI

a)

INTEGRAL GARIS INTENSITAS LISTRIK

Hukum Gauss mengungkapkan sebuah sifat dasar medan elektrostatik, yaitu bahwa integral permukaan intensitas listrik pada seluruh permukaan berbatas sebanding dengan muatan netto di dalam permukaan tersebut. Sebagaimana halnya hukum Gauss, kita dapat memandangnya sebagai hukum didasarkan pada eksperimen atau yang diderivasi dari hukum Coulomb. Seperti telah diterangkan dalam pembahasan tentang usaha suatu gaya, integral garis sebuah vector, sepanjang sembarang lintasan diperoleh dari

1. Memperkalikan besar komponen tangensial vektor itu, di tiap titik lintasan dengan

panjang sebuah elemen lintasan

2. Mengintegrasi perkalian itu sepanjang lintasan

lintasan 2. Mengintegrasi perkalian itu sepanjang lintasan Misalkan medan radial sebuah muatan titik positif q. garis

Misalkan medan radial sebuah muatan titik positif q. garis penuh antara titik a dan b merupakan sebuah lintasan sekehendak antara kedua titik ini. Intensitas listrik E di sebuah elemen lintasan yang panjangnya ds membentuk sudut θ dengan lintasan. Besar komponen tangensialnya ialah E cos θ dan integral garis E dari titik a ke titik b adalah

=

=

Besar intensitas listrik adalah

. ………………(3.2)

46

Listrik Magnet

= ………………………… (3.3)

Dan dari diagram dapat dilihat bahwa

Maka

. =

=

=

………………(3.4)

Integral garis karena itu hanya bergantung kepada jarak radial dan bukan

kepada bentuk lintasan. Jadi, integral sepanjang sembarang lintasan lain dari a ke b, misalnya

lintasan menurut garis putus-putus sama dengan integral sepanjang lintasan menurut garis

penuh.

Jika integral itu diambil sepanjang sembarang lintasan dalam arah berlawanan, yaitu dari

b ke a, maka

 

. = (

)

Yang merupakan harga negative integral a ke b

Maka dengan demikian, integral garis sekeliling sembarang lintasan tertutup, misalnya garis penuh dari a ke b serta garis putus-putus dari b kembali ke a, sama dengan nol. Artinya

. = …………………………(3.5)

Symbol mengandung arti bahwa integral garis itu mencakup keliling sebuah lintasan

tertutup. Persamaan diatas mengungkapkan sifat dasar kedua suatu medan elektrostatik :

integral garis intensitas listrik sekeliling sembarang lintasan tertutup dalam medan

elektrostatik adalah nol. Karena integral garis itu nol untuk komponen E yang ditimbulkan

tiap muatan titik, maka integral garis itu juga nol untuk medan resultan.

Ada beberapa kejadian khusus dalam mana metode hitungan integral tidak perlu untuk

menentukan integral garis E.

1. Jika E parallel di semua titik dengan sebuah lintasan yang panjangnya dan besarnya sama

di semua titik, maka = = dan

=

2. Jika E tegak lurus pada sebuah lintasan di semua titik = 0 dan integral garis sama

47

Listrik Magnet

dengan nol

3. Jika E = 0 di semua titik sebuah lintasan, maka integral garis sama dengan nol.

Sifat kedua medan elektrostatik ini dapat dipakai untuk menguji kebenaran sebuah ungkapan yang dikemukakan dalam bab sebelum ini. Yaitu bahwa medan listrik tepat di luar permukaan setiap konduktor bermuatan tegak lurus pada permukaan, bila muatan dalam konduktor itu diam.

b)

POTENSIAL LISTRIK

Potensial listrik merupakan besaran skalar yang berkaitan dengan kerja dan energi potensial pada medan listrik. Potensial listrik juga dapat diartikan sebagai kerja luar yang dilakukan untuk memindahkan suatu muatan dari satu titik ke titik lain dalam medan listrik serta merupakan kuantitas skalar.

Gambar 3.1 Potensial Listrik
Gambar 3.1 Potensial Listrik

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa potensial listrik merupakan energi potensial persatuan muatan. Misalkan di suatu titik dalam rnedan listrik Ē diternpatkan suatu rnuatan percobaan q, rnaka potensial listrik V di titik itu dapat dinyatakan dengan rumus :

=

……………………………… (3.1)

48

Listrik Magnet

Dengan U merupakan energi potensial dan q merupakan muatan. Potensial listrik

. Satuan ini diambil dari nama

seorang ilmuwan Italia, penemu baterai (elemen volta) yang bernama Alessandro Volta. Beda potensial (tegangan) antara dua titik yang berada di dalam medan listrik homogen, yaitu:

memiliki satuan Volt (V), dimana Volt merupakan

yaitu: memiliki satuan Volt (V), dimana Volt merupakan Beda potensial kadang-kadang ditulis dengan persamaan ΔV =

Beda potensial kadang-kadang ditulis dengan persamaan ΔV = V1 – V2, untuk selanjutnya hanya ditulis V saja. Sesuai dengan batasan di atas, potensial listrik suatu titik sejauh r dari muatan q besarnya dapat dinyatakan sebagai berikut:

r dari muatan q besarnya dapat dinyatakan sebagai berikut: = dengan: V = potensial listrik (volt)

=

dengan:

V = potensial listrik (volt)

q = muatan listrik (coulomb)

r = jarak (meter)

.

…………………………

(3.2)

Jika terdiri atas beberapa muatan sumber, besarnya potensial listrik adalah jumlah aljabar biasa dari masing-masing potensial. Misalnya, kumpulan muatan sumber adalah q 1 , q 2 , dan q 3 , maka potensial listrik pada titik P adalah:

muatan sumber adalah q 1 , q 2 , dan q 3 , maka potensial listrik

49

Listrik Magnet

dengan r 1 adalah jarak antara q 1 ke P, r 2 adalah jarak q 2 ke P, dan r 3 adalah jarak q 3 ke P. Potensial listrik merupakan besaran skalar, sehingga dalam memasukkan tanda positif atau negatif pada muatan harus dengan benar.

c)

ENERGI POTENSIAL

Energi potensial listrik adalah energi yang diperlukan untuk memindahkan sebuah muatan atau dengan kata lain melawan gaya listrik tersebut. Penjelasan mengenai energi potensial listrik serupa dengan penjelasan mengenai energi potensial akibat adanya medan gravitasi. Energi potensial listrik akan timbul jika sebuah muatan uji q’ didekatkan pada sebuah muatan q. besarnya energi potensial yang timbul pada muatan q’ sebanding dengan usaha yang diperlukan untuk melawan gaya coulomb F c.

F 1 F 1 r 2 r 1
F 1
F 1
r 2
r 1

Gambar 3.2 muatan q’ dipindahkan didalam medan listrik yang ditimbulkan oleh q

50

Listrik Magnet

Gambar 3.3 Energi Potensial Listrik Perhatikan gambar 3.2 dan 3.3 diatas, dapat kita lihat muatan

Gambar 3.3 Energi Potensial Listrik

Perhatikan gambar 3.2 dan 3.3 diatas, dapat kita lihat muatan uji q’ yang mula-mula berada di titik 1 dengan jarak r 1 dari sumber muatan q, berpindah ke titik 2, dengan jarak r 2 dari muatan sumber q. Dari gambar tersebut. secara matematis gaya yang berkerja pada muatan uji q’ dapat dirumuskan oleh:

=

……………………………… (3.6)

Ambil muatan q’ dan q sejenis maka arah gaya F adalah searah dengan perpindahan ∆r. Dengan demikian usaha yang dilakukan oleh gaya Coulomb F untuk perpindahan ∆r searah dari titik 1 ke titik 2 sehingga dapat dihitung dengan menggunakan integral:

= −

Ɵ = ………………….(3.7)

dengan:

Fc = Gaya Coulomb (N) dr = ∆r = perpindahan muatan (r)

Tanda minus tersebut memiliki makna bahwa gaya luar F besamya sama dengan gaya listrik yang melawarmya, dan muatan percobaan q diarnbil sangat kecil. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perpindahan energi potensial yang terjadi sama dengan usaha yang dilakukan oleh gaya coulomb F untuk perpindahan ∆r dan dapat dinyatakan dengan persamaan:

=

=

…………….(3.8)

51

Listrik Magnet

dengan:

∆Ep = Perubahan energi potensial listrik antara kedudukan akhir yaitu titik 2 dan kedudukan awal yaitu titik 1 (Joule)

W 12 = Usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan q’ dari kedudukan (1)

ke kedudukan (2) (Joule)

k = 9x10 9 Nm 2 C -2 (Konstanta coulomb) q’ = Muatan Uji (Coulomb)

q = Muatan sumber (Coulomb)

r 1 = Jarak antara muatan uji q’ dan muatan sumber q pada kedudukan awal, yaitu titik 1 (Meter)

r 2 = Jarak antara muatan uji q’ dan muatan sumber q pada kedudukan akhir, yaitu titik 2 (Meter)

Usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan uji q’ sama dengan perubahan energi potensial muatan tersebut, yaitu selisih antara energi potensial akhir (2) dan energi potensial awal (1). Hal ini membuktikan bahwa gaya coulomb merupakan gaya konservatif, sehingga usaha yang dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain hanya bergantung pada posisi awal dan akhirnya saja. Karena medan listrik bersifat konservatif, kerja yang dilakukan tersebut merupakan penambahan energi potensial muatan uji q, sehingga

W 12 = EP 2 – EP 1 =

……………… (3.8)

Atau secara sistematis, energi potensial dapat ditulis :

EP = W 12 = ……………(3.9)

dengan:

EP

= energi potensial muatan uji q (J)

k

= 9 x 10 9 Nm 2 /C 2

q’

= muatan uji (C)

q

= muatan sumber (C)

r

= jarak muatan uji ke muatan sumber (m)

52

Listrik Magnet

Dengan demikian, energi potensial suatu muatan di suatu titik adalah usaha untuk memindahkan suatu muatan uji dari tempat yang jauh tak berhingga ke suatu tempat di sekitar muatan sumber. Energi potensial total untuk konfigurasi 3 muatan atau lebih adalah:

EP tot = (

+

+

) …………….(3.10)

d)

BEDA POTENSIAL LISTRIK

Seperti yang telah dijelaskan diatas, Potensial listrik merupakan besaran skalar yang berkaitan dengan kerja dan energi potensial pada medan listrik. Dalam prakteknya disebut dengan beda potensial.

( ) − ( ) =

( )

Dimana W ba merupakan energi potensial listrik. Tempat kedudukan titik yang potensial listrik sama disebut permukaan ekipotensial. Dari rumus beda potensial diatas, dapat kita ketahui persamaan dari beda potensial antara dua titik dalam medan listrik Ē, yaitu:

( ) −

( ) =

=

=

medan listrik Ē, yaitu: ( ) − ( ) = − = − = − Gambar
Gambar 3.4 sebuah muatan uji positif , digerakkan dari A ke B di dalam sebuah
Gambar 3.4 sebuah muatan uji positif , digerakkan dari A ke B di dalam sebuah

Gambar 3.4 sebuah muatan uji positif , digerakkan dari A ke B di dalam sebuah medan listrik tak uniform

dari A ke B di dalam sebuah medan listrik tak uniform oleh sebuah pengaruh luar yang

oleh sebuah pengaruh luar yang mengerahkan sebuah gaya F pada muatan uji tersebut

dalam sebuah medan listrik tak uniform oleh sebuah pengaruh luar yang mengerahkan sebuah gaya F pada

53

Listrik Magnet

Seperti kita ketahui, potensial listrik memiliki satuan volt yang didapat dari rumus

. Namun, untuk elektron, atom dan molekul satuannya energinya biasanya digunakan

satuan elektron-volt (eV). Elektron-volt merupakan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan elektron melalui beda potensial 1 volt. Jadi:

1 eV = e(1 V) = (1,602x10 -19 C) (1 joule/C) atau

1 eV = 1,6x10 -19 joule

1. Bidang Ekipotensial

Bidang ekipotensial adalah bidang tempat kedudukan titik-titik yang potensial listriknya sama. Sebuah muatan titik akan menimbulkan potensial yang sama untuk jarak yang sama dari muatan tersebut. Dengan demikian, bidang ekipotensial dari sebuah muatan titik akan berupa kulit bola.

dari sebuah muatan titik akan berupa kulit bola. Gambar 3.5 bidang eksponensial Sifat-sifat bidang

Gambar 3.5 bidang eksponensial

Sifat-sifat bidang ekipotensial adalah sebagai berikut:

1)

Tidak diperlukan usaha untuk memindahkan muatan dalam satu bidang ekipotensial.

2)

Bidang-bidang ekipotensial tidak pernah berpotongan satu sama lain.

3)

Bidang ekipotensial selalu tegak lurus garis-garis medan listriknya.

54

Listrik Magnet

2.

Hukum Kekekalan Energi Mekanik dalam Medan Listrik

Jika gesekan diabaikan dan tidak ada gaya lain yang bekerja selain gaya Coulomb, energi total sebuah partikel dengan massa m dan muatan q yang bergerak dalam suatu medan listrik

adalah :

E = EK + EP =

mv 2 + qV

Karena medan listrik merupakan medan konservatif, berlaku hukum kekekalan energi mekanik

EP 1 + EK 1 = EP 2 + EK 2

qV 1 +

mv 1 2 =

qV 2 + mv 2 2

Karena W =

mv 2 2 -

mv 1 2 , maka:

W = q(V 1 -V 2 ) = W =

mv 2 2 -

mv

1 2

Jika kecepatan awal partikel = 0 dan V 1 -V 2 = , maka:

q =

mv

2 2

Hubungan ini menunjukkan perubahan energi potensial menjadi energi kinetik.

3. Potensial dan Medan Listrik

Medan adalah ruang di sekitar benda dimana disetiap titik didalam ruang tersebut akan terpengaruh oleh gaya yang ditimbulkan oleh benda. Oleh karena partikel yang dibahas itu menghasilkan listrik maka disebutlah medan listrik. Efek distribusi muatan, selain dapat dinyatakan dalam medan listrik dapat juga dinyatakan dalam potensial listrik. Jika medan listrik Ē merupakan serba sama besar dan perpindahan ds sama dengan d, maka akan

didapatkan persamaan :

atau:

=

=

= −

Wab

= Fd

= q o Ed

= Ed

Vb-Va =

55

Listrik Magnet

Sehingga:

E = − Gambar 3.6. sebuah muatan uji positif qo digerakkan dari A ke B
E = −
Gambar 3.6. sebuah muatan uji positif qo digerakkan dari A ke B di dalam
sebuah medan listrik tak uniform oleh sebuah pengaruh luar yang
mengerahkan sebuah gaya F pada muatan uji tersebut

4. Potensial Akibat Sebuah Muatan Titik

Gambar 3.6 memperlihatkan dua titik A dan B di dekat sebuah muatan titik q yang terisolasi. Untuk mudahnya maka kita menganggap bahwa A, B, dan q terletak pada sebuah garis lurus. Cara menghitung perbedaan potensial diantara titik A dan titik B, dengan menganggap bahwa sebuah muatan uji q 0 digerakkan tanpa percepatan sepanjang sebuah garis radial dari A ke B. Didalam gambar 3.6 E menunjuk ke kanan dan dl, yang arahnya selalu di dalam arah gerakan, menunjuk ke kiri. Maka, di dalam persamaannya menjadi :

. = =

Akan tetapi, sewaktu kita bergerak sejaraj dl ke kiri, maka kita sedang bergerak di dalam arah r yang semakin berkurang karena r diukur dari q sebagai sebuah titik asal. Jadi dl = -dr

Dengan menghubungkan persamaan – persamaan ini maka dihasilkan E.dl = E. dr Dengan mensubstitusikan ini kedalam persamaan

Listrik Magnet

56

=

=

 

.

=

.

 

 

=

Dengan menggabungkan ini dengaan persamaan

Maka didapatkan

=

=

Dengan memilih kedudukan referensi A di tak berhingga dan memilih V A = 0 pada

kedudukan ini, dan dengan menghilangkan indeks bawah B maka didapatkan :

=

Persamaan ini memperlihatkan dengan jelas bahwa permukaan – permukaan ekipotensial

untuk sebuah muatan yang terisolasi adalah bola – bola yang konsentris dengan muatan titik

tersebut. Pengkajian dari penurunan tersebut akan memperlihatkan bahwa hubungan ini

berlaku juga untuk titik yang di luar distribusi muatan yang bersifat simetri bola.

Jika ada beberapa muatan titik, maka potensial di suatu titik dapat diperoleh dengan

prinsip superposisi:

= + +

+

… + =

+

+ +

=

Contoh bentuk potensial satu dimensi yang dihasilkan oleh dua buah muatan:

potensial satu dimensi yang dihasilkan oleh dua buah muatan: Gambar 3.7 Potensial Satu Dimensi Oleh Dua

Gambar 3.7 Potensial Satu Dimensi Oleh Dua Muatan

57