Anda di halaman 1dari 5

3.

Taxiway
Taxiway berfungsi sebagai jalan keluar masuk pesawat dari landas pacu ke bangunan

terminal dan sebaliknya atau dari landas pacu ke hanggar pemeliharaan. Taxiway diatur
sedemikian rupa sehingga pesawat yang baru saja mendarat tidak menggangu pesawat lain yang
sedang menuju ke landasan pacu. Kecepatan pesawat yang sudah masuk Taxiway, atau akan
keluar Taxiway menuju landas pacu tidak sebesar kecepatan pesawat waktu berada di landas
pacunya, maka persyaratan mengenai kemiringan memanjang, kurva vertikal dan jarak
pandangan tidaklah seketat pada landas pacu. Oleh sebab itu lebar Taxiway lebih kecil dari lebar
landas pacu, namun lebar Taxiway masih tetap tergantung dari ukuran lebar sayap (wing span)
dari pesawat rencana.
3.1.

Lebar Taxiway
ICAO telah menetapkan lebar taxiway dan lebar total taxiway (lebar perkerasan struktural

dan bahu). Dalam tugas ini, diambil pesawat dengan Winspan terbesar: (pesawat rencana DC
10 10 dengan kode huruf D).
(Tabel 4-8., Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal.192) :
Lebar taxiway

= 23 m (75 ft)

Lebar total taxiway & bahu landasannya = 38 m (125 ft)


Taxiway Strip Width = 85 m (278 ft)
3.2.

Kemiringan (Slope) dan Jarak Pandang (Sight Distance) Taxiway


Berdasarkan persyaratan yang dikeluarkan oleh ICAO untuk taxiway dengan Pesawat

rencana DC 10 10 kode huruf D adalah sebagai berikut (Tabel 4-9, Ir.H.Basuki,Merancang


Merencana, Lapangan Terbang hal.193) :
- Kemiringan memanjang max

= 1.5%

- Perubahan kemiringan memanjang maximum = 1% per 30 m


- Jarak pandang minimum

= 300 m dari 3 m di atas

- Kemiringan transversal maximum dari taxiway

= 1.5%

- Kemiringan transversal maximum dari bagian yang diratakan pada strip


taxiway.
a. miring ke atas

b. miring ke bawah =

2.5 %
5%

Sumbu Perkerasan

Daerah Aman
5%

7.50 m

Bahu
Perkerasan Struktural

1.5 %

23.00 m
38.00 m

Potongan Melintang Taxiway

7.50 m

3.3

Jari - Jari Taxiway


Untuk menentukan jari-jari taxiway digunakan rumus sebagai berikut :

rumus :
R =

V2
125 f

di mana :
V = Kecepatan pesawat pada saat memasuki taxiway
f = Koefisien gesekan antara ban (roda pesawat) dan permukaan
perkerasan
atau dapat pula menggunakan rumus :
R =
di mana :

0.388 W 2

T 2 S

S = Jarak antara titik tengah roda pendaratan utama dengan tepi perkerasan.
= wheel track + FK (= 2.5)
T = lebar taxiway
W = wheel base (jarak antara roda depan dengan roda pendaratan utama)

di dalam menghitung jari-jari taxiway ini diambil jenis pesawat rencana terbesar yaitu untuk
pesawat DC-10-10 , sehingga didapat :
- Untuk wheel track = 10,67 m
- Lebar texiway ( T ) = 23 m
- Wheel base
- S

= 22,07 m

= . 10.67 + 2.5

= 7.835 m

maka :
R =

4.

0.388 22.07 2
51.56m 52 m
23 / 2 7.835

Exit TaxiWay
Fungsi dari exit taxiway (Turn Off), adalah untuk menekan sekecil mungkin waktu

penggunaan landasan oleh pesawat yang mendarat. Exit taxiway dapat ditempatkan dengan
menyudut siku-siku terhadap landasan atau kalau terpaksa menyudut yang lain juga bisa. Exit
taxiway yang mempunyai sudut 30o disebut Kecepatan tinggi atau Cepat keluar sebagai tanda
bahwa taxiway itu direncanakan penggunaannya bagi pesawat yang harus cepat keluar.
Apabila lalulintas rencana pada jam-jam puncak kurang dari 26 gerakan (mendarat dan
lepas landas), exit taxiway menyudut siku cukup memadai. Lokasi exit taxiway ditentukan oleh
titik sentuh pesawat waktu mendarat pada landasan dan kelakuan pesawat waktu mendarat. Untuk
menentukan jarak lokasi exit taxiway dari therhold (ujung runway) dapat dihitung dengan
persamaan:
Jarak dari lokasi thershold ke exit taxiway = Jarak touchdown + D taxiway
Dimana; Jarak touchdown = Jarak titik sentuh pesawat waktu mendarat dari ujung
runway.

D = jarak dari touchdown ke titik A (titik akhir dari jari-jari exit taxiway) yang dihitung
dengan persamaan: D =
Dimana:

S1

( S1) 2 ( S 2) 2
2a

= kecepatan touchdown (kecepatan waktu menyentuh


ujung runway) (Tabel 4-11., Ir.H.Basuki,Merancang

Merencana, Lapangan Terbang hal. 203)


S2

= kecepatan awal ketika meninggalkan landasan.

= perlambatan

Namun jarak yang didapat ini harus ditambah 3% per 300 m (1000 ft) setiap kenaikan dari muka
laut dan sekitar 1% setiap kenaikan 5.6oC (10oF) diukur dari 15oC

59oF.

(Ir.H.Basuki,Merancang Merencana, Lapangan Terbang hal. 202-204).


Dalam tugas ini diambil pesawat rencana yang mempunyai kecepatan terbesar yaitu
pesawat DC-10-10, dengan data-data sebagai berikut:
-

kecepatan touchdown (S1) = 224 km/jam (121 knots) = 62,22 m/det.

jarak touchdown

= 450 m

perlambatan (a)

= 1,5 m/det2

kecepatan awal ketika


meninggalkan landasan (S2)= 27 m/det

data ini untuk touchdown pesawat rencana dalam desain group dengan anggapan:
1. Pesawat group I, jarak touchdown

= 300 m (1000 ft).

2. Pesawat group II & III, jarak touchdown = 450 m (1500 ft)


3. Harga kecepatan awal ketika meninggalkan landasan (S2) dan perlambatan (a)
merupakan suatu tetapan.
Maka, D =

( S1) 2 ( S 2) 2
=
2a

(62,22) 2 ( 27) 2
2(1,5)

Jarak dari thershold ke lokasi exit taxiway


4.1.

1047,44 m

= 450 + 1047,44 = 1497,44 m

Menentukan Letak Exit TaxiWay


Letak exit taxiway (T/W) ditentukan oleh titk sentuh pesawat waktu mendarat pada

landasan dan kelakuan pesawat waktu mendarat. Dalam perencanaan ini dipakai pesawat rencana
DC-10-10 dan termasuk di dalam desain group D, sehingga :
Lo

1497,44 m

a. Koreksi terhadap Elevasi


Setiap kenaikan 300 m dari muka laut, jarak harus ditambah 3%
maka :
L1 = LO (1 +

3
h

)
100 300

di mana h = 112 m

= 1497,44 (1 + (3/100) x (112/300) = 1514,2113 m

b. Koreksi terhadap Temperatur


Setiap kenaikan 5.6oC dari kondisi standard (15oC = 59oF), jarak bertambah 1%
maka :
L2

= L1 [1 + 0.01 (

Tref Ts tan dard


5.6 o C

)]

= 1514,2113 [1 + 0.01 (26,945-15)/5,6]


= 1546,5099 m 1547 m
Jadi, jarak perlu = 1547 m
Jarak dari Threshold sampai titik awal exit taxiway adalah 1547 m
1547 m < Panjang Runway
1547 m < 4613 m ok!
5.

Holding Bay
Pada lapangan terbang yang mempunyai lalulintas pesawat yang padat, sudah perlu

dibangun Holding Bay. Dengan disediakannya Holding bay, maka pesawat dari apron dapat ke
ujung landasan dengan cepat dan memungkinkan sebuah pesawat lain untuk menyalib masuk
ujung landasan tanpa harus menunggu pasawat di depannya yang sedang menyelesaikan
persiapan teknis.
Keuntungan-keuntungan Holding bay antara lain :
a. Keberangkatan sebuah pesawat tertentu yang harus ditunda karena suatu hal padahal dia sudah
masuk taxiway menjelang sampai ujung landasan, tidak menyebabkan tertundanya pesawat
lain yang ada di belakangnya.
Pesawat yang di belakang bisa melewati pesawat depannya di Holding bay.
b. Pemeriksaan altimeter (alat pengukur tinggi) sebelum terbang, memogram alat bantu navigasi
udara, apabila tidak bisa dilaksanakan di apron.
c. Pemanasan mesin sesaat sebelum lepas landas.
Holding Bay bisa juga digunakan sebagai titik pemeriksaan aerodrome untuk VOR (Very
high Omny Range), karena untuk pemeriksaan itu pesawat harus berhenti untuk menerima
sinyal yang benar.
Penentuan ukuran Holding Bay tergantung dari :
a. Jumlah dan posisi pesawat yang akan dilayani ditentukan oleh frekwensi pemakaiannya.
b. Tipe-tipe pesawat yang akan dilayani
c. Cara-cara / kelakuan pesawat masuk dan meninggalkan Hoding Bay.
Ditentukan pula bahwa kebebasan antara pesawat yang sedang parkir dengan pesawat
yang melewatinya, yaitu ujung sayap pesawat (Wing Tip Clerance) tidak boleh kurang dari 15 m
apabila pesawat yang bergerak adalah tipe Turbo Jet, dan 10 m apabila pesawat yang bergerak
adalah tipe propeler. (Ir.H.Basuki,Merancang, Merencana, Lapangan Terbang hal. 205-206)

6.

Fillet
Pada persilangan antara taxiway dengan landasan apron dengan taxiway, perlu tambahan

luas agar gerakan pesawat masih mempunyai Wheel Clearance yang diisyaratkan, tambahan
luas ini disebut Fillet. dalam menentukan jari jari fillet digunakan
0,388.10 2

S
R

R2 R

Rumus:
Dimana :

R2 = Jari-jari fillet
R = Jari-jari Taxiway
W = Wheel base
S = Wheel traek + FK

Untuk pesawat rencana DC 10 10

W = 22.07 m
S = 7.835 m
R = 52 m

0.388.10 2

7.835
52

maka : R2 52

= 40.35 41 m

Fillet

R2
letak sumbu taxiway

Menurut R. Horonjeff, bila

1
0,388.W 2
T maka tidak perlu pelebaran untuk taxiway :
S
2
R

0,388. 22.07
52

1
T
2

7.835

11.47 11.5 (tidak perlu perlebaran)