Anda di halaman 1dari 34

PRINSIP-PRINSIP DASAR

PENYUSUNAN STRUKTUR
ORGANISASI (SOTK)
PEMERINTAHAN DAERAH

1. UU No. 10 Thn 2004 PEMBENTUKAN PERATURAN PER-UU-AN.


2. UU No. 32 Th. 2004 TTG PEMERINTAHAN DAERAH
3. PP NO. 38 TAHUN 2007 TTG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN
ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI, DAN
PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
4. PP NO. 41 TAHUN 2007 TTG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Pemerintah
Pusat
Presiden Republik
ndonesia yang
memegang kekuasaan
pemerintahan negara
Republik Indonesia
sebagaimana
dimaksud dalam
Undang-Undang Dasar
Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.

Daerah
Penyelenggaraan urusan

pemerintahan oleh pemerintah


daerah dan DPRD menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi
seluasluasnya dalam sistem dan
prinsip Negara Kesatuan Republik
Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
gubernur, bupati, atau walikota,
dan perangkat daerah sebagai
unsur penyelenggara
pemerintahan daerah.

BASIS FILOSOFI
PENYUSUNAN KELEMBAGAAN
1.
2.

3.

Kejelasan Jabatan Politik dan Jabatan Karir


Susunan Organisasi (Teori Minzberg)
a. Strategic Apec (Pejabat Politik)
b. Pejabat Karir terdiri dari:
1. Sekda (Middle Line)
2. Dinas (Operating Core)
3. Biro/Bagian (Support Staff)
4. Lemtek Badan/Kantor (Techno Structure)
Setiap Elemen Organisasi
Dimasukkan dalam susunan organisasi
a. Strategi Apex (KDH + DPRD)
b. Middle Line (Sekda)
c. Operating Core (Dinas-dinas)
d. Support Staff (Biro/Bagian)
e. Techno Structure (Badan/Kantor)

GAMBAR STRUKTUR ORGANISASI


STRATEGIC APEX

DPRD - KDH
MIDDLE LINE

SEKDA
TECHNO
STRUCTURE

BADAN/KANTO
R

SUPPORT STAFF

BIRO / BAGIAN
OPERATING CORE

DINAS-DINAS

STRUKTUR ORGANISASI PEMDA


1.
2.
3.
4.

Tugas Pemda:
a. Mendorong Demokratisasi
b. Menciptakan Kesejahteraan
Menciptakan Kesejahteraan
a. Penyediaan Pelayanan Dasar (Urusan Pemerintahan Wajib)
b. Pengembangan Potensi Unggulan (Urusan Pemerintahan Pilihan)
Urusan Wajib dan Urusan Pilihan berjumlah 29 urusan.
Perumpunan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan kedalam 7 rumpun urusan.
contoh: Urusan Pertanian merupakan kumpulan rumpun urusan.
a. Pertanian
b. Perkebunan
c. Peternakan
d. Tanaman Pangan
e. Perikanan Darat

PENYUSUNAN TIPOLOGI
1.

Argumen Tipologi Karena Keterbatasan Dana

2.

Faktor-faktor yang menentukan Tipologi


a. Jumlah Penduduk
Argumen : Pemda ada karena Penduduk
b. Jumlah APBD
Argumen : Karena APBD terbatas menjadi
alasan utama kenapa dilakukan Tipelogi.
c. Luas Wilayah
Argumen : Makin luas suatu area Pemda,
makin besar struktur organisasi yang
diperlukan untuk pelayanan publik.

3.

Bobot masing-masing Faktor:


a. Penduduk
: 50 % dominant factor
b. APBD
: 30 % less dominant factor
c. Geografis
: 20 % least dominant factor
100 %
PENENTUAN BOBOT DAPAT DILAKUKAN MELALUI METODA DELPHI

4.

PERHITUNGAN MASING-MASING FAKTOR


1.

Penduduk dibandingkan dengan total jumlah penduduk daerah


setingkat.
x Konstanta (100)
Jumlah Penduduk Kab./Kota
Jumlah Penduduk Seluruh Kab./Kota

2.

APBD dibandingkan dengan total APBD


daerah (100)
setingkat.
x Konstanta
APBD Kab./Kota
Total APBD Seluruh Kab./Kota

3.

Luas wilayah daerah dibandingkan dengan total luas wilayah


daerah setingkat.
x Konstanta (100)
Luas Kab./Kota
Total Luas Kab./Kota

4.

Hasil Penduduk
x 50 %
Hasil APBD
Hasil Luas Wilayah
total score

=
x 30 % =
x 20 % =__________
=

PENENTUAN TIPOLOGI

1. Dari Perhitungan score masing-masing daerah


Provinsi
Kab./Kota
akan didapat rangking
Kab./Kota 1 s/d 440
Prov.
1 s/d 33

2. Apabila ingin dijadikan tiga tipe A, B dan C.


alternatif:
a. Slashing ke dalam tiga bagian.
b. Buat Interval / berbasis interval

PENENTUAN JUMLAH PALING BANYAK (MAKSIMAL)

1. Basis Perhitungan adalah pengelompokan urusan


2.
3.
4.

wajib yang serumpun dan urusan pilihan yang


serumpun
Dengan cara perumpunan, jumlah maksimal lemtek
(Badan/Kantor) dapat ditentukan.
Dengan cara yang sama jumlah support staff
(Biro/Bagian> dapat ditentukan.
Usahakan jumlah lemtek dan support staff jangan
melampaui jumlah dinas.
argumen:
Tidak logis kalau jumlah staf pendukung dan staf
teknis lebih banyak dibandingkan jumlah dinas yang
justru di fasilitasi oleh mereka.

POSISI ASISTEN SEKDA


1.
2.

3.

4.

Sekda adalah Top Career Service


Sekda berperan sebagai CEO (Chief Executive Officer) atau
COO (Chief Operating Officer).
Sekda mengkoordinir:
a. Dinas
Jumlah 16 unit
b. Lemtek
c. Support Staff
Sekda memerlukan Alter Ego (Pembantu/Asisten yang
bertindak untuk dan atas nama Sekda) untuk kepentingan:
a. Koordinasi
b. Span of control
Asisten/Pembantu yang dibutuhkan adalah untuk
mengkordinir/supervisi:
a. Dinas (urusan wajib dan pilihan)
b. Lemtek
c. Support Staff

CARA MENENTUKAN POTENSI


UNGGULAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN POTENSI UNGGULAN:
1. MATA PENCAHARIAN PENDUDUK. METODOLOGI; MATA
PENCAHARIAN PENDUDUK SEKTOR TERTENTU DIBAGI
JUMLAH PDD DAERAH YBS. BOBOT 50%
2. PDRB ---- SEKTOR2 EKONOMI YG MEMBENTUK AGREGAT
PEREKONOMIAN DAERAH. METODOLOGI; PERBANDINGAN
ANTARA PDRB SEKTOR DGN PDRB SEKTOR SEJENIS.
CONTOH PDRB SEKTOR PERTANIAN KAB/KOTA
DIBANDINGKAN DGN TOTAL PDRB SEKTOR PERTANIAN
KAB/KOTA SE PROVINSI. UNTUK PROVINSI DIBANDINGKAN
DGN PROVINSI SE INDONESIA. BOBOT 30%
3. PEMANFAATAN LAHAN; UNTUK APA SAJA LAHAN TSB
DIMANFAATKAN. METODOLOGI; BAGAIMANA KOMPOSISI
PEMANFAATAN LAHAN UNTUK SEKTOR TERTENTU
DIBANDING TOTAL LAHAN YANG ADA DI DAERAH YBS.
BOBOT 20%
4. PENENTUAN BOBOT DAPAT MEMAKAI METODA DELPHI

FORMULA MENENTUKAN
POTENSI UNGGULAN
1. MATA PENCAHARIAN PDD:
Jumlah Tenaga Kerja pada Sektor Tertentu x K x 50%
Jumlah Tenaga Kerja Seluruh Sektor
2. PDRB KABUPATEN/KOTA:
PDRB Kabupaten/Kota Sektor Tertentu x K x 30%
PDRB Prov Sektor Tertentu
3. PDRB PROVINSI
PDRB Prov Sektor Tertentu
x K x 30%
PDRB Indonesia Sektor Tertentu
4. PEMANFAATAN LAHAN:
Pemanfataan Lahan untuk Sektor Tertentu x K x 20%
Pemanfaatan Lahan Daerah

MENENTUKAN SEKTOR UNGGULAN


YG DIKEMBANGKAN DAERAH
1.
2.
3.

4.
5.
6.

BERDASARKAN FORMULA, TENTUKAN RANKING SEKTOR


UNGGULAN YANG AKAN DIKEMBANGKAN DAERAH
AGAR FOKUS, DISARANKAN MEMBATASI TIGA SEKTOR
UNGGULAN BERDASARKAN URUTAN RANKING
DEPARTEMEN/LPND MEMBUAT MAPPING POTENSI
UNGGULAN DAERAH; CROSS-CHECK DGN HASIL
PERHITUNGAN DAERAH; KEMUDIAN DIFASILITASI UNTUK
MAMPU MENCAPAI TARGET NASIONAL
DENGAN METODA INI AKAN JELAS DINAS DAERAH YANG
MENYEDIAKAN PELAYANAN DASAR DAN YG
MENGEMBANGKAN SEKTOR UNGGULAN
JUMLAH DINAS DISESUAIKAN DENGAN TIPOLOGI DAERAH
DAERAH MEMPUNYAI KEBEBASAN MENENTUKAN DINAS
YG DIBENTUK SEPANJANG KORIDOR TIPOLOGI YG TELAH
DITENTUKAN

HASIL PEMETAAN TIPOLOGI


BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN,
MAKA SKENARIO TIPOLOGI ADALAH
SBB:
TIPE A: SKOR
TIPE B: SKOR
TIPE C: SKOR

32 S/D 39
8 S/D 18
2 S/D 7

URUSAN PEMERINTAHAN YG
TERKAIT DENGAN OTONOMI
DAERAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Rumpun Lingkungan Hidup, PU, Perumahan


Rumpun Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
Rumpun Kesehatan
Rumpun Penanaman Modal, UKM, Indag
Rumpun Kependudukan, Nakertrans, PP, KB
Rumpun Perhubungan dan Kominfo
Rumpun Statistik, Arsip
Rumpun Pertanahan
Rumpun Kesbangpol
Rumpun PMD, Sosial
Rumpun Kepegawaian
Rumpun Kelautan dan Perikanan Laut
Rumpun Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan,
Kehutanan
14. Rumpun Pertambangan & Energi
15. Rumpun Pariwisata dan Kebudayaan

PELEMBAGAAN RUMPUN
DINAS URUSAN WAJIB: (OPERATING CORE)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun
Rumpun

Lingkungan Hidup, PU, Perumahan


Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
Kesehatan
Penanaman Modal, UKM,
Kependudukan, Nakertrans, PP, KB
Perhubungan dan Kominfo
Pertanahan
Kesbangpol
PMD, Sosial

PELEMBAGAAN RUMPUN
DINAS URUSAN PILIHAN: (OPERATING CORE)

1. Rumpun Kelautan dan Perikanan Laut


2. Rumpun Pertanian, Perkebunan, Peternakan,
3.
4.
5.

Tanaman Pangan, Perikanan Darat, Kehutanan


Rumpun Pertambangan
Rumpun Pariwisata dan Kebudayaan
Rumpun Industri, Perdagangan

PELEMBAGAAN RUMPUN
BADAN /KANTOR (TECHNO STRUCTURE):
1. Rumpun Perencanaan, BPS,
2. Rumpun Kepegawaian, Diklat, Arsip
3. Rumpun Keuangan
4. Rumpun Pengawasan
PENDUKUNG (SUPPORT STAFF)
1. Rumpun Asisten
2. Rumpun Biro/Bagian

REKOMENDASI KELEMBAGAAN
MAKSIMAL
DAERAH TIPE C

DINAS URUSAN WAJIB 9 BUAH


DINAS URUSAN PILIHAN 3 BUAH
BADAN /KANTOR 4 BUAH
UNSUR PENDUKUNG ADMINISTRATIF 2 ASISTEN

DAERAH TIPE A:
DINAS URUSAN WAJIB 18 BUAH

DINAS URUSAN PILIHAN 3 BUAH

BADAN/KANTOR 7 BUAH

UNSUR PENDUKUNG ADMINISTRATIF 3 ASISTEN

DAERAH TIPE B:
DINAS URUSAN WAJIB 14

DINAS URUSAN PILIHAN 3 BUAH

BADAN/KANTOR 5

UNSUR PENDUKUNG ADMINISTRATIF 3 ASISTEN

SIMPUL-SIMPUL
KEBERHASILAN OTONOMI
DAERAH
1. ADANYA KEJELASAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG
2.
3.
4.

DILAKSANAKAN DAERAH
ADANYA STRUKTUR ORGANISASI YANG SESUAI
DENGAN URUSAN PEMERINTAHAN YG
DILAKSANAKAN
ADANYA PERSONIL DENGAN KOMPETENSI YG JELAS
UNTUK MENGERJAKAN URUSAN PEMERINTAHAN
TERSEBUT
ADANYA PEMBINAAN DAN PENGAWASAN (BINWAS)
SEBAGAI INSTRUMENT SUPERVISI DAN FASILITASI
AGAR DAERAH MAMPU MELAKSANAKAN
URUSANNYA SEXCARA OPTIMAL.

PEMETAAN PROPINSI BERDASARKAN SKOR


JUMLAH PENDUDUK, APBD DAN LUAS WILAYAH
SKOR
APBD

SKOR LUAS
WILAY
AH

RATA-RATA
SKOR

JAWA BARAT

89

24

39

2.

JAWA TIMUR

84

23

37

II

3.

DKI JAKARTA

21

81

0,1

34

III

4.

JAWA TENGAH

75

19

32

IV

5.

PAPUA

17

33

18

6.

SUMATERA UTARA

28

10

15

VI

7.

KALIMANTAN TIMUR

15

21

14

VII

8.

RIAU

10

13

11

VIII

9.

SUMATERA SELATAN

15

10

IX

10.

BANTEN

21

10

IX

11.

KALIMANTAN BARAT

13

12.

SULAWESI SELATAN

17

13.

NAD

11

14.

KALIMANTAN TENGAH

17

XI

15.

LAMPUNG

16

XI

16.

SUMATERA BARAT

10

XII

NO

PROPINSI

1.

SKOR JUMLAH
PENDUDUK

RANKING
SKOR

17.

NUSA TENGGARA TIMUR

18.

JAMBI

19.

BALI

20.

NUSA TENGGARA BARAT

21.

KALIMANTAN SELATAN

22.

SULAWESI TENGAH

23.

IRIAN JAYA BARAT

24.

DI YOGYAKARTA

25.

SULAWESI TENGGARA

26.

MALUKU

27.

SULAWESI UTARA

28.

MALUKU UTARA

29.

BENGKULU

30.

KEP.BANGKA BELITUNG

31.

KEPULAUAN RIAU

32.

SULAWESI BARAT

33.

GORONTALO

12

0,3

XIII
XIV
XIV
XIV
XIV
XIV
XIV
XV
XV
XV
XVI
XVI
XVI
XVII
XVII
XVII
XVII

PEMBENTUKAN
ORGANISASI PERANGKAT
DAERAH
1. Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah

ditetapkan dengan peraturan daerah dengan


berpedoman pada peraturan pemerintah ini.
2. Peraturan daerah mengatur mengenai
susunan, kedudukan, tugas pokok organisasi
perangkat daerah.
3. Rincian tugas, fungsi, dan tata kerja diatur
lebih
lanjut
dengan
peraturan
gubernur/bupati/walikota.

KEDUDUKAN, TUGAS, DAN


FUNGSI
PERANGKAT
DAERAH
Sekretariat
Daerah PROVINSI
Sekretariat daerah merupakan unsur staf.
Sekretariat daerah mempunyai tugas dan kewajiban membantu

gubernur dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan


dinas daerah dan lembaga teknis daerah.
Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan kebijakan pemerintahan daerah;
b. pengoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah;
d. pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Sekretariat daerah dipimpin oleh


sekretaris
daerah.

Sekretaris daerah berkedudukan di


bawah dan bertanggung jawab
kepada gubernur.

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat


Daerah

Sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah yang selanjutnya disebut

sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD.


Sekretariat DPRD mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi
kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan
tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengoordinasikan
tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan
keuangan daerah.
Sekretariat DPRD dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi:
a. penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD;
b. penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD;
c. penyelenggaraan rapatrapat DPRD; dan
d. penyediaan dan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.

Sekretariat DPRD dipimpin oleh sekretaris dewan.


Sekretaris dewan secara teknis operasional berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara administratif
bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris daerah.

Inspektorat
Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan

pemerintahan daerah.
Inspektorat mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah provinsi, pelaksanaan
pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah
kabupaten/kota dan pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah
kabupaten/kota.
Inspektorat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan program pengawasan;
b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; dan
c. pemeriksaan, pengusutan, pengujian, dan penilaian tugas pengawasan.

Inspektorat dipimpin oleh inspektur.


Inspektur dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung
jawab langsung kepada gubernur dan secara teknis administratif
mendapat pembinaan dari sekretaris daerah.

Badan Perencanaan Pembangunan


Daerah
Badan perencanaan pembangunan daerah

merupakan
unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan daerah.
mempunyai
Badan perencanaan pembangunan daerah
tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah.
perencanaan
pembangunan
daerah
dalam
Badan
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis perencanaan;
b. pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan
daerah; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan
tugas dan fungsinya.

Badan perencanaan pembangunan


daerah

dipimpin oleh kepala badan.

Kepala badan berkedudukan di


bawah dan

bertanggung jawab kepada gubernur


melalui sekretaris daerah.

Dinas Daerah
Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi

daerah.
Dinas daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan
pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan
tugas pembantuan.
Dinas daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;


penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan
lingkup tugasnya;
pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Dinas daerah dipimpin oleh kepala dinas.


Kepala dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung

jawab kepada gubernur melalui sekretaris daerah.


Pada dinas daerah dapat dibentuk unit pelaksana teknis
dinas untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis
operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang
mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa daerah
kabupaten/kota.

Lembaga Teknis Daerah


Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas

kepala daerah.
Lembaga teknis daerah mempunyai tugas melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat
spesifik.
Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan
fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai
dengan lingkup tugasnya;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Lembaga teknis daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dapat berbentuk badan, kantor, dan rumah sakit.


Lembaga teknis daerah yang berbentuk badan dipimpin oleh
kepala badan, yang berbentuk kantor dipimpin oleh kepala
kantor, dan yang berbentuk rumah sakit dipimpin oleh direktur.
Kepala dan direktur sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada
gubernur melalui sekretaris daerah.
Pada badan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat
dibentuk unit pelaksana teknis tertentu untuk melaksanakan
kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis
penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa
daerah kabupaten/kota.

Anda mungkin juga menyukai