Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

A.

Cara menilai skala nyeri

B.

Rectal toucher
Rectal Toucher :
Inspeksi : Anoperianal : Benjolan (-)
Jaringan parut(-)
Warna sesuai kulit sekitar
Fistel (-)
Anus hiperemis (-)
Perdarahan (-)
Palpasi : nyeri tekan (-)
Benjolan (-)
Tonus sfingter ani (cukup)
Mukosa dinding rectum (licin), nyeri tekan (-), benjolan (-)
Prostat : permukaan (rata, licin), konsistensi (kenyal), diameter
latero-lateral (3 cm), sulcus medianus (mendatar), nodul (-), nyeri
tekan (-), polus anterior (tidak teraba)
BCR (+)
Handscoon : feses (-), darah (-), lendir (-)

C.

Kenapa pada kolitis ulseratif tidak terjadi anemi

Karena kolitis ulseratif merupakan non infeksi.


D.

DD BAB darah
Diagnosis Banding BAB Darah
Darah yang berwarna merah segar biasanya berasal dari saluran cerna
bagian bawah. Namun kendati demikian. Perdarahan saluran cerna bagian
atas juga dapat menyebabkan feses berwarna merah apabila jumlah darah
yang hilang sangat banyak (lebih dari 1 liter), waktu transit lewat traktus
intestinalis sangat cepat sehingga tidak cukup untuk mengubah darah menjadi
hitam.
1. Kanker Kolon
Terjadi akibat adanya obstruksi parsial oleh neoplasma yang malignan.
Ditandaidengan adanya darah pada feses baik nyata maupun samar serta terjado
perubahanpola defekasi. Perdarahan yang terjadi tidak masif, namun
terkadang disertai olehlendir.penurunan berat badan yang drastis menunjukkan
adanya keganasan.2.
2. Polip benigna pada kolon
Kebanyakan polip tidak menimbulkan keluhan. Gejala utamanya adalah
perdarahanper anum bercampur lendir. Disamping itu biasanya disertai
gangguan defekasi. Polipyang besar dapat menyebabkan tenesmus,
konstipasi, atau peningkatan frekuensibuang air besar.3.
3. Divertikulosis
Merupakan perdarahan pada divertikulum. Biasanya tidak nyeri dengan
feses yangdisertai darah. Meskipun divertikel kebanyakan ditemukan di
kolon sigmoid, namunperdarahan divertikel biasanya terletak disebelah
kanan. Umumnya perdarahanterhenti secara spontan dan tidak berulang.4.
4. Kolitis ulseratif
Terjadi akibat adanya inflamasi pada mukosa dan submukosa rektum
dan kolon yangdisertai ulserasi. Karakteristik fesesnya lunak, hingga cair
dan mengandung darah.Diare ini dapat membangunkan pasien dimalam
hari. Biasanya disertai nyeri yangbersifat kram pada abdomen bagian
bawah atau seluruh abdomen, anoreksia,kelemahan dan demam. Seringkali
terjadi pada orang yang berusia muda.5.
5. Penyakit Chron

Terjadi akibat adanya inflamasi kronis pada dinding usus yang secara
tipikalmelibatkan ileum terminalis dan/atau kolon proksimal. Karakteristik
fesesnya kecil-kecil, lunak hingga encer atau cair. Perdarahannya lebih
sedikit daripada kolitisulseratif. Diare dapat membangunkan pasien pada
malam hari. Chron ditandai denganadanya kram di daerah periumbilikal
atau kuadran abdomen kanan bawah (enteritis)atau nyeri yang difus
(kolitis) disertai anoreksia, demam yang tidak terelalu tinggi,penurunan
berar badan dan abses maupun fistula perianal atau perirektal.
Biasamenyerang usia muda, khususnya akhir usia belasan.6.
6. Disentri infeksius
Terjadi akibat adanya kolonisasi atau invasi mikroorganisme pada
mukosa intestinal (Salmonella non tifoid, Shigella, Campylobacter, E. Coli
yang enteropatik, Entamoeba Histolytica). Ditandai dengan adanya diare yang
lembek hingga cair, disertai darah, pus, atau mukus.
7. Hemoroid
Pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan
keadaan patologi. Pembengkakan submukosa pada lubang anus yang
mengandung pleksus vena, arteri kecil dan jaringan areola yang melebar.
a. H. Interna
Terjadi dalam rektum, tidak bisa dilihat dan diraba, tidak timbul sakit
karena ada sedikit saraf daerah rektum, perdarahan saat BAB, bisa
melebar dan keluar dari bibir anus yang dapat menyebabkan kesakitan.
b. H. Eksterna
Menyerang anus sehingga timbul rasa sakit, perih, gatal. Jika terdorong
keluar oleh feses dapat menyebabkan penggumpalan (trombosis)
8. Amoebiasis
Penyakit infeksi usus besar oleh parasit komensal usus. Umumnya
karena kepadatan penduduk, higiene individu, sanitasi lingkungan hidup,
ekonomi dan kultural kurang. Timbul diare, rasa tidak enak pada lambung
dan feses disertai darah sama lendir.
9. Fissura ani
Nyeri menyengat seperti diiris iris terutama waktu dan setelah berak,
kadang ada titik atau garis darah pada feses. Konstipasi, RT nyeri dan
spasme m. Sphincter.

E. Kenapa dikasih dulcolac supp dan dulcolac tablet


Diberikan saat akan dilakukannya tindakan kolonoskopi karena dapat
membantu untuk pengosongan lambung-usus sebelum atau sesudah operasi.
Dapat meningkatkan akumulasi air dan elektrolit dalam lumen usus besar.