Anda di halaman 1dari 1

Jurnal (Juni 2014)

ECT: Its Brain Enabling Effects


A Review of Electroconvulsive Therapy-Induced Structural Brain Plasticity
Latar Belakang: Sejak 2 dekade terakhir, bukti baru tentang plastisitas otak telah
menyebabkan sebuah perubahan pada kedua penelitian ECT preklinis dan klinis
dari pemalsuan hipotesis kerusakan otak terhadap penyelidikan efek-efek
kemungkinan neuroplastisitas otak.
Metode: Dengan meninjau kembali literatur manusia dan hewan yang tersedia,
kami telah memeriksa teori bahwa perubahan struktural menginduksi kejang
sangat penting untuk keefektifan terapi ECT.
Hasil: Antara penelitian menusia dan

hewan

mengusulkan

stimulasi

elektrokonvulsif/terapi

(ECT)

berhubungan

dengan

elektrokonvulsif

neuroplastisitas (neurogenesis, sinaptogenesis, angiogenesis, atau gliogenesis).


Kesimpulan: Masih tetap belum jelas apakah perubahan struktural dapat
menjelaskan keefektifan terapi dan/atau dapat dihubungkan ke kerusakan kognitif
dan memori (sementara) setelah ECT. Metode untuk menilai secara in vivo
plastisitas otak dari pasien yang telah diterapi dengan ECT akan menjadi
kepentingan khusus pada penelitian masa depan longitudinal untuk memberikan
dukungan pada data sistem/koreksi yang tersedia sekarang ini.