Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

DEMAM BERDARAH DENGUE


DERAJAT I

Pembimbing : dr. Nur Hidayat Sp.PD


Presentan : Esti Mahanani, S.Ked

A. Identitas Pasien

Nama
Umur
Alamat
Agama
No. RM
Tanggal MRS

: Nn. N
: 20 tahun
: Gedong, Kra
: Islam
: 25.89.xx
: 12 Mei 2013

B. Anamnesa
Keluhan Utama
Demam selama 5 hari

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan
keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Demam terjadi
secara mendadak dan demam dirasakan naik turun,
demam naik terutama jika pasien beraktifitas. Keluhan
demam disertai dengan mual, muntah dua kali berupa
makanan dan minuman, nyeri kepala, nyeri otot, dan
nafsu makan pasien menurun. Buang air besar dan
buang air kecil dalam batas normal.

Riwayat Penyakit Sekarang


Empat hari sebelum masuk Rumah Sakit pasien
merasa pusing dan mual, tetapi pasien tidak
memeriksakan diri ke dokter dan tidak meminum obat.
Hari kedua, pasien merasa tidak enak badan, demam,
pusing bertambah berat, dan muntah satu kali, pasien
kemudian memeriksakan diri ke dokter dan beristirahat
di rumah. Hari ketiga, pasien merasa baikan dan
beraktifitas seperti biasa. Hari keempat, pasien kembali
merasa tidak enak badan, pusing, dan nyeri perut,
pasien kemudian memeriksakan diri ke IGD RSUD
Karanganyar.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Asma
Riwayat Hipertensi
Riwayat DM
Riwayat alergi obat

: Disangkal
: Disangkal
: Disangkal
: Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Asma
: Disangkal
Riwayat Hipertensi
: Disangkal
Riwayat DM : Disangkal
Riwayat alergi obat
: Disangkal
Riwayat sakit serupa : Disangkal

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran
: Compos Mentis
Vital Sign
TD
: 110/70 mmHg
Nadi
: 80 x/menit
HR
: 80 x/menit
Suhu
: 37,50 C
RR
: 22 x/menit

Integumentum : rumpel leede test (+)


Kepala
: CA (-/-), SI (-/-), simetris
Leher
: pembesaran KGB (-)
Thoraks
Pulmo
Inspeksi : retraksi (-), ketinggalan gerak (-), simetris
Palpasi
: fremitus kanan dan kiri sama
Perkusi
: sonor
Auskultasi : SD Vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronkhi (-/-)

Cor
Inspeksi
Palpasi

: ictus cordis tidak terlihat


: ictus cordis di SIC V linea midclavicularis
sinistra, tidak kuat angkat
Perkusi
: redup, konfigurasi jantung kesan tidak
melebar
Auskultasi : bunyi jantung 1-2 murni reguler

Abdomen
Inspeksi : distended (-), darm countur (-), darm
steifung (-), supel, tidak terdapat luka bekas
jahitan
Auskultasi : peristaltik normal
Perkusi
: timpani seluruh lapang abdomen
Palpasi
: defans muskuler (-), tidak teraba massa,
nyeri tekan (+) pada epigastrica dan
umbilicalis
Ekstremitas
Superior : deformitas (-), teraba hangat, oedem (-)
Inferior
: deformitas (-), teraba hangat, oedem (-)

C. Pemeriksaan Penunjang

12/05/2013

Trombosit

Hematokrit

Hb

AL

26x103 L

46,3%

13,6 g/dL

6,4x103 L

D. Diagnosis
Demam Berdarah Dengue
Derajat I

E. Diagnosis Banding
Demam Dengue (DD)
Demam Tifoid

F. Prognosis
ad vitam
ad fungsionam
ad sanam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

13 Mei
2013

14 Mei
2013

demam (+)
mual (+)
muntah (+)
nyeri kepala (+)
nyeri otot (+)
nyeri perut (+)
BAB (-)
BAK (+)

TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37,50C
RR : 22 x/menit

demam (+)
pusing (+)
nyeri otot (+)
lemas (+)
nyeri perut (+)
mual (+)
muntah (-)
BAB (-)
BAK (+)

TD : 90/60 mmHg
N : 88 x/menit
S : 380C
RR : 20 x/menit

DBD
Derajat I

Infus RL 20 tpm
Cefotaxime 1 gr/12 jam
Ondancentron 1 amp/24 jam
Paracetamol 3x500 mg
Imboost 2x1
Cek darah rutin

DBD
Derajat I

Terapi lanjut
Cek darah rutin

uji bendung (+)


nyerti tekan regio
epigastric dan umbilical
AL (6,4 x103 g/dL)
HCT (35,6%),
Trombosit (33x103/L)
Hb (11,7 g/dL)

AL (7,1 x103 g/dL)


HCT (33,1%)
Trombosit (37x103/L)
Hb (12,0 g/dL)

15 Mei
2013

16 Mei
2013

demam (-)
mual (+)
muntah (-)
nyeri kepala (-)
nyeri otot (-)
nyeri perut (-)
BAB (-)
BAK (+)

TD : 100/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,50C
RR : 22 x/menit

demam (-)
pusing (-)
nyeri perut (-)
mual (-)
muntah (-)
BAB (+)
BAK (+)

TD
N
S
RR

DBD
Derajat I

Infus RL 20 tpm
Cefotaxime 1 gr/12 jam
Ondancentron 1 amp/24 jam
Paracetamol 3x500 mg
Imboost 2x1
Cek darah rutin

DBD
Derajat I

BLPL
Ranitidin tablet 3x1
Imunos 2x1
Paracetamol 3x1

AL (4,4 x103 g/dL)


HCT (37,4%)
Trombosit (46x103/L)
Hb (12,3 g/dL)

: 90/60 mmHg
: 82 x/menit
: 380C
: 20 x/menit

AL (7,9 x103 g/dL)


HCT (32,9%)
Trombosit (72x103/L)
Hb (11,9 g/dL)

DEFINISI DBD

Demam Berdarah Dengue ialah penyakit yang disebabkan oleh


virus dengue (DEN). Virus Dengue merupakan virus RNA untai tunggal
yang terdiri atas 4 serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.
Struktur antigen empat serotipe sangat mirip satu dengan yang
lain, namun antibodi terhadap masing-masing serotipe tidak dapat
saling memberikan perlindungan silang. Virus dengue termasuk dalam
genus Flavivirus (famili Flaviviridae). Virus ini ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

GEJALA KLINIS

GEJALA KLINIS

KRITERIA DIAGNOSIS
Kriteria Klinis

Kriteria Laboratoris

Demam tinggi mendadak, tanpa sebab


yang jelas, berlangsung selama 2-7 hari

Trombositopenia
(100.000/l atau kurang)

Terdapat manifestasi perdarahan yang


ditandai dengan :
Uji bendung positif
Petekie, ekimosis
Epistaksis, perdarahan gusi
Hematemesis, melena

Adanya kebocoran plasma karena


peningkatan permeabilitas kapiler,
dengan manifestasi sebagai berikut :
- Peningkatan hematokrit
- Penurunan hematokrit 20%
setelah mendapat terapi cairan
- Efusi pleura/perikardial, ascites

Pembesaran hati
Syok, ditandai nadi cepat dan lemah
sampai tidak teraba, penyempitan
tekanan nadi ( 20 mmHg), hipotensi
sampai tidak terukur, kaki dan tangan
dingin, kulit lembap, capillary refill time
memanjang (> 2 detik), dan pasien
tampak gelisah

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Dua kriteria klinis pertama ditambah satu dari
laboratorium (atau hanya peningkatan hematokrit)
untuk menegakkan diagnosis kerja DBD.

kriteria
cukup

Pemeriksaan penunjang antara lain :


1. Kadar hemoglobin, hematokrit, trombosit, leukosit dan
hitung jenis
2. Uji serologis
3. Pemeriksaan radiologis
Pemeriksaan foto dada, atas indikasi dalam keadaan
klinis ragu-ragu atau pemantauan klinis sebagai pedoman
pemberian cairan.

DERAJAT SPEKTRUM
Derajat 1

Demam disertai gejala tidak khas dan


satu-satunya manifestasi perdarahan
adalah uji tourniquet

Derajat 2

Seperti derajat 1, disertai perdarahan


spontan di kulit dan perdarahan lain

Derajat 3

Didapatkan kegagalan sirkulasi, nadi


cepat dan lemah, hipotensi, sianosis,
gelisah

Derajat 4

Syok berat, nadi tidak dapat diraba, TD


tidak terukur

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding selama fase akut penyakit, sulit
untuk membedakan DD, DBD, dengan penyakit tropis lain
seperti demam tifoid, chikungunya, leptospirosis, dll. Maka
perlu ditanyakan gelaja penyerta lain seperti batuk, pilek,
diare, menggigil, dll.
Pemeriksaan penunjang antara lain :
1.Kadar hemoglobin, leukosit dan hitung jenis, hematokrit,
trombosit.
2.Uji serologis.
3.Pemeriksaan radiologis.

PENATALAKSANAAN
Penanganan tersangka DBD tanpa syok
Curiga DBD : Hb, Ht, dan AT normal dapat pulang, kemudian
kontrol ke 24 jam berikutnya
Meragukan
: observasi di IGD, minum banyak, infus RL 500cc
dalam empat jam, ulang Hb, Ht, dan trombosit
Indikasi pasien dirawat, jika :
Hb, Ht normal, AT <100.000/mm3
Hb, Ht yang meningkat dengan jumlah trombosit <150.000/mm3
Penderita dipulangkan apabila didapatkan nilai Hb, Ht dalam batas
normal dengan jumlah trombosit >100.000/mm3. Selama di IGD
monitoring tekanan darah, frekuensi nadi dan pernapasan, serta
jumlah urin dilakukan minimal setiap 4 jam.

PENATALAKSANAAN

Pemberian cairan pada tersangka DBD dewasa


Pasien DBD tanpa perdarahan spontan dan masif, tanpa syok
diberikan cairan kristaloid.
Kebutuhan cairan perhari 1500 + [20 x (BB dalam kg 20)].
Setelah itu dilakukan evaluasi selama 24 jam.
Bila Hb dan Ht meningkat 10-20% dan AT <100.000/mm3,
pemberian cairan tetap seperti rumus di atas, kemudian
evaluasi Hb dan Ht tiap 12 jam.
Bila Hb dan Ht meningkat >20% dan AT <100.000/mm 3,
lanjutkan pemberian cairan.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan DBD dengan peningkatan hematokrit >20%
Berikan infus cairan kristaloid 6-7 ml/kgBB/jam, evaluasi setelah 2
jam, bila membaik kurangi menjadi 5 ml/kgBB/jam, evaluasi
kembali setelah 2 jam, bila membaik kurangi menjadi 3
ml/kgBB/jam. Infus dihentikan setelah 24-48 jam.
Jika setelah pemberian 6-7 ml/kgBB/jam tidak membaik (Ht, nadi
meningkat, tekanan darah turun <20 mmHg, produksi urin
berkurang) naikkan menjadi 10 ml/kgBB/jam, kemudian evaluasi
kembali setelah 2 jam.
Bila setelah 2 jam membaik, turunkan menjadi 5 ml/kgBB/jam,
tetapi bila memburuk turunkan menjadi 15 ml/kgBB/jam, bila
setelah evaluasi cairan, kondisi pasien semakin memburuk, maka
beri tatalaksana syok.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan perdarahan spontan pada DBD dewasa


Perdarahan spontan : epistaksis yang tak terkendali,
perdarahan saluran cerna, saluran kencing, otak, atau
perdarahan yang tersembunyi sebanyak 4-5 ml/kgBB/jam.
Pemberian cairan seperti pada protokol 3.
Pemeriksaan tanda vital dan produksi urin sesering mungkin.
Hb, Ht, AT diulang tiap 4-6 jam. Transfusi komponen sesuai
indikasi, PRC bila Hb <10 g/dL, trombosit bila trombosit <
100.000/mm3 perdarahan spontan dan masif.

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana sindrom syok dengue pada dewasa
Angka kematian meningkat hingga 10 kali lipat. Cairan
kristaloid tetap pilihan utama, ditambah oksigenasi 2-4
L/menit. Periksa darah perifer lengkap, hemostasis, AGD,
elektrolit, ureum, dan kreatinin.
Fase awal : cairan kristaloid 20-30 ml/kgBB dan dievaluasi
setelah 15-30 menit. Jika membaik cairan diberikan 7
ml/kgBB/jam. Bila dalam 1-2 jam tetap stabil, cairan diberikan
5 ml/kgBB/jam, bila 1-2 jam stabil turunkan kembali menjadi 3
ml/kgBB/jam. Bila dalam 24-48 jam pasca syok teratasi
kondisi tetap stabil, infus harus dihentikan.