Anda di halaman 1dari 10

Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi

Instrumen keuangan dapat mewajibkan entitas untuk menyerahkan kas


atau aset keuangan lain atau jika tidak, menyelesaikannya sebagaimana jika
instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan, dalam situasi terjadi atau tidak
terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang (atau hasil
dari situasi yang tidak pasti) yang berada di luar kendali penerbit maupun
pemegang instrumen tersebut, seperti perubahan dalam indeks pasar modal,
indeks harga konsumen, suku bunga atau ketentuan perpajakan, atau
pendapatan, laba neto, atau rasio utang terhadap modal penerbit di masa yang
akan datang. Penerbit instrumen seperti ini tidak memiliki hak tanpa syarat
untuk tidak menyerahkan kas atau aset keuangan lain (atau jika tidak, untuk
menyelesaikannya seperti jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan).
Oleh karenanya, instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bagi penerbit,
kecuali jika:
a) bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang mensyaratkan
penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain
(atau jika tidak, untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen
tersebut berupa liabilitas keuangan) adalah tidak sah (not genuine);
b) penerbit dapat diwajibkan untuk menyelesaikan kewajibannya secara kas
atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak, untuk
menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas
keuangan) hanya dalam kondisi penerbit dilikuidasi; atau
c) instrumen yang memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi di paragraf
13 dan 14 (PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan).
Pilihan Penyelesaian
Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak pilihan
cara penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih
penyelesaian secara neto dengan kas atau dengan mempertukarkan saham
dengan kas), maka instrumen tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas
keuangan, kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya
sebagai instrumen ekuitas. Contoh liabilitas keuangan dari instrumen keuangan
derivatif dengan pilihan penyelesaian adalah opsi saham yang memberi pilihan
kepada penerbit untuk menentukan penyelesaiannya secara neto dengan kas
atau dengan mempertukarkan sahamnya dengan sejumlah kas. Serupa dengan
itu, sejumlah kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan sebagai
pengganti instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas termasuk dalam ruang
lingkup Pernyataan ini, karena kontrak tersebut dapat diselesaikan, baik dengan
penyerahan item nonkeuangan atau diselesaikan secara neto dengan kas atau
dengan instrumen keuangan lain. Kontrak tersebut merupakan aset keuangan
atau liabilitas keuangan dan bukan merupakan instrumen ekuitas.
Instrumen Keuangan Majemuk
Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan
instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut

mengandung komponen ekuitas dan liabilitas. Komponen-komponen tersebut


diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau
instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11 (PSAK 50 (revisi 2010)
: Instrumen Keuangan : Penyajian).
Entitas mengakui secara terpisah komponen-komponen instrumen keuangan
yang :
a) menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan
b) memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi
instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang
bersangkutan.
Misalnya, obligasi atau instrumen serupa yang dapat dikonversi oleh
pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan
merupakan instrumen keuangan majemuk. Dari sudut pandang entitas,
instrumen ini terdiri dari dua komponen: liabilitas keuangan (perjanjian
kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya) dan instrumen
ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya selama jangka
waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa
dengan jumlah yang telah ditetapkan). Dampak ekonomi dari penerbitan
instrumen seperti ini secara substansial sama dengan penerbitan secara
simultan instrumen kewajiban yang memiliki ketentuan pelunasan dipercepat
dan waran untuk pembelian saham biasa, atau penerbitan instrumen utang yang
dilengkapi dengan waran beli saham yang dapat dipisahkan (detachable share
purchase warrants). Dengan demikian, dalam semua kasus, entitas menyajikan
komponen liabilitas dan ekuitas secara terpisah dalam laporan posisi keuangan.
Klasifikasi komponen liabilitas dan ekuitas dari suatu instrumen yang
dapat dikonversi tidak diubah sebagai akibat adanya perubahan kemungkinan
bahwa opsi konversi tersebut akan dilaksanakan, meskipun jika pelaksanaan opsi
tersebut akan menguntungkan secara ekonomi bagi beberapa pemegangnya.
Pemegang instrumen mungkin tidak selalu bertindak sebagaimana yang
diperkirakan karena, misalnya, konsekuensi pajak yang timbul akibat konversi
yang dilakukan mungkin berbeda-beda di antara para pemegang. Selanjutnya,
kemungkinan terjadinya konversi akan selalu berubah dari waktu ke waktu.
Kewajiban kontraktual entitas untuk melakukan pembayaran di masa datang
akan tetap ada hingga kewajiban tersebut berakhir melalui konversi, jatuh tempo
instrumen, atau transaksi lainnya.
PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pengukuran aset dan liabilitas
keuangan. Instrumen ekuitas adalah instrumen yang memberikan hak residual
atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Oleh karenanya, ketika
nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada
komponen ekuitas dan liabilitas, maka komponen ekuitas yang dialokasikan
adalah jumlah residu dari nilai wajar instrumen keuangan secara keseluruhan
dikurangi dengan nilai komponen liabilitas yang ditetapkan secara terpisah. Nilai
dari setiap fitur derivatif (seperti opsi beli) yang melekat pada instrumen

keuangan majemuk selain komponen ekuitas (seperti opsi konversi ekuitas)


merupakan bagian dari komponen liabilitas. Jumlah nilai tercatat yang
dialokasikan ke komponen liabilitas dan ekuitas pada saat pengakuan awal selalu
setara dengan nilai wajar dari instrumen tersebut secara keseluruhan. Tidak ada
keuntungan atau kerugian yang timbul dari pengakuan awal komponen
instrumen secara terpisah.
Sesuai dengan pendekatan yang dijelaskan di paragraf 34 (PSAK 50 (revisi
2010) : Instrumen Keuangan : Penyajian), penerbit obligasi yang dapat dikonversi
menjadi saham biasa pertama kali menentukan nilai tercatat komponen liabilitas
dengan mengukur nilai wajar liabilitas serupa (termasuk fitur derivatif nonekuitas
melekat) yang tidak memiliki komponen ekuitas. Nilai tercatat instrumen ekuitas
yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi
saham biasa, ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar liabilitas
keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan.
Contoh Ilustrasi :
Kontrak Berjangka untuk Penjualan Saham
Penyelesaian neto dengan saham. Untuk menyederhanakan ilustrasi,
diasumsikan bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan/dibagikan atas saham
pokok, jadi carry return-nya (pengembalian atas kepemilikan) sama dengan nol,
dan jika nilai wajar kontrak berjangka sama dengan nol, maka nilai kini forward
price sama dengan harga spot-nya. Nilai wajar kontrak berjangka dihitung
sebagai selisih antara harga pasar saham dan nilai kini dari fixed forward price.
Asumsi-asumsi :
Tanggal kontrak
Tanggal jatuh tempo
Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002
Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp
Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp
Fixed forward price yg akan diterima pada 31 Jan 2003
Nilai kini dari forward price pada 1 Februari 2002
Rp
Jumlah lembar saham dalam kontrak berjangka
Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 1 Feb 2002 Rp
Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Des 2002
Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Jan 2003

Rp 100
110
106
Rp 104
100
1.000
0
Rp (6.300)
Rp (2.000)

1) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham)


Pada 1 Februari 2002, Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas
B untuk membayar sejumlah nilai wajar dari 1.000 saham biasa Entitas A
yang beredar sampai dengan 31 Januari 2003 dengan menyerahkan 1.000
saham dengan harga Rp 104 per lembar saham. pada 31 Januari 2003.
Kontrak diselesaikan neto dengan pertukaran saham. Entitas A mencatat
ayat jurnal sebagai berikut.
31 Januari 2003

Kontrak diselesaikan neto dengan saham. Entitas A memiliki hak untuk


menerima sahamnya kembali senilai Rp104.000 (Rp104 x 1.000) dan
berkewajiban menyerahkan sahamnya senilai Rp106.000 (Rp106 x 1.000)
kepada Entitas B. Jadi, Entitas A menyerahkan selisih sahamnya senilai
Rp2.000 (Rp106.000-Rp104.000) kepada Entitas B, atau sama dengan 18,9
lembar saham (Rp2.000/Rp106).
Dr Liabilitas Berjangka
Cr Ekuitas
Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka. Penerbitan saham baru
entitas dicatat sebagai transaksi ekuitas.
2) Saham untuk Kas (Penyelesaian Fisik Bruto)
Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada 1), dengan pengecualian
bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham
Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. Sama seperti pada poin
1) dan 2) di atas, harga per lembar saham yang harus dibayar Entitas A
setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. Dengan demikian, Entitas A
berhak menerima Rp104.000 secara tunai (Rp104 x 1.000) dan berkewajiban
menyerahkan 1.000 lembar sahamnya setelah satu tahun. Entitas A
membukukan ayat-ayat jurnal berikut ini.
1 Februari 2002
Tidak ada jurnal yang harus dibuat pada 1 Februari. Tidak ada kas yang
diserahterimakan karena nilai wajar awal dari kontrak berjangka adalah nol.
Sebuah kontrak berjangka bagi pertukaran saham Entitas A yang jumlahnya
telah ditetapkan dengan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah
ditetapkan memenuhi definisi sebuah instrumen ekuitas karena kontrak
tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara lain kecuali melalui pertukaran
saham dengan kas.
31 Desember 2002
Tidak ada jurnal yang dibukukan pada 31 Desember karena tidak ada kas
yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima
saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan
menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan, maka kontrak tersebut
memenuhi definisi instrumen ekuitas.
31 Januari 2003
Pada 31 Januari 2003, Entitas A menerima Rp104.000 secara tunai dan
menyerahkan 1.000 lembar sahamnya
Dr Kas
Cr Ekuitas
Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka

Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan


saham, atau dengan pertukaran kas dan saham) menjadikan kontrak
berjangka sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan. Kontrak ini tidak
memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan oleh
Entitas A selain dengan membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah
ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang
nilainya telah ditetapkan.
Saham Treasuri
Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, instrumeninstrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan
instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi.
Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang
bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi.
Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas.
Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, baik dalam
laporan posisi keuangan maupun dalam catatan atas laporan keuangan, sesuai
dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. Jika saham treasuri
dibeli dari pihak-pihak berelasi, maka entitas mengungkapkannya berdasarkan
PSAK 7 (revisi 2010): Pengungkapan Pihak- pihak Berelasi.
Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak dapat diakui sebagai aset
keuangan terlepas dari alasan perolehannya kembali. Ketentuan dalam paragraf
36 PSAK 50 : Instrumen Keuangan : Penyajian mensyaratkan entitas yang
memperoleh kembali instrumen ekuitasnya untuk mengurangkan instrumen
ekuitas tersebut dari ekuitas. Namun, jika entitas memegang ekuitas miliknya
untuk kepentingan pihak lain, misalnya institusi keuangan yang memegang
ekuitas miliknya untuk kepentingan klien, maka akan terdapat hubungan
keagenan dan sebagai akibatnya instrumen tersebut tidak termasuk dalam
laporan posisi keuangan entitas.
Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
Bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan
instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui
sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada
pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas,
setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Biaya transaksi yang timbul
dari transaksi ekuitas, dicatat sebgai pengurang ekuitas, setelah dikurangi
dampak pajak penghasilan terkait.
Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen
ekuitas menentukan apakah bunga, dividen, kerugian dan keuntungan terkait
dengan instrumen tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
laporan laba rugi. Jadi, pembayaran dividen atas saham yang sepenuhnya diakui
sebagai liabilitas, diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran bunga atas

obligasi. Demikian juga, keuntungan dan kerugian yang terkait dengan


penebusan atau pembiayaan kembali liabilitas keuangan diakui dalam laporan
laba rugi, sedangkan penebusan atau pembiayaan kembali instrumen ekuitas
diakui sebagai perubahan ekuitas. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak
diakui dalam laporan keuangan.
Entitas umumnya membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau
perolehan kembali instrumen ekuitasnya. Biaya tersebut antara lain berupa
biaya pendaftaran dan komisi lain yang ditetapkan, biaya yang dibayarkan
kepada penasehat hukum, akuntan, dan penasehat profesional lain, biaya
percetakan dan materai. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas
dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak
penghasilan), sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas, tetapi diabaikan jika
tidak dapat diatribusikan secara langsung. Biaya transaksi ekuitas yang
diabaikan tersebut diakui sebagai beban.
Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan
majemuk dialokasikan pada komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen
secara proporsional dengan alokasi hasil yang diperoleh. Biaya transaksi yang
terkait dengan lebih dari satu transaksi (misalnya biaya yang timbul dari
penawaran atas sejumlah saham dan pencatatan saham lainnya secara
bersamaan di bursa) dialokasikan pada seluruh transaksi tersebut dengan
menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan transaksi
serupa.
Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam
suatu periode diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK 1 (revisi 2009):
Penyajian Laporan Keuangan. Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui
secara langsung di ekuitas dimasukkan dalam jumlah agregat pajak penghasilan
periode berjalan dan pajak penghasilan tangguhan yang ditambahkan atau
dibebankan pada ekuitas, yang diungkapkan berdasarkan PSAK 46 (revisi 2010):
Pajak Penghasilan.
Dividen yang dikategorikan sebagai beban dapat disajikan dalam laporan
laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika ada) bersama
dengan bunga atas liabilitas lain atau disajikan sebagai pos terpisah. Sebagai
tambahan dari ketentuan dalam Pernyataan ini, pengungkapan beban bunga dan
dividen tunduk pada ketentuan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan
Keuangan dan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Dalam beberapa
kondisi, karena adanya perbedaan antara beban bunga dan dividen yang terkait
dengan hal-hal seperti pengurangan pajak, maka akan lebih baik jika keduanya
diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi. Pengungkapan pengaruh
pajak dilakukan sesuai dengan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan.
Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan perubahan nilai tercatat
liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba
rugi meskipun keduanya berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak
residual atas aset entitas dalam pertukaran dengan kas atau aset keuangan

lainnya (lihat paragraf 20 (b) PSAK 50 (revisi 2010) : Instrumen Keuangan :


Penyajian). Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan,
entitas menyajikan keuntungan atau kerugian akibat pengukuran kembali
instrumen keuangan tersebut secara terpisah dalam laporan laba rugi
komprehensif jika pemisahan tersebut dianggap relevan untuk menjelaskan
uraian kinerja entitas tersebut.
Instrumen tersebut merupakan instrumen keuangan majemuk, yang nilai
komponen kewajibannya adalah sebesar nilai kini dari jumlah penebusan. Jumlah
diskonto (the unwinding of the discount) atas komponen ini diakui sebagai beban
bunga dalam laporan laba rugi. Tiap dividen yang dibayarkan terkait dengan
komponen ekuitas, dan dengan demikian diakui sebagai distribusi laba atau rugi.
Perlakuan serupa juga diterapkan jika penebusan tersebut tidak wajib, tetapi
bergantung pada keputusan pemegangnya, atau jika saham tersebut wajib
dikonversi menjadi saham biasa dengan jumlah lembar yang bervariasi, yang
setara dengan suatu jumlah nominal tertentu atau suatu jumlah yang didasarkan
pada perubahan dari variabel yang mendasari (misalnya komoditas). Namun, jika
dividen yang belum dibayar ditambahkan pada jumlah penebusan, maka
instrumen tersebut secara keseluruhan menjadi liabilitas. Dalam kasus ini,
dividen tersebut dikategorikan sebagai beban bunga.
Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
a) saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
b) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Dalam akuntansi untuk
transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian
pengakuan, maka entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset
keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006):
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36).
Pernyataan ini mensyaratkan penyajian aset keuangan dan liabilitas
keuangan secara neto jika penyajian tersebut mencerminkan arus kas masa
datang yang diharapkan entitas dari penyelesaian dua atau lebih instrumen
keuangan yang terpisah. Jika entitas memiliki hak untuk menerima atau
membayar suatu jumlah neto tertentu dan berniat untuk merealisasikannya,
maka entitas tersebut hanya memiliki satu aset keuangan atau satu liabilitas
keuangan. Dalam situasi lain, aset keuangan dan liabilitas keuangan disajikan
secara terpisah satu sama lain dan konsisten dengan karakteristik yang dimiliki,
yaitu sebagai sumber daya atau sebagai kewajiban entitas.
Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui dan
penyajian jumlah neto berbeda dengan penghentian-pengakuan aset keuangan
atau liabilitas keuangan. Sekalipun saling hapus tidak menimbulkan pengakuan
keuntungan atau kerugian, penghentian-pengakuan instrumen keuangan tidak

hanya menyebabkan dikeluarkannya item dari laporan posisi keuangan yang


sebelumnya diakui, tetapi juga menimbulkan pengakuan keuntungan atau
kerugian.
Hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum debitur, baik
dalam bentuk kontrak maupun cara lain, untuk menyelesaikan atau
mengeliminasi seluruh atau sebagian jumlah yang dibayarkan kepada kreditor
dengan cara membandingkan jumlah yang harus dibayarkan dengan piutang
kepada kreditor yang bersangkutan. Dalam situasi yang tidak biasa, debitur
memiliki hak hukum untuk membandingkan jumlah yang terutang dari pihak
ketiga dengan jumlah piutang kepada kreditur sepanjang terdapat kesepakatan
antara ketiga pihak yang terlibat yang secara jelas menetapkan hak debitur
untuk melakukan saling hapus. Karena hak untuk melakukan saling hapus
merupakan hak hukum, maka kondisi yang mendukung pengakuan hak ini dapat
berbeda antara satu yurisdiksi hukum dengan yurisdiksi hukum lain, dan
ketentuan hukum yang berlaku atas hubungan antara pihak yang terlibat perlu
dipertimbangkan.
Adanya hak yang dapat dipaksakan untuk saling hapus atas aset
keuangan dan liabilitas keuangan mempengaruhi hak dan kewajiban yang terkait
dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan, serta mungkin mempengaruhi
eksposur entitas atas risiko kredit dan risiko likuiditas. Namun demikian, adanya
hak tersebut, jika berdiri sendiri, bukan merupakan dasar yang memadai untuk
melakukan saling hapus. Jika tidak ada niat untuk melaksanakan hak tersebut
atau menyelesaikan secara simultan, maka jumlah dan waktu dari arus kas
entitas masa datang tidak terpengaruh. Jika entitas berniat untuk melaksanakan
hak atau menyelesaikan secara simultan, maka penyajian aset dan liabilitas
secara neto akan mencerminkan perkiraan jumlah dan waktu arus kas masa
datang secara lebih memadai, demikian juga risiko dari arus kas yang terekspos.
Niat oleh satu atau kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara neto tanpa
hak hukum tidaklah memadai untuk membenarkan saling hapus tersebut, karena
hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan
individual tidak berubah.
Niat entitas terkait dengan penyelesaian aset dan liabilitas tertentu dapat
dipengaruhi oleh praktik usaha yang normal, ketentuan di pasar uang, dan
keadaan lain yang dapat membatasi kemampuan entitas untuk melakukan
penyelesaian secara neto atau penyelesaian secara simultan. Jika entitas
memiliki hak untuk saling hapus, namun entitas tidak berniat menyelesaikan
secara neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
simultan, maka pengaruh hak tersebut terhadap eksposur risiko kredit entitas
diungkapkan sesuai PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 38.
Penyelesaian dua instrumen keuangan secara simultan mungkin terjadi
melalui, Misalnya, operasional lembaga kliring dalam pasar uang yang
terorganisir atau pertukaran langsung. Pada keadaan ini, arus kas adalah setara
dengan suatu jumlah neto tertentu dan tidak ada eksposur risiko kredit dan risiko
likuiditas. Pada keadaan lain, entitas mungkin menyelesaikan dua instrumen

dengan menerima dan membayar dengan jumlah terpisah, yang menyebabkan


entitas memiliki eksposur risiko kredit untuk seluruh jumlah aset atau risiko
likuiditas untuk seluruh jumlah liabilitas. Eksposur risiko tersebut mungkin
bersifat signifikan sekalipun dalam waktu singkat. Oleh karena itu, realisasi aset
keuangan dan penyelesaian liabilitas keuangan diperlakukan sebagai terjadi
secara simultan hanya jika kedua transaksi tersebut terjadi pada saat yang
sama.
Kondisi-kondisi yang ditetapkan di paragraf 45 (PSAK 50 (revisi 2010) :
Instrumen Keuangan : Penyajian) umumnya tidak dapat dipenuhi dan saling
hapus biasanya tidak tepat jika:
a) beberapa instrumen keuangan yang berbeda digunakan untuk meniru
fitur-fitur yang terdapat dalam instrumen keuangan tunggal (instrumen
sintetis);
b) aset keuangan dan liabilitas keuangan berasal dari instrumen keuangan
dengan eksposur risiko utama yang sama (Misalnya, aset dan liabilitas
dalam portfolio kontrak forward atau instrumen derivatif lainnya) tetapi
melibatkan pihak lawan yang berbeda;
c) aset keuangan atau aset lain digadaikan sebagai agunan untuk liabilitas
keuangan yang bersifat non recourse;
d) aset keuangan ditempatkan dalam perwalian oleh debitur untuk keperluan
pelunasan kewajiban tanpa aset tersebut diterima oleh kreditur pada saat
penyelesaian kewajiban (misalnya, pembentukan sinking fund); atau
e) kewajiban yang timbul akibat dari kejadian yang menyebabkan kerugian
diperkirakan dapat dipulihkan melalui pihak ketiga dengan klaim terhadap
kontrak asuransi.
Entitas yang melakukan sejumlah transaksi instrumen keuangan dengan
satu pihak lawan mungkin melakukan kesepakatan induk untuk menyelesaikan
secara neto (master netting arrangement)" dengan pihak lawan tersebut.
Perjanjian tersebut menetapkan penyelesaian secara neto untuk seluruh
instrumen keuangan yang tercakup dalam perjanjian jika terjadi wanprestasi,
atau berakhirnya, salah satu kontrak. Kesepakatan ini umumnya digunakan oleh
institusi keuangan untuk melindungi dari kerugian yang timbul jika terjadi
kepailitan atau keadaan lain yang menyebabkan pihak lawan tidak dapat
memenuhi kewajibannya. Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto
umumnya menciptakan hak saling hapus yang hanya dapat dipaksakan dan
mempengaruhi realisasi atau penyelesaian aset keuangan dan liabilitas
keuangan secara individual jika terjadi wanprestasi atau keadaan lain yang tidak
diperkirakan terjadi dalam situasi bisnis yang normal. Kesepakatan induk untuk
menyelesaikan secara neto tidak dapat dijadikan dasar untuk saling hapus,
kecuali kedua kriteria di paragraf 45 (PSAK 50 (revisi 2010) : Instrumen
Keuangan : Penyajian) terpenuhi. Jika aset keuangan dan liabilitas keuangan
yang mengikuti kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto tidak saling
hapus, maka dampak kesepakatan tersebut atas eksposur risiko kredit entitas
diungkapkan sesuai dengan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
paragraf 38.

KETENTUAN TRANSISI DAN TANGGAL EFEKTIF


Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Penerapan lebih dini
dianjurkan. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini lebih awal, maka entitas
menggungkapkan fakta tersebut.
PENARIKAN
Pernyataan ini menggantikan PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan:
Pengungkapan dan Penyajian.