Anda di halaman 1dari 4

2.

RUN WAY (R/W)

2.1

Arah Run Way


Tipe pesawat, jumlah pesawat merupakan pertimbangan dalam penentuan arah landas

pacu run way R/W, berikut adalah data-data pesawat yang akan menggunakan fasilitas lapangan
terbang.

Diambil

dari(Tabel

1-1.

Karakteristik

Peswat

Terbang

Komersil,

Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal. 3)

2.2

No.

Jenis Pesawat

1.
2.
3.

DC 9 32
DC 8 63
DC 10 10

Wingspan
m
Lebar
28,45
45,24
47,35

Panjang
Landas Pacu
m
2.286
3.627,12
2.743,2

Lebar Jalur Kontrol Angin


Diambil jenis pesawat rencana dengan lebar wingspan terbesar, yaitu:

Pesawat DC 10 10 ; dengan Lebar Wingspan = 47,35 m ; panjang landasan pacu = 2.743,2 m.


dari(Tabel 1-4 .Aerodrome Reference Code, Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan
Terbang hal.41) didapat:
Kode Angka = 4 (untuk ARFL 1800 dan seterusnya)
Kode Huruf = D (Lebar Wingspan antara 36 -52)
Persyaratan ICAO, pesawat dapat mendarat atau lepas landas pada sebuah lapangan
terbang pada 95% dari waktu dengan komponen Cross Wind tidak melebihi:
* 37 km/jam (20 knots) dengan ARFL 1500 m atau lebih
* 24 km/jam (13 knots) dengan ARFL antara 1200 1499 m
* 19 km/jam (10 knots) dengan ARFL < 1200 m
dari( Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal.161-162)
atau bisa ditabelkan:
Panjang Runway R/W ARFL
Maximum Crosswind
1500 m
20 knots (37 km/jam)
1200 1500 m
13 knots (24 km/jam)
1200 m
10 knots (19 km/jam)
Nilai maximum permisible crosswind componenet = 20 knots (37 km/jam)
ARFL 1500 m ;
Maka: Lebar jalur kontrol angin

= 2 * max. Crosswind
= 2 * 20 knots = 40 knots.

2.3

Panjang Run Way


Run Way merupakan bagian dari lapangan terbang untuk tempat landing dan take off dari

pesawat yang akan beroperasi dilapangan terbang tersebut.


Panjang Run Way biasanya ditentukan oleh jenis pesawat rencana yang memiliki ARFL
terpanjang, yang akan beroperasi pada airport, dalam tugas ini diambil:
Jenis pesawat rencana

: DC 8 63

Code

:4D

ARFL

: 3.672,12 m

Data-data lain yang diketahui


Elevasi

: 112 m

Slope

:1%

Temperatur (C)

T1 (oC)
T2 (oC)

27
28

27
28

26
27

26
27

27
28

27
27

Untuk menetukan Panjanfg Run way maka ARFL yang ada harus dikoreksi terhadap ketiga
kondisi diatas. dari( Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal. 36)

Koreksi terhadap elevasi


Setiap kenaikan 300 m (1000 ft) dari muka air laut harus dikoreksi sebesar 7 %,
sehingga :

L1 = L0 (1+0.07 300 )

; L1 = panjang R/W terkoreksi


L0 = basic length (m)
E = Elevasi (m)

L1 = 3672.12 (1+0.07

112
) = 3721,9087 m
300

Koreksi terhadap temperatur


T1 = temperatur rata-rata dari temperatur harian rata-rata dalam bulan
terpanas.
T2 = temperatur rata-rata dari temperatur harian maximum dalam bulan
terpanas.
T1

Ti 27 27 26 26 27 27 26,667

T2

Ti 28 28 27 27 28 27 27,5

T eff T 1

T 2 T1
27,5 26,667
26,667
26,945 0 C
3
3

untuk setiap kenaikan 1oC, panjang landasan harus dikoreksi 1%

Tiap naik 1000 m dari MSL, temperatur turun 6.5 oC


L2 = L1 [1+0.01( Teff

To)]

; L2 = panjang R/W setelah dikoreksi


Teff = temperatur
To = temperatur standar
(15-0.0065h)

L2 = 3721,9087 (1+0.01[26,945 -(15-0.0065*112)]) = 4193,5862 m

Koreksi terhadap slope


Tiap kenaikan slope 1% maka akan ketambahan 10%, sehingga
L3 = L2 (1+0.1.slope/1%)
L3 = 4193,5862 (1+0.1*1%/1%) = 4612,9448 m

Setelah dikoreksi terhadap ketiga keadaan diatas, maka diperoleh panjang RunWay
yang akan dibuat adalah sebesar = 4612,9448m 4613 m
2.4

Lebar Run Way


Lebar R/W direncanakan paling kurang kurang dua kali landasan untuk keamanannya

(safety area), tetapi FAA mensyaratkan lebar minimum 150 m (500 ft).

dari

( Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal.188)


Lebar perkerasan struktural R/W harus sesuai dengan jenis pesawat.
Dalam tabel 4 6. STANDARD LANDASAN ( Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan
Terbang hal.191), tercantum lebar perkerasan struktural run way sesuai dengan jenis pesawat
rencana peswat terbesar, yakni: Pesawat DC 10 10 maka di dapat:
- Lebar perkerasan

= 200 ft = 60,957 m 61 m

- Lebar area keamanan

= 700 ft = 213,349 m 214 m

- Lebar bahu landasan

= 50 ft

= 15,239 m 16 m
Bahu Landasan

300 m

Safety Area
Yang diperluas

500 ft

150 m

75 m
105 m
240 m

SAFETY AREA LANDASAN

60 m
Blast Pad

Skema Lapangan Terbang


Sumbu Perkerasan

Daerah Aman
5%

16 m

Bahu
Perkerasan Struktural

1.5 %

61 m

16 m

214 m

Skema Lebar RunWay


Area Keamanan Landasan (runway safety area) termasuk di dalamnya; perkerasan
struktural, bahu landasan serta area bebas halangan, rata dan pengaliran airnya terjamin. Area ini
harus mampu dilewati peralatan-peralatan pemadam kebakaran, mobil-mobil ambulans, truk-truk
penyapu landasan (Sweeper), dalam keadaan dibutuhkan mampu dibebani pesawat yang keluar
dari perkerasan struktural.
Blast Pad, suatu area yang direncanakan untuk mencegah erosi pada permukaan yang
berbatasan dengan ujung landasan. Area ini selalu menerima Jet Blast yang berulang. Area ini

bisa dengan perkerasan atau ditanami gebalan rumput.

Pengalaman menunjukkan bahwa,

panjang Blast Pad untuk pesawat-pesawat transport sebaiknya 200 feet = 60 m kecuali untuk
pesawat berbadan lebar panjang yang dibutuhkan Blast Pad sebaiknya 400 feet = 120 m.
Perluasan area keamanan (safety area), dibuat apabila dianggap perlu, ukurannya tidak
tertentu, tergantung kebutuhan lokal. dari( Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan
Terbang hal.181)