Anda di halaman 1dari 59

HARI-HARI

bersama
Sunnah

Rasululla
hr

H. SUHARNO, S.Ag

Study Islam Intensive (SII)


X

Sangat berbahagia lah orang-orang yang


selalu mengikuti sunnah Rasulnya.
Allah berfirman dalam QS. Ali Imran:31




Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari Abu Hurairah t berkata, Rasulullah r bersabda:


Sesungguhnya agama Islam itu pada mulanya datang
dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan
asing pula seperti pada mulanya, maka berbahagialah
bagi orang-orang yang asing.
Dan dalam riwayat lain, beliau ditanya: Yaa Rasulullah,
dan siapa orang-orang yang asing itu? Beliau bersabda:
mereka yang memperbaiki di kala kerusakan manusia,

Lanjutan

Dan di riwayat lainnya lagi: Sesungguhnya beliau ditanya


perihal orang-orang asing itu, lalu beliau bersabda: Yaitu
orang-orang yang menghidupkan apa-apa yang telah
dimatikan manusia daripada sunnahku.
Dan di riwayat lain: Beliau bersabda: Kebahagiaanlah
bagi orang-orang yang asing, yaitu mereka yang
berpegang kokoh dengan kitab Allah ketika ditinggalkan
oleh orang banyak dan mengerjakan dengan sunnah
ketika dipadamkan oleh orang banyak.
(HR. Muslim, Ibnu Majah, dan Ath Thabarani)


: ..

.



:


Seluruh umatku akan masuk jannah, kecuali yang


enggan. Maka dikatakan: Wahai Rasulullah, siapa
yang enggan? Beliau menjawab: Barangsiapa
yang menaatiku maka dia pasti masuk jannah,
sedangkan barangsiapa yang mendurhakaiku maka
sungguh dia telah enggan (masuk jannah).
(HR. Al-Bukhari)

Barang siapa benci (berpaling)


dari sunnahku, maka ia bukan dari
ummatku (HR. Bukhori no. 4776,
Muslim no. 1401)

ETIKA
MAKAN
DAN
MINUM
sesuai sunnah
Rasulullah r


Hai para rasul, makanlah dari makanan yang
baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.
Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang
kamu kerjakan



Makan dan minumlah kalian dari rizki Allah dan
janganlah kalian berlebihan di muka bumi
sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan
)(Al-Baqarah : 60

1. Makan dan minum dari yang halal


dan baik,
Menghindarkan dari yang haram dan meragukan.

Allah berfirman:



Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang
baik yang Kami Berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada
Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
(Al Baqarah : 172)

Makan dan minum dengan niat untuk


2.
menguatkan diri dalam beribadah kepada
Allah
agar mendapatkan pahala atas apa yang
dimakan dan diminumnya
sesuatu yang mubah apabila diniati baik
maka akan menjadi sebuah ketaatan yang
menghasilkan pahala bagi seorang muslim


.

...

Sesungguhnya setiap perbuatan


dilandaskan pada niat, dan setiap orang
hanya akan mendapatkan apa yang

3. Larangan Makan dan Minum


pada bejana yang terbuat dari
emas dan perak

Janganlah kalian memakai kain sutra dan


yang bergaris sutra dan jangan pula kalian
minum pada bejana emas dan perak serta
makan pada piring yang terbuat dari emas
dan perak sebab dia (semua disebutkan di
atas) adalah bagi mereka di dunia dan bagi

4. Larangan makan sambil bertelekan


(bersandar)
Abu Juhaifah meriwayatkan , bahwa beliau berkata :
Saya pernah berada disisi Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam , maka beliau bersabda kepada
seseorang yang berada disampingnya : Tidaklah
sekali-kali saya makan sambil bertelekan (HR.
Bukhori)
Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda,
Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena
aku seorang hamba yang makan seperti makannya
hamba, dan aku duduk seperti duduknya hamba.
(Diriwayatkan Al-Bukhari).
Dan tinjauan makruhnya posisi duduk ini dikarenakan
merupakan posisi duduk para penguasa yang angkuh
dan raja-raja negeri asing. Dan merupakan posisi

5. Tidak mencela dan menghina makanan

Disebutkan didalam hadits Abu Hurairah t, beliau


berkata :

Tidaklah Rasulullah r mencela makanan sekalipun juga.


Apabila beliau menghendaki suatu makanan maka beliau
akan memakannya dan apabila beliau tidak menyukainya

6. Mendahulukan makan dari pada


shalat ketika makanan telah
dihidangkan
Dari Ibnu Umar t berkata: Rasulullah r bersabda:
Apabila makan malam salah seorang di antara
kalian telah dihidangkan sementara shalat telah
didirikan, maka mulailah dengan makan malam
kalian dan janganlah seseorang tergesa-tergesa
hingga dia selesai dari makannya
(HR. Bukhori, Muslim, Ahmad, Tirmidzi)

7. Mencuci tangan sebelum dan


sesudah makan, berdasarkan
sabda Nabi:

Barangsiapa yang tidur sementara


tangannya dipenuhi bau daging dan
dia belum mencucinya lalu ditimpa
oleh sesuatu maka janganlah dia
mencela kecuali dirinya sendiri.

8. Dianjurkan berwudhu untuk makan jika


seseorang dalam keadaan junub

Bahwa Rasulullah SAW apabila beliau sedang junub dan


berkeinginan untuk makan atau tidur maka beliau berwudhu
terlebih dahulu seperti wudhu beliau untuk shalat.
(HR. Bukhori, Muslim)

9. Makan secara berjamaah

Sudah merupakan kepastian bahwa termasuk yang


dicintai Allah I adalah makan bersama-sama
(berjamaah) karena makan dengan cara seperti ini
akan menyebabkan turunnya barakah dari Allah I.
Rasulullah r bersabda dalam riwayat Jabir t:






.

Makanan yang paling dicintai oleh Allah adalah bila


banyak tangan (berjamaah pada makanan
tersebut).{HR. Abu Yala}
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

Berjamaahlah kalian pada makan kalian dan bacalah

10. Berdoa sebelum makan


Rasulullah r bersabda:

"Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan,


maka hendaklah dia mengucapkan "Bismillah" (Dengan
nama Allah), dan bila dia lupa diawalnya hendaklah dia
mengucapkan "Bismillah fii awwalihi wa akhirihi" (Dengan
nama Allah di awal dan diakhirnya)."{Shahih Sunan AtTirmidzi 2/167 no.1513 oleh Asy-Syaikh Al-Albani}

11. Berdoa Setelah Makan


Sesungguhnya

Allah I meridhai terhadap


seorang hamba yang makan dan minum,
kemudian memuji-Nya. Rasulullah r bersabda:

"Sesungguhnya Allah betul-betul ridha


terhadap seorang hamba yang memakan
makanan, kemudian memuji-Nya dan yang
meminum minuman lalu memuji-Nya.
{HR. Muslim}

Lanjutan
Adapun

salah satu contoh do'a sesudah


makan dan minum adalah sebagai berikut
ini:
Rasulullah r bersabda:


"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang
banyak, baik dan berkah. Dia tidak
membutuhkan pemberian makanan (karena
Dia yang memberi makanan), tidak
ditinggalkan dan tidak membutuhkan
makanan itu ya Rabb kami.
{HR. Al Bukhari, Tirmidzi dengan lafadznya}

12. MAKAN DENGAN MENGGUNAKAN TANGAN


KANAN
Rasulullah r bersabda:









"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka
hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila
dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena
setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri
dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.

13. MAKAN DARI ARAH PINGGIR DAN DI SEKITARNYA


(YANG TERDEKAT)

merupakan bimbingan Rasulullah r, dan pada


bimbingan beliau terkandung barakah serta
merupakan penampilan adab yg baik.
Rasulullah r bersabda:

"Jika makanan diletakkan, maka mulailah dari


pinggirnya dan jauhi (memulai) dari tengahnya, karena
sesungguhnya barakah itu turun di tengah-tengah
makanan." {Shahih Sunan Ibnu Majah}
Rasulullah r berkata kepada 'Umar bin Abi Salamah:

"Wahai anak! Sebutlah nama Allah dan makanlah

14. Makan dengan menggunakan 3 jari


dan menjilat tangan dan bejana
(tempat makan)
Rasulullah r bersabda:
Apabila salah seorang dari kalian makan,
maka janganlah dia mengusap tangannya
sampai dia menjilatnya atau memberikan
kepada orang lain untuk menjilatnya, karena
sesungguhnya dia tidak mengetahui tempat
terletaknya barakah.{HR. Al-Bukhari, Muslim,
Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad-Darimi. Shahih}
Diriwayatkan oleh Al-Imam Ath-Thabrani di
dalam Al-Ausath dari Shahabat Kab bin Ujrah
radhiallahu anhu: Aku melihat Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam makan dengan tiga
jari; Ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah,
kemudian aku melihat beliau menjilat ketiga
jari beliau sebelum beliau mengelapnya.

15. Mengambil makanan yang terjatuh


Termasuk dalam tuntunan Rasulullah r adalah
mengambil bila makanan tersebut terjatuh dari
tangan. Ini bukan berarti bahwa Islam tidak
menjaga kebersihan dan kesehatan. Oleh karena
itu ketika mengambil makanan yang jatuh
tersebut harus dibersihkan bila terdapat kotoran
padanya.
Rasulullah r bersabda:

Apabila terjatuh makanan salah seorang dari


kalian, maka ambillah lalu bersihkan kotoran
yang ada padanya kemudian makanlah dan
jangan membiarkannya bagi setan.

16. Tidak memakan makanan yang sangat panas


Asma bintu Abu Bakr apabila dibawakan tsarid kepada
beliau, beliau menyuruh menutupnya sehingga hilanglah
asap dan panasnya yang sangat. Dia berkata: Aku
mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
bersabda: Hal ini akan menyebabkan barakah lebih
banyak.{HR. Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh
Al-Albani di dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no.392}

17. Tidak bernafas di bejana atau


meniup makanan
Dari Shahabat Ibnu Abbas radhiallahu
anhuma:

Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam


telah melarang bernafas di dalam bejana atau
melarang untuk meniup padanya.{Shahih
Sunan At-Tirmidzi no.1539 Dishahihkan oleh
Asy-Syaikh Al-Albani}

18. Dimakruhkan minum dari


wadah tempat air secara
langsung,
Dari Abi Hurairah RA, dia berkata:
Rasulullah SAW melarang minum dari mulut
geriba (sejenis jerigen atau galon) atau dari
bejana tempat air minum (secara langsung).
(HR. Bukhori Muslim)

19. Dibenci rakus dalam makan


dan juga sedikit karena akan
melemahkan tubuh
Dari Miqdam bin Madiy karib, beliau
merkata : Saya telah mendengar
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda :
tidaklah seorang anak Adam memenuhi
penampang kejelekan selain perutnya.
Cukuplah makanan bani Adam itu untuk
menegakkan tulang belakangnya, jikalau
memang harus, maka sepertiga untuk
makananya, sepertiga untuk minumannya
dan sepertiga untuk nafasnya (HR.
Tirmidzi)

ETIKA
TIDUR
sesuai sunnah
Rasulullah r

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

Dan termasuk dari ayat-ayat Kami (yaitu) waktu


tidur kalian di malam hari dan waktu kalian
mengusahakan (mencari) karunia (rizki)-Nya di
siang hari. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat tanda-tanda kekusaan-Nya bagi kaum
yang mereka mau mendengar. (Ar Ruum: 23)

Allah Subhanahu wa Ta`ala juga


berfirman:

Dan Kami jadikan tidur kalian sebagai


istirahat (An-Naba`: 9)

1. Menutup pintu dan mematikan api


serta lampu sebelum tidur
Diriwayatkan dari hadits Jabir bin Abdillah
radhiallahu anhu, Bahwasanya Rasulullah r
bersabda: "Padamkanlah lampu-lampu pada
waktu malam apabila kalian hendak akan tidur
dan tutuplah pintu-pintu" (HR. Al-Bukhari,
Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Daud, dan
Malik)
Alasan dipadamkannya api dan dimatikannya
lampu adalah apa yang disabdakan oleh Nabi:
"Karena sesungguhnya hewan kecil yang nakal
(tikus) mungkin menarik sumbu lampu hingga
membinasakan penghuni rumah". (Terdapat

Lanjutan
Di dalam Al-Shahihaini dari Abi Musa t
menceritakan: Suatu malam sebuah rumah di
Madinah terbakar, lalu pada saat terjadi peristiwa
tersebut, Rasulullah r bersabda: "Sesungguhnya api
ini adalah musuh bagimu, maka apabila kalian tidur
maka matikanlah dia darimu".
Adapun menutup pintu sebelum tidur, dijelaskan
dalam riwayat Muslim dari hadits Jabir t, Rasulullah
r bersabda:

Dan tutuplah pintu-pintumu dan sebutlah nama


Allah, sesungguhnya setan tidak akan membuka pintu
yang tertutup." (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah berkata: "Apabila sebab

2. BERWUDHU SEBELUM TIDUR

Al-Barra` bin Azib radhiallahu anhu


mengatakan, Rasulullah Shallallahu alaihi wa
sallam bersabda:
Jika engkau hendak mendatangi tempat
tidurmu maka hendaklah engkau berwudhu
sebagaimana wudhumu untuk shalatalhadits. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, AtTirmidzi, dan Abu Daud)
Wudhu yang diperintahkan disini tidak
menunjukkan suatu kewajiban akan tetapi
hanyalah menunjukkan suatu amalan yang
sunnah saja bagi siapa saja yang hendak

3. Membersihkan tempat tidur


sebelum merebahkan diri
diatasnya
Termasuk dari petunjuk Nabi r ketika hendak tidur
adalah beliau r membersihkan tempat tidurnya
dengan sarungnya tiga kali sebelum beliau r
merebahkan diri diatas pembaringannya. Abu
Hurairah t meriwayatkan bahwa Nabi r bersabda:
Jika salah seorang dari kalian hendak ke tempat
tidurnya, maka hendaklah ia membersihkan tempat
tidurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia
tidaklah tahu apa yang terjadi setelah ia tertidur
Dalam riwayat Muslim
Maka hendaklah ia mengambil sarungnya dan
membersihkan tempat tidur dengan sarungnya
tersebut dan hendaklah ia menyebut nama Allah,
karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yang akan

4. Tidur menghadap sebelah


kanan dan meletakkan pipinya di
atas tangan kanannya
Terdapat hadits dari Al-Barra` bin Azib t beliau
berkata: Rasulullah r bersabda:
Jika engkau hendak mendatangi tempat
tidurmu maka hendaklah engkau berwudhu
sebagaimana wudhumu untuk shalat
kemudian berbaringlah di atas rusuk sebelah
kananal-hadits. (HR. Al-Bukhari, Muslim,
Ahmad, At-Tirmidzi, dan Abu Daud)
Demikian juga dalam hadits Hudzaifah t,
beliau berkata:
Apabila Nabi r mendatangi tempat tidurnya
di malam hari beliau r meletakkan tangannya

5. Membaca sebuah surat dari


surat-surat dalam Al-Qur`an.
Termasuk petunjuk Nabi Shallallahu alaihi
wa sallam, bahwasanya beliau tidak tidur
sampai beliau membaca sebuah ayat dari
Al-Qur`an. Bacaan Al-Qur`an sebelum
tidur perumpakan penjagaan bagi seorang
Muslim godaan syaithan dalam tidurnya,
dan syaithan tidak akan menemani dalam
mimpinya.
Ada banyak atsar yang diriwayatkan dari
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang
berkaitan dengan bab pembahasan ini dan
juga sangat beragam lafazhnya.

a. membaca ayat kursi


Jika engkau mendatangi tempat
tidurmu untuk tidur, maka bacalah
ayat kursi,yakni : Allahu Laa Ilaha
illa Huwal Hayyul Qaayum Sampai
selesai ayat tersebut, maka sungguh
Allah senantiasa akan menjagamu
dan syaithan tidak akan bisa
mendekatimu sampai datangnya
waktu subuh.

b. Membaca surat Al-Ikhlas, dan AlMu`awidzatain (Al-Falaq dan An-Naas)


kemudian meniup dengan tangannya
Berkata Ummul Mu`minin Aisyah -radhiyallahu
anha-:
Apabila Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
hendak beristirahat di tempat tidurnya pada
setiap malamnya beliau menyatukan dua telapak
tangannya kemudian meniup kedua telapak
tangannya yang dilanjutkan dengan membaca
padanya Qul Huwallahu Ahad dan Qul A`udzu
birabbil falaq serta Qul A`udzu birabbinnas,
kemudian mengusapkan tangannya ke seluruh
tubuh beliau yang sanggup beliau jangkau,
dimulai dari bagian kepala kemudian wajah
kemudian bagian tubuh yang paling dekat
dijangkau. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam

c. Membaca surat (Al-Kafirun) sebagai


bentuk berlepas diri terhadap
kesyirikan
Dari Farwah bin Naufal dari bapaknya
-radhiallahu anhu-: Bahwa Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam berkata
kepada Naufal:
Bacalah Qul Yaa Ayyuhal kaafiruun
kemudian tidurlah setelah selesai
membacanya karena itu merupakan
bentuk berlepas diri dari kesyirikan.
(HR. Abu Daud)

d. Membaca surat (Tabarak/ AlMulk) dan (Alif Lam Mim Tanzil AsSajdah)
Berdasarkan hadits Jabir t:
Rasulullah belum akan tidur sampai beliau
membaca Alif Lam Mim Tanzil As-Sajdah dan
Tabarakalladzi biyadihil mulk.
Faedah: Tentang surat Tabarak terdapat atsar
bahwa beliau r menyenangi untuk selalu
membacanya. Abu Hurairah t meriwayatkan dari
Nabi r:
Satu surat dari Al-Qur`an yang tiga puluh
ayatnya dapat memberi syafaat bagi yang
membacanya sehingga akan diampuni baginya
dosa-dosanya yaitu Tabarakalladzi biyadihil

Membaca dua ayat terakhir dari


surat Al-Baqarah
Berdasar hadits Abu Mas`ud Al-Badri -Radhiallahu anhu-:
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, siapa saja yang
membacanya pada malam hari telah cukuplah dua ayat
tersebut baginya. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, AtTirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi)
Sabda beliau Shallallahu alaihi wa sallam: telah cukuplah
dua ayat tersebut baginya An-Nawawi -Rahimahullahmengatakan: Dikatakan bahwa makna telah cukuplah dua
ayat tersebut baginya sebagai pengganti shalat al-lail. Ada
yang berpendapat telah cukup sebagai penjaga dari
syaithan. Ada yang berpendapat sebagai penjaga dari suatu
yang membahayakan, dan semua makna tersebut saling
menguatkan. (Syarh Shahih Muslim jilid ketiga)

6.

Membaca doa-doa dan


berdzikir
Termasuk petunjuk Nabi r ketika hendak tidur

adalah beliau berdoa lebih dahulu di malam


sebelum tidur. Abu Hurairah t berkata:
Rasulullah r bersabda:
Barangsiapa yang hendak tidur di tempat
tidurnya tanpa berdzikir kepada Allah I maka
Allah I akan menjauh darinya di hari
kiamat.Dan barang siapa yang duduk pada
suatu tempat duduk, dan tidak berdzikir
kepada Allah U, kecuali Allah akan menjauh
darinya pada hari kiamat (HR. Abu Daud)

Hadits 1
Sabda Nabi r:
Dari Hadits Hafshah -radhiyallahu anha- (istri
Nabi r) Bahwa Rasulullah r bersabda:
Rasulullah setiap hendak tidur meletakkan
tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian
membaca doa: Allahumma qinni adzabaka
yauma tab`atsu ibaadaka (Ya Allah, aku
berlindung kepadaMu, dari adzabMu di hari
Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu. Beliau
Shallallahu alaihi wa sallam membacanya
tiga kali. (HR. Ahmad, Abu Daud)

Hadits 2
Sabda Nabi r:
Dari hadits Hudzaifah bin Al-Yaman t
berkata:
Nabi r setiap hendak menuju
tempat tidurnya berdoa: Bismika
Allahumma amuutu wa ahyaa
(Dengan nama-Mu Ya Allah aku mati
dan aku hidup kembali). (HR.
Bukhori)

Hadits 3
Dari hadits Abdullah bin Umar r, bahwa Ibnu Umar r
menyuruh seorang laki-laki yang hendak
mendatangi tempat tidurnya untuk berdoa:
llahumma khalaqta nafsi wa anta tawaffaha,
laka mamatuha wa mahyaha, in ahyataha
fahfadh-ha, wa in amataha faghfir laha,
Allahumma inni as`alukal `afiyah. (Ya Allah,
sesungguhnya Engkaulah yang telah menciptakan
diriku dan Engkaulah yang akan mematikan aku.
Engkau memiliki hak menghidupkan dan mematikan.
Jika Engkau menghidupkan diriku, maka peliharalah
ia, dan jika Engkau mematikannya, ampunilah ia. Ya
Allah aku memohon keselamatan kepadaMu). Maka
berkata kepadanya seorang laki-laki: Apakah
engkau mendengarnya dari Umar? Ia berkata: Dari
orang yang lebih baik dari Umar r dari Rasulullah r.

Hadits 4

Dari hadits Abu Hurairah t berkata: Rasulullah r


bersabda:
Jika salah seorang di antara kalian hendak
beriustirahat di tempat tidurnya, maka hendaklah ia
mengebutkan (menyapu) tempat tidurnya dengan
kain sarung, karena sungguh ia tidak tahu lagi apa
yang terjadi di tempat tidur tersebut setelahnya.
Kemudian hendaklah ia tidur menghadap kearah
kanan, kemudian hendaklah ia membaca doa:
Bismika Rabbi wadha`tu janbi, wa bika
arfa`ahu, in amsakta nafsi farhamha, wa in
arsaltaha, fahfadh-ha bima tahfadhu bihi
`ibaadakash shalihiin. (Dengan menyebut namaMu, Ya Rabbi, kuletakkan tubuh ini, dengan
pertolonganMu aku mengangkatnya. Kalau Engkau
mematikan aku, maka berikan rahmatMu kepadanya,

7. Jika bermimpi menyenangkan /


menakutkan
Apa-apa yang dilihat oleh orang yang tidur itu bisa jadi
itu adalah mimpi biasa, dan bisa jadi itu merupakan
ruya/ilham, adapun ar-ruya ini datangnya dari Allah,
sedangkan mimpi bisa jadi datangnya dari syaithan.

"Mimpi terbagi menjadi tiga: Mimpi yang baik adalah


kabar gembira dari Allah SWT, mimpi yang membuat
orang bersedih dari tipu daya setan dan mimpi melihat
sesuatu adalah mimpi yang diwujudkan karena pengaruh
kejiwaan seseorang". (HR. Bukhori)

Dari Abu Qatadah, beliau berkata: Nabi r


bersabda:
Mimpi yang baik- ar-ruya ash-shalihah itu
asalnya dari Allah sedangkan mimpi biasa itu
datangnya dari syaithan. Maka salah seorang
dari kalian bermimpi yang menakutkan maka
hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya, dan
mohonlah perlindungan kepada Allah dari
kejelekan-kejelekannya, sehingga tidak akan
dapat memudharatkanmu. (HR. Al-Bukhari,
Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu
Majah, Malik, dan Ad-Darimi)

Dalam riwayat Muslim:


Mimpi yang baik itu asalnya dari Allah, sedangkan
mimpi yang buruk itu datangnya dari syaithan,
maka barangsiapa yang bermimpi tentang sesuatu
sedangkan ia tidak menyukainya. Maka hendaklah
ia meludah ke sebelah kirinya dan berlindung
kepada Allah dari godaan syaithan yang
memudlaratkan dan janganlah ia menceritakan
kepada siapapun. Karena sesungguhnya mimpi itu,
jika mimpi yang baik, maka itu adalah merupakan
kabar gembira, dan jangan menceritakan tentang
mimpi tersebut kecuali pada orang yang ia cintai.

Berzikir kepada Allah pada saat bermimpi buruk


dan tidak bisa tidur, seperti berdo'a dengan
mengucapkan:

"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang


sempurna dari murka -Nya dan kejahatan hamba
-Nya dan dari tipu daya setan serta mereka hadir di
sisiku". (HR. Abu Daud)

8. Makruh tidur dengan


tengkurap
Dari Thakhfah Al-Ghifari t, salah seorang diantara

ashhabush shuffah (para sahabat yang tinggal di


Masjid Nabawi) berkata: Aku tidur di masjid pada
akhir malam, kemudian ada orang yang
mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi
tengkurap. Kemudian ia menggerakkanku dengan
kakinya, dan berkata: Bangunlah dari
tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah
tidurnya orang-orang yang dimurkai Allah.
Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat
ia adalah Nabi r, maka akupun kemudian bangkit.
(HR. Bukhori, Ibnu Majah, Ahmad, At Tirmidzi dari
hadits Abu Hurairah t)
Dalam riwayat Ibnu Majah dengan lafazh:
Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi

9. Dibencinya tidur diatas teras


atas rumah tanpa adanya atap
penutup

Dalam hal ini diterangkan pada


hadits dari Ali bin Syaiban
radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:
Barangsiapa yang tidur dengan
atas rumahnya tanpa pembatas
(atap penutup), maka lepaslah
penjagaan atasnya.

10. LEBIH UTAMA BAGI SESEORANG


AGAR TIDAK TIDUR SETELAH FAJAR

berdasarkan sabda Nabi:

"Ya Allah berikanlah berkah bagi umatku pada


waktu pagi mereka". (HR. Abu Daud)

11. Doa-doa ketika bangun


dari tidur

Dari hadits Ubadah bin Ash-Shamit t dari Nabi r


bersabda: Barangsiapa yang terbangun dari
tidurnya di malam hari, ucapkanlah: Tidak ada
Illah yang berhak di sembah dengan benar selain
Allah. Tidak ada sekutu baginya dan Dialah yang
memiliki kekuasaan dan pujian dan Dia berkuasa
atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha
Suci Allah, Tidak ada Illah yang berhak disembah
dengan benar selain Allah. Allah Maha Besar. Tidak
ada daya dan kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah -Subhanahu wa Ta`ala-.
Kemudian berdoalah: Ya Allah, ampunilah aku.
Atau berdoa. niscaya Allah akan kabulkan baginya,
maka jika ia berwudhu kemudian shalat, maka
akan diterima shalatnya saat itu. (HR. Al-Bukhari,

Diterangkan didalam hadits dari Ibnu


Abbas t berkaitan ketika beliau bermalam
dirumah bibinya Maimunah. Ibnu Abbas t
berkata: Sampai ketika pada pertengahan
malam atau sebelumnya sedikit atau
sesudahnya sedikit Rasulullah r terbangun
dan duduk kemudian beliau r mengusap
wajahnya dan tangannya kemudian beliau
membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat
Ali Imran, kemudian beliau r berdiri dan
beranjak ke tempat wudhunya dilanjutkan
dengan melaksanakan shalat al-hadits.
(HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, An-

Datang dari hadits Hudzaifah bin Al-Yaman t,


berkata:
Nabi r ketika hendak beristirahat di tempat
tidurnya beliau berdoa: Dengan nama-Mu Ya Allah
aku mati dan dengan nama-Mu pula aku hidup. Dan
jika beliau bangun beliau r berdoa:
Segala puji hanya bagi Allah yang telah
menghidupkan aku setelah mematikannya dan
kepadaNya lah kami akan dibangkitkan.
(HR. Al-Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi dengan lafadh:
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan
jiwaku. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi)