Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Puskesmas merupakan suatu tempat untuk melakukan upaya meningkatkan
kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. Puskesmas
harus bisa menjamin mutu pelayanan keperawatan melalui kesesuaian dengan kebutuhan
pasien. Pentingnya peningkatan mutu pelayanan puskesmas adalah untuk membangun
persahabatan yang mendorong hubungan dengan pasien sehingga puskesmas tidak
ditinggalkan oleh pasiennya

Begitu juga halnya puskesmas Gayungsn sebagai salah satu sarana kesehatan
yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat
strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena
merupakan suatu unit pelaksana teknis dari dinas kesehatan kota maupun kabupaten,unit
pelaksana inilah yang akan menyelenggarakan pembangunan kesehatan diwilayah kerja
tertentu. Tugas puskesamas sebagai pelaksana adalah membangun kesehatan jasmanai
dan rohani suatu lingkup daerah yang merata
Sebagai suatu sistem yang harus berjalan, Puskemas Gayungan dilengkapi dengan
organisasi, memiliki Sumberdaya dan program kegiatan pelayanan kesehatan. Tujuan
utamanya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakt diwilayah kerjanya sampai
setinggi-tingginya atau dengan mengambil pengertian dari kesehatan, tujuannya adalah
mewujudkan keadaan sehat fisik-jasmani, mental, rohani-spritual dan sosial bagi setiap
orang diwilayah kerja Puskesmas agar dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Untuk mempermudah pencapaian tujuan ini, Puskesmas Gayungan dapat bekerja sesuai
dengan Visi dan Misi Program Pelayanan Kesehatannya.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apa saja program inovatif puskesmas Gayungan ?
2. Apa saja program unggulan puskesmas Gayungan ?
3. Berapa jumlah SDM di puskesmas Gayungan ?
4. Bagaimana sistem rujukan di puskesmas Gayungan ?
5. Bagaimana cara menanggulangi bencana di daerah rawan bencana puskesmas
Gayungan ?

1.3
1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan
Mengetahui program inovatif puskesmas Gayungan.
Mengetahui program unggulan puskesmas Gayungan.
Mengetahui jumlah SDM di puskesmas Gayungan.
Mengetahui sistem rujukan di puskesmas Gayungan
Mengetahui cara menanggulangi bencana di daerah rawan bencana puskesmas
Gayungan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Profil Puskesmas Gayungan


Nama puskesmas

: Gayungan

Alamat

: Gayungsari barat no. 124

Kode puskesmas

: 436.6.3.51

No telpon

: 031 - 8290043

Fax

:-

E mail

: pkmgayungan@gmail.com

Kontak personil

: 081330163257 ( dr. Puspita sari )

Kelurahan

: Gayungan

Kecamatan

: Gayungan

Kota

: Surabaya

Nama pimpinan

: dr. Dessy j. Setia

Tahun berdiri

: 1975

Tipe puskesmas

: Pelayanan rawat jalan

Produk

: Jasa pelayanan kesehatan dasar

1. Nama puskesmas pembantu

: Ketintang

Alamat

: Jl. Prof. Supomo no .1

Kelurahan

: Ketintang

Kecamatan

: Kayungan

2. Nama puskesmas pembantu

: Dukuh Menanggal

Alamat

: Komp. Kel. Dukuh menanggal

Kelurahan

: Dukuh menanggal

Kecamatan

: Gayungan
3

Visi :
Terwujudnya Kualitas Pelayanan Kesehatan yang Optimal di Wilayah Puskesmas
Gayungan
Misi :
1. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di UKP ( Upaya Kesehatan
Perorangan ).
2. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di UKM ( Upaya Kesehatan
Masyarakat).
Motto :
Kepuasan Anda Tujuan Utama kami

2.2

Program Inovatif
Puskesmas Gayungan mempunyai program-program inovstif antara lain:
1. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
2. Upaya Kesehatan Mata
3. Upaya Kesehatan Jiwa
4. Upaya Kesehatan Pencegahan & Penanggulangan Penyakit Gigi
5. Perawatan Kesehatan Masyarakat
6. Bina Kesehatan Tradisional
7. Pemberdayaan Masyarakat dalam PHBS
8. Pengembangan UKBM
9. Program Gizi

2.3

Program Unggulan
PROGRAM
1. Posyandu Remaja

KEGIATAN

PENUNJANG

DANA

Pelayanan kesehatan Remaja di 1. Perawat


Kelurahan Dukuh Menanggal setiap
Terlatih
bulan 1 x, minggu ke-2 jam 16.00
2. Narasumber
WIB.

APBD

Penyuluhan kesehatan reproduksi


dan lain-lain
Konsultasi masalah remaja

Swadaya
Masyarakat

2. POSBINDU
JENIS TENAGA
Kelurahan Dukuh
Menanggal
Dokter
Umum
Dokter Gigi
Perawat
Bidan
Psikologi
Bidan Kelurahan
Perawat Gigi
Petugas Gizi
Apoteker
3. Kelas Ibu Balita
Asisten Apoteker
Petugas unit obat
Sanitarian
Petugas Promkes
4. Kelas Ibu Hamil
Petugas Laborat
Petugas unit pendaftaran
Kasir
5. usaha
Kelas Ibu Pintar
Tata
Balita Sehat
IT
SKM
Rekam Medis
Sopir Ambulance
Ptgs kebersihan
6. Pelayanan Poli
Jumlah
SpesialisMata

2.4

Pelayanan
kesehatan
yang
PKM. INDUK
PUSTU
melibatkan peran serta masyarakat
melalui upaya
promotif 2dan
2
preventif untuk mendeteksi dan
2
1dini
mengendalikan
secara
3
2
keberadaan faktor
risiko penyakit
tidak menular 3(PTM).
2
PTM yg -dikendalikan dalam
4 posbindu
pelayanan
antara
lain Hipertensi,
1 asam urat, Diabetes,
Kolesterol dan1lain-lain.
1
Pelaksanaan Pertemuan kelas ibu
1
Balita sebagai salah satu bentuk
1
upaya untuk menurunkan AKI-AKB
1
1
Pelaksanaan Pertemuan kelas ibu
1
hamil sebagai salah satu bentuk
2
2
upaya untuk menurunkan
AKI-AKB
1
Pelaksanaan 3Pertemuan kelas -ibu
pintar
balita
sehat
untuk
1
meningkatkan pengetahuan ibu
1 pertumbuhan - &
balita tentang
perkembangan1 balita sehat, serta
pemberian materi
tentang cara
1
pembuatan makanan
padat
gizi
2
Pelayanan Spesialis
Mata
32
11
( setiap hari senin )

3. Dokter yang
JUMLAH
terlatih
4
4. Perawat
3
yang terlatih
5
5. Petugas
laborat5yang
terlatih0
4
1
1
1
Bidan Terlatih
1
1
1
1
Bidan Terlatih
1
4
1
Petugas Gizi
3
terlatih
1
1
1
1
2
Dokter Sp.
43
Mata dari RS.
dr. Soetomo )

SDM Puskesmas Gayungan


Tenaga sumber daya manusia puskesmas Gayungan tahun 2014 sebagai berikut:

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn. P
3.1 PENGKAJIAN (Tanggal : 14 Juni 2014)

APBD
Swadaya
Masyarakat

BOK

BOK

BOK

I. Data Umum

No

1. Nama Kepala Keluarga

: Tn. P

2. Alamat

: Jl. Jeruk 1c/01 Wage Taman Sidoarjo

3. Telpon

: 085633xxxxx

4. Pekerjaan

: Swasta

5. Pendidikan

: SLTA

6. Komposisi

Nama

Jenis

Hub.

Umur

Kel.

Pen-

Status Imunisasi

Ket

didikan

KK
BCG
1.
2.

Ny. P
Sdr. Y

P
L

Istri
Anak

46 thn
21 thn

SLTA
SMA

v
v

Polio
1 2
v v
v v

3.

Sdr. D

1
Anak

16 thn

SMP

7. Genogram

3
v
v

4
v
v

DPT
1 2
v v
v v

3
v
v

Hepatitis
1 2 3
v V v
v V v

v
v

Campak

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Laki-laki meninggal
: Perempuan meninggal
: Garis keturunan
: Garis perkawinan
: Garis hubungan keluarga

8. Tipe Keluarga

Keluarga Tn. P merupakan tipe keluarga nuclear family terdiri dari ayah, ibu dan anak
tinggal dalam satu rumah dan dalam satu ikatan perkawinan.
9. Suku Bangsa

Semua keluarga Tn. P berasal dari Jawa.


10. Agama

Semua anggota keluarga menganut agama islam. Tidak ada peraturan khusus tentang
agama. Selalu berusaha untuk memenuhi shalat P waktu. Tn. P membebaskan anaknya
untuk sholat berjemaah atau tidak. Tn. P mengajarkan agama kepada anaknya sejak kecil.
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga:
Tn. P merupakan seorang pegawai swasta, hasil per bulan kurang lebih Rp. 2.000.000,00.
Ny. P merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus bekerja sebagai Pagawai swasta
dengan penghasilan per bulan kurang lebih Rp. 1.500.000,00
12. Aktivitas rekreasi keluarga

Keluarga melalukan rekreasi secara bersama karena Tn. P dalam satu rumah tinggal
bersama istrinya Ny. P dan kedua anaknya. keluarga Tn. P biasa mengisi waktu senggang
dengan menonton Tv bersama. Dan setiap sebulan sekali Tn. P mengajak keluarganya
pergi rekreasi ke luar kota untuk berwisata.
II.

Riwayat dan Tehap Perkembangan Keluarga


13. Tahap perkembangan keluarga saat ini
7

Tahap perkembangan keluarga pada saat ini adalah tahap perkembangan keluarga dengan
anak dewasa awal. Tn. P memiliki anak dengan usia 21 tahun yang sekarang sedang
menuntut ilmu di Surabaya.
14. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
a. Pada keluarga Tn. P tugas perkembangan yang belum terpenuhi adalah
memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar karena anak Tn. P belum
menikah dan yang belum terpenuhi lagi yaitu membantu orang tua suami/istri
yang sedang sakit dan memasuki masa tua karena Tn. P dan Ny. P tidak tinggal
satu rumah dengan kedua orang tuanya. Semenjak menikah Tn. P dan Ny. P
memutuskan untuk tinggal sendiri.
15. Riwayat keluarga inti
1) Tn. P mengatakan tidak mempunyai penyakit menular dan penyakit keturunan.
Selama ini sakitnya hanya sakit bisa seperti pusing dan diare.
2) Ny. P mengatakan tidak mempunyai penyakit menular dan penyakit keturunan.
Selama ini sakitnya hanya sakit biasa sepeti pusing dan nyeri pada saat haid.
3) Sdr. Y dan Sdr. D mengatakan tidak mempunyai penyakit menular dan penyakit
keturunan. Tapi, Sdr. D pernah menderita gejala typhus dan DHF pada setaun yang
lalu. Saat ini Sdr. D sering sakit-sakitan dan sering demam. Sdr. D mengatakan
aktivitasnya selama sekolah banyak kegiatan, jarak rumah dan sekolahpun lumayan
jauh dan macet.
16. Riwayat keluarga sebelumnya
Keluarga mengatakan pada keluarga sebelumnya tidak memiliki masalah kesehatan yang
serius baik dari pihak Suami maupun Istri. Hanya saja anak Tn. P yang bernama Sdr. D
sekarang jauh lebih banyak aktifitas dan sering demam karena kecapekan.
III.

Data Lingkungan
17. Karakteristik rumah
1) Luas : 10 m2 x 22 m2
2) Tipe Rumah : Rumah Pribadi
3) Kepemilikan : Milik sendiri
4) Jumlah dan ratio kamar / ruangan : Terdapat 4buah kamar, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1
kamar mandi.
5) Pemanfaatan ruangan : disetiap ruangan digunakan sesuai dengan fungsinya masing6)
7)
8)
9)

masing
Jumlah ventilasi : Terdapat 17 ventilasi di rumah Tn. P
Kamar mandi / WC: 1 kamar mandi dan 1 wc
Sarana pembuangan air limbah : got
Sarana air bersih dan minum : PDAM, air sumur, air mineral dan air isi ulang.
8

10) Kebersihan lingkungan : sampah diangkut oleh petugas sampah.


11) Keadaan didalam rumah : rumah keluarga Tn. P tinggal dirumah sendiri. Rumah
yang mereka tempati merupakan rumah permanen dengan status kepemilikan milik
pribadi. Lantai rumah menggunakan keramik. Penerangan pada malam hari
menggunakan listrik. Secara umum ventilasi dan pencahayaan rumah Tn. P baik. Dan
secara umum kebersihan rumah Tn. P baik di dalam maupun di luar rumah tampak
rapi dan bersih.
18. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
1) Kebiasaan
Kebiasaan di RW Tn. P setiap bulan mengadakan gotong royong Tn. P juga
menjadi ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya, dan setiap hari kamis malam
mengadakan yasinan sekaligus arisan bapak-bapak.
2) Aturan / kesepakatan
Kesepakatan di lingkungan RW atau RT tersebut, setiap kepala keluarga wajib
mengikuti kegiatan gotong royong dan peraturan-peraturan yang ada di
lingkungan tersebut.
3) Budaya
Budaya yang berada disekitar lingkungan rumah Tn. P 100% budaya jawa.
19. Mobilitas geografis keluarga
Tn. P mengatakan sejak pertama kali menikah sudah tidak tinggal dengan orang tua baik
orang tua dari pihak laki-laki maupun perempuan, dan sudah menetap di Sidoarjo. Hanya
saja posisi letak rumah Tn. P berada di daerah lingkungan saudara dan orang tua Ny. P.
20. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga biasa berkumpul di waktu senggang, dan interaksi dimasyarakat dilakukan
setiap hari karena Tn. P selalu ramah dan penuh sapa di tetangga yg jaraknya juga
berdekatan.
21. Sistem pendukung keluarga
Pendukung dalam keluarga ini adalah setiap anggota keluarga. Anggota keluarga saling
mendukung apa yang dilakukan anggota keluarga yang lain, selama apa yang dilakukan
positif.
IV. Struktur Keluarga
22. Komunikasi keluarga
Keluarga berkomunikasi secara terbuka, menggunakan bahasa jawa dan
Indonesia , komunikasi secara langsung didalam rumah, frekuensinya
tergantung pertemuan setiap anggota keluarga. Tn. P dan Ny. P terkadang

berkomunikasi lewat handphone dengan anak anaknya apabila sedang tidak


berada bersama.

23. Struktur kekuatan keluarga


Kekuatan keluarga dipegang oleh Kepala keluarga. Keputusan yang
diambil dalam keluarga dipegang oleh Tn. P. Model kekuatan atau
kekuasaan yang digunakan keluarga dalam membuat keputusan
menggunakan musyawarah terlebih dahulu. Dengan adanya pendapat
dari semua anggota keluarga baru Tn. P mengambil keputusan dan
kadang-kadang langsung diambil keputusan oleh kepala keluarga.
24. Struktur peran
1) Tn P : Sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam
mengatur rumah tangga dan bekerja untuk menafkahi setiap
anggota keluarganya.
2) Ny P : berperan sebagai ibu rumah tangga didalam rumah, serta
membantu kepala keluarga dalam bekerja.
3) Sdr Y : Sebagai anak pertama, dan sekarang kuliah di STIKES di
Surabaya
4) Sdr D : Sebagai anak terakhir, dan sekarang bersekolah di SMA
Bhayangkari 1 Surabaya
25. Norma keluarga
Nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga menyesuaikan dengan nilai dan
norma yang berlaku di masyarakat, serta nilai dalam agama yang dianut oleh
keluarga. Tn. P mengijinkan anaknya pulang larut malam asalkan jelas tujuan
dan arahnya.

V. Fungsi Keluarga
26. Fungsi afektif
Keluarga merasakan perasaan saling memiliki setiap anggota keluarga, serta
berusaha mengembangkan sikap saling menghargai. Tn. P dan Ny. P sangat
terbuka dengan anaknya, Tn. P dan Ny. P juga dapat menjadi sahabat untuk
anaknya karena apapun yang dialami oleh anaknya tersebut Tn. P dan Ny. P
pasti tahu. Kedua anak Tn. P sangat menurut apa yg di katakana Tn. P selagi
itu benar.

27. Fungsi sosialisasi


Hubungan anggota keluarga dengan masyarakat sangat baik. Hubungan anggota keluarga
dengan anggota keluarga besar Tn. P sangat baik karena anggota keluarga Tn. P
mayoritas tinggal didaerah yang sama dengan Tn. P. Begitu juga dengan hubungan Tn. P
10

dengan anggota keluarga yang di Madiun juga baik. Sedangkan hubungan anggota
keluarga Tn. P dengan anggota keluarga besar Ny. P juga sangat baik. Hubungan anaknya
dengan keluarga besar juga baik meskipun Sdr. Y jarang berada dirumah karena ketika
pulang pasti Sdr. Y selalu menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar
yang berada di lingkungan tempat tinggal maupun di Madiun. Sdr. Y dan Sdr. D
meskipun jauh dari keluarga yang di Madiun juga sering menjaga hubungan silaturahmi
lewat handphone dengan keluarga besarnya.
28. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengenal masalah keluarga
Menurut Ny. P keluarga sudah mengetahui masalah kesehatan yang terjadi
pada salah satu anggota keluarga. Seperti masalah kesehatan yang terjadi
pada Sdr. D.

b. Mengambil keputusan
Menurut Ny. P jika di keluarganya ada yang sakit yang mengambil keputusan untuk
pergi ke pelayanan kesehatan adalah Ny. P. Karena jika Tn. P sakit, Tn. P menolak
dibawa ke pelayanan kesehatan (misalnya : dokter).
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Di keluarga Tn. P jika ada salah satu anggotanya ada yang sakit, Ny. P yang merawat.
Jika Ny. P yang sakit, Ny. S hanya istirahat dan tidur dan di rawat sebisanya oleh
anaknya.
d. Memelihara lingkungan
Untuk memelihara lingkungan didalam keluarga Tn. P dilakukan secara bersamasama.
e. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan
Keluarga menggunakan fasilitas pelayanan ketika salah satu anggota keluarga sakit.
Misalnya ke dokter, ke puskesmas dan ke rumah sakit.
29. Fungsi reproduksi
Ny. P semenjak anak pertama dan anak kedua lahir, Sampai sekarang Ny. P masih
menggunakan KB hingga sekarang.
30. Fungsi ekonomi
Ekonomi keluarga Tn. S ditunjang dengan penghasilan tiap bulan urang lebih sebesar Rp.
3.500.000,00. Dari hasil kerja Tn. P dan Ny. P.
VI.

Stress dan Koping Keluarga


31. Stress jangka pendek dan panjang

11

a. Stres jangka pendek : Keluarga memikirkan cara membikin usaha sendiri agar bisa
mandiri di masa tuanya dan nantinya ada warisan yang diberikan untuk Sdr. Y dan Sdr.
D.
b. Stres jangka panjang : menurt Ny. P, stresor jangka panjangnya adalah Ny. P khawatir
terhadap kesehatan keluarganya karena Ny. P sangat peduli terhadap kesehatan
keluarganya. Karene mengingat Ny. P dan Tn. P umurnya sudah tidakmuda lagi.
32. Kemampuan keluarga

Keluarga berharap tidak ada masalah pada kesehatan keluarga dan


menginginkan selalu menjaga kondisi diri dan kesehatan terutama pada
anaknya.

33. Strategi koping

Keluarga biasanya berdiskusi dalam menghadapi masalah.

VII.

Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga


Pemeriksaa
n fisik
Tekanan
darah
Nadi
Suhu
RR
BB

Tn. P

Ny. S

Sdr. Y

Sdr. D

110/70 mmhg

100/70
mmhg
88 x/mnt
36oc
18x/mnt
60 kg

90/70 mmhg

90/70 mmhg

80 x/mnt
36,5oc
20 x/mnt
55 kg

80 x/mnt
36oc
20 x/mnt
55 kg

Simetris, tidak
ada benjolan.

Simetris, tidak
ada benjolan.

Bergelomban
g,
tebal,
bersih
Warna coklat.
Tidak ada lesi.

Bergelomban
g,
tebal,
bersih
Warna coklat.
Tidak ada lesi.

Tidak
menggunakan
kacamata.
Bersih, tidak
ada benjolan,
simetris.

Simetris,
tidak
ada
benjolan.
Lurus,
lembut,
tebal, berih
Warna
coklat. Tidak
ada lesi.
Tidak
menggunaka
n kacamata.
Bersih, tidak
ada benjolan,
simetris.

Tidak
menggunakan
kacamata
Bersih, tidak
ada benjolan,
simetris.

Tidak
menggunakan
kacamata
Bersih, tidak
ada benjolan,
simetris.

Tidak
ada
nyeri telan.

Tidak
ada
nyeri telan.

Tidak
ada
nyeri telan.

Tidak
ada
nyeri telan.

90 x/mnt
36,2oc
18 x/mnt
65 kg

Kepala

Simetris, tidak
ada benjolan.

Rambut

Bergelomban
g,
rambut
bersih
Warna coklat.
Tidak ada lesi.

Kulit

Mata

Hidung
Mulut
&
tenggoroka
n

12

Telinga

Bersih, tidak
ada benjolan,
tidak
ada
nyeri tekan.

Bersih, tidak
ada benjolan,
tidak
ada
nyeri tekan.

Bersih, tidak
ada benjolan,
tidak
ada
nyeri tekan.

Bersih, tidak
ada benjolan,
tidak
ada
nyeri tekan.

Leher

Tidak ada lesi,


tidak
ada
pembesaran
kelenjar
tiroid, tidak
ada
nyeri
tekan,
simetris.

Tidak
ada
lesi,
tidak
ada
pembesaran
kelenjar
tiroid, tidak
ada
nyeri
tekan,
simetris.

Tidak ada lesi,


tidak
ada
pembesaran
kelenjar
tiroid, tidak
ada
nyeri
tekan,
simetris.

Tidak ada lesi,


tidak
ada
pembesaran
kelenjar
tiroid, tidak
ada
nyeri
tekan,
simetris.

Dada

Tidak ada lesi,


tidak
ada
nyeri tekan,
simetris.

Tidak
ada
lesi,
tidak
ada
nyeri
tekan,
simetris.

Tidak ada lesi,


tidak
ada
nyeri tekan,
simetris.

Tidak ada lesi,


tidak
ada
nyeri tekan,
simetris.

Perut

Simetris, tidak
ada
nyeri
tekan, tidak
ada lesi.

Simetris,
tidak
ada
nyeri tekan,
tidak
ada
lesi.

Simetris, tidak
ada
nyeri
tekan, tidak
ada lesi.

Simetris, tidak
ada
nyeri
tekan, tidak
ada lesi.

Ekstremitas
atas

Tidak
ada
odem, tidak
ada lesi, kulit
coklat,
berfungsi
dengan baik.

Tidak
ada
odem, tidak
ada
lesi,
kulit coklat,
berfungsi
dengan baik.

Tidak
ada
odem, tidak
ada lesi, kulit
coklat,
berfungsi
dengan baik.

Tidak
ada
odem, tidak
ada lesi, kulit
coklat,
berfungsi
dengan baik.

Ekstremitas
bawah

Tidak
ada
odem, tidak
ada
lesi,
reflek patela
(+).
BAB 1- 2x/hr
BAK 6-7x/hr

Tidak
ada
odem, tidak
ada
lesi,
reflek patela
(+).

Tidak
ada
odem, tidak
ada
lesi,
reflek patela
(+).

Tidak
ada
odem, tidak
ada lesi, reflek
patela (+).

BAB 1x/hr
BAK 6-7x/hr

BAB 1x/hr
BAK 3-4x/hr

BAB 1x/hr
BAK 6-7x/hr

Eliminasi

VIII.
Harapan Keluarga
Keluarga mengatakan harapan agar setiap anggota keluarganya selalu sehat dan tidak pernah
menderita sakit yang parah dan anaknya dapat segera menyelesaikanstudy dan kembali
berkumpul dengan keluarga.

Sidoarjo, 14 Juni 2014

13

Yahan Eko P

14

3. 2 ANALISA DATA DAN DIAGNOSA


NO
1.

3.

DATA
DS :
1) Sdr. D pernah menderita gejala
typhus dan DHF setaun yang lalu.
Saat ini Sdr. D sering sakit-sakitan
dan sering demam. Sdr. D
mengatakan terlalu banyak dan padat
aktifitas yang di kerjakan dan juga
jarak sekolah yg begitu lumayan jauh
dan macet dari rumahnya
DO :
1) Demam Sdr. D sering kambuh ketika
kecapekan dan aktivitasnya yang
terlalu banyak serta ketika sakit
masih bisa ditahan Sdr. D tidak mau
langsung pergi ke pelayanan
kesehatan, Sdr. D hanya menahan
dan tidur.
2) Sdr. D hanya melakukan
perawatan kesehatan pada
dirinya
saat
sakitnya
mengganggu aktivitasnya
DS :
1) Kekuatan keluarga dipegang oleh
Kepala keluarga. Keputusan yang
diambil dalam keluarga dipegang
oleh Tn. P.
2) Model kekuatan atau kekuasaan yang
digunakan keluarga dalam membuat
keputusan
menggunakan
musyawarah dan kadang-kadang
langsung diambil keputusan oleh
kepala keluarga.

ETIOLOGI
Ketidakmampuan
Keluarga
dalam
merawat anggota
keluarga
yang
sakit

MASALAH
Ketidakefektifan
Manajemen
Regimen
Terapeutik
Keluarga
Pada
Tn.P.

Perubahan
fungsi
setiap
anggota
keluarga sesuai tahap
perkembangan
keluarga

DO :
1) Saat ini keluarga berada dalam tahap
perkembangan keluarga dengan anak
dewasa awal
2) Interaksi dalam keluarga cukup baik,
walaupun Sdr. Y jarang berada di
rumah di karenakan sibuk kuliah
sambil bekerja.
3) Anggota Keluarga yang dominan
dalam
pengambilan
keputusan
adalah Tn. P

15

Keluarga

Kesiapan
meningkatkan
Proses Keluarga
Pada
keluarga Tn. P.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Keluarga Pada Keluarga Tn.P. b/d
Ketidakmampuan Keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit
2. Kesiapan Meningkatkan Proses Keluarga Pada keluarga Tn. P. b/d Perubahan fungsi
setiap anggota keluarga sesuai tahap perkembangan keluarga
SKORING
1. Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Keluarga Pada Keluarga Tn.P. b/d
Ketidakmampuan Keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit
No.
1.

2.

3.

4.

Kriteria
Sifat masalah
Ancaman
kesehatan

Skala

Bobot

Skoring

2/3 x 1 = 2/3

Pembenaran
Sdr. D sering sakitsakitan
dan
mengeluh
kecapekan.
.

Kemungkinan
masalah
dapat
diubah
Mudah

Potensi masalah
untuk dicegah
Cukup

Menonjolnya
masalah :
Masalah
berat harus
segera
diatasi

2/2x2 = 2

2/3x1 =2/3

2/2x1= 1

Sdr.
D
hanya
melakukan
perawatan
kesehatan
pada
dirinya
saat
sakitnya
mengganggu
aktivitasnya
karena
keluarga
dan Sdr. D sudah
mampu mengenal
masalah
dan
mampu mengambil
keputusan
tetapi
belum
mampu
melakukan
perawatan
Demam pada Sdr. D
sering terjadi ketika Sdr.
D terlalu kecapekan
menjalankan
aktifitas
baik di sekolah ataupun
di rumah.

Total

4 1/3

16

2. Kesiapan Meningkatkan Proses Keluarga Pada keluarga Tn. S. b/d Perubahan fungsi
setiap anggota keluarga sesuai tahap perkembangan keluarga
No.
1.

2.

Kriteria
Sifat masalah
Keadaan
Sejahtera

Kemungkinan
masalah
dapat
diubah
Mudah

3.

Potensi masalah
untuk dicegah
Cukup

4.

Menonjolnya
masalah :
Ada
masalah, tapi
tidak perlu
segera
ditangani

Total

Skala

Bobot

Skoring

1/3 x 1 = 1/3

2/2x2 = 2

2/3x1 =2/3

Pembenaran
Keluarga
harus
ditingkatkan
pengetahuan
untuk
meningkatkan
tugas
perkembangan keluarga
latar
belakang
pendidikan
keluarga
adalah
SLTA
dan
anaknya yang sedang
duduk dibangku kuliah
dan SMA .

keluarga mau diajak


dalam
bekerjasama
(kooperatif)
1

1/2x1= 1/2
Tn. P belum mengetahui
tentang proses dan tugas
perkembangan keluarga
saat ini.
3 3/6

PRIORITAS DARI DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG DITENTUKAN


1. Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Keluarga Pada Keluarga Tn.S. b/d
Ketidakmampuan Keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit
2. Kesiapan Meningkatkan Proses Keluarga Pada keluarga Tn. S. b/d Perubahan fungsi
setiap anggota keluarga sesuai tahap perkembangan keluarga.

17

3.3 INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA

N
o
1.

Diagnosa
Keperawatan
Keluarga
Ketidakefektifan
Manajemen Regimen
Terapeutik Keluarga
Pada Keluarga Tn.P.
b/d Ketidakmampuan
Keluarga

dalam

merawat

anggota

keluarga yang sakit

Tujuan

Kriteria Evaluasi

Umum
Khusus
Setelah
Setelah
dilakukan
dilakukan
asuhan
pertemuan 2x
keperawatan
30
menit
selama 4x24 diharapkan
jam
maka keluargadapat:
keluarga Tn. P 1. Mengenal
mampu
masalah
mengenal
kesehatan
masalah
yang
tentang
terjadi
ketidakefektifa 2. Melakukan
n manajemen
perawatan
regimen
terhadap
terapeutik.
keluarga
yang sakit.
3. Memeriksa
kan secara
rutin
di
pelayanan
kesehatan.

Kriteria
Respon
verbal

Standar
Keluarga dapat
memahami :
1. masalah
kesehatan
yang terjadi
pada setiap
anggota
keluarga.
2. cara
merawat
keluarga
yang sakit
3. membawa
keluarga
yang sakit
ke
pelayanan
kesehatan.

Rencana Intervensi
1.

2.

3.

4.

5.

6.

2.

Kesiapan
Meningkatkan Proses
Keluarga

Pada

keluarga Tn. P. b/d


Perubahan
setiap

fungsi
anggota

keluarga sesuai tahap


perkembangan
keluarga

Setelah
Setelah
dilakukan
dilakukan
asuhan
pertemuan 2x
keperawatan
30
menit
selam a 3 x 24 diharapkan
jam
maka keluarga dapat
diharapkan
:
keluarga Tn. P 1. Mengenal
dapat
perubahan
meningkatkan
fungsi
proses
setiap
keluarga.
anggota
keluarga
sesuai

18

Respon
verbal

Keluargadapat
1.
mengenal
perubahan
fungsi
setiap 2.
anggota
keluarga sesuai
tahap
perkambangan.
3.
4.

Anjurkan
anggota
keluarga
untuk
membina hubungan
saling percaya
Kaji
pengetahuan
keluarga mengenai
penyakit, komplikasi,
dan pengobatan batu
ginjal.
Berikan
health
education
tentang
batu ginjal.
Kaji
ulang
pengetahuan
keluarga
setelah
diberikan
health
education mengenai
penyakit batu ginjal.
Jelaskan mengenai
cara pencegahan dan
perawatan
batu
ginjal.
Motivasi
keluarga
untuk
melakukan
pemeriksaan secara
bertahap
ke
pelayanan kesehatan.
Kaji
tingkat
perkembangan
keluarga.
Berikan penjelasan
fungsi dan tugas
setiap
anggota
keluarga sesuai tahap
perkembangan.
Ajarkan
cara
berdiskusi yang baik.
Motivasi
keluarga
untuk
saling
memahami
dan
berdiskusi
dalam

2.

3.

tahap
perkemba
ngan
Mengetah
ui tahap
perkemba
ngan yang
ada pada
keluarga
Mengambi
l
keputusan
dengan
hasil
musyawar
ah

mengambil
keputusan.

3.4 IMPLEMENTASI
1

No. Dx Tgl/Jam
Tindakan
Catatan Perkembangan TT. Perawat
14 Juni 2014/1. Menganjurkan
keluarga S :
15.00
untuk membina hubungan Keluarga
Tn.
P
saling percaya dengan mengatakan
masih
anggota keluarga yang sudah
paham
lainnya.
mengenai
membina
hubungan
saling
2. Mengkaji
pengetahuan percaya, selama ini
keluarga mengenai penyakit hubungannya dengan
batu ginjal, komplikasi, dan anggota keluarga yang
pengobatan batu ginjal.
lain baik-baik saja.
O:
Tn. P dan Ny. P
tampak kurang tahu
ketika anaknya Sdr. D
demam. Karena Sdr. D
selalu
berusaha
mengatasi masalahnya
sendiri
A:
Masalah
teratasi
P:
Lanjutkan
no : 3, 4.

1.
15 juni 2014/

belum

intervensi

Memberikan
health S :
education tentang batu 1. Tn. P dan Ny. P

19

10.00
2.

ginjal.
Mengkaji
ulang
pengetahuan
keluarga
setelah diberikan health
education
mengenai
penyakit batu ginjal
2.

mengatakan sudah
sedikit
mengerti
akan tetapi masih
perlu terus mencari
tahu
mengenai
penyebab demam
Sdr. D mengatakan
akan mulai terbuka
dengan
orang
tuanya mengenai
demam
yang
sering
melanda
dirinya

O:
1. Tn.
P
memperhatikan
saat
Sdr.
D
menceritakan
penyakitnya. .
2. Ny. P tampak
bingung
dan
tampak sedih.
.

22 Des 2013/1.
15.00

A:
Masalah
sebagian.

teratasi

P:
Lanjutkan
no.5

intervensi

S:
Menjelaskan mengenai cara 1.
pencegahan dan perawatan
penyakit batu ginjal serta
memberikan solusi yang
terbaik kepada keluarga Tn.
S

Tn. S mengatakan
paham mengenai
penyakit
batu
ginjal dan akan
mencari tahu juga
lebih banyak.

O:
Sdri.
D
tamapk
menyesal dan Ny. S
tampak menangis.

20

1.
15 Juni 2014/
19.30

Memotivasi keluarga untuk


melakukan
pemeriksaan
secara
bertahap
ke
pelayanan kesehatan.

A:
Masalah
sebagian.

teratasi

P:
Lanjutkan
no : 6.

intervensi

S:
Tn. P dan Ny. P
mengatakan
akan
membawa Sdr. D ke
pelayanan kesehatan
segera
dan
mengusahakan yang
terbaik untuk anaknya.
O:
1. Keluarga tampak
senang dan lega.
keluarga
duduk
bersama dalam 1
ruangan.
A:
Masalah teratasi
P:
Hentikan intervensi.

21

1.
14 Juni 2014/
20.00

S:
Mengkaji
tingkat
perkembangan
keluarga, 1.
dengan
menginterview
tugas
masing-masing
anggota keluarga.
2.

3.

Tn. P mengatakan
tidak
tahu
mengenai
perkembangan
keluarga
yang
dimaksud.
Ny. P mengatakan
apabila
masalah
mencari uang yang
dicari
besamasama.
Sdr. Y mengetahui
bahwa keluargax
memasuki
tahap
perkembangan
keluarga dengan
anak dewasa awal

O:
1. Tn. P dan Ny. P
tampak bingung
A:
Masalah
teratasi.

belum

P:
Lanjutkan intervensi
no : 2 dan 3.

1.
15 Juni 2014/
09.00
2.

Memberikan
penjelasan
fungsi dan tugas setiap
anggota keluarga sesuai
tahap perkembangan.
Ajarkan cara berdiskusi
yang baik

S:
1. Tn. P mengatakan
sekarang mengerti
dengan
tugas
perkembangan
keluarganya.
2. Ny. P mengatakan
senang
bisa
berdiskusi
dan
bertukar
pikiran
bersama
seperti
ini. .
O:
1. Tn. P dan Ny. P
tampak senang.
2. Sdr. Y terlihat lega

22

dan tersenyum.

1.
16 Juni 2014/
20.00

Memotivasi keluarga untuk


saling
memahami
dan
berdiskusi
dalam
mengambil keputusan

A:
Masalah
sebagian.

teratasi

P:
Lanjutkan
no : 4.

intervensi

S:
Tn. P mengatakan
dapat
berdiskusi
dengan baik, Tn. P
akan
lebih
memikirkan pendapat
yang lain juga.
O:
Keluarga
tampak
senang
A:
Masalah teratasi.
P:
Hentikan intervensi.

3.5 EVALUASI
DIAGNOSA
KEP.
Ketidakefektifan
Manajemen
Regimen
Terapeutik
Keluarga

Pada

Keluarga

Tn.P.

b/d
Ketidakmampua
n

Keluarga

dalam

merawat

TGL/JAM
16 Juni 2014/ 20.00

EVALUASI
S:
1. Tn. P dan Ny. P memahami
mengenai demam yg sering
menyerang Sdr. D dan cara
merawat keluarga yang
sakit dan akan membawa
anggota keluarga yang sakit
segera
ke
pelayanan
kesehatan
2. Keluarga mengatakan merasa
senang bisa berkumpul.
O:
1. Keluarga tampak senang dan
lega

anggota keluarga
A:

23

TT PERAWAT

yang sakit

Masalah teratasi
P:
Pertahankan intervensi.

Kesiapan

26 Desember 2013/20.00

Meningkatkan
Proses Keluarga
Pada
Tn.

keluarga
P.

b/d

Perubahan
fungsi

O:
Keluarga tampak akrab, dan
tertawa tampak bahagia.

setiap

anggota keluarga
sesuai

S:
Keluarga mengatakan senang
dapat berdiskusi bersama dan
senang dapat berkumpul
bersama.

A:
Masalah teratasi.

tahap

perkembangan

P:
Pertahankan intervensi.

keluarga

24

DAFTAR PUSTAKA
Suprajitno.2004.Asuhan Keprawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktek.Jakarta :EGC
http:// I am Edy El Nino Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkembangan Anak
Remaja.html

25