Anda di halaman 1dari 2

BAB 3

METODE
Dalam jurnal ini digunakan metode quasi experimental design. Penelitian
eksperimen

semu

(quasi

experimental

design)

merupakan

penelitian

experimental yang memberikan manipulasi terhadap variable independent, tetapi


tanpa randominsasi dalam pemilihan antara kelompok perlakuan dan kelompok
kontrol. Kelemahan pada penilitina ini terletak pada lack of randomization or
control group features of true experiment. Karenanya penelitian ini hanya
dilakukan apabila penelitian true experiment tidak mungkin dapat dilakukan
karena berbagai macam kendala.
Penelitian ini dilaksanakan di

Post Graduate Institute of Medical

Education and Research (PGIMER), Chandigarh. PGIMER merupakan rumah


sakit besar dengan 50.000 pasien masuk setiap tahunnya dan berbagai
pelayanan serta beberapa ICU yang menyediakan perawatan khusus seperti ICU
utama, ICU liver, respiratory ICU, cardio-thoracic ICU, dan gastroenterology ICU.
Menggunakan teknik sampling, pasien yang MRS mulai tanggal 15 Juli
31 Agustus 2011 dimasukkan ke dalam kelompok inklusi. Sementara pasien
dengan ulcer kaki dan fraktur pada bagian kaki di eklusi. 60 subyek terdaftar
dalam penelitia ini. Ijin melakukan penelitian didapat dari kepala departemen
ICU, PGIMER, Chandigarh. Inform consent tertulis diberikan kepada setiap
pasien yang menjadi peserta. Alat yang digunakna untuk mengumpulkan data
adalah sosiodemografi dan clinical data sheet, protocol untuk pijat kaki dan
refleksologi. Alat disiapkan dengan review literature dan dengan bantuan
pemandu dan telah divalidasi oleh ahli dalam bidang edukasi keperawatan dan
medical.
Lembar data sosiodemografi terdiri dari nama, usia, jenis kelamin, nomer
registrasi, nomer bed, ruangan, tanggal masuk, diagnose, status pendidikan,
pekerjaan, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga, dan pendapatan
perkapita, dll. Data klinik meliputi waktu perawatan di ICU, status nutrisi, riwayat
atau encana pembedahan, kesadaran, bantuan alat nafas, keadaan fisiologis,
dan terapi farmakologis. Protocol pijat kaki dan refleksologi terdiri dari langkahlangkahnya meliputi menyapu, menggosok, thumb walking, rotasi jari kaki,
meremas, dan melengkungkan.
Data dikumpulkan pada Juli hingga Agustus 2011. Pada tiga hari pertama,
parameter fisiologi dari peserta diobservasi dua kali dalam sehari (pagi dan sore)

dan dicatat. Tiga hari berikutnya intervensi mulai dilakukan. Setiap pasien
dilakukan dua kali pijat kaki dan refleksi sesuai protocol (pagi dan sore). Semua
parameter fisiologi (BP systolic, BP diastolic, heart rate, saturasi oksigen) dicatat
di lembar checklist observasi sebelum dan sesudah tindakan. Data kemudian
dianalisa dan menggunakan statistic deskriptif dan inferential. Efek dari pijat dan
refleksi kaki dicatat dengan berbagai macam pengkuran statistik seperti frekuensi
distribusi, nilai tengah (mean, mode), measure of dispersion (range, standar
deviasi), paired t-test, dan ANOVA. P values dipertimbangkan pada 5% dan level
of significance 1% .