Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Setiap badan organisasi pasti memiliki sistem dan organisasi yang sudah ditata
sedemikian rupa agar berjalan efektif sesusai dengan tujuan organisasi, baik dalam
lembaga pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan dan lemabaga sosial.
Dalam lembaga pendidikan, terdapat banyak badan-badan yang memiliki tugas
masing-masing

demi lancarnya proses belajar dan mengajar dengan baik.

Lembaga pendidikan juga dilengkapi sarana-prasarana untuk membantu proses


belajar tersebut. Sarana-prasarana yang tersedia berbentuk fasilitas dan
kebersihan. Setiap fasilitas yang sudah disediakan diharapkan dapat dimanfaatkan
dengan baik , namun pada kenyataannya banyak fasilitas pada lembaga
pendidikan masih belum berjalan dengan baik dan menganggu proses belajarmengajar. Kali ini, kelompok kami akan membahas lebih lanjut mengenai fasilitas
yang tersedia di Universitas Darma Cendika yang menurut kami masih banyak
yang perlu dibenahi demi kemajuan dan kenyamanan bersama.
1.2 Tujuan
Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui penyebab ( Fasilitas ) apa
saja yang membuat mahasiswa kurang bersemangat dalam menempuh pelajaran,
maupun melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kampus.

1.3 Rumusan Masalah


Apa saja fasilitas di kampus yang masih harus di perbaiki?
Mengapa fasilitas pendukung proses belajar mengajar masih belum di penuhi?
Apa yang menjadi kendala yang menyebabkan fasilitas di kampus belum
memadai.
BAB II
PEMBAHASAN

Setiap Universitas pasti mempunyai banyak kekurangan dalam melayani


mahasiswanya, baik langsung dan tidak langsung. Tetapi tugas penting untuk
Universitas adalah bertanggung jawab untuk memberikan layanan yang sebaik
mungkin yang mampu di berikan oleh kampus tersebut.
Mengapa masih banyak yang belum terlaksana, seperti WC lantai 3 yang tidak
layak pakai dan bau, parkiran yang tidak cukup dan tidak rapi, ruang kelas yang
tidak mendukung proses mengajar, dan yang lainnya. Tetapi sesuai dengan
analisis kita, banyak hal-hal yang masih mengganjal dan membuat semua fasilitas
kampus masih belum terlaksana, karena banyak hal yang masih belum dapat di
penuhi oleh pihak Universitas.
1. Perpustakaan Kampus
Di perpustakaan kampus, keterbatasan buku di karenakan oleh perpustakaan
hanya menyediakan buku yang dibutuhkan oleh fakultas saja, selain itu juga
perpustakaan juga mendapatkan sumbangan dari universitas berdasarkan materi
skripsi, dan hanya menerima buku tertentu saja, yang di anggap penting untuk
mahasiswa. Dan komputer di perpustakaan sebenarnya lumayan banyak, tetapi
beberapa di pakai untuk keperluan perpus sendiri. Dan mengapa suasana masih
kurang kondusif? Dikarenakan pihak perpustakaan sudah memperingatkan, tetapi
tergantung pada diri sendiri. Mau menjaga kenyamanan teman lainya atau hanya
mementingkan diri sendiri.
2. Tempat untuk sarana Belajar
Fasilitas lain yang harus di perbaiki adalah tempat duduk di depan, sebenarnya
sangat cocok untuk kegiatan belajar, tetapi terbatasnya tempat duduk dan meja
membuat mahasiswa malas untuk mengerjakan sesuatu seperti mengerjakan tugas,
pr atau belajar untuk ujian. Sebaiknya tempat duduk tersebut di perbaiki, karena
ada yang rusak dan di tambah dengan beberapa bangku dan meja untuk
memperlancar kegiatan mahasiswa.dan alangkah baiknya jika menyediakan
ruangan khusus untuk siswa bila ingin mengerjakan suatu tugas kelompok, jika
kami di perpustakaan mungkin tempat dan suasana tidak memadai di karenakan di
perpus adalah ruang diamana kita harus diam serta tenang agar tidak menggangu
teman yang lainnya.

3. Ruang kelas
Keadaan kelas yang kurang nyaman, karena di sebabkan oleh beberapa faktor.
Seperti Keadaan jendela yang kotor dan berdebu, sehingga saat hujan, air hujan
dapat masuk dan sangat mengganggu mahasiswa yang duduk di samping jendela.
Bukan hanya itu, saat melakukan presentasi, mahasiswa juga cukup kesulitan
karena layar LCD dekat dengan jendela yang biasa di siang hari pasti sinar
matahari akan masuk dan mengganggu penglihatan. Sebenarnya pihak Universitas
harus mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki semua kendala yang
mengganggu kegiatan belajar mengajar tersebut.
Kendala lain yang sering kali membuat mahasiswa kecewa adalah kebersihan
kelas yang sangat mengganggu proses belajar mengajar. Kelas yang kotor akan
mengakibatkan ketidak nyamanan mahasiswa untuk melakukan sesuatu di kelas.
Itu semua di karenakan kurangnya petugas kebersihan yang membersihkan
ruangan-ruangan di satu gedung tersebut. Tetapi juga bukan kesalahan semua
jatuh pada kelalaian pihak Universitas, tetapi mahasiswa harus bekerjasama
dengan mereka untuk menjaga kebersihan kampus kita sendiri, seperti tidak
membuang sampah sembarangan di kelas dan lain-lain. Harapan mahasiswa
hanyalah di tambahnya tempat / keranjang sampah di setiap kelas. Supaya
semuanya berjalan dengan baik.
Universitas kita juga di kenal sebagai universitas berbasi katolik, tetapi
mengapa di setiap kelas masih belum ada Salib Yesus? Dan memaparkan gambar
atau foto dari presiden dan wakil presiden kita di depan kelas? Bukannya itu
adalah lambang dari negara kita? Mungkin dapat kita analisa, bahwa kurangnya
kesadaraan dari para staff, dosen, maupun rektor dalam melihat kekurangan
tersebut, yang akan menimbulkan pertanyaan dari mahasiswanya, apakah benar
ini Universitas berbasis katolik?. Tetapi semua tidak bisa di tanggungkan hanya
kepada pengurus dalam Universitas kita ini, sebenarnya semua mahasiswa dapat
bekerja sama dengan baik untuk mengurus kekurangan yang ada di lingkup
wilayah Universitas kita ini.
4. WC umum dan tempat parkir
Fasilitas umum seperti WC dan tempat parkir, menurut kami masih
mengecewakan. Banyak sekali keluhan dari mahasiswa seperti toiletnya jorok,

berasa horor dan toilet umum untuk mahasiswa tidak layak untuk di pakai. Sama
seperti tempat parkir yang atapnya sangat minim, dan sudah lapuk atau rusak.
Sebenarnya pihak universitas harus memperhatikan semua hal itu, dan
memperbaikinya. Buktinya adalah wc umum yang berada di depan kampus,
memiliki satu ruang kecil yang lampunya entah tidak jelas dan pintunya sudah
mulai rusak. Dan pada lantai 3, wc umumnya terasa horor dan jorok sekali.
Menurut analisa kami, banyak anak yang takut untuk menggunakan toilet tersebut
dan memilih toilet umum milik tamu yang kelihatan lebih bersih dan layak untuk
dipergunakan.
5. Wi-fi dan kantin
Wi-fi di kampus kami kurang lancar dan memuaskan karena terbatasnya wi-fi
dan banyaknya pengguna sehingga jaringan internet jadi lambat dan menggangu
mahasiswa untuk melakukan proses pembelajaran menggunakan fasilitas internet
kampus. Kami juga kesulitan untuk mengerjakan tugas kami di kampus karena
wifi yang sering mati-nyala, penyebab permasalahan ini karena wifi yang
disediakan kurang banyak untuk memenuhi kapasitas mahasiswa yang ada di
kampus, Harapan bagi mahasiswa agar wi-fi dapat ditempatkan disetiap lantai,
agar para mahasiswa dapat mengakses wi-fi dengan mudah dan dapat dijangkau di
setiap ruangan kelas. .Dan untuk kantin kurang memadai karena kantin di kampus
kami hanya dua saja dan tempat untuk makan kurang rapi, dan kurang nyaman
untuk makan di sana, dan menunya yang monoton sementara pembelinya sangat
banyak sehingga kami terkadang binggung untuk tempat duduk yang terbatas. Hal
ini disebabkan karena kurangnya maksimalnya pembangunan lahan yang dimiliki,
kantin bisa dibuat lebih besar karena masih ada lahan kosong disekitar kantin
yang bisa digunaknan untuk tempat makan mahasiswanya dan itu akan
mempengaruhi kerugian bagi pemilik kantin sendiri.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Menurut kami, ada banyak fasilitas yang belum memadai. Karena fasilitas
sendiri akan menunjang kegiatan mahasiswa untuk belajar, sehingga fungsi
universitas sebagai tempat pembelajaran berjalan dengan baik. Dan fasilitas
umum, seperti wc umum, perpustakaan, dan tempat parkir harus di benahi. Seperti
merenovasi wc umum dan tempat parkir yang sudah tidak layak pakai, dan
menambah fasilitas-fasilitas pendukung dalam perpustakaan, seperti menambah
buku-buku yang berguna bagi mahasiswa dan menambah komputer umum yang
biasa di pakai mahasiswa yang tidak punya laptop atau komputer di rumah. Jadi
setiap mahasiswa yang berada di lingkup kampus, bisa merasakan nyaman dalam
melakukan proses belajar mengajar.