Anda di halaman 1dari 9

Judul Skripsi

: ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


UNDERPRICING PADA PENAWARAN PERDANA (IPO) DAN
KINERJA RETURN SAHAM SETELAH IPO (Studi Kasus Di Bursa
Efek Jakarta)

Penyusun

: Charles Suryadi

Universitas

: UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG

Tahun

: 2004
Indonesia sebagai negara berkembang membuat masyarakat saling berlomba untuk

mengembangkan setiap sektor khususnya di sektor bisnis, dimana semakin banyak


perusahaan-perusahaan yang di dirikan. Dalam menjalankan perusahaan-perusahaan tersebut
banyak hambatan yang muncul dan persaingan bisinis yang semakin ketat antara pelakupelaku bisnis tersebut, berbagai konsep dan ragam cara yang telah dilakukan oleh pelaku
bisnis untuk mengatasi persaingan dan hambatan-hambatan tersebut.
Salah satu permasalahan yang sering dimuncul yaitu di bidang permodalan. Pemenuhan
kebutuhan dana merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan dari perusahaan untuk
men-jalankan kegiatan operasinya. Kebutuhan dana untuk pembiayaan ini dapat dipenuhi dari
berbagai sumber, antara lain dengan menggunakan modal sendiri, mengeluarkan surat hutang
(obligasi), hutang pada pihak ketiga, atau melalui emisi saham.
Salah satu media yang mudah dan dapat digunakan oleh perusahaan dalam memperoleh dana
dan melakukan investasi adalah melalui pasar modal. Usaha untuk mendapatkan dana
tersebut dapat dilakukan dengan cara perusahaan mengeluarkan surat berharga dan kemudian
surat berharga atau saham yang baru dikeluarkan oleh perusahaan tersebut dijual pada pasar
primer yang berupa Penawaran Umum Perdana atau dikenal dengan istilah Initial Public
Offerings atau IPO.
Penawaran Umum Perdana atau go publik merupakan salah satu alternatif sumber
pendanaan melalui peningkatan ekuitas perusahaan dengan cara menawarkan saham kepada
masyarakat. Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (disingkat UU Pasar
Modal) mendefinisikan penawaran umum sebagai kegiatan penawaran efek yang dilakukan
oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam
undang-undang dan peraturan pelaksanaannya . Penetapan harga Penawaran Umum Perdana
sangat sulit, oleh karena itu diperlukan penjamin emisi (underwriter) yang berperan dalam
penetapan harga saham di pasar perdana.
1

Penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) adalah kegiatan penawaran


efek yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan (emiten) dalam rangka menjual efeknya
kepada masyarakat (publik) di pasar modal. Transaksi ini terjadi di pasar perdana (primary
market), selanjutnya akan diperjualbelikan di pasar modal sekunder (secondary market).
Keputusan untuk go public selain tujuan diatas juga dapat dikatakan bahwa dengan
tercatatnya dan diperdagangkannya saham perusahaan di pasar modal merupakan salah satu
indikator keberhasilan perusahaan dan dipercayanya kinerja perusahaan tersebut untuk
menghasilkan tingkat kembalian yang positif dan tinggi di mata masyarakat. Penawaran
saham perdana pada umumnya mengalami underpricing. Underpricing adalah suatu kondisi
dimana harga pasar hari pertama di pasar perdana lebih rendah dari harga pasar hari pertama
di pasar sekunder pada saham perusahaan yang sama. Kondisi underpricing yang tinggi jelas
merugikan emiten tetapi menguntungkan investor.
Sebaliknya jika terjadi overpricing, investor akan mengalami kerugian karena investor
tidak memperoleh intial return yang positif. Untuk mengurangi terjadinya asimetri informasi,
perusahaan yang akan go public harus menerbitkan prospektus yang telah diaudit oleh
akuntan publik terdaftar selama minimal dua tahun berurutan. Informasi yang terdapat dalam
prospektus berisi informasi akuntansi dan informasi non akuntansi. Informasi akuntansi
adalah laporan keuangan yang terdiri atas laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus
kas dan laporan atas laporan keuangan. Sedangkan laporan non akuntansi adalah informasi
selain laporan keuangan seperti umur perusahaan, auditor, penjamin emisi, nilai penawaran
saham perdana, prosentase saham yang ditahan oleh pemilik lama, ukuran perusahaan dan
informasi lainnya. Keberadaan prospektus bertujuan untuk menggambarkan kondisi
operasional sehingga investor mengetahui keberadaan perusahaan, kinerjanya serta
prospeknya di masa yang akan datang serta mengurangi terjadinya underpricing maupun
overpricing.
Harga saham perdana ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan (emiten)
dengan underwriter (penjamin emisi). Harga saham pada saat penawaran umum perdana
merupakan faktor yang penting untuk menentukan seberapa besar jumlah dana yang
diperoleh perusahaan pertama kali, sehingga umumnya perusahaan (emiten) menginginkan
harga yang tinggi sehingga modal yang diperoleh lebih besar serta tidak perlu melepas
prosentase kepemilikan dalam jumlah besar karena telah tercukupinya modal yang
dibutuhkan. Jumlah dana yang akan diterima perusahaan yang go public atas penjualan
sahamnya berasal dari jumlah lembar saham yang ditawarkan dikalikan dengan harga/nilai
2

saham perdana tersebut. Ukuran perusahaan juga dapat dijadikan ukuran ketidakpastian,
karena perusahaan yang berskala besar umumnya lebih dikenal sehingga informasi yang ada
tentunya lebih banyak dibandingkan perusahaan kecil. Jika banyak terdapat informasi yang
diketahui masyarakat maka tingkat ketidakpastian dapat dikurangi sehingga keputusan
investasinya tepat. Diperkirakan perusahaan berskala besar memiliki tingkat underpricing
yang lebih kecil dibandingkan perusahaan berskala kecil. Nilai penawaran saham perdana
dengan nilai nominal perusahaan penting untuk diamati untuk menciptakan harga saham yang
ideal sehingga memperkecil terjadinya underpriced maupun overpriced. Harga saham yang
ditawarkan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara emiten dengan underwriter.
Apabila harga yang ditawarkan terlalu tinggi dibandingkan nilai nominalnya maka
akan mengurangi minat investor pada perusahaan tersebut sehingga dapat terjadi overpriced
atau bahkan saham tidak laku dijual. Deviasi standar return juga dapat digunakan untuk
memprediksi apakah saham yang diperdagangkan akan mengalami underprice atau tidak.
Deviasi standar return menunjukkan tingkat risiko dari aliran kas yang akan datang.
Definisi operasional dari variabel yang digunakan dalam skripsi ini adalah sebagai
berikut :
1. Umur Perusahaan adalah waktu yang menunjukkan kapan perusahaan tersebut
berdiri berdasar akta pendirian sampai dengan

saat perusahaan tersebut melakukan

penawaran saham.
2. Prosentase saham yang ditahan oleh pemilik lama menunjukkan seberapa besar
saham yang ditawarkan ke masyrakat dihitung dengan cara mengurangkan antara jumlah total
saham yang dimiliki perusahaan dengan jumlah saham yang ditawarkan masyarakat (dalam
bentuk persen).
3. Ukuran atau Besaran Perusahaan adalah ukuran yang menunjukkan skala atau
besarnya usaha tersebut yang dihitung dari total aktiva perusahaan sebelum melakukan IPO.
4. Nilai saham yang ditawarkan pertama kali diukur dengan nilai saham yang
ditawarkan perusahaan pada saat melakukan IPO yang dihitung dengan cara mengalikan
jumlah lembar saham yang diterbitkan dengan harga penawaran (offering price) (Christy et.
al., 1996).
5. Deviasi standar return dihitung berdasarkan nilai return harian dalam sehari setelah
IPO kemudian dihitung rata rata nilai deviasi standar return nya.

6. Underprice adalah suatu kondisi dimana harga saham pada penawaran perdana
lebih rendah dibandingkan dengan harga saham pada saat penutupan pasar sekunder hari
pertama.
7. Return 15 hari adalah suatu periode waktu yang digunakan sebagai proksi untuk
pengukuran kinerja saham dalam jangka pendek dan dapat digunakan sebagai dasar bagi
investor untuk mengambil keputusan jangka pendek untuk tetap mempertahankan atau pun
menjual saham yang dimilikinya dalam emiten yang mengalami underpricing di hari pertama
perdagangan di pasar sekunder.
Kriteria sampel dalam skripsi ini adalah :
1. Emiten yang melakukan IPO di Bursa Efek Jakarta dan tidak delisted pada periode 1999
2003.
2. Emiten tersebut menerbitkan prospektus lengkap yang berisi informasi informasi yang
dibutuhkan calon investor.
3. Emiten mengalami underprice pada saat perdagangan hari pertama di pasar sekunder.
Data data yang diperlukan dalam analisis skripsi ini adalah :
1. Data nama perusahaan, tanggal listing, tanggal emiten berdiri dan harga perdana saham
yang ditawarkan yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory pada tahun 1999
2003 serta www.jsx.co.id .
2. Prospektus tentang umur perusahaan, prosentase saham yang dipegang pemilik lama, total
aktiva (ukuran) perusahaan sebelum listing, nilai saham yang ditawarkan pertama kali, dan
deviasi standar return milik perusahaan perusahaan yang melakukan IPO (Initial Public
Offering) pada tahun 1999 2003 yang mengalami underpriced.
3. Data harga perdana penawaran saham (offering price) dan data harga penutupan penawaran
saham (closing price) pada hari pertama di pasar sekunder terhadap perusahaan perusahaan
yang melakukan IPO (Initial Public Offering) pada tahun 1999 2003 yang mengalami
underpriced. Data ini diperoleh melalui www.jsx.co.id, www.indoexchange.com serta
www.e-bursa.com .
Rincian kondisi hasil penawaran perdana perusahaan perusahaan yang menjadi
sampel adalah sebagai berikut:

Revisi :
1. Tidak terdapat tabel research gap.
2. Banyak penulisan yang berbahasa Inggris tidak dicetak miring.
3. Beberapa variabel yang diuji seperti umur perusahaan, prosentase saham yang ditahan
oleh pemilik lama dan nilai saham yang ditawarkan pertama kali tidak signifikan
untuk menguji pengaruh underpricing, kecuali ukuran perusahaan dan standar deviasi
return, maka penelitian ini mengindikasikan bahwa masih banyak variabel-variabel
lain yang berpengaruh terhadap tingkat underpricing, seperti kondisi pasar, tingkat
suku bunga pinjaman, nilai tukar mata uang asing, rasio-rasio keuangan perusahaan
serta analisis teknikal dan fundamental perusahaan yang juga perlu diperhatikan.
4. Masih banyak variabel-variabel lain yang dapat diperhatikan seperti kondisi pasar,
tingkat suku bunga pinjaman, tingkat inflasi, kondisi nilai tukar mata uang asing serta
rasio-rasio keuangan perusahaan.
5. Dapat menambah lama periode penelitian sehingga sampel yang diperoleh lebih
banyak dan dapat memberikan hasil yang lebih akurat.
6. Hendaknya menggunakan variabel variabel lain yang diperkirakan akan
berpengaruh terhadap tingkat underpricing, seperti PER, EPS, inflasi, tingkat suku
bunga. Atau mungkin menggunakan variabel underwriter, auditor, ukuran perusahaan,
ROA, dan DER, namun bisa diganti dengan variabel lain.

DAFTAR PUSTAKA
Buku
8

1.

Darmadji,Tjiptono & Hendy M.Fakhrudin.2001. PASAR MODAL DI INDONESIA

2.

PENDEKATAN TANYA JAWAB.Jakarta : penerbit Salemba Empat.


Manurung, Prof.Dr.Adler Hayman.2013..INITIAL PUBLIC OFFERING(IPO)

3.

KONSEP, TEORI, DAN PROSES . Jakarta:Penerbit PT Adler Manurung Press.


Widoatmodjo, Sawidji . 2009. PASAR MODAL INDONESIA: PENGANTAR DAN
STUDI KASUS. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Jurnal
1. Isfaatun,Eliya. April 2010 . Jurnal Ekonomi Bisnis . Volume 15. No. 1.
2. Oktober 2003. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Journal of Indonesial Economy
& Business).Vol. 18 No. 4.
Skripsi
1. Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Perdana
(IPO) dan Kinerja Return Saham Setelah IPO (Studi Kasus Bursa Efek Jakarta),
Penyusun : Charles Suryadi, 2004, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen,
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Website
1. http://belajarinvestasi.com/sekolah-saham/ipo-dan-prosesnya.html, pada tanggal 10
Januari 2015.
2. http://clubdeangelandalas.com/apa-itu-ipo, pada tanggal 10 Januari 2015.
3. http://djohanwidagdo.wordpress.com/2011/02/02/ipo-initial-public-offering-danaspek-perpajakannya/, pada tanggal 10 Januari 2015.
4. http://id.shvoong.com/business-management/investing/2184154-definisi-initialpublic-offering-ipo/#ixzz2epnLCCjy, pada tanggal 11 Januari 2015.
5. http://ipoinvestment.wordpress.com/2010/12/12/saham-ipo/ , pada tanggal 11 Januari
2015.