Anda di halaman 1dari 16

Latar belakang

Paratiroidektomi
invasif
minimal
membuthkan
anelgesik
yang
terbatas dan waktu pemulihan yang
singkat. Pemilihan Anelgesik yang
digunakan
untuk
pasien
yang
menjalan paratiroidektomi belum
diketahui namun komponen non
steroid cukup memberikan hasil yang
baik.

Tujuan
Untuk
menentukan
apakan
pemberian asetamonifen IV (1 gram)
intravena atau ketorolak (30mg)
yang akan memberikan kontrol nyeri
yang lebih baik setelah dilakukan
paratiroidektomi.

Tujuan
Tujuan umum:mengetahui perbedaan
skor VAS post-operasi
Tujuan
khusus:
membandingkan
jumlah analgesia yang digunakan
selama periode post-OP; kejadian
mual, muntah, sedasi dan efek
lainnya post-OP

Metode
Dilakukan studi komparatif pada 180
pasien yang dipilih secara acak.
Paratirodektomi menggunakan GA
Penilaian VAS pertama kali sebelum
dilakukan premedikasi
Penilaian tigkat nyeri posoperasi dinilai
setiap 15 menit menggunakan VAS saat
pasien tiba di post anesthesia care unit
(PACU) sampai diperbolehkan kembali
dengan studi personil blinded.

Inklusi: dewasa >18 tahun, ASA PS IIII


Eksklusi: pasien dengan koagulopati,
gangguan liver dan ginjal, alergi
NSAID, alcohol/opioid abuse, dan
infeksi

Acetaminofen diberikan 1 g (IV)


dalam 15 menit saat porsedur
pembedahan dimulai.
Ketorolac 30 mg (IV) diberikan saat
penutupan inner fascia (kurang lebih
15 menit sebelum tindakan bedah
berakhir).

Regimen anestesi:
midazolam 2 mg , ondansetron 4 mg.
Induksi
anestesi:
lidocain
50mg,
propofol 200 mg, fentanyl 50-100mcg,
dan memnggunakan LMA.
GA maintained dengan sevoflurane 13% vol dalam udara kaya aksigen
dengan 1,5-2 mAC.
MAP 65 mmHg

Pain assesment:
Penilaian nyeri dilakukan segera saat
pasien tiba di PACU dan dinilai kembali
setiap
15
menit
sampai
pasien
dikeluarkan
Penilaian nyeri menggunakan Visual
Analog Pain Scale (VAS)
Derajat nyeri >5/10 pasien diberikan
morfin 2-4 mg (IV)

Hasil

Diskusi
Cmax ketorolac terjadi dalam 45
menit dengan waktu paruh 5 jam
Acetaminofen memiliki onset kerja
10 menit dengan Cmax <30 menit
dan waktu paruh 2-4 jam

Onset kerja ketorolac terjadi lebih


lama dibandingkan onset kerja
acetaminofen.
Keterbatasan:
Waktu pemberian anelgeisa intraoperatif
Waktu
recovery
yang
pendek
mengurangi waktu observasi untuk
anelgesia post-OP.

Kesimpulan
Ketorolac sedikit lebih baik sebagai
penghilang nyeri dan sedikit kurang
menyebabkan
mual
bila
dibandingkan dengan acetaminofen.