Anda di halaman 1dari 10

Accounting as a Profession

Metta Ratna Sari


Vika Putri Wahyudiana
Irhas Ardhianta

Beberapa karakteristik yang dikeluarkan oleh Komisi Standar


Pendidikan
dan
Pengalaman
untuk
Certified
Public
Accountants:
1. A specialized body of knowledge (sebuah badan
pengetahuan khusus)
2. A recognized formal education process for acquiring the
requisite specialized knowledge (proses pendidikan formal
yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan khusus
3. A standard of professional qualifications governing
admission to the profession (sebuah standar kualifikasi
profesional yang mengatur sebuah profesi)
4. A standard of conduct governing the relationship of the
practitioner with clients, colleagues, and the public
(sebuah standar perilaku yang mengatur hubungan antara
praktisi dengan klien, kolega, dan publik)
5. Recognition of status (pengakuan status)
6. An acceptance of social responsibility inherent in an
occupation endowed with the public interest (penerimaan
tanggung jawab sosial yang melekat dalam pekerjaan
yang berhubungan dengan kepentingan publik)

Akuntansi adalah disiplin ilmu yang rumit dan


membutuhkan pendidikan formal untuk menjadi
seseorang ahli yang kompeten.
Untuk menjadi CPA, biasanya membutuhkan gelar
sarjana dibidang akuntansi serta lulus ujian CPA.
Untuk menjaga status seseorang sebagai CPA
tetap harus mengikuti perkembangan terbaru
dengan pendidikan yang berkelanjutan.
Profesi akuntansi seperti sejumlah kelompok yang
telah bersatu (Dokter, pengacara, guru, insinyur,
dll) untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat umum/klien

Salah satu analisis terbaik mengenai standar etika


profesionalisme yang telah dikembangkan oleh Salomon
Huebner, pemilik Universitas Amerika. Huebner
memiliki suatu pemikiran tentang bagaimana menjadi
seorang yang profesional.
Ada empat karakteristik tentang profesional menurut
Huebner:
1. Pekerjaan profesional dapat menginspirasi dan
membuat praktisi menjadi antusias.
2. Pekerjaan profesional membutuhkan keahlian.
3. Dalam menerapkan pengetahuan, praktisi harus
meninggalkan pandangan komersial dan mengingat
keuntungan yang didapat dari klien.
4. Praktisi harus memiliki loyalitas kepada sesama
praktisi, mau menolong dan menghindari tindakan
yang tidak profesional.

Kode etik AICPA menunjukkan: public profesi


akuntansi terdiri dari klien, pemberi kredit,
pemerintah, pengusaha, investor, komunitas
bisnis dan keuangan, dan lain-lain yang
mengandalkan objektivitas dan integritas CPA
untuk menjaga fungsi dari masing-masing
peranan.
Seseorang
berargumen
bahwa
akuntan
profesional memiliki tiga kewajiban:
1. Berkompeten dan mengetahui tentang seni dan
ilmu akuntansi
2. Memahami keinginan klien dan tidak tergoda
mencari keuntungan dari klien.
3. Melayani kepentingan publik.

Kompetensi berasal dari gabungan dari pendidikan


dan pengalaman. Ini bermulai dengan menguasai
pengetahuan umum mengenai penunjukan sebagai
CPA.
Untuk menjaga kompetensi membutuhkan
komitmen untuk belajar dan meningkatkan
pemikiran untuk menjadi anggota yang profesional.
Ini adalah tanggung jawab masing-masing anggota.
Dalam semua penugasan dan
pertanggungjawaban, setiap anggota berusaha
untuk mencapai tingkat kompetensi yang akan
menjamin kualitas pelayanan anggota memenuhi
level tertinggi profesionalisme yang dibutuhkan
oleh Prinsipal.

Orang-orang
yang
bergantung
pada
CPA
mengharapkan mereka melaksanakan tanggung
jawab mereka dengan integritas, objektivitas, due
professional care dan minat yang tulus dalam
melayani masyarakat. Mereka diharapkan untuk
memberikan layanan yang berkualitas, pengaturan
biaya, dan menawarkan berbagai layanan dengan
cara yang menunjukkan tingkat profesionalisme yang
konsisten dengan prinsip-prinsip dari kode etik
profesi.
Bergabung dalam kelompok profesional seperti AICPA
sama seperti membuat janji untuk mematuhi standar
etika
yang
dibuat
kelompok
tersebut.Melihat
pengujian yang dilakukan Immanuel Kant, apabila
melanggar aturan akan ditolak karena biasanya
dilakukan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

Semua yang menerima keanggotaan


dalam AICPA harus berkomitmen untuk
menjaga kepercayaan publik.
Sebagai timbal balik atas kepercayaan
masyarakat, anggota harus meningkatkan
dedikasi
mereka
untuk
keunggulan
profesional.

Artikel dari accountingtoday


Be a Creative Accountant
Creative Accountant :
- tentang mencapai hasil yang
diinginkan.
- tentang analisis menemukan cara-cara
baru untuk memecahkan masalah lama
dan baru.
- tentang menemukan solusi, peluang,
dan mempertanyakan pekerjaan kami.

Untuk menjadi akuntan kreatif, terdapat


lima langkah yang bisa dipertimbangkan
dan dilakukan untuk perusahaan sesuai
kebutuhan:
1. Fokus pada tujuan, bukan proses
2. Menguji tujuan dan mempertanyakan
hasil
3. Memiliki mimpi yang besar
4. Menjadi obsesif
5. Berani mengalami kegagalan untuk
mencapai keberhasilan