Anda di halaman 1dari 33

HIV / AIDS

-Selayang PandangDr. Zukhrufa Delima Majid


PUSKESMAS BULU
KABUPATEN SUKOHARJO
Footer Text

01/20/15

Apakah AIDS itu?


AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome):
Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan
tubuh oleh virus yang disebut HIV.
Kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh menyebabkan pengidap
HIV (ODHA) amat rentan dan mudah terjangkit macam-macam penyakit.

HIV menyerang limfosit yang disebut sel T-4 atau sel Tpenolong (T-helper), atau disebut juga sel CD-4.
HIV tergolong kelompok retrovirus yang memiliki kemampuan untuk
mengkopi-cetak

PENJELASAN KOMIK

Komik kekebalan tubuh menggambarkan tentang fungsi darah putih


dalam tubuh seseorang sebagai sistem kekebalan tubuh dalam
menghadapi serangan kuman, virus, dan lainnya

HIV adalah kuman namun tidak seperti kuman lainnya (diare, influenza
dan lain-lain) yang mudah dilumpuhkan oleh sel darah putih. Bila HIV
masuk ke dalam tubuh justru akan melumpuhkan sel darah putih

Jumlah sel darah putih yang sehat 400-1500 menunjukkan bahwa


seseorang masih memiliki kekebalan tubuh cukup baik

Jika di bawah 350 berpotensi menunjukkan sistem kekebalan tubuh


telah melemah sehingga orang yang telah HIV positif

HIV mengurangi jumlah sel darah putih (CD4) yang pada akhirnya
membuat tubuh seseorang rentan terkena penyakit

Kenyataan epidemi AIDS di Jawa Tengah saat ini


AIDS pertama kali dilaporkan di Jawa Tengah tahun
1993
Sampai dengan saat ini AIDS sudah dilaporkan dari
35 kab/kota
Di Lapas dan Rutan juga telah dilaporkan kasus
terkait AIDS dan Napza
Selalu ditemukan kantong darah donor yang
reaktiv HIV
Beberapa kab/kota ada informasi ibu hamil dengan
HIV dan anak yang HIV atau AIDS
HIV dan AIDS 60% berkembang ke Tuberculosis

HIV didapatkan di

darah
cairan sperma
cairan vagina
air susu ibu

PERJALANAN INFEKSI-HIV
HIV
CD-4

ANTIBODI

PERIODE
JENDELA
8 12 MG

SERO-POSITIF
5 10 TAHUN

AI D S
2 TAHUN

Mengapa Odha masih tampak sehat.


Karena perjalanan penyakit HIV dalam tubuh seseorang tergolong unik,
memiliki masa inkubasi yang sangat panjang

STADIUM 1

Window
period
1 3, bahkan
6 bulan

STADIUM 2

HIV +
Asimptomatik
5 10 tahun

STADIUM 3

STADIUM 4

HIV+ dengan
gejala
penyakit

CD4 < 200

> 1 bulan

1 2 th.

AIDS

PRINSIP PENULARAN
HIV
Dikenal dengan ESSE :
o
o
o
o

EXIT: keluar.
SUFFICIENT: cukup
SURVIVE: virusnya hidup
ENTER: masuk.

HIV keluar dari tubuh dalam jumlah cukup dan


dalam keadaan hidup masuk ke dalam tubuh lain.

Stadium 1
Asimptom
atik

Stadium 2
Sakit ringan

Berat
badan

Tidak ada
penurunan berat
badan

Penurunan BB 5-10%

Penurunan berat badan > 10%

Sindroma wasting HIV

Gejala

Tidak ada gejala


atau hanya :
Limfadenopati
Generalisata
Persisten

Luka di sekitar bibir


(keilitis angularis)
Ruam kulit yang
gatal (seboroik atau
prurigo)
Herpes zoster
dalam 5 tahun
terakhir
ISPA berulang,
misalnya sinusitis
atau otitis
Ulkus mulut
berulang

Kandidiasis oral atau vaginal


Oral hairy leukoplakia
Diare, Demam yang tidak
diketahui penyebabnya,
lebih dari 1 bulan
infeksi bakterial yang berat
(pneumoni, piomiositis, dll)
TB Paru dalam 1 tahun terakhir
TB limfadenopati
Gingivitis/Periodontitis ulseratif
nekrotikan akut

Kandidiasis esophageal
Herpes Simpleks ulseratif lebih
dari satu bulan.
Limfoma*
Sarkoma kaposi
Kanker serviks invasive*
Retinitis CMV*
Pneumonia pnemosistis*
TB Extraparu*
Abses otak Toksoplasmosis*
Meningitis Kriptokokus*
Encefalopati HIV

Kotrimoksazol

Kotrimoksazol

Kotrimoksazol

Jika hanya CD4 <


350

Jika tidak tersedia


pemeriksaan CD4, obati semua
pada stadium 3
Jika CD4 tersedia, ART
diberikan pada CD4<350
Evaluasi ART (8.1)
Menyiapkan ODHA untuk

Indikasi pengobatan ARV.

Profilaksi
s
Terapi
ARV

Jika CD4<350

Stadium 3
Sakit sedang

Kondisi dengan tanda* perlu diagnosis dokter dapat diambil dari rekam medis RS sebelumnya.
Infeksi otot, PCP, toksoplasma, meningitis
kriptokokal, & TB extraparu harus dirujuk untuk
diagnosis dan terapi

Stadium 4
Sakit berat (AIDS)

(Gangguan fungsi neurologis dan tidak sebab


lain sering kali membaik dengan ART)

Evaluasi untuk ART (8.1)


Menyiapkan untuk konseling
kepatuhan (membutuhkan
beberapa kunjungan dan
kunjungan rumah jika

CEGAH HIV
DENGAN
A

B C

A: Abstinence
B: Be Faithfull
E

C: Condom
D: No Drugs
E: Education

JENIS PELAYANAN HIV


DAN AIDS
Konseling dan testing secara sukarela
(VCT) tes individu dengan sukarela untuk
mengetahui status HIV seseorang. Tes ini
merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan
laboratorium secara sukarela yang harus disertai
konseling
Prevention of Parent to Child Transmission
(PPTCT) merupakan pelayanan yang dikhususkan
terhadap orangtua yang terinfeksi HIV. Setiap
orangtua, terutama ibu hamil, yang berstatus HIV
positif, menjadi perhatian dari pelayanan ini

JENIS PELAYANAN HIV


DAN AIDS
Provider Initiated Testing and Counseling
(PITC) merupakan layanan pemeriksaan darah untuk
mengetahui status HIV seseorang berdasarkan pada
inisiatif atau rekomendasi dari petugas kesehatan
dan pasien menerima saran tersebut. Hal ini
biasanya terjadi dalam setting medis.
Care Support and Treatment (CST) merupakan
layanan terkait dengan pemberian dukungan kepada
orang yang telah berstatus HIV. Pelayanan ini akan
terjadi setelah seseorang melalui proses tes darah
atau ketika seseorang yang telah menerima status
HIV.

Kapan test HIV


dilakukan?
Tes untuk mendeteksi keberadaan virus HIV atau
antibodi terhadap virus di dalam darah, air liur atau air
kencing
Penapisan darah dan organ Biasanya dilakukan
sebelum ditransfusikan atau ditransplantasikan
Mendiagnosa infeksi HIV pada individu KTS
Melaksanakan surveilans tes terhadap kelompok
masyarakat tertentu untuk mengetahui insidens HIV
(jumlah kasus HIV) atau untuk memperkirakan
prevalensi (persentase dari populasi yang terinfeksi HIV)

TES YANG
MENGIDENTIFIKASI
ANTIBODI
o ELISA
o Western Blot
o Dipstick

VIRUS HIV PCR

SELALU TEPATKAH HASIL TES?


TIDAK
Karena:
o Periode jendela
o Kerusakan sampel
darah
o Reagen rusak
o Kesalahan pada
prosedur
pelaksanaan tes
darah

BAGAIMANA DENGAN YANG HASIL TES

NEGATIF?
Mempertahankan perilaku yang aman
Mengubah perilaku dari yang berisiko
ke perilaku aman
Mempertahankan hasil tes yang
negatif
Menjadi elemen aktif kegiatan
pencegahan dan penanggulangan
AIDS bagi kelompoknya, masyarakat
dan lingkungannya

Pertimbangan Apakah perlu tes darah?


Sekedar cemas atau
Pernah melakukan perilaku berisiko baik seksual
atau non-seksual?

MENGAPA KTS/VCT
PENTING ?
Mengetahui status lebih dini akan
memudahkan perencanaan penanganan
Meningkatkan kualitas hidup sehingga
mengurangi angka kesakitan dan
kematian (walaupun tidak dapat
disembuhkan, penyakit dapat dikendalikan
dengan baik)
Memutus mata rantai penularan HIV yang
meluas

STIGMA ODHA
Sikap negatif yang diberikan pada ODHA(Cap Buruk)
Mendorong keterpinggiran ODHA dan mereka yang
rentan terhadap infeksi HIV. Mengingat HIV dan AIDS
sering dikaitkan dengan seks, penggunaan narkoba
dan kematian, banyak orang yang tidak peduli, tidak
menerima dan takut terhadap penyakit ini.
Menyebabkan beberapa ODHA dan orang yang rentan
terhadap HIV dan AIDS menjadi kurang dihargai dan
merasa malu. Sedangkan kelompok lainnya merasa
superior.

DISKRIMINASI ODHA
Diskriminasi terjadi ketika pandangan-pandangan
negatif mendorong orang atau lembaga untuk
memperlakukan seseorang secara tidak adil yang
didasarkan pada prasangka mereka akan status HIV
seseorang.
Contoh diskriminasi:
para staf rumah sakit atau penjara menolak
memberikan pelayanan kesehatan pada ODHA; atasan
yang memberhentikan pegawainya berdasarkan
status atau prasangka status HIV mereka; atau
keluarga atau masyarakat yang menolak mereka yang
hidup atau dipercaya hidup dengan HIV dan AIDS.

PERAN ODHA DALAM


PENCEGAHAN
Memberikan motivasi pada teman-teman dan
pasangannya untuk melakukan tes
Saling memberikan dukungan antara sesama ODHA
untuk menjalankan hidup sehat
Melakukan diseminasi informasi dan advokasi untuk
menghapus diskrimasi dan stigmatisasi terhadap ODHA
Memperluas jaringan layanan dalam rangka
memudahkan dukungan layanan terkait dengan
kebutuhan ODHA
Pemutusan mata rantai penularan terhadap pasangan
melalui pencegahan dan perilaku aman

TUGAS PETUGAS
LAPANGAN
Menyebarkan informasi
tentang pengetahuan dasar
HIV dan AIDS
Promosi pencegahan
Promosi layanan-layanan
yang terkait dengan HIV dan
AIDS
Merujuk KD melakukan KTS
Tindak lanjut hasil rujukan
KTS

Trend HIV dan AIDS per TAHUN


di Jawa Tengah 1993- 2010

PERSENTASE KASUS AIDS


Berdasarkan Jenis Pekerjaan
di Jawa Tengah 1993 2010