Anda di halaman 1dari 22

REKAPITULASI KEGIATAN KEILMUAN

1. Pembuatan Peta Administrasi Wilayah Desa


1.1 Latar Belakang
Kelengkapan inventaris desa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
diperhatikan. Hal ini dikarenakan inventaris desa merupakan suatu bagian dari media
informasi yang nantinya memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat. Salah satu
kelengkapan inventaris desa yang sangat penting adalah peta wilayah desa. Walaupun di
Desa Kedungumpul telah ada peta wilayah desa, tetapi peta tersebut masih terdapat beberapa
kekurangan seperti belum dibuat dalam bentuk digital, tidak terdapat koordinat wilayah dan
lain sebagainya. Oleh karena itu, dibuatlah peta administrasi wilayah desa yang terdiri dari
letak jalan, sungai dan batas-batas wilayah dusun di Desa Kedungumpul.
1.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Pembuatan Peta Administrasi Wilayah Desa yang
meliputi batas-batas wilayah dusun, letak jalan dan
sungai.

2.

Tujuan Kegiatan

Untuk melengkapi inventaris desa

3.
4.

Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kedungumpul
Waktu
Pelaksanaan 22 Januari 2014
08.00 13.00

5.

Kegiatan
Tempat

Pelaksanaan Desa Kedungumpul

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Rp 26.500,Terselesaikannya

pembuatan

peta

administrasi

wilayah desa dan diletakkan di balai desa

8.

Metodologi

Pemetaan wilayah-wilayah dusun, letak jalan, sungai,


dengan menggunakan peta dasar berupa Peta Rupa
Bumi Indonesia (RBI) dan peta desa terdahulu,
kemudian diolah dengan menggunakan software
Arc GIS 9.3

1.3 Hasil Pelaksanaan


- Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan semua Kepala Dusun di Desa Kedungumpul. Kegiatan ini
-

bertempat di Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan selesainya
pembuatan peta administrasi wilayah desa dan telah diletakkan di balai desa

Kedungumpul.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
2

Nama Barang
Print Peta A3
Bingkai Peta A3

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500

TOTAL
26.500
Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan langsung ke semua dusun di
Desa Kedungumpul.

1.4 Pembahasan
- Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah terselesaikannya pembuatan
peta administrasi wilayah desa dan diletakkan di balai desa.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu sulitnya mengetahui batas
pasti masing-masing dusun.
Kekuatan
desa menyambut

Masyarakat
antusias

terhadap

Kelemahan
dengan Tingkat keakuratan batas wilayah dusun

program

yang yang masih agak rendah

direncanakan
Peluang
Hambatan
Dapat memberikan informasi wilayah desa Sumber data yang kurang
kepada warga

Gambar 1. Jalan di Dusun Magetan

Gambar 2. Batas Dusun Kedungwiyu

Gambar 3. Batas Dusun Magetan

2. Pembuatan Peta Tata Guna Lahan


2.1 Latar Belakang
Kelengkapan inventaris desa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
diperhatikan. Hal ini dikarenakan inventaris desa merupakan suatu bagian dari media
informasi yang nantinya memang sangat dibutuhkan. Salah satu kelengkapan inventaris desa
yang sangat penting adalah peta tata guna lahan. Dengan adanya peta tata guna lahan,
masyarakat dapat memperkirakan perencanaan pembangunan desa sesuai dengan tatanan
lahan yang telah ada.
2.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Pembuatan Peta Tata Guna Lahan yang meliputi
pemukiman, perkebunan, sawah dan lain sebagainya.

2.

Tujuan Kegiatan

Untuk melengkapi inventaris desa

3.
4.

Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kedungumpul
Waktu
Pelaksanaan 24 Januari 2014
08.00 13.00

5.

Kegiatan
Tempat

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Pelaksanaan Desa Kedungumpul


Rp 26.500,Terselesaikannya pembuatan peta tata guna lahan dan
diletakkan di balai desa

8.

Metodologi

Pemetaan wilayah Desa Kedungumpul berdasarkan


penggunaan lahannya dengan menggunakan peta
dasar berupa peta Rupa Bumi Indonesia (RBI),
kemudian diolah dengan menggunakan software
Arc GIS 9.3

2.3 Hasil Pelaksanaan


- Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan semua Kepala Dusun di Desa Kedungumpul. Kegiatan ini
-

bertempat di Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan selesainya

pembuatan peta tata guna lahan dan telah diletakkan di balai desa Kedungumpul.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
2

Nama Barang
Print Peta A3
Bingkai Peta A3

TOTAL
-

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500

26.500

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa


Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan langsung ke semua dusun di
Desa Kedungumpul.

2.4 Pembahasan
- Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah terselesaikannya pembuatan
-

peta tata guna lahan dan diletakkan di balai desa.


Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu kondisi cuaca yang tidak
mendukung, dikarenakan sering hujan mengakibatkan kegiatan pemetaan sulit
dilaksanakan.

Kekuatan
Kelemahan
Masyarakat desa menyambut dengan antusias Minimnya waktu pelaksanaan pemetaan

terhadap program yang direncanakan


Peluang
Dapat memberikan informasi yang lebih Kondisi cuaca
kepada warga berupa penggunaan lahan desa

Hambatan

Gambar 4. Lahan Perkebunan di


Dusun Juwari

Gambar 5. Sawah di Dusun Ngesrep

Gambar 6. Pemukiman di Dusun Magetan

3. Pembuatan Peta Permodelan Aliran Airtanah


3.1 Latar Belakang
Sumber daya airtanah merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting,
dikarenakan menyangkut kebutuhan pokok dari masyarakat yang semakin meningkat dalam
menggunakan potensi air bawah tanah. Airtanah pada dasarnya adalah sebuah sumber daya
yang tersembunyi, karena itu studi tentang airtanah di bawah kedua kondisi batas alami dan
buatan memerlukan teknik permodelan dalam aplikasinya. Model aliran airtanah merupakan
alat yang dirancang untuk menggambarkan bentuk sederhana dari suatu kejadian dalam
sistem aliran airtanah. Permodelan aliran airtanah ini dapat diterapkan pada beberapa hal,
seperti analisa akuifer secara regional, analisa interaksi antara aliran airtanah dangkal dan
airtanah dalam, operasi penirisan (dewatering), optimasi pemompaan pada suatu wilayah,
analisa pola aliran airtanah dekat sumur pemompaan dan lain sebagainya.
3.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

2.

Tujuan Kegiatan

Keterangan
Pembuatan Peta Pemodelan Aliran Airtanah yang
meliputi letak akuifer, arah aliran airtanah.

3.
4.

Untuk mengetahui penyebaran lapisan akuifer dan


mengetahui arah aliran airtanah sehingga dapat
memudahkan penentuan pembuatan sumur gali
Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kedungumpul
Waktu
Pelaksanaan 27 Januari 2014
08.00 17.00

5.

Kegiatan
Tempat

Pelaksanaan Desa Kedungumpul

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Rp 26.500,Terselesaikannya pembuatan peta permodelan aliran


airtanah dan diletakkan di balai desa

8.

Metodologi

Pemetaan hidrogeologi dengan mengumpulkan dataData seperti koordinat, elevasi, kedalaman sumur dan
kedalaman Muka Air Tanah kemudian diolah dengan
Software Surfer 8.

3.3 Hasil Pelaksanaan


- Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan semua Kepala Dusun di Desa Kedungumpul. Kegiatan ini
-

bertempat di Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan selesainya
pembuatan peta permodelan aliran airtanah dan telah diletakkan di balai desa

Kedungumpul.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
2

Nama Barang
Print Peta A3
Bingkai Peta A3

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500

TOTAL
26.500
Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan langsung ke semua dusun di
Desa Kedungumpul.

3.4 Pembahasan
- Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah terselesaikannya pembuatan
peta tata guna lahan dan diletakkan di balai desa.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu kondisi cuaca yang tidak
mendukung, dikarenakan sering hujan mengakibatkan kegiatan pemetaan sulit
dilaksanakan.
Kekuatan
desa menyambut

Masyarakat
antusias

terhadap

program

Kelemahan
dengan Tingkat keakuratan data kedalaman sumur
yang

direncanakan
Peluang
Dapat memberikan informasi yang lebih Keberadaan
kepada warga

Hambatan
sumur gali

yang

sudah

berkurang sehingga tidak dapat dilakukan


pengukuran kedalaman secara langsung,
sehingga beberapa data kedalaman sumur
hanya berupa informasi dari Kepala Dusun

Gambar 7. Sumur di Dusun Ngulakan

Gambar 8. Mata Air di Dusun Magetan

Gambar 9. Sungai di Dusun Jurang

4. Pembuatan Peta Kerentanan Gerakan Tanah


4.1 Latar Belakang
Gerakan tanah seperti longsor merupakan hal yang perlu kita waspadai mengingat
hal ini menyangkut dengan keselamatan diri kita sendiri. Pada dasarnya tanah longsor
merupakan perpindahan massa tanah dan atau batuan yang terjadi secara alamiah pada
suatu bidang tertentu. Hal ini dapat berdampak terurugnya suatu lokasi, terganggunya
transportasi & perekonomian, dan kerusakan konstruksi bangunan bahkan dapat
menimbulkan korban jiwa. Terlebih saat ini sedang memasuki musim hujan sehingga
potensi terjadinya longsor lebih meningkat lagi. Oleh karena itu, dibuatlah peta kerentanan
gerakan tanah agar warga dapat mengetahui zona atau daerah yang berpotensi terjadi
longsor.
4.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Pembuatan Peta Kerentanan Gerakan Tanah berdasarkan tingkat/kondisi pelapukan, topografi, penggunaan lahan, ketebalan soil, curah hujan, slope
(kemiringan lereng) dan permeabilitas tanah.

2.

Tujuan Kegiatan

Untuk mengetahui daerah yang berpotensi longsor.

3.
4.

Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kedungumpul
Waktu
Pelaksanaan 29 Januari 2014
08.00 17.00

5.

Kegiatan
Tempat

6.

Kegiatan
Pembiayaan

Pelaksanaan Desa Kedungumpul


Rp 26.500,-

7.

Parameter Keberhasilan

Terselesaikannya pembuatan peta kerentanan gerakan


tanah dan diletakkan di balai desa.

8.

Metodologi

Pemetaan langsung ke semua wilayah di Desa


Kedungumpul, dengan meneliti beberapa parameter
seperti tingkat/kondisi pelapukan, topografi, penggunaan lahan, ketebalan soil, curah hujan, slope
(kemiringan lereng) dan permeabilitas tanah.

4.3 Hasil Pelaksanaan


- Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan semua Kepala Dusun di Desa Kedungumpul. Kegiatan ini
-

bertempat di Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan selesainya
pembuatan peta kerentanan gerakan tanah dan telah diletakkan di balai desa

Kedungumpul.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
2

Nama Barang
Print Peta A3
Bingkai Peta A3

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500

TOTAL
26.500
Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan langsung ke semua dusun di
Desa Kedungumpul.

4.4 Pembahasan
- Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah terselesaikannya pembuatan
-

peta tata guna lahan dan diletakkan di balai desa.


Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu kondisi cuaca yang tidak
mendukung, dikarenakan sering hujan mengakibatkan kegiatan pemetaan sulit
dilaksanakan.

Kekuatan
desa menyambut

Masyarakat
antusias

terhadap

program

Kelemahan
dengan Minimnya waktu pelaksanaan pemetaan
yang

direncanakan
Peluang
Dapat memberikan informasi yang lebih Kondisi cuaca
kepada warga mengenai daerah yang rawan
longsor

Hambatan

Gambar 10. Zona dengan kerentanan gerakan tanah


sedang di Dusun Juwari

Gambar 11. Zona kerentanan gerakan


tanah rendah di Dusun Kedungwiyu

Gambar 12. Zona kerentanan gerakan tanah

Gambar 13. Zona kerentanan gerakan tanah

sangat rendah di Dusun Ngesrep

sedang di Dusun Ngumpul

REKAPITULASI KEGIATAN MULTIDISIPLIN


1. Tes Buta Warna
1.1 Latar Belakang
Penyakit buta warna merupakan suatu penyakit yang diakibatkan adanya kelainan
pada sel kerucut pada mata seseorang. Penyakit buta warna ini banyak jenisnya, ada yang
tidak dapat membedakan beberapa warna bahkan ada yang benar-benar total tidak dapat
melihat warna-warna di sekelilingnya. Penyakit buta warna ini perlu kita ketahui sedini
mungkin karena hal ini pada umumnya dijadikan sebagai acuan dalam beberapa aktivitas
kita seperti syarat masuk kuliah di beberapa jurusan dan juga syarat masuk dunia kerja. Oleh
karena itu, hal ini perlu diketahui sedini mungkin, agar kita dapat menyiasati masalah buta
warna tersebut, walapun secara ilmu medis tidak dapat disembuhkan.
1.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Tes buta warna dengan bantuan dari karang taruna
setempat

2.

Tujuan Kegiatan

3.
4.

Sasaran Kegiatan
Masyarakat Dusun Juwari
Waktu
Pelaksanaan 26 Januari 2014
20.00 21.00

5.

Kegiatan
Tempat
Kegiatan

Untuk mengetahui ada atau tidaknya warga yang


mengalami penyakit buta warna.

Pelaksanaan Rumah Kepala Dusun Juwari

6.
7.

Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Rp 27.000,Mengetahui

ada

atau

tidaknya

warga

yang

mengalami penyakit buta warna.

8.

Metodologi

Pemeriksaan langsung kepada warga dengan menggunakan buku tes buta warna (tes ishihara)

1.3 Hasil Pelaksanaan


-

Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan Karang Taruna di Dusun Juwari. Kegiatan ini bertempat di Dusun

Juwari, Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan telah
mendapatkan informasi mengenai ada atau tidaknya warga yang mengalami penyakit

buta warna.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1

Nama Barang
Buku tes buta warna

TOTAL
-

Harga Satuan (Rp)


27.000

Harga Total (Rp)


27.000

27.000

Dana yang digunakan bersumber dari Mahasiswa


Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan langsung terhadap warga di Dusun
Juwari.

1.4 Pembahasan

Kegiatan Tes Buta Warna ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah telah
mendapatkan informasi mengenai ada atau tidaknya warga yang mengalami penyakit

buta warna.
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu warga yang kurang
anstusias mengikuti kegiatan ini dikarenakan merasa takut jika terbukti mengalami buta
warna.

Kekuatan
Dukungan dari karang taruna setempat.

Kelemahan
Kurang antusiasnya warga dalam mengikuti
kegiatan ini.

Peluang
Mengetahui informasi sedini mungkin.

Hambatan
Warga yang merasa takut apabila terbukti
mengalami buta warna.

Gambar 14. Kegiatan Tes buta warna


di Dusun Juwari

Gambar 15. Penyuluhan tentang penyakit


buta warna di Dusun Juwari

2. Tes Golongan Darah


2.1 Latar Belakang
Golongan darah merupakan hal yang perlu kita ketahui sedini mungkin dikarenakan
hal ini berkaitan dengan kesehatan kita. Banyak keuntungan apabila kita telah mengetahui
golongan darah kita diantaranya untuk memudahkan mengikuti kegiatan donor darah. Selain
itu, apabila seburuk-buruknya terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau
apapun yang mengakibatkan kita membutuhan donor darah, maka apabila kita telah
mengetahui golongan darah kita sebelumnya akan memudahkan proses tersebut.
2.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Tes golongan darah untuk siswa SD, bekerja sama
dengan pihak Puskesmas setempat

2.

Tujuan Kegiatan

Untuk mengetahui golongan darah sedini mungkin

3.
4.

Sasaran Kegiatan
Siswa SDN Kedungumpul I kelas 3 6
Waktu
Pelaksanaan 5 Februari 2014
09.00 11.00

5.

Kegiatan
Tempat

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Pelaksanaan SDN Kedungumpul I


Rp 325.000,Semua siswa mendapatkan kartu golongan darah

8.

Metodologi

Pemeriksaan langsung kepada para siswa dibantu


oleh pihak Puskesmas setempat.

2.3 Hasil Pelaksanaan


-

Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat. Kegiatan ini bertempat di SDN

Kedungumpul I, Desa Kedungumpul.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan telah

mendapatkan informasi golongan darah semua siswa kelas 3-6, SDN Kedungumpul I.
Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
2
3

Nama Barang
Reagen
Jarum suntik (100 buah)
Jasa petugas puskesmas

Harga Satuan (Rp)


245.000
300
50.000

TOTAL
-

Harga Total (Rp)


245.000
30.000
50.000

325.000

Dana yang digunakan bersumber dari Mahasiswa


Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan langsung terhadap siswa SDN
Kedungumpul I dengan bantuan pihak Puskesmas setempat.

2.4 Pembahasan
- Kegiatan Tes Golongan Darah ini dapat dikatakan berhasil. Indikasinya adalah telah
mendapatkan informasi mengenai golongan darah semua siswa kelas 3-6, SDN
-

Kedungumpul I.
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu biaya yang cukup tinggi
sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan ini, hanya kelas 3 sampai kelas 6
saja.

Kekuatan
Kelemahan
Antusiasme pihak sekolah dan bantuan dari Tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan

pihak Puskesmas setempat


ini, hanya kelas 3 6.
Peluang
Hambatan
Mengetahui informasi golongan darah sedini Biaya yang cukup tinggi
mungkin.

Gambar 16. Tes Golongan Darah di SDN Kedungumpul 1, Dusun Sendang