Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada BAB ini, membahas tentang asuhan keperawatan terkait pengkajian,


rumusan masalah, diagnosa keperawatan, intervensi, dan evaluasi, pada Ny.K
dengan komplikasi dari DM ketoasidosis diabetik.

A. Pengkajian
Klien datang ke rumah sakit dengan keluhan penurunan kesadaran. Klien
mengalami sesak nafas sejak 2 hari SMRS, tidak mau makan, mual(+) muntah (-)
mencret (+). Klien memiliki riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu, tidak pernah
mengkonsumsi obat dan tidak menjaga diit makanan.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data bahwa konjungtiva anemis,
nafas bau keton, Pada pernafasan nafas cepat dan dangkal, penggunaan otot
penafasan (+) takipneu. Urin 2000cc. Lain-lain dalam batas normal, sedangkan
kekuatan tonus otot tidak terkaji.
B. Pemeriksaan Diagnostik
Pada pemeriksaan diagnostik didapatkan data bahwa kadar gula sewaktu
klien 767 mg/dl yang menunjukkan bahwa klien mengalami hiperglikemia. Kadar
ureum-kreatininnya tinggi yang masing masing ureum 342 dan kreatinin 6.4 hal
ini menandakan ada kelainan pada fungsi ginjal. Kenaikan kadar kreatinin, urea
nitrogen darah (BUN) dan Hb juga dapat terjadi pada dehirasi. Setelah terapi
rehidrasi dilakukan, kenaikan kadar kreatinin dan BUN serum yang terus berlanjut
akan dijumpai pada pasien yang mengalami insufisiensi renal.Pengobatan efektif
kasus ketoasidosis diabetik yang hebat (http://library.usu.ac.id, 2003). Natrium
meningkat karena Efek hiperglikemia ekstravaskuler bergerak air ke ruang
intravaskuler.
Hasil AGD menunjukkan asidosis metabolik . Asidosis Metabolik adalah
keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar
bikarbonat dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga
pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan menurunnya pH darah,

pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk
menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon
dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut
dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Tetapi kedua
mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan
terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan
koma
C.

Diagnosa Keperawatan
Sesuai dengan kondisi Ny.K, dan berdasarkan pada dianosa keperawatan

NANDA, maka diagnosa yang kami angkat pada klien ini adalah
1. Ketidakefektifan pola nafas b.d ketidakseimbangan kebutuhan o2 dan
suplai O2
2. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan renal
3. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
4. Risiko ketidakstabilan kadar gula darah
D. Intervensi dan Implementasi Keperawatan
Intervensi dibuat berdasarkan diagnosa keperawatan yang muncul dan
mengacu pada Nursing Intervention Clasification (NIC) yang disesuaikan dengan
kondisi Ny.K.
Implementasi yang sudah dilakukan yaitu :
1. Memasang IV line akses
2. Mempertahankan potensi jalan nafas
3. Memonitor kadar gula darah
4. Memonitor kadar AGD dan pemeriksaan darah lengkap
5. Memonitor pola pernafasan (irama, kedalaman dan penggunaan otot
bantu nafas)
6. Memberikan terapi O2 NRM 8L/mnt
7. Memonitor hemodinamik (TD,N,S)
8. Memonitor status neurologis dan kesadaran
9. Kolaborasi pemberian hidrasi cairan loading cairan NaCl 0,9% 2000cc
10. Melakukan pemeriksaan aktivitas jantung (EKG)
11. Kolaborasi pemberian terapi insulin 10 iu (extra) dan insulin 50iu/24jam
(maintanance)
12. Memantau output urin
13. Kolaborasi pemberian terapi bicarbonat 100cc
E. Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan unntuk melihat kemajuan dari proses keperawatan
sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Hasil evaluasi yang didapatkan :
Secara subjektif:

Klien belum dapat memberikan respon subjektif secara maksimal namun


sudah memberikan respon ketika diajak berkomunikasi
Secara objektif:
- TD : 140/75 mmHg HR : 120x/mnt RR : 28x/mnt
- Kesadaran meningkat dari sopor menjadi apatis
- Kadar gula darah turun dari 767 menjadi 475
- Pernafasan kussmaul
- Output urin 3200cc
Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, maka analisa pada Ny.K
adalah: ketidakefektifan pola nafas belum teratasi, risiko ketidakefektifan perfusi
jaringan renal belum teratasi, risiko ketidakefektifan kadar gula darah belum
teratasi,
Rencana selanjutnya pada Ny.K dipindah ruang perawatan ke ruang high
care dan tetap dipantau pola pernafasan, kesadaran, kadar gula darah, dan tandatanda dehidrasi.

Anda mungkin juga menyukai