Anda di halaman 1dari 9

Para leader, kemampuan pidato (bicara di depan

public) adalah vital. Hampir semua kesempatan


pertemuan baik dalam forum terbatas ataupun forum
terbuka membutuhkan kemampuan pidato yang
kuat. Dengan memiliki kemampuan pidato yang kuat,
seorang leader memiliki daya magnetisnya : memikat
audience.
Maka jelas bahwa kemampuan
pidato di depan public harus menjadi
agenda penting yang perlu Anda
kuasai. Memang, untuk menjadi
pembicara public yang handal, satusatunya cara adalah berlatih dan
terus berlatih. Anda bisa berlatih
sendiri, berlatih dengan coach atau
pelatih, ataupun dengan terjun
langsung dihadapan public. Tetapi
masalahnya adalah, Anda tidak akan
selalu mendapatkan kesempatan
pidato dalam forum- forum sebelum
Anda menjadi ahli pidato, maka cara
terbaik adalah mempersiapkan diri.

Dalam setiap kesempatan pidato di depan public, akan setidaknya terdiri dari 3 bagian penting.
Mungkin saja dalam setiap bagian penting itu akan Anda perlukan penyesuaian untuk melengkapinya
dengan sub-sub bagian yang menurut Anda penting. Silahkan saja. Tetapi setidaknya, kuasai dulu 3
bagian penting yang mendasar, yaitu pembukaan, inti pidato, dan penutup. Nah sekarang kami angkat
khusus di LeadershipPark edisi kali ini akan membantu Anda memperkuat kemampuan pidato. Mari
kita pelajari, bagaimana artikel ini menyajikan pembukaan pidato yang menyengat audience! Menjadi
kewajiban Anda untuk membuat forum menjadi bersemangat dan antusias untuk menyambut pidato
Anda.

Hindari Pembukaan Pidato yang Bakal Melemahkan Seluruh Pidato Anda

Ada sebuah peribahasa yang kurang lebih seperti ini the first cut is the deepest artinya yang
pertama yang paling berkesan. Sama seperti pidato, bila pembukaan sudah memancing perhatian,

bisa diharapkan seluruh pidato Anda akan baik adanya, tetapi jika pembukaan tidak menggetarkan,
bisa diperkirakan bahwa pidato Anda tanpa harapan. Maka, sebenarnya, pembukaan dalam sebuah
pidato adalah bagian yang sangat penting untuk mendapatkan seluruh perhatian audience.
Pembukaan yang kuat atau mengejutkan akan menimbulkan daya pikat yang Anda butuhkan. Kecuali
Anda memang tidak memerlukan daya pikat itu, maka membaca artikel ini tidak perlu Anda lanjutkan.

Anggap saja Anda sedang menyampaikan pidato untuk meningkatkan kesadaran publik terkait
masalah kesehatan. Bagaimana memulai pembukaan pidato Anda? Silahkan simak sebentar, pidato
yang pada umumnya, misalnya:
Saya akan menyampaikan pidato hari ini tentang kesehatan diri...
Kesehatan adalah hal yang sangat penting yang kita harus jaga...

Kedua model pembukaan itu langsung pada poin permasalahan. Yah...sebuah pembukaan yang semua
orang sudah tahu dan mereka bersiap pasang kuda-kuda untuk mencibir dan mulai membuka- buka
sms di handphone mereka untuk mengalihkan perhatian daripada mendengarkan lanjutan pidato Anda
yang bakalan membosankan.

Adakah pembukaan yang lebih baik?


Tentu ada. Syaratnya hanya satu, yaitu bekali diri Anda dengan hal-hal kecil yang membuat pidato
Anda menjadi besar. Jangan ragu untuk belajar dari para pembicara yang lebih berpengalaman.
Perhatikan bahwa mereka yang telah berpengalaman, akan selalu berorientasi pada masuknya pesan
yang mereka sampaikan secara efektif dalam benak audience, pidato harus mengejutkan, simpatik
dan menarik perhatian. Beberapa orang yang terlatih menggunakan cerita-cerita singkat yang
didramatisir sedemikian rupa, atau sengaja membalikkan pemahaman umum dengan isu yang
berlawanan arah.

Coba Anda pikirkan sesuatu yang sederhana untuk membuat pembukaan yang lebih mengesankan.
Misalnya: Anda bisa mulai dengan:

Rokok ..... (jeda yg agak panjang...kurang lebih 3 detik), doping obat-obatan....., malas olah raga....
Tidur larut malam..... itulah yang membuat kesehatan kita semakin membaik.... (Jeda yang agak
panjang lagi kurang lebih 6 detik, sehingga audience memiliki kesempatan sesaat untuk memikirkan
kalimat Anda).

Apa yang terjadi ketika Anda menyampaikan pembukaan pidato Anda seperti itu? Audience barangkali
akan tertawa karena tidak setuju dengan Anda, tetapi mereka sekaligus menyadari bahwa itu benar-

benar sebaliknya. Tetapi, misi awal Anda sudah tercapai : mereka memberikan perhatian kepada
pembukaan Anda.

Mengapa pembukaan seperti itu lebih baik?


Pembukaan pidato harus tetap sejalan dengan topic yang diharapkan dari Anda, tetapi
tentang bagaimana pembukaan itu bisa membangkitkan minat audience, itu adalah
masalah lain.
Artinya, apapun topiknya (meskipun itu membosankan); Andalah yang bertanggung jawab untuk
menyampaikan topik itu dengan cara apapun yang mampu menyengat audience Anda. Bagaimana
sebuah pembukaan pidato bisa menyengat audience? Perhatikan tiga hal penting ini:
Permainan kalimat = menimbulkan penasaran.
Dramatisasi = meningkatkan ketegangan.
Permainan waktu = membangkitkan imaginasi.
Anda perlu memikirkan baik- baik apa hubungan antara tiga hal tersebut untuk menyusun kalimatkalimat pembuka yang mampu memberikan sengatan listrik yang kuat bagi audience dengan waktu
yang singkat.
Pertama kali, Anda perlu putuskan apakah pidato Anda itu perlu membuat audience tertawa, gelisah,
atau semakin antusias. Itu sepenuhnya terserah Anda, karena akan mempengaruhi isi pidato Anda
selanjutnya, sehingga menjadi bagian yang perlu Anda pikirkan (dalam waktu singkat) untuk
memutuskan bagaimana cara Anda menambahkan dramatisasi atas pidato Anda.
Prinsipnya adalah, coba masukkan unsur dramatisasi tetapi tidak perlu berlebihan dalam pembukaan
pidato Anda dan dapatkan hasilnya: bahwa orang-orang akan penuh perhatian kepada Anda...

GSA= Pembukaan yang Menggoda


Bayangkan, bagaimana Anda bisa menggoda audience sejak awal pidato Anda? Mungkin Anda perlu
belajar menjadi pesulap yang mampu menyihir audience agar mata mereka tetap berbinar-binar
terpukau dengan penampilan Anda. Hahahaha, saya tidak menyarankan Anda untuk kursus pidato di
tempat kursus salah satu magician. Tetapi saya perlu sampaikan bahwa, pidato adalah sebuah seni.
Setiap jenis seni selalu bisa dipelajari. Anda hanya perlu memperkuat kemauan untuk mempelajari
dan nikmatilah kemampuan baru yang akan muncul bersamaan dengan kuatnya kemauan itu.

Tentu ada sedikit perbedaan karena adanya protokoler acara yang kemudian juga memerlukan jenisjenis pidato yang berbeda. Dalam acara-acara seremonial yang penuh protokoler, seperti misalnya
acara kenegaraan, tentu Anda perlu memakai pidato yang sesuai dengan kebiasaan atau standar
protokoler, yaitu misalnya, banyak pembukaan yang memerlukan sapaan kehormatan kepada tamu-

tamu VVIP atau VIP. Namun setelah itu, Anda bisa memasukkan pembukaan pidato Anda yang
sesungguhnya.
Tetapi, jauh lebih banyak acara yang
luwes yang memungkinkan Anda
sebagai leader bisa mengedepankan
aktualisasi seni pidato Anda secara
bebas tanpa kungkungan protokoler.
Saya sarankan agar Anda bisa
mempelajari bagaimana melakukan
teknik yang sering disebut GSA =
Godalah Sejak Awal.

Tujuan penting dari teknik


menggoda ini adalah membuka
mata mereka terhadap sesuatu yang
baru, berbeda, dengan cara yang
menghibur. Sebaiknya, kenalilah
lebih dahulu audience Anda, temukan kesamaan atau ketertarikan audience terhadap sesuatu hal,
kemudian angkat hal itu ke permukaan.

Mengenai bagaimana hal yang Anda angkat itu bisa menggoda mereka, itu adalah pilihan kalimat atau
kata-kata atau dramatisasi yang Anda lakukan. Tetapi yang paling penting di tahap ini, adalah
bagaimana Anda memulai pidato Anda. Ingatlah, GSA, godalah sejak awal. Orang-orang pada
umumnya suka digoda, suka disapa secara baik dan penuh penghargaan meskipun dengan nada yang
menggoda.

Contoh: Yang saya hormati Menteri Kesehatan, Ibu Endang .... (jeda 3 detik)...
beliau adalah seorang mahaguru yang telah sukses memaksa saya berhenti merokok...(jeda 3 detik),
sudah sepantasnya jika seluruh audience memberikan applause atas kehadiran beliau dalam acara ini.
Kita semua memahami bahwa di dalam kesibukan beliau yang begitu padat,
ternyata beliau mau dan berkenan meluangkan waktu berada diantara kita dan
saudara-saudara sekalian untuk bersama-sama membahas topik penting hari ini.....

Perhatikan, bahwa pembukaan pidato seperti itu, tidak hanya menggoda satu orang yang Anda harus
berikan perhatian sepenuhnya, tetapi juga sekaligus mengajak audience memberikan penghargaan
kepadanya. Dengan teknik ini bakal membuat awal pidato Anda mengesankan karena melibatkan
seluruh audience secara empati.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat pembukaan pidato seperti itu? Manfaatkan 30
sampai 60 detik yang sangat penting agar audience tetap terjaga memperhatikan pidato Anda lebih
lama lagi.

Perlukah Anda memperkenalkan diri? Tidak perlu jika pembawa acara sudah menyebutkan diri anda
dan jabatan atau posisi Anda dalam konteks forum tersebut. Tetapi jika Anda rasakan masih perlu
Anda tambahkan, Anda bisa memperkenalkan diri Anda setelah pembukaan yang menggoda. Pidato
yang sangat menarik sebenarnya bukan dari siapa yang membawakan pidato itu, tetapi bagaimana
cara membawakan isu dalam pidatonya. Jadi jika Anda memaksa diri untuk memperkenalkan diri Anda
di awal sementara audience sama sekali belum menaruh perhatian pada Anda, apa gunanya?

Nah, pada kesempatan Anda memperkenalkan diri, sebenarnya adalah sub-bagian kedua setelah
pembukaan Anda. Dengan pemahaman bahwa perkenalan diri Anda secara formal adalah bagian dari
pembukaan, maka, Anda bisa menyampaikan tambahan tentang Anda mengenai bagian dari hidup
Anda yang relevan dengan topik pidato. Misalnya pidato Anda tentang kesehatan, Anda bisa
menyampaikan sebuah cerita ringkas.

Contoh: Saya, adalah orang yang sangat tidak konsisten... (jeda 3 detik)...
ketika saat ini saya diminta berbicara tentang kesehatan sementara dulu saya adalah perokok berat.
Masalahnya sekarang adalah, saya sudah berubah menjadi orang yang sangat anti rokok.
Bukankah itu tidak konsisten?
Perkenankan saya menanyakan, siapa diantara kita semua didalam ruangan ini yang tidak konsisten
seperti saya?

Hahahahaha...barangkali seluruh ruangan akan tertawa, sebagian tersenyum dan sebagian lagi
mengangguk-angguk. Tetapi bahwa Anda telah berhasil mendapatkan perhatian besar dari cara Anda
menggunakan pendekatan GSA ini. Sebagai pembicara public yang baik, Anda wajib menjaga terus
intensitas perhatian mereka kepada Anda itu. Bagaimana caranya? Segeralah masuk ke bagian inti
pidato, supaya tidak terlalu panjang lebar pembukaan Anda yang bisa mengakibatkan audience
mengira bahwa Anda pelawak yang ditugaskan panitia untuk menghibur mereka.

Tentu Anda tidak ingin mengorbankan besarnya daya tarik audience atas pembukaan pidato Anda
bukan? Maka satu- satunya cara untuk menjaga agar pidato Anda tetap menarik, adalah bahwa inti
pidato Anda harus dikemas dengan baik. Ingat satu hal ini: orang kadang lebih senang mendapatkan
kado yang dibungkus dengan rapi bagus dan menarik daripada isi kado itu sendiri (yang barangkali
barang-barang biasa saja). Hal ini sama dengan sebuah substansi pidato, bahwa apa yang

disampaikan kepada audience bisa jadi adalah hal yang biasa saja, tetapi bagaimana mengemasnya
atau lebih tepat: cara menyampaikannya sehingga itu menjadi pidato yang bagus. Nah, inilah
tantangan bagi para leader yang tidak akan mau melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk
melatih diri Anda menjadi pembicara yang bagus.

Kiat-kiat yang pada umumnya yang diberikan oleh para pengajar publik speaking : pidato haruslah
disusun sedemikian rupa sehingga tidak panjang lebar, tidak bertele-tele sehingga melelahkan
pendengar. Sebaiknya Anda memahami mengapa kiat itu dikemukakan yaitu bahwa sebenarnya
panjang dan lebar sebuah pidato tidak signifikan untuk meningkatkan pemahaman atau kewaspadaan
apapun dalam diri audience. Tetapi justru malah mengaburkan inti atau isu utama yang Anda
sampaikan. Kecuali Anda memang tokoh pemerintah yang sedang membacakan pidato resmi
kenegaraan, itu lain cerita, karena sudah di plot sesuai protokoler dan muatan pesan dalam pidato
tersebut juga adalah bagian standar yang tidak perlu improvisasi apapun.

Sekarang kita membahas mengenai pidato pada umumnya, yang tidak terkukung oleh protokoler.
Pidato pada umumnya. Maka Anda memiliki kesempatan untuk membuatnya menjadi menarik tanpa
kehilangan muatan inti pesan yang perlu Anda sampaikan.

Ada sebuah pendekatan yang menarik yang perlu Anda ketahui. Pendekatan itu muncul dari seorang
pengajar pembicara public yang bagus, Peter Jeff, di salah satu tips yang dikeluarkannya untuk
membawa Anda masuk dalam dinamika pidato yang mengagumkan. Ia mengemukakan sebuah trik
yang disebutnya TEASE. Menurutnya seorang pembicara yang baik, bisa memulai pembukaan
pidatonya dengan pendekatan itu. Untuk berbagi dengan Anda melaui artikel ini, saya mengutipnya
dan menterjemahkan sebagai berikut:
1. Testimonial : Kutiplah pendapat dari seorang artis atau seseorang yang berpengaruh yang
diketahui oleh sebanyak mungkin audience.
2. Evidence : Berikan kalimat sekilas mengenai bukti bahwa pendapat itu berpengaruh terhadap isu
yang Anda kemukakan dalam pidato Anda.
3. Anecdote : Gunakan anekdot untuk menggambarkan cerita Anda supaya lebih mudah dipahami.
4. Statement : Berikan pernyataan terkait dengan cerita sukses itu.
5. Example : Berikan contoh- contoh nyata yang sesuai dengan isu Anda.

Anda perlu contoh? Saya sarankan Anda duduk di sofa kesayangan Anda, atau berdirilah di teras
rumah, dan mainkan imajinasi Anda. Maksud saya adalah temukan sendiri contoh- contoh yang
relevan dengan topik pidato Anda. Sebagai mentor, tidak bagus jika terus menerus memberikan halhal praktis yang perlu Anda pelajari. Sebagian besar yang perlu Anda pelajari adalah temukan

sendiri. Suntikan imaginasi yang membangkitkan inpirasi adalah satu-satunya cara terbaik bagi
seorang mentor seperti saya untuk mendorong Anda menjadi lebih baik.

Tetapi, saya perlu sampaikan rumusan sukses ini: (prepare X 2) + (practice) = perfect. Artinya untuk
menjadi seorang publik speaker yang bagus, jauh lebih baik jika melakukan persiapan dua kali lebih
banyak jumlah latihan. Jika Anda melihat bahwa setiap kesempatan pidato adalah kesempatan latihan
maka siapkan waktu sebanyak dua kali untuk kesempatan persiapan.

Pacu Adrenalin Audience dengan Improvisasi

Pada dasarnya, setiap forum yang Anda hadapi untuk menyajikan pidato adalah pertaruhan
kredibilitas. Audience bisa berubah menjadi sekumpulan harimau lapar yang bakal menerkam Anda
atau menjadi manusia-manusia yang bahagia dan menyetujui Anda karena Anda hibur dengan pidato
yang memanusiakan.

Sepenuhnya tergantung Anda. Tergantung dari cara Anda menyapa mereka dengan baik, dengan
hormat yang membangkitkan antusiasme. Atau apakah Anda memprovokasi mereka untuk
memperbaiki suatu keadaan.

Atau apakah Anda tampil datar-datar Anda dan membuat audience berdoa berharap segera Anda
menyampaikan kalimat penutup.

Dalam sebuah kesempatan, saya menyampaikan pidato tentang pendidikan di forum yang dihadiri
oleh para pemangku kepentingan pendidikan nasional. Karena diminta secara tiba-tiba tanpa
pemberitahuan sebelumnya, maka kesempatan yang saya miliki untuk persiapan hanyalah sepanjang
kurang lebih 15 menit yaitu selama orang lain menyampaikan pidato mereka. Saya pelajari bahwa
pembicara sebelum saya, ya maaf, memang membosankan dan membuat banyak orang dalam
ruangan terpaksa menundukan wajah mereka untuk menguap. Dalam hal inilah Anda membutuhkan
keahlian improvisasi. Betul bahwa kemampuan improvisasi sangat tergantung pada apa yang sudah
Anda ketahui sebelumnya. Tetapi, saya memahami betul, bahwa audience tidak berharap berada di
dalam sebuah kelas yang sedang memberi mereka pelajaran tentang pendidikan. Maka satu-satunya
cara bagi saya agar tetap mampu membuat pidato saya mengesankan, adalah improvisasi total.

Dalam acara itu, dihadiri oleh sekitar 200 orang, saya menggunakan improvisasi ini:
Bapak Ibu hadirin yang saya hormati, terima kasih memberikan saya sebuah kesempatan untuk
berbicara dalam hal pendidikan.

Saya memahami bahwa kita semua yang berada didalam ruangan ini adalah untuk membahas betapa
pentingnya mencermati kualitas pendidikan anak-anak bangsa ini agar para generasi muda di masa
depan mampu berkontribusi positif pada pembangunan bangsa dan Negara.
Saya perlu sampaikan satu dua hal penting.
Tetapi sebelum itu, mohon perhatikan tangan kanan saya (sambil saya angkat tangan kanan saya
jauh diatas kepala), dan mohon berkenan angkat tangan kangan Anda semua.... (jeda 5 detik untuk
memberikan penekanan bahwa saya sungguh- sungguh meminta audience melakukan hal itu).
Tangan kanan adalah symbol peran dalam apapun profesi kita. Peran yang harus kita jalani sebagai
bagian penting dari kehidupan ini. Ijinkan saya minta....angkat tangan kiri Anda....(jeda 5 detik dan
saya memperhatikan seluruh ruangan agar semua orang mengangkat kedua tangan mereka dan
kedua tangan saya masih terangkat berada diatas kepala).
Tangan kiri kita adalah symbol integritas. Peran yang kita mainkan tidak pernah terlepas dari
integritas yang ada di dalam diri kita.
Sekarang mohon berkenan, satukan tangan kanan Anda dengan tangan kiri disebelah Anda....(jeda 5
detik untuk memastikan setiap orang sudah memegang tangan orang lain dengan tetap terangkat)...
Bapak Ibu Hadirin sekalian, perhatikanlah, bahwa setiap peran seseorang akan selalu berhubungan
dengan integritas orang-orang lain...
bahwa setiap peran dalam diri kita akan tergantung juga dari integritas diri kita....

Apa yang terjadi dalam pembukaan pidato saya itu? Semua orang bertepuk tangan dan menyetujui
hal itu. Saya yakin benar bahwa mereka sebenarnya sudah tahu apa yang saya sampaikan itu. Tetapi
mengapa mereka begitu antusias menyambut pidato saya? Hal ini adalah jawaban bagi Anda, bahwa
audience di dalam ruangan perlu disentuh dengan cara yang mengejutkan, menggoda dan memancing
inspirasi mereka lebih jauh. Mereka yang senang dan setuju dengan Anda, akan memberikan
perhatian jauh lebih banyak kepada Anda.

Tentu saya tidak menyarankan contoh itu bagi Anda yang masih dalam level sangat pemula yang
barangkali masih terlalu nervous ketika berbicara di depan publik. Untuk yang masih dalam level ini,
sebaiknya perlu berlatih terlebih dahulu dalam forum-forum yang lebih kecil dan sebagian besar
audience sudah mengenal Anda dengan baik.

Bagaimana teknik-teknik dasar untuk improvisasi? Coba Anda perhatikan beberapa poin berikut ini:

Keputusan untuk improvisasi hanyalah terdapat dalam waktu yang sangat pendek, Anda perlu
cermat menentukan mana yang sesuai antara diri Anda dengan audience, semakin banyak
kesesuaian semakin mudah.

Improviasi akan menghasilkan pidato yang bagus jika Anda membuat audience merasa lebih
baik, lebih nyaman, dan lebih terlibat secara emosional dalam kepentingan mereka.

Jika Anda benar-benar antusias, akan menular pada audience; artinya Anda perlu tampil total
tidak hanya secara lesan tetapi juga secara fisik.

Perhatikan bahwa tidak semua hal di dalam forum itu berada dalam control Anda, tetapi juga
dipengaruhi oleh atmosfer lingkungan (misalnya sound system, kecerahan cahaya, atensi audience
rendah/banyak yang bicara/ruangan gaduh), sehingga Anda perlu benar- benar mengarahkan atensi
seluruh audience pada diri Anda.

Tentu setiap pembukaan pidato yang mampu menyengat audience Anda perlu dipersiapkan dengan
baik. Setiap saat sebelum kesempatan pidato Anda, manfaatkanlah untuk mencatat poin-poin
sederhana mengenai apa yang akan Anda sampaikan. Anda bisa memanfaatkan waktu ketika dalam
perjalanan menuju tempat acara, atau dalam waktu yang bersamaan dengan pembicara lain yang
sedang menyampaikan materi pidato mereka tanpa harus kehilangan konsentrasi untuk memahami
apa yang sedang disampaikan. Barangkali Anda akan mendapatkan inspirasi oleh pidato itu?
Bagaimana kemudian mengenai isi pidato Anda? Tunggu artikel berikutnya.