Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

KANKER PAYUDARA
DEFINISI
Kanker Payudara adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang bersifat infiltrat dan non
infiltrat yang terjadi pada wanita.
ETIOLOGI
Penyebab kanker payudara belum jelas diketahui namun pengaruh hormonal
merupakan faktor utama. Apabila pada wanita berusia kurang dari 35 tahun dilakukan kastrasi
ovarium atau adrenal, maka resiko kanker payudara lebih kecil disbanding wanita biasa, wanita
yang menarche pada usia < 11 tahun dan wanita yang sulit punya anak.
Factor luar antara lain makanan diduga ada kaitan dengan insiden kanker payudara serta
golongan resiko yaitu :
1. Wanita berusia diatas 40 tahun
2. Orang tua yang menderita kanker payudara
3. Pernah menderita kanker payudara pada salah satu payudara
4. Penderita tumor jinak payudara
5. Kehamilan pertama terjadi sesudah usia 35 tahun
6. Terapi hormonal lama
7. Pernah mengalami radiasi didaerah dada.

Etiologi kanker payudara


Etiologi pasti sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tapi diperkirakan bahwa penyebab
sangat mungkin multifaktorial. Antara lain:
1. Genetika
adanya kecendrungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker payudara
daripada keluarga yang lain.
Pada kembar monozygote, terdapat kanker yang sama
Terdapat kesamaan lateralisasi kanker buah dada pada keluarga dekat dari penderita
kanker payudara
Seorang dengan klinifelter akan mendapat kemungkinan 66 kali dari pria normal
atau angka kejadiannya 2%.
2. Hormon
kanker payudara umumnya pada wanita, dan pada laki-laki kemungkinannya sangat
kecil
insiden akan lebih tinggi pada wanita diatas 35 tahun
saat ini pengobatan dangan menggunakan hormon hasilnya sangat memuaskan
3. Virogen
baru dilakukan percobaan pada manusia dan belum terbukti pada manusia
4. Makanan
terutama makanan yang banyak mengandung lemak
5. Radiasi daerah dada
sudah lama diketahui, radiasi dapat menyebabkan mutagen.

PATOFISIOLOGI
Kanker payudara bukan satu-satunya penyakit , tapi banyak tergantung pada jaringan payudara
yang terkena. Ketergantungan estrogen pada usia permulaanya. Penyakit payudara ganas
sebelum menapouse berbeda dengan penyakit payudara ganas sesudah menpaouse. Ada
beberapa tumor yang dikenal sebagai estrogen dependent. Mengandung reseptor yang
mengikat estradiol dan pertumbuhannya dirangsang oleh estrogen. Reseptor ini tidak muncul
pada jaringan payudara normal atrau dalam jaringan dysplasia.
Perbedaan benjolan payudara tidak berbahaya dan berbahaya
TIDAK BERBAHAYA
BERBAHAYA / GANAS
Biasanya
bilateral dapat juga Unilateral
unilateral
Paling sering terdapat kuadran luar
Sering terdapat pada kuadran bagian
bagian atras dan mengakar atau
luar, tapi banyak dimana saja pada
pada pusat bagian putting payudara
payudara
Biasanya tunggal
Tunggal/banyak
Tidak teratur, keras
Lembut /keras
Tidak
berpindah-pindah, tidak
Berpindah-pindah,
biasanya
lembut
memiliki siklus kekenyalan dapat Kulit menebal, kemerahan, peau
juga tidak lembut
dorange, dimpling (membentuk
Tidak ada perubahan pada kulit
semacam lesung pipi)
Tidak ada pembesaran
kelenjar Pembesaran kelenjar getah bening,
limpa
ulserasi/borok
Tidak ada retraksi putting, discharge Terjadi retraksi pada putting
biasanya bilateral serosa atau Discharge biasanya unilateral dan
kehijau-hijauan
dapat berdarah
A. TANDA DAN GEJALA
Keluhan utama penderita adalah pembengkakan payudara. Perasaan sakit jaranga
terjadi, kalaupun ada pada tingkat yang lembut. Oleh karena keluhan sakit tidak ada
pasien merasa tidak perlu berobat sehingga tumor dibiarkan tumbuh tanpa menyadari
akibat yang terjadi. Itulah sebabnya penderita tumor payudara ditemukan pada tingkat
pertumbuhan lanjut.
Pada situasi demikian sering ditemukan tumor melengkket dengan kulit atau kelihatan
seperti bisul disertai pembengkakan kelenjar getah bening diaksila maupun dileher.
Pada keadaan demikian pengobatan biasanya hanya bersifat pengobatan kuratif
dapat dilakukan apabila tumor ditemukan pada stadium dini. Karsinoma timbul dari selsel duktus laktoferus biasanya pada wanita berusia lebih dari 40 tahun.
B. KLASIFIKASI KANKER PAYUDARA
I.
Kurang dari 2 cm (T1) tidak ada (NO), tidak ada (MO)
II.
Kurang dari 5 cm (T1 atau T2) menyebar ke kelenjar getah bening diaxila, tidak
ada (MO)
III.
Lebih dari 5 cm dengan invasi kulit melebar pada dinding dada
IV.
Setiap ukuran (setiap T)

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG/PENATALAKSANAAN
Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan :
1. Pemeriksaan payudara sendiri
2. Pemeriksaan payudara secara klinis
3. Pemeriksaan manografi
Mamografi adalah foto payudara dengan menggunakan alat khusus, tehnik
sederhana tidak sakit dan tidak ada suntikan kontras. Dengan cara ini tumor
payudara ukuran 0,5 cm dapat dideteksi. Apabila pemeriksaan sendiri ditemukan
ada benjolan pada payudara, pemeriksaan dilanjutkan dengan mamografi,
pemeriksaan dilanjutkabn dengan patologis, sistologis, biopsy, aspirasi, atau biopsy
bedah.
4. Biopsi aspirasi
Indikasinya adalah :
a. Diagnosa preoperasi tumor yang klinis diduga maligna
b. Diagnosis konfirmatif klinis tumor meligna / rekurent
c. Diagnosis tumor non neoplastik atau neoplastik
d. Mengambil bahan untuk kultur/ bahan penelitian.
5. True cut
Jaringan diperoleh dengan menggunakan jarum cauter besar yang dilengkapi alat
pemotong jaringan. Pengambilan jaringan dilakukan dibawah anestesi local /umum.
6. Biopsi terbuka
Prosedur pengambilan dengan jalan operasi kecil exsisi atau insisi yang dilakukan
sebagai diagnosis pre operasi atau durante operationam. Biopsy insisi durante
operionam dan pemeriksaan histapatologi jaringan dilakukan untuk mengetahui
sifat tumor (jinak/ganas)
7. USG Payudara, pemeriksaan darah lengkap, X-ray dada, therapy medis,
pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi.
D. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a. Riwayat Keperawatan
Pernah mengalami Ca
Mendapatkan terpi radiasi untuk Ca
Riwayat kelurga yang pernah menderita Ca
b. Pengkajian Fisik
Manifestasi:
Kelenjar non spesifik
Nyeri bengkak, tendernes
Teraba massa
Pergerakan terbatas
Pucat, kelemahan
c. Pengkajian psikosis
Loss of control
Cemas
Takut akan kematian

Proses berduga
Perubahan koping
Prilaku mal adaptif
d. Test Laboratorium
Serum alkalin phospatase meningkat
Leukositosis
Serum kalium
e. Test Radiologi
Rutin X ray
CT Scan
Biopsi
NO
1

DIAGNOSA
KRITERIA HASIL
KEPERAWATAN
Ansietas b. d krisis Individu akan :
situasi (kanker),
1. Menggambarkan
perubahan status
ansietas dan pola
kesehatan.
kopingnya
2. Menghubungkan
peningkatan
psikologi dan
kenyamanan
fisiologis
3. Menggunakan
mekanisme
koping yang
efektif dalam
menangani
ansietas

Kerusakan
integritas jaringan
berhubungan
dengan trauma
mekanik :
pembedahan

Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengidentifikasi
penyebab
kerusakan
jaringan
mekanik.
2. Berpartisipasi

INTERVENSI
1. Fasilitasi pasien untuk
mengungkapkan pikiran dan
perasaan
2. berikan lingkungan nyaman dan
terbuka untuk mendiskusikan
perasaan/menolak untuk bicara
3. lakukan kontak sering dengan
pasien
4. Bantu pasien /orang terdekat
dalam mengenal dan
mengklarifikasi rasa cemas untuk
memulai / mengembangkan
strategi koping untuk menghadapi
kecemasan
5. berikan informasi akurat ,
konsisten mengenai prognosis,
pengobatan yang dianjurkan dan
potensial efek samping dan beri
kesempatan untuk bertanya
6. observasi perubahan koping tidak
efektif
7. libatkan keluarga sesuai indikasi
jika keputusan mayor akan dibuat.
1. Kaji balutan luka; karakteristik
drainase (jumlah) adanya
kemerahan dan nyeri pada insisi
2. Anjurkan pada pasien untuk tidak
menggaruk pada kulit yang kering
3. Ubah posisi dengan sering
4. Anjurkan pasien untuk melakukan
perawatan kulit dengan krim yang

dalam
perencanaan
untuk
meningkatkan
penyembuhan
luka.
3. Memperlihatkan
kemajuan
penyembuhan
luka jaringan.

di izinkan dokter
5. Lakukan perawatan luka operasi
secara steril
6. Anjurkan pasien untuk tidak
menggunakan pakaian yang
sempit/ketat
7. kolaborasi untuk pemberian terapi
antibiotik

Perubahan
Kenyamanan
berhubungan
dengan trauma
jaringan sekunder
terhadap kanker

Individu akan
1. Memperlihatkan
bahwa orang lain
membenarkan
nyeri itu ada.
2. Memperlihatkan
pengurangan
nyeri setelah
melakukan
tindakan
penurunan rasa
nyeri yang
memuaskan.

1. Kaji keluhan nyeri, lokasi,


lamanya dan skala nyeri
2. Observasi respon verbal dan non
verbal yang ditunjukan pasien
3. berikan posisi nyaman
4. ajarkan dan anjurkan untuk
lakukan tehnik relaksasi
5. berikan tindakan kenyamanan
dasar seperti perubahan posisi
pada punggung/sisi yang tidak
sakit atau pijatan punggung
6. berikan ungkapan nyaman
7. kolaborasi untuk pemberian
analgetik

Risiko terhadap
infeksi
berhubungan
dengan
melemahnya daya
tahan tubuh
penjamu

Kriteria hasil
Individu akan :
1. Memperlihat
teknik cuci
tangan yang
sangat cermat.
2. Bebas dari proses
infeksi
nosokomial
selama
perawatan di
rumah sakit
3. Memperlihatkan
kemampuan
tentang faktorfaktor risiko
yang berkaitan
dengan infeksi
dan melakukan
tindakan

1. Lakukan prosedur cuci tangan


sebelum dan sesudah melakukan
tindakan/kontak dengan pasien
2. Kaji tanda-tanda infeksi pada luka
3. Ukur tanda-tanda vital(suhu, nadi,
tensi)
4. Lakukan perawatan luka secara
tehnik aseptic dan antiseptik
5. Anjurkan pasien untuk melakuakn
personal hygiene sedara adekuat
6. Anjurkan pasien untuk istirahat
secara adekuat
7. Kolaborasi untuk pemberian terapi
antibiotik dan lakukan
pemeriksaan kultur sesuai indikasi

pencegahan yang
tepat untuk
mencegah infeksi