Anda di halaman 1dari 14

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rokok
Merokok pertama kalinya dilakukan manusia di dunia yaitu oleh suku Bangsa
Indian di Amerika yang bertujuan untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau
roh. Pada abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari
para penjajah Eropa ikut mencoba menghisap rokok dan kemudian membawa
tembakau ke Eropa. Pada abad ke 17, kebiasaan merokok mulai tersebar dan masuk
ke negara-negara Islam.7

2.1.1 Jenis Rokok


Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis rokok yang dikonsumsi.
Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok,
dan penggunaan filter pada rokok.7,8
Rokok berdasarkan bahan pembungkusnya dibagi menjadi 4 yaitu rokok
Klobot yaitu rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung. Rokok Kawung
yaitu rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren. Rokok sigaret adalah
rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas. Rokok cerutu yaitu rokok yang
bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.8
Rokok juga mempunyai beberapa istilah, menurut bahan yang digunakan,
terdapat rokok atau sigaret, kretek, rokok putih, dan juga rokok Klobot.Yang
dimaksud dengan rokok atau sigaret adalah terbuat dari daun tembakau, dan kretek

Universitas Sumatera Utara

adalah rokok dengan aroma dan rasa cengkeh. Jadi rokok kretek adalah rokok yang
dibuat dari daun tembakau dan mempunyai campuran aroma dan rasa cengkeh.
Masyarakat Jawa sebagai perokok pertama, juga mengenal istilah rokok putih,
sebutan untuk rokok tanpa cengkeh (Joglosemar, 2003). Terdapat juga istilah rokok
klobot yang terbuat dari daun jagung kering yang diisi dengan daun tembakau murni
dan cengkeh.9
Rokok yang digunakan pada masyarakat umumnya terbagi atas rokok putih
(filter) dan rokok kretek (non filter) dimana pada pangkal rokok filter terdapat gabus
sedangkan rokok non filter tidak menggunakan gabus.8 Di Indonesia, rokok kretek
lebih populer. Dari kelas sosialnya, perokok kretek umumnya kelas menengah ke
bawah (contoh : rokok-rokok keluaran PT Djarum seperti Djarum Black dan Djarum
Black Slim dan Dji sam soe keluaran PT Sampoerna) sedangkan rokok putih (filter)
dikonsumsi oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas (contoh :
Marlboro).10

2.1.2 Kandungan Rokok


Kandungan rokok terdiri atas:
1. Komponen gas asap rokok yaitu karbonmonoksida, amoniak, asam
hidrosianat, nitrogenoksida dan formaldehid.
2. Komponen partikel yang terkandung di dalam rokok yaitu tar, indol,
nikotin, karbazol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan dapat menimbulkan
kanker (karsinogen).3

Universitas Sumatera Utara

Nikotin merupakan zat yang paling sering dibicarakan dan sering menjadi
bahan penelitian. Nikotin berbentuk cairan, tidak berwarna, merupakan basa yang
mudah menguap. Nikotin berubah warna menjadi coklat dan berbau mirip tembakau
setelah bersentuhan dengan udara, kadar nikotin dalam tembakau berkisar 12%.
Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari dapat membuat
seseorang ketagihan.3
Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 g.
Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam 1 hari menghasilkan 10 g.
Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 g per
hari. Jadi, zat timah hitam akan sangat berbahaya jika konsumsi rokok melebihi batas
ambang yang dapat diterima oleh tubuh.3
Gas Karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk
berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin
berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernafasan sel-sel tubuh, tetapi
karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka CO berikatan dengan hemoglobin.
Kadar gas CO dalam darah orang yang tidak merokok kurang dari 1 % sementara
dalam darah perokok mencapai 4-15%.3
Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat
asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam
rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk
endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru.
Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar
dalam rokok berkisar 24-45 mg.3

Universitas Sumatera Utara

2.2 Kondisi lidah pada perokok


Di dalam rongga mulut, lidah dianggap cermin kesehatan umum seseorang.
Hal ini disebabkan lidah merupakan organ yang paling peka terhadap perubahan yang
terjadi di dalam tubuh. Pada dasarnya, permukaan lidah adalah daerah yang paling
banyak terpapar oleh iritasi dan keperluan dasar hidup sehari-hari seperti makan dan
minum.11
2.2.1 Anatomi Lidah Normal
Lidah merupakan organ muskular yang kompleks yang melekat pada tulang
hyoid, processus styloideus dan tuberkel genial mandibula pada daerah insersio tiga
otot ekstrinsik lidah yaitu hyoglossus, styloglosus dan genyoglosus. Lidah melekat
longgar pada struktur di dekatnya melalui dua otot ekstrinsik lainnya yaitu pada
palatoglosus dan glosofaringeus serta ekstensi membran mukosa mulut dan membran
mukosa pharyngeal yang menutupi lidah. 12
Permukaan superior dan posterior lidah ditutupi membran mukosa khusus,
dimana pada membran tersebut terdapat berbagai macam tonjolan papilla yang
berbeda. Mukosa permukaan dorsal anterior lidah ditandai dengan dua jenis papilla
dengan fungsi yang tertentu yaitu papila filiformis dan papila fungiformis. Papila
filiformis merupakan papila yang terkecil dan terbanyak yang dijumpai diatas
permukaan dorsal anterior lidah dalam arah antero-posterior. Bentuknya panjang dan
runcing (konus), menyerupai rambut serta diliputi oleh lapisan keratin. Panjang papila
filiformis kira-kira 2-3 mm. Secara struktur histologis papila ini terdiri dari ujung
yang berkeratin, sel yang transaparan, sel yang bergranula dan lapisan sel-sel yang
terletak di bawahnya tidak mengandung granula. Pada keadaan infeksi pada papilla

Universitas Sumatera Utara

ini terdapat timbunan bakteri dan sel-sel epitel mati sehingga warna abu-abu akan
tampak lebih jelas meliputi permukaan dorsum.12
Papila fungiformis kemungkinan hanya dijumpai pada dua pertiga anterior
lidah dan jumlahnya kira-kira 29/cm2 pada daerah ujung dan 7-8/cm2 di bagian
tengah-tengah lidah. Struktur yang berbentuk seperti jamur ini mempunyai kapiler
darah yang banyak sehingga dengan ukurannya yang besar dan kapiler darah yang
banyak menyebabkan papila fungiformis ini akan terlihat seperti bintik-bintik merah
pada hamparan papila filiformis.12

Gambar 1. Anatomi Lidah Dorsal13


2.2.2 Perubahan Lidah pada Perokok
Perubahan pada mukosa mulut yang terdapat pada perokok berasal dari iritasi,
racun dan bahan karsinogenik yang dihasilkan pembakaran tembakau, temperatur

Universitas Sumatera Utara

yang tinggi, perubahan pH rongga mulut, penurunan sistem imun tubuh dan infeksi
jamur dan bakteri pada rongga mulut.14
Temperatur rokok pada bibir adalahC,
30 s

edangkan ujung rokok yang

terbakar bersuhu 900C. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga
mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan
mengurangi pengeluaran air ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih
anaerob sehingga memberikan lingkungan yang sesuai bagi tumbuhnya bakteri.
Pengaruh asap rokok secara langsung merupakan iritasi terhadap gusi dan lidah dan
secara tidak langsung melalui produk-produk rokok seperti nikotin dapat masuk ke
dalam aliran darah dan ludah, sehingga jaringan pada rongga mulut yang sehat
menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal mekanisme pertahanan tubuh
terhadap infeksi. 3
Pada perokok terjadi penurunan zat kekebalan tubuh (antibody Ig A) yang
terdapat di dalam air ludah sehingga keseimbangan rongga mulut terganggu.3,15
Akibatnya, keseimbangan pertumbuhan keratin pada permukaan lidah menjadi
terganggu dan terjadi hiperkeratosis papila filiformis. Warna hitam yang ditemukan
umumnya pada lidah perokok berasal dari flora normal dan bakteri rongga mulut
yang terperangkap di dalam papila lidah yang telah mengalami hyperkeratosis. 13

2.3 Hairy Tongue


2.3.1 Definisi
Sindrom lidah berambut (Hairy Tongue Syndrome) dalam literatur medis
terdapat berbagai istilah yaitu brown tongue, lingua nigra, lingua villosa, lingua

Universitas Sumatera Utara

villosa nigra, melanoglossia, melanotrichia linguae dan nigrities linguae yang mana
merupakan suatu kondisi dimana ada pertumbuhan papila filiformis berlebih pada
permukaan dorsal lidah.16,17 Keadaan ini harus dibedakan dengan pseudoblack hairy
tongue yang merupakan diskolorasi lidah akibat permen, buah, obat-obatan, dan
pigmentasi akibat dekomposisi dari darah. 18
2.3.2 Etiologi
Penyebab utama dari hairy tongue merupakan hipertrofi papilla filiformis
pada bagian dorsal lidah, umumnya disebabkan kurangnya stimulus mekanis dan
pembersihan. Kondisi ini sering nampak pada masyarakat dengan oral hygiene yang
buruk ( misalnya jarang menyikat gigi )19
Selain itu hairy tongue dapat terjadi pada perokok, peminum kopi dan teh,
pengguna obat kumur, diet lunak dengan sedikit serat, antibiotik (penicillin,
cephalosporin, chloramphenicol, streptomycin, dan tetrasiklin), kortikosteroid,
NSAID dan psikotropika, kanker lidah, dan terapi radiasi pada kepala dan leher.16
2.3.3 Patogenesis
Iritasi pada lidah umumnya disebabkan oleh minuman panas atau makanan
yang kasar. Oleh karena itu, permukaan lidah dilapisi oleh sebuah lapisan protektif
terhadap sel-sel mati yang disebut keratin . Keratin pada lidah merupakan
kandungan yang sama yang membentuk rambut dan kuku.11
Keratin yang terbentuk pada permukaan lidah umumnya ditelan dan dibuang
ketika kita mengkonsumsi makanan. Dalam kondisi lidah normal, jumlah keratin
yang diproduksi sebanding dengan keratin yang dibuang. Namun, keseimbangan ini

Universitas Sumatera Utara

dapat terganggu. Kelainan lidah ini dapat disebabkan oleh keratin yang tidak dapat
dibuang dengan cepat, seperti yang terjadi pada orang yang mengkonsumsi diet
lunak misalnya pada pemakai gigi tiruan. Hal ini juga dapat terjadi karena keratin
yang diproduksi lebih cepat dibandingkan keratin yang ditelan atau dibuang.
Peningkatan produksi keratin ini umumnya disebabkan iritasi pada permukaan lidah
yang dikarenakan meminum minuman panas atau merokok. Pada hairy tongue,
akumulasi keratin yang terjadi menyerupai rambut yang tumbuh pada permukaan
dorsal lidah.11
2.3.4 Gambaran Klinis

Gambar 2. Hairy Tongue21


Semua kasus hairy tongue ditandai dengan hipertropi papilla filiformis
disertai sedikit jumlah deskuamasi normal. Papila filiformis normal berukuran 1
mm, sedangkan pada hairy tongue panjang papilla filiformis berkisar lebih dari 3
mm. Hairy Tongue umumnya ditemukan pada pria, terutama pada kalangan perokok
dan peminum kopi atau teh. 20
Diskolorasi pada hairy tongue tergantung pada 2 faktor yaitu faktor ekstrinsik
(rokok, kopi, teh atau makanan) dan faktor intrinsik ( flora normal pada rongga
mulut).21

Universitas Sumatera Utara

2.3.5 Gambaran mikroskopis


Pada tampilan bagian lidah yang normal, batas interselular dari sel epitel pada
lidah dibatasi dengan jelas, dan permukaan yang tidak terangkat dapat terlihat
(Gambar 3). Jumlah papila filiformis sedikit, ramping dan pendek dan permukaan
papilla halus.22
Pada hairy tongue, rambut yang ada terlihat panjang dan tidak beraturan
(Ganbar 4) , terdiri dari banyak lapisan keratin yang tersusun seperti pola skala ikan
(Gambar 5). Ditemukan banyak koloni-koloni jamur, bakteri dan debris diantara
kumpulan lapisan keratin (Gambar 6). Pada bagian dalam permukaan rambut yang
retak, ditemukan jamur diantara kumpulan lapisan keratin. Permukaan lidah di
antara rambut memberikan tampilan yang kasar (Gambar 7).22

Gambar 3. Bagian Lidah yang Normal, tanda


panah menunjukkan permukaan yang tidak
terangkat. Papila filiformis (P) mempunyai
tampilan yang halus (x 240).22

Universitas Sumatera Utara

Gambar 4. rambut pada papila filiformis yang


memanjang memiliki permukaan yang kasar
(x80)22

Gambar 5. Susunan lapisan keratin (x 480)22

Universitas Sumatera Utara

Gambar 6. Sel jamur (F) dan koloni bakteri (B)


diantara lapisan keratin (x 240)22

Gambar 7. Permukaan lidah di antara rambut


tampak kasar (x 1600)22

Universitas Sumatera Utara

2.3.6 Diagnosis dan Perawatan


Biopsi tidak diperlukan dalam menentukan diagnosis.13 Pengobatan Hairy
Tongue tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika memiliki kebersihan
mulut yang sangat buruk maka dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi,
sehingga dapat didiagnosis dan diobati sejak awal. Namun, jika kondisi ini ringan dan
tanpa gejala maka yang terbaik adalah melakukan perawatan gigi dan mulut, seperti
menggunakan pembersih lidah dan menggosok permukaan dorsal lidah sesering
mungkin sehingga mencegah akumulasi partikel makanan dan bakteri di wilayah ini.
Selain itu pasien dihimbau agar menghindari faktor predisposisi yang dapat
menyebabkan kondisi ini seperti merokok, mengunyah tembakau, menghisap permen
untuk jangka waktu lama dan lain-lain. 17

Universitas Sumatera Utara

KERANGKA TEORI

Kebiasaan Merokok

Lama Merokok

Jenis Rokok

Jumlah Rokok Yang


Dihisap per hari

Kelainan pada
Lidah

Hairy Tongue

Universitas Sumatera Utara

KERANGKA KONSEP

Kebiasaan Merokok
Hairy Tongue
-

Jenis Rokok
Lama Merokok
Jumlah Rokok yang

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai