Anda di halaman 1dari 10

II.

MORFOMETRI

Morfometri adalah suatu metoda pengukuran dan analisa secara kuantitatitf


faktor fisika suatu badan perairan. Adapun Morfologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang bentuk-bentuk danau, asal-usul kejadian danau ditinjau dari sudut geografi dan
geologi serta peranannya dalam limnologi fisik.
Analisa kedalaman, panjang, lebar, luas, volume air,

area permukaan dan

sedimen dasar, strata air pada berbagai kedalaman, ciri-ciri garis pantai, serta ketinggian
dari permukaan laut merupakan data dasar yang sangat penting dalam menganalisa
sifat-sifat kimia, fisika dan biologi suatu perairan tawar. Pengetahuan tentang variabelvariabel morfometri akan membantu kita dalam memahami dan menilai produktifitas
biologi (kesuburan) suatu perairan, ada tidaknya erosi pada danau, kandungan
dan stabilitas panas, kandungan kimia. Misalnya produktifitas ikan di danau secara
langsung terkait dengan kedalaman dan luas permukaan. Meskipun beberapa aspek
fauna, flora dan sifat kimia badan air dapat saja dipelajari tanpa perlu mengetahui aspek
morfometri, tetapi dalam mendalami bidang limnologi secara lengkap, maka data-data
morfometri harus diketahui.
Data-data hidrografi danau yang akurat jarang sekali tersedia secara memadai
bagi para ahli limnologi, hal ini dikarenakan data-data morfometri danau sifatnya
selalu berubah dari waktu ke waktu.

Bahkan data bathymetrik seperti kontur

kedalaman yang tersedia baik yang disediakan pemerintah dan pihak lain seringkali
diragukan ketepatannya misalnya akibat adanya pengdangkalan, sehingga sengkali
harus dilakukan pengukuran ulang di lapangan secara langsung.
Morfologi danau menggambarkan pada kita peristiwa-peristiwa yang telah
terjadi pada sistem danau tersebut. Faktor fisika ini saling berinteraksi dengan

cuaca dan tanah sehingga akan menentukan sifat danau yang kemudian akan
menyediakan lingkungan perairan yang sesuai untuk organisme perairan. Peta
bathymetrik dapat menjelaskan secara tepat tentang morfologi danau.

BEBERAPA VARIABEL UTAMA DANAU


Aspek morfometri danau dibedakan atas dimensi-dimensi permukaan dan
dimensi-dimensi bawah permukaan. Ukuran-ukuran yang termasuk dimensi permukaan
adalah sebagai berikut :

1. Panjang maksimum (Lmax)


Panjang maksimum merupakan antara dua titik terjauh pada permukaan tepi
suatu danau. Panjang jarak maksimum dapat saja melintasi pulau-pulau (bila ada)
yang terdapat di danau tersebut.

Penentuan panjang maksimum dapat diukur

langsung di lapangan atau secara tidak langsung dengan cara mengukurnya dari peta
bathymetrik atau hasil foto udara yang skalanya diketahui. Panjang Maksimum
dinyatakan dalam meter.

2. Panjang Maksimum Efektif (Lo)


Merupakan panjang permukaan danau maksimum tanpa melintasi pulau atau
daratan yang mungkin terdapat di danau. Jika di danau tidak dijumpai pulau-pulau
atau daratan, maka nilai Lo = Lmax

3. Lebar Maksimum (Bmax)


merupakan jarak maksimum dua titik terjauh pada permukaan tepi danau yang
ditarik secara tegak lurus terhadap panjang maksimum. Penentuan lebar maksimum
bisa saja melintasi pulau-pulau di danau, jika ada. Lebar maksimum dinyatakan
dalam meter.

4. Lebar rata-rata ( B)
Merupakan rasio antara luas permukaan danau (A o) dengan panjang maksimum
(Lmax), yaitu :

Ao
B = -----Lmax
Dalam studi limnologi, lebar rata-rata lebih bermanfaat daripada lebar
maksimum.

5. Lebar Maksimum efektif (Wo)


Merupakan lebar maksimum danau tanpa melintasi pulau atau daratan yang
mungkin terdapat di danau. Lebar Maksimum dinyatakan dalam meter.

6. Luas Permukaan (Ao)


Merupakan luas wilayah permukaan danau yang tertutupi oleh air.

Luas

permukaan perairan besarnya akan bervariasi, tergantung musim. Pengukuran luas


permukaan danau dari peta bathymetrik dengan skala yang telah diketahui dapat
dilakukan dengan menggunakan alat planimeter, dengan kertas grafik atau dengan
cara penimbangan. Luas Permukaan dinyatakan dengan Ha atau Km2.

7. Panjang Garis Keliling Pantai (SL atau Lo)


Pengukuran panjang garis keliling pantai secara sederhana yaitu dengan
menggunakan seutas benang yang diplotkan pada garis pinggiran peta danau yang
bersangkutan. Kemudian dari skala peta yang ada, dapat dihitung panjang garis
keliling danau yang sebenarnya, biasanya dinyatakan dalam meter.

8. Indeks Perkembangan Garis Pantai (SDI )


Dimensi ini digunakan untuk mencerminkan bentuk keteraturan danau.
SL
SDI =

-------

SL = Panjang garis keliling pantai


Ao = Luas Permukaan

2 Ao
Cahaya matahari yang memasuki perairan, fotosintesis dan perkembangan
organisme dasar akan meningkat. Jika danau berbentuk bulat, maka nilai SDI = 1.
Sedangkan bila bentuk danau tidak teratur, misalnya adanya teluk dan tanjung, maka
nilai SDI akan meningkat ( lebih besar dari 1). Perkembangan garis pantai akan
memberi gambaran tentang kemampuan danau dalam memperkembangkan
komunitas litoral. Nilai perkembangan garis pantai yang besar bermakna bahwa di
danau tersebut terdapat banyak kawasan yang dangkal. Kawasan yang dangkal
memberi pengaruh pada ombak, kekeruhan dan aktifitas biologi

9. Insulosity (In, dinyatakan dalam %)


Merupakan luas total dari pulau-pulau atau daratan yang ada ditengah danau
terhadap luas total permukaan danau.
Ai
In = ------- 100 %
Ao
Ai = Jumlah total luas pulau (daratan) yang ada di tengah danau
Ao= Luas Total permukaan danau
Nilai Insulosity dapat berpengaruh terhadap luasan daerah litoral periran yang
kemudian akan berpengaruh pula pada tingkat produktifitas perairan.

10.Ketinggian dari permukaan laut dan kedalaman kriptodepresi


( meter)
Danau yang terletak di dataran tinggi, misalnya di daerah temperate (4 musim)
mungkin akan tertutup es lebih lama dari danau-danau yang berada di dataran
rendah.

Selain itu juga terjadi perbedaan dalam penerimaan intensitas cahaya

matahari. Kondisi yang berbeda ini akan mengakibatkan kondisi fisika, kimia dan
biologi perairan yang berbeda pula.
Kedalaman kriptodepresi (kriptolekukan) yang dinotasikan Zo, adalah bagian
kedalaman danau yang berada sejajar dan dibawah permukaan laut. contoh Danau
Cayuga berada 116 meter dpl, sedangkan kedalaman maksimum danau 133 m, maka
kedalaman kriptodepresi danau adalah 133 m 116 m = 17 m. Contoh lain adalah
danau Caspian terletak 25 m dibawah permukaan laut. Danau Titicaca terletak pada
ketinggian 3842 m dpl. Perbedaan letak danau dari permukaan laut menyebabkan
biota yang hidup di danau tersebut akan berbeda pula.
Selanjutnya ukuran-ukuran yang termasuk dimensi permukaan adalah sebagai
berikut :
1. Kedalaman Maksimum (Zm)
Merupakan kedalaman suatu danau pada titik terdalam. Biasanya kedalaman
maksimum secara tidak langsung dapat terbaca pada peta bathymetrik. Namun
dalam hal ini perlu diperhatikan peristiwa erosi, sedimentasi dan fluktuasi
permukaan air danau yang terjadi setelah peta bathymetrik dibuat, karena hal-hal
tersebut dapat merubah kedalaman maksimum danau. Oleh karena peta-peta lama
(usang) perlu dipertimbangkan penggunaannya.

Pengukuran kedalaman secara

langsung dapat dilakukan dengan alat penduga gema (Echosounder) atau dengan tali
berskala yang diberi pemberat.

Alat Echosounder akan mengirimkan sinyal

ultrasonik ke dasar danau atau sungai. Bila sinyal tadi mengenai obyek atau dasar
danau, kemudian akan dipantulkan kembali kepermukaan dan diterima oleh unit
penerima.

Sinyal ini kemudian diperbesar dan ditampilkan dilayar monitor.

Penggunaan penduga gema akan menyebabkan pengumpulan data kedalaman dapat


lebih tepat dan cepat.

Selain itu echosounder juga dapat digunakan untuk

mengetahui keberadaan dan kelimpahan ikan dilautan.

Nelayan-nelayan yang

menangkap ikan dengan pukat tunda sangat tergantung pada echosounder untuk
menentukan kawasan menangkap ikan. Gerombolan besar ikan dapat dtampilkan
diperlihatkan oleh layar monitor echosounder tersebut. Kedalaman maksimum
danau berbeda-beda.

Kita dapat saja bertemu dengan danau yang mempunyai

kedalaman maksimum beberapa meter saja atau danau yang mempunyai kedalaman
beribu-ribu meter. Kedalaman danau dapat berubah dengan cepat akibat terjadinya
erosi, sedimentasi dan turun naiknya permukaan air.

Kedalaman maksimum

dinyatakan dalam meter.


Kedalaman maksimum danau tidak ada hubungannya dengan luas danau tersebut.
Danau yang paling luas

berarti juga paling dalam. Contohnya Danau Baikal di

Siberia mempunyai luas 31.500 km2 dan kedalaman maksimum 1741 meter,
sedangkan danau Tanyanyika di Afrika mempunyai luas 34.000 km 2, akan tetapi
kedalamannya hanya 1470 meter saja.
2. Kedalaman rata-rata ( Z )
Kedalaman rata-rata adalah hubungan antara volume (V) dan keluasan di
permukaan (A0). Kedalaman rata-rata dapat ditentukan dengan rumus :

V
Z=

------

V = Volume total air Danau (m3)


A0 = Luas permukaan perairan danau (m2)

A0
Kedalaman rata-rata lebih informatif dibandingkan kedalaman maksimum. Data
kedalaman rata-rata berhubungan erat dengan produktiitas perairan. Perairan yang
memiliki kedalaman rata-rata rendah tingkat produktifitas lebih tinggi dari pada
yang kedalaman rata-rata besar. Danau yang mempunyai kedalaman rata-rata lebih
besar dari 18 meter umumnya menunjukkan ciri-ciri danau miskin (oligotrofi).
Danau yang lebih dangkal lebih produktif dan tergolong danau subur (eutrofi).
Tabel 1. Dimensi fisikal beberapa danau di dunia
Nama Danau

Volume

Luas Permukaan

( V = Km )

( A0 = Km )

Kedalaman

Kedalaman Maksimum

rata-rata

( Zm = m )

(Z=m)
Tahoe

156

499

313

501

18.940

34.000

557

1470

23.000

31.500

730

1741

79.319

436.400

182

946

(California)
Tanganyika
(Afrika)
Baikal
(Siberia)
Laut Caspian

Berdasarkan data kedalaman rata-rata dapat dihitung Indeks Morfoedfik (MEI)


dengan menggunakan rumus :
Jumlah Bahan Terlarut (TDS)
MEI = ------------------------------------Kedalaman rata-rata
MEI berkorelasi positif dengan produksi ikan di danau. Danau yang dangkal
atau yang mempunyai kepekatan ion yang tinggi mempunyai indeks Morfoedafik
yang tinggi. MEI yang tingi umumnya akan memberikan hasil tangkapan yang
tinggi.

3. Kedalaman Relatif (Zr, dinyatakan dalam % )


Merupakan nisbah kedalaman maksimum dan diameter rata-rata di permukaan
yang dinyatakan dalam persen (diasumsikan danau berbentuk lingkaran atau SDI
mendekati 1).

Zm
50 Zm
Zr = -------- x 100 % = --------------2R
A0

atau,

Zr =

88,6 x Zm
----------------x %
A0

Zm = kedalaman maksimum
A0 = luas permukaan

Kebanyakan danau mempunyai Zr kurang dari 2 persen. Bila danau mempunyai


luas permukaan yang kecil umumnya mempunyai nilai Zr melebihi 4 persen.
Penentuan kedalaman relatif danau dimaksudkan untuk menggambarkan tingkat
stabilitas stratifikasi atau kemantapan pelapisan massa air danau. Perairan yang
memiliki pelapisan massa air dengan tingkat kemantapan tinggi( stabilitas
stratifikasi tinggi, sulit mengalami pengadukan oleh angin), umumnya memiliki
nilai Zr lebih dari 4 %. Sebaliknya danau-danau dengan nilai Z r kurang dari 2 %
akan mudah mengalami pengadukan oleh angin atau stabilitas stratifikasi rendah.

Kemiringan rata-rata ( s, dinyatakan dalam %)


Kemiringan rata-rata dapat menggambarkan luas tidaknya daerah yang berair
dangkal, yang akhirnya akan mempengaruhi :
-

nilai kekeruhan perairan (turbidity)

aktifitas biologi (migrasi diurnal)

kedalaman penetarsi cahaya sehubungan dengan aktifitas fotosintesis


oleh organisme fitoplankton

kelimpahan biota dan produktifitas biologi perairan

Danau yang mempunyai kemiringan landai lebih produktif secara biologi lebih
produktif daripada danau dengan tebing yang curam. Kemiringan rata-rata dapat
ditentukan dari peta bathymetrik dengan rumus :
1
Dm
s = -------- ( L0 + L1 + L2 + ....+ Lm-1 + Ln) ------ x 100%
n
A0
s = kemiringan rata-rata dalam %
L = Panjang garis keliling dari masing-masing garis kontour (m)
n = Jumlah kontour pada peta bathymetrik
Dm= Kedalaman maksimum (m)
A0 = Luas permukaan danau (m2)

4. Volume air danau ( V, dinyatakan m3)


Penentuan vollume air danau didasarkan pada asumsi bahwa pada umumnya
danau berbentuk sebagai kerucut terpancung dan volume totalnya merupakan
penjumlahan dari volume air dari masing-masing strata.

Vtotal

n
= 1/3 h1 (Ai-1 + Ai + Ai-1 Ai )
i=1

hi = kedalaman atau interval atau jarak antar kontour, biasa nilainya konstan (m)
A1, A2,.. Ai = Luas kontour pada strata 1, 2, dst (m2) diukur dari peta bathymetrik
Vtotal = Volume total air danau (m3)
n = jumlah contour

5. Perkembangan volume danau (Vd, tanpa satuan)


Merupakan ukuran atau nilai yang digunakan untuk menggambarkan bentuk
dasar danau secara umum. Perkembangan volume danau dapat dihitung dengan
rumus :
A0 x D
3D
VD = --------------- = ------1/3 Dm x A0
Dm
VD = volume development
A0

= luas permukaan air danau (m2)

= kedalaman rata-rata (m)

Dm = kedalaman maksimum (m)


Nilai VD > 0,5 menggambarkan suatu danau yang relatif dangkal dan dasarnya
rata, misalnya danau-danau kawah. Bila nilai VD berkisar antara 0,33 0,5, maka
dapat digambarkan bahwa danau yang bersangkutan dalam dengan dasar danau
berbentuk kerucut