Anda di halaman 1dari 15

Spinal Anesthesia on Sectio Caesarea

Operation with Pre-Eclamptia, Solutio


Placenta and IUFD
Spinal Anestesi Pada Operasi Sectio
Caesarea Dengan Pre-Eklampsia,
Solusio Plasenta & IUFD
Case Report
RSUD Ambarawa April 2014

CoAss Presentan :
1. Hernanda Adi P 131.0221.042
2. Astria Puspita S131.0221.021
3. Reza Febiardi131.0221.052

Nama

IDENTITAS PASIEN

IDENTITAS PASIEN

Nama

ANAMNESIS

ANAMNESIS

RPD

ANAMNESIS

ANAMNESIS

Px Fisik

Pemeriksaan Obstetri
TFU : 33 Cm
His : 3x/10/40
Leopold 1 : bulat keras
Leopold 2 : punggung kanan
Leopold 3 : bulat lunak
Leopold 4: sudah masuk pintu atas
panggul

Pemeriksaan Lab
Hb RBC Ht Granulosit Monosit
Leu Monosit
Diagnosis
G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu dengan
presentasi bokong + pre eklamsi ringan +
suspect solusio plasenta + oligohidramnion +
IUFD

Primary Survey CYTO..!


Airway (jalan napas)
Sumbatan : benda asing (-), bronkospasme (-), lendir (-), darah (-),
sputum (-).
Auskultasi : ronki (-), wheezing (-), creacles (-)
Breathing (Pernapasan)
Sesak (-)
RR = 20 x/menit
Irama napas teratur, kedalaman dalam, batuk (-), sputum (-),
bunyi napas dalam batas normal, ronki (-), wheezing (-), creacles
(-), snoring (-).
Circulation
Nadi : 100 x/menit
TD : 110/80 x/menit
Suhu : 37 oC
Irama teratur, denyut sedang, akral hangat, warna kulit
kemerahan, sianosis (-), cappilary refill < 2 detik, edema (-).

Disability
AVPU :
Alert (+)
Respon to Verbal (-)
Pain (-)
Unrespon (-)

Kesadaran : compos mentis


Pupil : isokor, miosis
Reaksi cahaya +/+
GCS : 15, E4M6V5
Kekuatan otot 55
55
Evaluasi Exposure - Environment
S : pasien tampak lemah
O : tfu :33 cm, presentasi bokong
A : lanjut terapi sebelumnya
P : lanjut terapi

Klasifikasi ASA (American Society


Anesthesiology):
1. ASA I: Pasien normal sehat, kelainan bedah terlokalisir,
tanpa disertai kelainan faali,biokimiawi, dan
psikiatris. Angka mortalitas 2%.
2. ASA II: Pasien dengan gangguan sistemik ringan s/d
sedang sebagai akibat kelainan bedah atau proses
patofisiologis. Angka mortalitas 16%.
3. ASA III: Pasien dengan gangguan sistemik berat
sehingga aktivitas harian terbatas. Angka mortalitas
38%.
4. ASA IV: Pasien dengan gangguan sistemik berat yang
mengancam jiwa, tidak selalu sembuh dengan operasi.
Misal: insufisiensi fungsi organ, angina menetap. Angka
mortalitas 68%.
5. ASA V: Pasien dengan kemungkinan hidup kecil.
Tindakan operasi hampir tak ada harapan. Tidak
diharapkan hidup dalam 24 jam tanpa operasi /

Persiapan Pre Anastesia Siap


Pasien, Obat, Alat, Diri & A-M-P-L-E
Riwayat anestesi dan operasi sebelumnya.
riwayat penyakit sistemik (diabetes melitus, hipertensi,
kardiovaskuler, TB, asma)
pemakaian obat tertentu, seperti antidiabetik,
antikoagulan, kortikosteroid, antihipertensi secara teratur.
Dua obat terakhir harus diteruskan selama operasi dan
anestesi, sedangkan obat yang lain harus dimodifikasi.
riwayat diet (kapan makan atau minum terakhir. jelaskan
perlunya puasa sebelum operasi)
kebiasaan-kebiasaan pasien (perokok berat, pemakai
alkohol atau obat-obatan)
Riwayat penyakit keluarga

Pemberian Anestesi
Premedikasi

Premedikasi Anastesi
Premedikasi anestesi adalah pemberian obat sebelum anestesi.

Tujuan premedikasi :
Memberikan rasa nyaman bagi pasien, misal : diazepam.
Menghilangkan rasa khawatir, misal : diazepam
Membuat amnesia, misal : diazepam, midazolam
Memberikan analgesia, misal pethidin
Mencegah muntah, misal : cendantron, metoklopropamid
Memperlancar induksi, misal : pethidin
Mengurangi jumlah obat-obat anesthesia, misal pethidin
Menekan reflek-reflek yang tidak diinginkan, misal : sulfas
atropin.
Mengurangi sekresi kelenjar saluran nafas, misal : sulfas atropin
dan hiosin.

Obat
Pethidin

Dalam
sediaan
ampul

Fentanyl

Jumlah di
sediaan
100mg/2cc

pengenceran
2cc + aquadest 8cc

Dalam spuit
10 cc

Dosis (mg/kgBB)
0,5-1

0,05 mg/cc

1 cc spuit =
10 mg
0,05mg

Recofol (Propofol)

ampul

200mg/
20cc

10cc + lidocain 1
ampul

10 cc

2-2,5

10 mg

Ketamin

vial

100mg/cc

1cc + aquadest 9cc

10 cc

1-2

10 mg

Succinilcholin

vial

Tanpa pengenceran

5 cc

1-2

20 mg

Atrakurium Besilat
(Tramus/ Tracrium)

ampul

200mg/
10cc
10mg/cc

Tanpa pengenceran

5 cc

Intubasi: 0,5-0,6,
10 mg
relaksasi: 0,08,
maintenance: 0,1-0,2

Efedrin HCl

ampul

50mg/cc

1cc + aquadest 9cc

10 cc

0,2

5 mg

Sulfas Atropin

ampul

0,25mg/cc

Tanpa pengenceran

3 cc

0,005

0,25 mg

Ondansentron HCl
(Narfoz)

ampul

4mg/2cc

Tanpa pengenceran

3 cc

8 mg (dewasa)
5 mg (anak)

2 mg

Aminofilin

ampul

24mg/cc

Tanpa pengenceran

10 cc

24 mg

Dexamethason

ampul

5 mg/cc

Tanpa pengenceran

5 mg

Adrenalin

ampul

1 mg/cc

Neostigmin
(prostigmin)

ampul

0,5mg/cc

Tanpa pengenceran

Midazolam
(Sedacum)
Ketorolac

ampul

5mg/5cc

Tanpa pengenceran

ampul

60 mg/2cc

Tanpa pengenceran

30 mg

Difenhidramin HCl

ampul

5mg/cc

Tanpa pengenceran

5 mg

0,25-0,3
Masukkan 2 ampul
prostigmin + 1
ampul SA
0,07-0,1

0,5 mg

1 mg

TERIMA KASIH