Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt karena berkat rahmat dan
karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa juga salawat
dan salam kami haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw karena
berkat perjuangan beliaulah Islam bisa bertahan hingga sekarang.
Tidak lupa juga ucapan terima kasih yang kami sampaikan kepada:
1. Anak dan suami tercinta atas semangat dan support yang diberikan.
2. Kedua orangtua atas restu dan doanya.
3. Bapak Ir. Muhammad David selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu
Alamiah Dasar/Ilmu Sosial Dasar.
4. Seluruh mahasiswa STAI Al Washliyah Barabai pada umumnya dan Rekanrekan mahasiswa yang mengikuti mata Ilmu Alamiah Dasar/Ilmu Sosial Dasar
pada khususnya.
5. Pihak perpustakaan STAI Al Washliyah Barabai pinjaman buku dan referensi
sebagai bahan perkuliahan.
Saya sebagai manusia tidaklah pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan,
oleh karena itulah kami memerlukan tanggapan atau saran baik dari dosen
pembimbing maupun kawan-kawan sekalian. Selebih dan kekurangannya mohon
maaf sebesar-besarnya.
Barabai, Desember 2014
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I

PENDAHULUAN................................................................................ 1
A. Latar Belakang................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan.............................................................................2

BAB II

PEMBAHASAN................................................................................... 2
A. Pengertian Lingkungan Hidup........................................................ 3
B. Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya................4
C. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup............................................6
1. Kerusakan yang disebabkan Faktor Alam ................................ 6
2. Kerusakan yang disebabkan Faktor Manusia............................8
D. Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup.............................................9
1. Bidang Kehutanan.....................................................................9
2. Bidang Pertanian....................................................................... 9
3. Bidang Industri........................................................................10
4. Bidang Perairan.......................................................................10
5. Flora dan Fauna.......................................................................10
6. Bidang Perundang-undangan.................................................. 11

BAB III

PENUTUP...........................................................................................12
A. Simpulan....................................................................................... 12
B. Saran .............................................................................................
12

SUMBER PUSTAKA.............................................................................................. 10

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Kerusakan

lingkungan

hidup

akibat

populasi

manusia

dan

perkembangan zaman pada awal abad 21 ini. Populasi manusia mempengaruhi


keadaan alam. Semakin banyak manusia tinggal di suatu daerah maka
kebutuhan hidup juga bertambah. Dengan bertambahnya manusia yang
berperan sebagai konsumen, para produsen memproduksi produk mereka agar
memenuhi kebutuhan konsumen mereka. Sedangkan semakin banyak produk
yang dikeluarkan oleh industri mengeluarkan limbah yang dibuang ke
lingkungan. Limbah inilah yang mengakibatkan kerusakan alam khususnya
pada lingkungan hidup.
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan
hidup di Indonesia dan bahkan dunia saat ini. Setiap orang memerlukan energi,
lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Jika populasi bisa
bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan
regenerasi populasi dapat tercapai. Namun kenyataannya adalah populasi
bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk
memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi
akan terlampaui dan berdampak pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Dengan tingginya laju pertumbuhan populasi, maka jumlah kebutuhan
makanan pun meningkat padahal lahan yang ada sangat terbatas. Untuk
memenuhi kebutuhan makanan, maka hutan pun mulai dibabat habis untuk
menambah jumlah lahan pertanian yang ujungnya juga makanan untuk
manusia. Konversi hutan menjadi tanah pertanian bisa menyebabkan erosi.
Selain itu bahan kimia yang dipakai sebagai pupuk juga menurunkan tingkat
kesuburan tanah. Dengan adanya pembabatan hutan dan erosi, maka
kemampuan tanah untuk menyerap air pun berkurang sehingga menambah
resiko dan tingkat bahaya banjir.

Bagaimana dengan masa depan anak cucu kita kalau lahan sudah tidak
tersedia, tanah rusak akibat bahan kimia, air tanah tercemar dan bahkan habis
sehingga tidak bisa disedot lagi. Bagaimana kita mau menghemat makanan dan
air kalau populasi terus berkembang dengan pesat. Krisis pangan sudah dimulai
di seluruh dunia. Harga semakin melejit dan pada akhirnya bukan karena kita
tidak mampu membeli makanan, tetapi apakah makanan itu bisa tersedia.
Pemanasan global semakin memberi dampak negatif yang luar biasa, cuaca
sudah tidak bisa diprediksi lagi. Di saat musim kemarau hujan turun dan di saat
musim hujan terjadi kekeringan. Kalau bukan kita yang bertindak dari
sekarang, masa depan anak dan cucu kita bisa benar-benar hancur sehingga kita
yang berpesta pura pada saat ini baru akan merasakan akibatnya nanti.
B.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian lingkungan hidup?
2. Apa yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup?
3. Apa dan siapa yang menyebabkan kerusakan lingkungan?
4. Apa bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup dan faktor-faktor
penyebabnya?
5. Bagaimana usaha untuk melestarikan lingkungan hidup?

C.

Tujuan Penulisan
Dari latar belakang di atas maka dapat diambil tujuan penulisan sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian lingkungan hidup
2. Untuk mengetahui penyebab kerusakan lingkungan hidup
3. Untuk mengetahui Apa dan siapa yang menyebabkan kerusakan lingkungan
4. Untuk mengetahui bentuk - bentuk kerusakan lingkungan hidup dan faktorfaktor penyebabnya
5. Untuk mengetahui usaha untuk melestarikan lingkungan hidup

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lingkungan Hidup
Bumi merupakan warisan dari nenek moyang kita dalam keadaan yang
sangat berkualitas dan seimbang. Nenek moyang kita telah menjaga dan
memeliharanya bagi kita sebagai pewaris bumi selanjutnya, sehingga kita
berhak dan harus mendapatkan kualitas yang sama persis dengan apa yang
didapatkan nenek moyang kita sebelumnya. Bumi adalah anugerah yang tidak
ternilai harganya dari Tuhan Yang Maha Esa karena menjadi sumber segala
kehidupan. Oleh karena itu, menjaga alam dan keseimbangannya menjadi
kewajiban kita semua secara mutlak tanpa syarat.
Hamparan laut biru yang luas, dataran, bukit-bukit, pegunungan, langit
yang biru yang disinari matahari, semuanya merupakan lingkungan alam.
Lingkungan hidup mencakup lingkungan alam yang meliputi lingkungan fisik,
biologi, dan budaya.
Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 tahun 1997 pasal 1
menyebut pengertian lingkungan, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain.
Lingkungan hidup sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang
tersebut merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati,
lingkungan alam nonhayati, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial. Semua
komponen-komponen lingkungan hidup seperti benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup berhimpun dalam satu wadah yang menjadi tempat
berkumpulnya komponen itu disebut ruang.
Pada ruang ini berlangsung ekosistem, yaitu suatu susunan organisme
hidup di mana abiotik dan organisme tersebut terjalin interaksi yang harmonis
dan stabil, saling memberi dan menerima kehidupan.

B. Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya


Meningkatnya jumlah penduduk serta kebutuhan tersier yang semakin
banyak

sebagai

akibat

perkembangan

teknologi

yang

pesat,

telah

menyebabkan tekanan terhadap sumber daya alam dan lingkungan semakin


berat. Jumlah penduduk dunia yang sekarang telah lebih dari 6 miliar jiwa,
tidak hanya memerlukan kebutuhan primer dan sekunder, akan tetapi juga
memerlukan kebutuhan tersier dalam jumlah besar. Pertumbuhan penduduk
dalam jumlah besar, telah banyak mengubah lahan hutan menjadi lahan
permukiman, pertanian, industri, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan luas
lahan hutan terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun, terutama di
negara-negara miskin dan negara berkembang. Demikian pula kebutuhan
tersier yang terus mengalami peningkatan, baik dalam jumlah maupun
kualitasnya, menyebabkan industri-industri berkembang dengan pesat.
Perkembangan industri yang pesat, membutuhkan sumber daya alam
berupa bahan baku dan sumber energi yang sangat besar pula. Sebagai
akibatnya, sumber-sumber bahan baku dan energi terus dikuras dalam jumlah
besar. Cadangan sumber daya alam di alam semakin merosot, hutan-hutan
semakin rusak karena banyaknya pohon yang diambil untuk kebutuhan bahan
baku industri, apalagi bila tidak diimbangi dengan usaha reboisasi akan
menimbulkan bencana pencemaran terhadap udara, air, dan tanah, yang
akhirnya menganggu kehidupan manusia.
Peningkatan

karbon

dioksida

(CO2)

di

udara

menyebabkan

Greenhouse effect (efek rumah kaca). Di permukaan bumi yang berfungsi


sebagai atap kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer. Atmosfer bumi
mengandung berbagai macam gas dan partikel-partikel berupa benda-benda
padat seperti debu. Di antara berbagai gas di udara, yang berfungsi sebagai gas
rumah kaca antara lain karbon dioksida (CO2), metana (CH4), gas nitrogen,
ozon (O3), Klorofluorokarbon (CFC), dan lain-lain. Di antara gas-gas tersebut
yang paling dominan berfungsi sebagai rumah kaca adalah karbon dioksida
(CO2) yang disebut pula dengan gas rumah kaca.

Perkembangan industri yang begitu pesat, telah mengganggu


keseimbangan gas karbon dioksida di udara. Pembakaran minyak tanah,
bensin, solar, batu bara, untuk menggerakkan pabrik-pabrik. Demikian pula
kendaraan bermotor yang menggunakan bensin atau solar sebagai bahan
bakar, pembakaran lahan dan kebakaran hutan, dan tain-lain, telah menambah
jumlah karbon dioksida di udara.
Gas rumah kaca sebenarnya sangat diperlukan dalam mengatur suhu di
permukaan bumi, yaitu menyerap dan memantulkan kembali sinar matahari.
Bila gas ini tidak ada di udara beserta dengan gas-gas lainnya yang berfungsi
sebagai gas rumah kaca maka sinar matahari yang diterima bumi akan di
pantulkan semuanya ke ruang angkasa sehingga pada malam hari suhu di
permukaan bumi sangat dingin, dan pada siang hari sangat panas sekali.
Masalah gas rumah kaca muncul karena kegiatan manusia semakin
banyak menghasilkan gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Menurut
hasil penelitian para ahli, semakin banyak gas karbon dioksida dilepaskan ke
udara dari hasil kegiatan manusia, akan semakin mempercepat kenaikan suhu
di permukaan bumi. Kenaikan suhu di permukaan bumi akan mempengaruhi
iklim di bumi, dan akan berdampak negatif pada kehidupan di muka bumi.
Suhu global (secara keseluruhan) rata-rata meningkat 0,6 C. Hal ini
berpengaruh pula terhadap iklim global yaitu iklim di seluruh permukaan
bumi. Kenaikan suhu di permukaan bumi menyebabkan lapisan es yang
berada di kutub banyak yang mencair, dan pada akhirnya dapat
menenggelamkan kawasan-kawasan yang rendah seperti dataran-dataran
pantai, dan pulau-pulau yang rendah.
Peningkatan gas karbon dioksida yang terus berlangsung, dan tanpa
ada tindakan manusia untuk menguranginya, diramalkan 100 tahun yang akan
datang suhu bumi akan naik antara 3-4C. Kenaikan suhu sebesar ini akan
menyebabkan perubahan iklim yang cukup berarti, dan akan disertai pula
dengan berbagai bencana alam seperti angin badai, naiknya permukaan laut,
mencairnya es di puncak-puncak gunung dan es di kutub, punahnya flora dan
fauna yang tidak tahan terhadap perubahan, dan sebagainya.

Kita harus ingat istilah Hanya Satu Bumi, yang berarti bumi tidak
membedakan apakah emisi gas karbon dioksida itu berasal dari negara A atau
B, dari negara maju atau negara berkembang, tetapi yang jelas peningkatan
gas karbon dioksida terjadi di bumi.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya tidak hanya pada emisi gas
karbon

dioksida.

Permasalahan

lingkungan

hidup

cukup

kompleks.

Penebangan hutan yang menyebabkan banjir, pencemaran terhadap air oleh


limbah-limbah industri, pembuangan sampah ke dalam sungai (termasuk
sampah rumah tangga), pencemaran terhadap tanah, dan sebagainya,
merupakan ancaman bagi kehidupan manusia.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan berbagai faktor sebagaimana
yang telah diuraikan sebelumnya, akan menimbulkan berbagai dampak yang
sangat merugikan dan mengganggu kehidupan manusia. Flora dan fauna akan
banyak yang punah, meningkatnya penyakit pada manusia, penurunan hasil
panen, kemarau yang berkepanjangan. Atau sebaliknya, curah hujannya sangat
tinggi yang menimbulkan banjir besar, kekeringan air pada musim kemarau,
rusaknya terumbu karang, dan sebagainya.
Manusia harus sadar betapa pentingnya arti lingkungan hidup bagi
kehidupan. Keserakahan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup harus
dibayar dengan sangat mahal.
C. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup
1. Kerusakan Yang Disebabkan Faktor Alam
Kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam merupakan
Peristiwa alam yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup, antara
lain:
a.

Letusan gunung berapi


Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut
bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung
berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara
lain berupa:

1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.


2) Lava panas, merusak dan mematikan apa pun yang dilalui.
3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
4) Gas yang mengandung racun.
5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan,
dan lain-lain.
b.

Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan
karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung
berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di
dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa,
namun manusia tidak sama sekali dapat memprediksikan kapan
terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih
dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa
berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung
maupun tidak langsung, di antaranya:
1) Berbagai bangunan roboh.
2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
3) Tanah longsor akibat guncangan.
4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami
(gelombang pasang).

c.

Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang
bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah. Perbedaan
tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok.
Kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan serangan angin topan
dapat menimbulkan kerusakan dalam bentuk:
1) Merobohkan bangunan.
2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

3) Membahayakan penerbangan.
4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
5) Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
2. Kerusakan Yang Disebabkan Faktor Manusia
Kerusakan lingkungan yang disebabkan manusia jauh lebih besar
dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses
alam. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia
berlangsung secara terus menerus dan makin lama makin besar. Kerusakan
lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai
bentuk seperti pencemaran, pertambangan, penebangan hutan untuk
berbagai keperluan, dan sebagainya.
Limbah-limbah yang dibuang dapat berupa limbah cair maupun
padat, bila telah melebihi ambang batas, akan menimbulkan kerusakan
pada lingkungan, termasuk pengaruh buruk pada manusia. Salah satu
contoh kasus pencemaran terhadap air yaitu Kasus Teluk Minamata di
Jepang. Ratusan orang meninggal karena memakan hasil laut yang
ditangkap dari Teluk Minamata yang telah tercemar unsur merkuri (air
raksa). Merkuri tersebut berasal dari limbah-limbah industri yang dibuang
ke perairan Teluk Minamata sehingga kadar merkuri di teluk tersebut telah
jauh di atas ambang batas.
Pengerukan yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan seperti
pertambangan batu bara, timah, bijih besi, dan lain-lain telah menimbulkan
lubang-lubang dan cekungan yang besar di permukaan tanah sehingga
lahan tersebut tidak dapat digunakan lagi sebelum direhabilitasi.
Penebangan-penebangan hutan untuk keperluan industri, lahan
pertanian, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya telah menimbulkan kerusakan
lingkungan kehidupan yang luar biasa. Kerusakan lingkungan kehidupan
yang terjadi menyebabkan timbulnya lahan kritis, ancaman terhadap
kehidupan flora, fauna dan kekeringan.

D. Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan Hidup


Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk pelestarian lingkungan
hidup antara lain yaitu sebagai berikut:
1. Bidang Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu
diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan
antara lain :
a. Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan
seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b. Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan
memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam
kegiatan tersebut.
c. Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang
ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil
dapat tumbuh subur kembali.
d. Melakukan reboisasi pada kawasan-kawasan yang hutannya telah
gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
e. Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga
fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah,
tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.
2. Bidang Pertanian
a. Menjadi

pertanian

menetap

seperti

sawah,

perkebunan,

dan

sebagainya.
b. Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk
pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator
(binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat
mencemarkan air dan tanah.
c. Menaman jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan
demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.

10

3. Bidang Industri
a. Menetralkan limbah industri yang akan dibuang sehingga bebas dari
pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat
pengolahan limbah industri.
b. Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber
energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang
dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
c. Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang
tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, dan sebagainya.
Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas,
keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat
dikurangi.
d. Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah
lingkungan.
e. Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman
penduduk.
4. Bidang Perairan
a. Tidak pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan bendabenda lainnya ke sungai atau laut.
b. Membuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut
sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya. Serta
melarang pengambilan karang di laut yang menjadi tempat
berkembang biak ikan-ikan harus.
c. Tidak menangkap ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom
ikan, setrum ikan, pemakaian pukat harimau di laut/sungai.
5. Flora dan Fauna
a. Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi
mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b. Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti
Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.

11

6. Bidang Perundang-undangan
Melaksanakan dengan konsekuen UU No.23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang
berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan
undang-undang.

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari Pembahasan di atas mengenai pengaruh aktivitas manusia terhadap
lingkungan hidup, dapat disimpulkan bahwa:
1. Kerusakan lingkungan hidup banyak diakibatkan oleh manusia. Di
antaranya kebakaran hutan, penebangan liar yang mengakibatkan hutan
gundul.
2. Majunya teknologi seperti mobil, pabrik, dan sepeda motor membuat
udara tercemar dan lapisan ozon berlubang karena asap kendaraan.
3. Peningkatan CO2 di udara menyebabkan Greenhouse effect (efek rumah
kaca) sehingga lapisan ozon menjadi berlubang yang membuat sinar
matahari langsung ke bumi dan mengakibatkan suhu di bumi naik. Karena
suhu di bumi naik es di kutub utara mulai mencair. Hal tersebut membuat
permukaan air laut meningkat.
B. Saran
Sebagai manusia yang merupakan bagian dari lingkungan hidup,
hendaknya:
1. Menanggulangi kerusakan ini sebelum kerusakan semakin meluas.
2. Memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Karena pada saat ini kita
masih berpangku tangan atas apa yang terjadi dengan lingkungan.
3. Pemerintah harus tegas dalam menentukan tindakan untuk menanggulangi
kerusakan lebih lanjut seperti kerusakan hutan, kebakaran, asap pabrik
yang membuat lapisan ozon berlubang dan banyak kerusakan lain yang
disebabkan oleh manusia dengan cara reboisasi, penyuluhan tentang
pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia.

12

SUMBER PUSTAKA
Abdullah, Basuki. 2009. Lingkungan Hidup. Jakarta, PN Balai Pustaka.
Purwadarminta, W. 1979. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, PN Balai
Pustaka.
http://icuk-sugiarto.blogspot.com/2013/06/pengaruh-aktivitas-manusia-terhadap.
html, diakses tanggal 11 Desember 2014

13