Anda di halaman 1dari 10

Riya Shingwa BLog's

Share informations..

Home
Tugas Kuliah
SABTU, 18 JANUARI 2014

MAKALAH HORMON ETILEN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Makhluk hidup selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversible (tidak
dapat balik) karena adanya penambahan substansi termasuk di dalamnya ada
perubahan bentuk yang menyertai penambahan volume tersebut. Sedangkan
perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup yang
bersifat kualitatif yaitu makhluk hidup dikatakan dewasa apabila alat
perkembangbiakannya telah berfungsi. Seperti pada tumbuhan apabila telah
berbunga maka tumbuhan itu sudah dikatakan dewasa.
Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan
beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan
atau fitohormon. Penggunaan istilah hormon sendiri menggunakan analogi
fungsi hormon pada hewan; dan, sebagaimana pada hewan, hormon juga
dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Beberapa ahli
berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu
tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang
bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar,
misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem
individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa
Inggris plant growth regulator).
Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan
berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya
hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu,
sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang

evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan


pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup
jenisnya. Terdapat banyak hormon dalam tumbuhan itu sendiri, tapi khusus kali
ini dalam makalah ini hanya akan membahas mengenai Hormon Etilen.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.2. RUMUSAN MASALAH


Apa pengertian etilen?
Bagaimana struktur kimia dan karakteristik etilen?
Bagaimana sejarah penemuan etilen?
Bagaimana biosintesis dan metabolisme etilen?
Bagaimana peranan gas etilen dalam pertumbuhan dan perkembangan?
Bagaimana interaksi etilen dengan hormon auksin?
Bagaimana hubungan etilen dengan respirasi?

1.3. TUJUAN
Mengetahui pengertian etilen.
Mengetahui struktur kimia dan karakteristik etilen.
Mengetahui sejarah penemuan etilen.
Mengetahui biosintesis dan metabolisme etilen.
Mengetahui peranan gas etilen dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Mengetahui interaksi etilen dengan hormon auksin.
Mengetahui hubungan etilen dengan respirasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN ETILEN


Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme
normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan
kerontokan daun. Etilen disebut juga ethene (Winarno, 2007). Senyawa etilen
pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen.
Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap (Yatim, 2007).
Hormon Gas Etilen adalah hormon yang berupa gas yang dalam
kehidupan tanaman aktif dalam proses pematangan buah. Aplikasi mengandung
ethephon, maka kinerja sintetis ethylen berjalan optimal sehingga tujuan agar
buah cepat masak bisa tercapai. (misalnya: Etephon, Protephon) merk dagang
antara lain: Prothephon 480SL. Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang
sudah tua (Vitriyatul, 2012).
Gas etilen adalah suatu senyawa volatil yang dikeluarkan oleh buahbuahan dan sayuran segar. Jumlah gas etilen yang dikeluarkan bervariasi
menurut jenis buah dan sayuran segar yang dihasilkan. Buah apel dikenal
sebagai buah yang banyak menghasilkan gas etilen. Menurut Griffin dan
Sacharow dalam Simbolon (1991), secara umum gas etilen akan mempercepat
proses pematangan dan pemasakan, kerusakan fisik dan fisiologis.
Etilen adalah hormon tanaman alami yang penting pengaruhnya
terhadap pelayuan dan pemasakan dari buah klimakterik (Utama, 2006).
Menurut Kader (1992), buah klimakterik yaitu buah yang menunjukkan kenaikan
produksi karbondioksida dan etilen yang besar saat penuaan. Contoh buah
klimakterik yaitu apel, alpukat, pisang, mangga, dan tomat. Selama proses
pematangan, buah klimakterik menghasilkan lebih banyak etilen endogen
daripada buah nonklimakterik. Menurut Hadiwiyoto (1981), etilen endogen
adalah gas etilen yag dihasilkan oleh buah yang telah matang dengan
sendirinya yang dapat memicu pematangan buah lain di sekitarnya.
2.2. STRUKTUR KIMIA DAN KARAKTERISTIK ETILEN
Struktur kimia etilen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom
karbon dan empat atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada
skema berikut:

Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme


normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan
kerontokan daun. Etilen disebut juga ethane. Selain itu Etilen ( IUPAC nama:
etena) adalah senyawa organik, sebuah hidrokarbon dengan rumus C 2H4 atau
H2C=CH2. Ini adalah gas mudah terbakar tidak berwarna dengan samar manis
dan musky bau ketika murni. Ini adalah yang paling sederhana alkena
(hidrokarbon dengan karbon-karbon ikatan rangkap ), dan paling sederhana
hidrokarbon tak jenuh setelah asetilena (C2H2) (Vitriyatul, 2012).
Ada beberapa karakteristik dari etilen yang perlu dipertimbangkan bila
menguji pengaruhnya terhadap penampilan produk pascapanen hortikultura
segar. Etilen adalah:

gas volatil; secara fisiologis adalah aktif dalam konsentrasi sangat kecil (0.01 ppm), memacu
respon dari kebanyakan jaringan;

utokatalitik, artinya saat produksinya mulai dirangsang maka laju produksinya akan terus
meningkat dengan laju peningkatan tertentu (seperti bola salju menggelinding dari bukit);

diproduksi di dalam tanaman (etilen endogenous). Faktor yang mempengaruhi laju produksinya
meliputi varietas, stadia kematangan, suhu, level oksigen dan karbondioksida dan dapat
disebabkan pula oleh berbagai bentuk pelukaan;

terdapat pula dilingkungan (etilen exogenous) dan akan memacu produk untuk menghasilkan
etilen endogenous.
Buah klimakterik dapat dipacu kemasakannya dengan mengekpos produk pada
sumber
etilen
exogenous. Proses
ini
dinamakan
Pengendalian
Kemasakan. Jika buah klimakterik telah mulai masak, buah tersebut
menghasilkan sejumlah etilen yang signifikan. Etilen yang dihasilkan tersebut,
dapat memulainya proses pemasakan produk buah klimakterik yang matang
atau belum masak atau meningkatkan kemunduran dari produk sensitif-etilen
(Utama, 2006).

2.3. SEJARAH PENEMUAN ETILEN


Etilen telah digunakan sejak Mesir kuno, yang akan luka buah ara untuk
merangsang pematangan (melukai merangsang produksi etilen oleh jaringan
tanaman). Orang Cina kuno akan membakar dupa di kamar tertutup untuk
meningkatkan pematangan pir. Pada tahun 1864, ditemukan bahwa gas bocor
dari lampu jalan menyebabkan pengerdilan pertumbuhan, memutar tanaman,
dan penebalan abnormal dari batang. Pada tahun 1901, seorang ilmuwan Rusia
bernama Dimitry Neljubow menunjukkan bahwa komponen aktif adalah etilen
Keraguan menemukan bahwa etilen merangsang absisi pada tahun 1917. Ia
tidak sampai 1934 yang Gane melaporkan bahwa tanaman mensintesis etilen.
Pada tahun 1935, Crocker mengusulkan bahwa etilen adalah hormon tanaman
yang bertanggung jawab untuk pematangan buah serta penuaan dari vegetatif
jaringan.
2.3. BIOSINTESIS DAN METABOLISME ETILEN
Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin
yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada
tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan (Salisbury dan
Ross, 1992). Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses (McKeon dkk, 1995):
1. ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat
metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
2. Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi
produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
3. Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini
dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.

Dewasa ini dilakukan penelitian yang berfokus pada efek pematangan buah.
ACC sintase pada tomat menjadi enzim yang dimanipulasi melalui bioteknologi
untuk memperlambat pematangan buah sehingga rasa tetap terjaga.
Produksi etilen Etilen adalah senyawa organic hidrokarbon paling
sederhana (C2H4) berupa gas berpengaruh terhadap proses fisiologis tanaman.
Etilen dikategorikan sebagai hormon alami untuk penuaan dan pemasakan dan
secara fisiologis sangat aktif dalam konsentarsi sangat rendah (<0.005 uL/L)
(Wills et al.dalam Utama, 2001). Klasifikasi komoditi hortikultura berdasarkan
laju respirasinya dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel Klasifikasi komoditi hortikultura berdasarkan laju produksi etilen

Etilen dalam ruang penyimpanan dapat berasal dari produk atau sumber
lainnya. Sering selama pemasaran, beberapa jenis komoditi disimpan bersama,
dan pada kondisi ini etilen yang dilepaskan oleh satu komoditi dapat merusak
komoditi lainnya. Gas hasil bakaran minyak kendaraan bermotor mengandung
etilen dan kontaminasi terhadap produk yang disimpan dapat menginisiasi
pemasakan dalam buah dan memacu kemunduran pada produk non-klimakterik

dan bunga-bungaan atau bahan tanaman hias. Kebanyakan bunga potong


sensitive terhadap etilen. Produksi gas etilen yang memacu proses kemunduran
produk. Suhu juga berpengaruh terhadap peningkatan produksi etilen,
penurunan O2 dan peningkatan CO2 yang berakibat tidak baik terhadap komoditi
(Utama, 2001).
Pembentukan etilen dalam jaringan-jaringan tanaman dapat dirangsang
oleh adanya kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. Oleh karena itu adanya
kerusakan mekanis pada buah-buahan yang baik di pohon maupun setelah
dipanen akan dapat mempercepat pematangannya. Penggunaan sinar-sinar
radioaktif dapat merangsang produksi etilen. Pada buah Peach yang disinari
dengan sinar gama 600 krad ternyata dapat mempercepat pembentukan etilen
apabila diberikan pada saat pra klimakterik, tetapi penggunaan sinar radioaktif
tersebut pada saat klimakterik dapat menghambat produksi etilen. Produksi
etilen juga dipengaruhi oleh faktor suhu dan oksigen. Suhu renah maupun suhu
tinggi dapat menekan produk si etilen. Pada kadar oksigen di bawah sekitar 2 %
tidak terbentuk etilen, karena oksigen sangat diperlukan. Oleh karena itu suhu
rendah dan oksigen renah dipergunakan dalam praktek penyimpanan buahbuahan, karena akan dapat memperpanjang daya simpan dari buah-buahan
tersebut. Aktifitas etilen dalam pematangan buah akan menurun dengan
turunnya suhu, misalnya pada Apel yang disimpan pada suhu 30 oC, penggunaan
etilen dengan konsentrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang jelas baik
pada proses pematangan maupun pernafasan. Pada suhu optimal untuk
produksi dan aktifitas etilen pada buah tomat dan apel adalah 32 oC, untuk buahbuahan yang lain suhunya lebih rendah.

selengkapnya bisa didownload [disini]


Diposkan oleh 'Riya Shingwa di 07.04
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Label: Tugas Kuliah
2 Comments

1 Comments

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)
TOTAL PAGEVIEWS
online counter

VISITORS

WHAT TIME?
IT'S ME

'Riya Shingwa
Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Lihat profil lengkapku

CATEGORY

FARMASI (1)
Lirik lagu Dan
mp3 (1)
my K-POP
note (3)
Tugas Kuliah (4)
POPULAR POSTS

MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW


Makalah Model Pembelajaran Tipe Jigsaw [download] BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR
BELAKANG Pendidikan merupakan suatu aspek ke...
Laporan Morfologi Tumbuhan Pada Batang
PENDAHULUAN A. Latar belakang
Morfologi tumbuhan adalah adalah ilmu yang
mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. ...


MORFOLOGI PADA BATANG
MORFOLOGI PADA BATANG 1.
BATANG PISANG 2.
BATANG BAMBU 4.
BATANG JAMBU BIJI 5.
B...

BATANG JERUK PURUT 3.

We Got Married Wooyoung & Park Se Young Ep204 (English Subs)


Dailymotion - Subs Part: 1 Part: 2 Part: 3 Part: 4 Part: 5

MAKALAH HORMON ETILEN


BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Makhluk hidup selalu mengalami
pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses ke...

MATERI KULIAH AMFIBI


AMPHIBI
Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak
tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air ma...

Lirik Lagu dan Mp3 Kim Gun Mo - Ping Ge () Excuse (LIRIK LAGU Running Man Ep
128 Jong Kook-Uhm Ji Won-Gwang Soo (Tim Merah)
Ping Ge Jigeumdo ihehal su omneun geu yegiro non pinggyereul dego isso nege geuron
pinggyeldejima ipjangbakkwo senggageul he...

We Got Married Wooyoung & Park Se Young Ep205 (English Subs)


Dailymotion - Subs Part: 1 Part: 2 Part: 3 Part: 4 Part: 5

MODUL AGAMA ISLAM

MODUL AGAMA ISLAM 4 kriteria lelaki itu berhak jadi pendamping berdasarkan hadist
Rasullullah Harta Gawan Berbagai macam mahl...

Selamat Bagi Peraih Beasiswa Prestasi Polygon Ke-8


Program Beasiswa Prestasi Polygon telah memasuki penyelenggaraan yang ke-8.
Program ini merupakan bentuk nyata kepedu...
FOLLOWERS
CONTACT ME
Contact form powered by 123ContactForm.com | Report abuse

Ada kesalahan di dalam gadget ini


Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.