Anda di halaman 1dari 33

AKUNTABILITAS PEMERINTAH

DAERAH II
PENGARUH AUDIT SEKTOR PUBLIK

TERHADAP PENGEMBANGAN
AKUNTANSI PEMERINTAHAN DI
INDONESIA
VALUE FOR MONEY AUDIT UNTUK

MENILAI KINERJA LEMBAGA SEKTOR


PUBLIK

PENGARUH AUDIT SEKTOR PUBLIK


TERHADAP PENGEMBANGAN
AKUNTANSI PEMERINTAHAN DI
INDONESIA
OLEH:
Mulyadi, SE., MM Akt
STIE AUB Surakarta

PENGARUH AUDIT SEKTOR PUBLIK


TERHADAP PENGEMBANGAN
AKUNTANSI PEMERINTAHAN DI
INDONESIA
PENDAHULUAN
TINJAUAN TEORI
Peran Komite Audit Independen
Hubungan Komite Audit dan Koefisien

Responss Laba (ERC)


PEMBAHASAN
SIMPULAN

PENDAHULUAN
Penyelenggaraan auditing sektor public atau pemerintahan tersebut

dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan (BPKP).


BPKP merupakan suatu badan yang dibentuk oleh lembaga eksekutif
negara (presiden), yang bertugas untuk mengawasi dana untuk
penyelenggaraan pembangunan negara yang dilakukan pemerintah
dan bertangungg jawab atas tugasnya pada pemerintah juga.
Dalam melaksanakan audit di sektor publik (pemerintahan) perlu

pembentukan suatu lembaga audit yang independen yang benar


benar mempunyai integritas yang bisa dipertanggungjawabkan
kepada pihak publik

Penetapan Standar Audit di sector publik ini harus

dibentuk oleh suatu badan yang terlepas dengan


kepentingan pribadi ataupun golongan
Negara Amerika dan Inggris pada tiaptiap sektor

publik atau departemen - departemen


pemerintahan dalam menjalankan roda administrasi
keuangan telah diawasi oleh badan yang berupa
Comptroller and Auditor General (C&AG).

Berlakunya Standar Audit- Aparat Pengawasan

Fungsional Pemerintah (SA-APFP) tahun 1996 oleh


BPKP atas perintah Presiden RI melalui Kepres No.
31, Tahun 1983 dan I npres No. 15, Tahun 1983.
Kalau kita melihat dari sini, tampak rancu karena

eksekutif merupakan pihak yang diperiksa, tetapi


di sisi lain dia menerbitkan peraturan untuk
dirinya sendiri

TINJAUAN TEORI
Dalam rangka penyelenggaraan pengelolaan perusahaan

yang baik (good corporate governance) BEJ mewajibkan


perusahaaan tercatat memiliki komisaris independen dan
komite audit. Keanggotaan komite audit sekurang kurangnya tiga anggota dan seorang di antaranya komisaris
independen perusahaan tercatat sekaligus menjadi ketua
komite. Sebaliknya, pihak lain adalah pihak ekstern yang
independen dan sekurang-kurangnya salah seorang memiliki
kemampuan di bidang akuntansi dan keuangan.

Peran Komite Audit Independen


Komite audit bertugas mem-bantu dewan komisaris

untuk memonitor proses pelaporan keuangan oleh


manajemen untuk meningkatkan kredibilitas laporan
keuangan .
Tugas komite audit meliputi menelaah kebijakan
akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan, menilai
pengendalian internal, menelaah system pelaporan
eksternal dan kepatuhan terhadap peraturan.
Di dalam pelaksanaan tugasnya komite menyediakan
komunikasi formal antara dewan, mana-jemen,
auditor eksternal, dan auditor internal (Bradbury et
al., 2004).

Komite audit juga bertugas sebagai pihak penengah

apabila terjadi selisih pendapat antara menajemen dan


auditor mengenai interpretasi dan penerapan prinsip
akuntansi yang berlaku umum untuk mencapai
keseimbangan akhir sehingga laporan lebih akurat .
Komite audit yang beranggotakan pihak independen

dan memiliki pengetahuan dalam bidang keuangan dan


akuntansi cenderung mendukung pendapat auditor

Hubungan Komite Audit dan


Koefisien Responss Laba
(ERC)
bahwa auditor spesialis memberikan sinyal laba lebih

kredibel dan kemudian laba dengan presisi yang lebih


baik. Hasil penelitian adalah ERC perusahaan yang
diaudit oleh auditor spesialis lebih besar daripada ERC
perusahaan yang diaudit oleh auditor nonspesialis
Peningkatan independensi dan aktivitas komite audit

berpengaruh positif terhadap kandungan informasi dari


laba. Pengaruh peningkatan independensi komite
semakin berkurang pada saat komite audit aktif

Isi dari Standar Audit Sektor Publik


(Pemerintahan) harus meliputi hal-hal
sebagai berikut
Kualitas sumber daya manusia pada auditor

pemerintah.
Landasan hukum
Keahlian
Lingkup audit
Independensi
Standar Pelaporan
Distribusi Pelaporan

PEMBAHASAN
Akuntansi pemerintahan di Indonesia hanya

mengacu pada APBN/APBD yang pengelolaan


dananya menggunakan pembukuan dengan istilah
Uang yang Harus Dipertanggungjawabkan
(UYHD).
Pembukuan ini bertumpu pada cash basis, tetapi

sistemnya sangat sederhana

perbaikan akuntansi pemerintahan di


Indonesia meliputi hal-hal berikut.
Sistem Akrual (Accrual System)

Kekayaan yang dimiliki oleh Negara atau masyarakat cukup


besar yang penggunaannya meliputi pengeluaran dan
pemasukannya tentunya harus memerinci mengenai aset,
kewajiban dan ekuitas
Perlu dibentuk komite khusus yang menyusun Standar Akuntansi

Pemerintahan
Pengembangan akuntansi pemerintahan di Indonesia sebaiknya
mencontoh di Amerika dengan membentuk suatu komite yang
berada di bawah IAI

Standar Akuntansi harus disusun per sektor.

Banyak bagian atau departemen yang ada di


pemerintahan menjadikan perhatian
pengembangan standar akuntansi pemerintahan.
Mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
telah mengatur standar untuk tiap jenis usaha
tertentu, misalnya perbankan, pertambangan,
koperasi, dan lainnya

SIMPULAN
Untuk memperbaiki audit sektor public di Indonesia, yang harus

diperhatikan pertama kali adalah perbaikan pada sistem dan


standar akuntansi pemerintahan oleh badan yang independen
yang mendapat mandat dari lembaga eksekutif negara.
Langkah berikutnya baru melakukan perbaikan pada system

dan standar audit, yang proses pembentukannya mengacu


pada akuntansi pemerintahan juga. Dengan demikian, akan
diperoleh hasil yang memuaskan dan jaminan keamanan asset
negara bisa dilaksanakan dengan baik.

untuk perbaikan audit sektor publik dan akuntansinya,

hendaknya dilakukan secepatnya. Hal ini disebabkan karena


kondisi sekarang dianggap mendesak dan aset Negara sudah
banyak yang hilang tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas.
Dengan adanya audit sektor publik dan akuntansi sektor publik

yang baru diharapkan mampu melakukan pengelolaan dan


perlindungan terhadap asset negara yang memadai.
Berdasarkan hal ini akan tercipta suatu tatanan baru dalam
pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

VALUE FOR MONEY AUDIT


UNTUK MENILAI KINERJA
LEMBAGA SEKTOR PUBLIK
OLEH:
M Djazari
Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Akuntansi
Universitas Negeri Yogyakarta

PENDAHULUAN
Secar umum prinsip-prinsip anggaran berbisnis kinerja didasarkan

pada konsep Value for Money dan prinsip tata pemerintahan yang
baik termasuk adanya pertanggung jawaban para pengambil
keputusan atas penggunaan uang yang dianggarkan untuk
mencapai tujuan, sasaran, dan indicator yang ditetapkan
Konsep Value for Money ini digunakan untuk menilai apakah suatu

organisasi telah memperoleh manfaat maksimum dari barang dan


jasa yang di butuhkan dan digunakan dari sumber daya yang
tersedia. Beberapa elemen mungkin bersifat subjektif, sulit untuk
diukur, dan disalah artikan
Pencapaian Value for Money juga sering digambarkan dalam tiga

bentuk yaitu 3E ( Ekonomis, (Efisien, dan Efektif).

PEMBAHASAN
Karakteristik Value for Money
Pada audit sector publik, Selain melakukan financial dan

compliance audit, juga perlu dilakukan performance audit


yang meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektifitas
Audit sector public harus melaporkan fraug dan korupsi

yang ada, serta mencegah hal tersebut terjadi


Audit kinerja yang meliputi audit ekonomi, efisiansi, dan

efektifitas, dan pada dasarnya merupakn perluasan dari


audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya

Audit kinerja memfokuskan pemeriksaan pada

tindakan-tindakan dan kejadian ekonomi yang


menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang
di audit
Tujuan Value for Money audit dalah untuk

meningkatkan akutabilitas lembaga sector publik


dan untuk memperbaiki kinerja pemerintah

Salah satu hal yang membedakan Value for Money audit dengan

audit konfensional adalah dalam hal laporan audit.


Dalam audit yang konvensional, hasil audit adalah berupa

pendapat (opini) auditor secara independent dan obyektif


tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan criteria
standar yang telah di tetapkan , tanpa pemberian recomendasi
perbaikan.
Sedangkan dalam Value for Money audit tidak sekedar

menyampaikankesimpulan berdasarkan tahp audit yang telah


dilaksanakan

Audit ekonomi, efisiensi, dan


efektifitas
Audit ekonomi dan efisien bertujuan untuk menentukan:
Apakah suatu entitas telah memperoleh, melindungi, dan

menggunakan sumber dayanya (seperti karyawan,


gedung, ruang, dan peralatan kantor) secara ekonomis
dan efisien.
Penyebab terjadinya pratik-praktik yang tidak efisien,

termasuk ketidak mampuan organisasi dalam mengelola


system informasi, prosedur administrasi, dan struktur
organisasi.

Prosedur untuk melakukan audit ekonomi dan


efisiensi sama secara umum, tahapan audit yang
dilakukan meliputi
Perencanaan audit
Mereview sistem akuntansi dan pengendalian

intern
Menguji sistem akuntansi pengendalian intern
Melaksanakan audit
Penyampaian laporan

Audit Efektifitas
Audit efektivitas (audit program) bertujuan untuk
menentukan:
1. Tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan
2. Kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapka

sebelumnya
3.Apakah entitas yang di audit telah mempertimbangkan

alternative lain yang memberikan hasil yang sama


dengan biaya yang paling rendah.

alternative yang dapat digunakan untuk


mengevaluai pelaksanaan suatu program yaitu
Proksi untuk mengukur dampak atau

pengaruh
Evaluasi oleh konsumen
Evaluasi yang menitik beratkan pada proses

bukan pada hasil

Audit kinerja pemerintah daerah dalam


konteks otonom daerah

Terdapat tiga ospek utama yang mendukung terciptanya pemerintahan yang


baik, yaitu:

Pengawasan, yang mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh

pihak luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPR/DPRD) untuk mengawasi kinerja
pemerintahan.

Pengendalian (control), adalah mekanisme yang dilakukan oleh eksekutif atau

pemerintah untuk menjamin dilaksanakannya sistem atau kebijakan manajemen


sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Pemeriksaan (audit), merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang

memiliki independensi dan memiliki kompetensi professional untuk memeriksa


apakah hasil kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar kinerja yang telah
ditetapkan.


Value for Money audit penting untuk mendukung pelaksanaan otonom

daerah dan desentralisasi fiscal karena dalam era otonom daerah


DPR/DPRD dan lembagalembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah,
harus memberikan pertanggung jawaban publik kepada masyarakat.
Akuntabilitas publik merupakan bagian penting dari sistem politik dan

demokrasi. Akuntabilitas sektor publik berarti lembaga-lembaga publik


seperti pemerintah pusat dan daerah, harus memberikan penjelasan
kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas atas aktifitas yang dilakukan
sebagai konsekuensi dari amanat yang diembannya

Permasalahan audit kinerja


lembaga pemerintah di Indonesia
Pemberian otonom dan desentralisai yang luas, nyata, dan bertanggung

jawab kepada daerah kabupaten kota akan membawa konsekuensi


perubahan pada pola dan sistem pengawasan dan pemeriksaan.
Perubahan-perubahan tersebut juga memberikan dampak pada unit-unit

kerja pemerintah daerah, seperti tuntutan kepada pegawai aparatur


pemerintah daerah supaya lebih terbuka, transparan, dan bertanggung
jawab atas keputusan yang dibuat.
Pemberian kepercayaan kepada auditor dengan memberi peran yang lebih

besar untuk memeriksa lembaga-lembaga pemerintahan, menjadi bagian


penting dalam proses terciptanya akuntabilitas publik.

Kelemahan-kelemahan dalam melakukan


audit pemerintahan di Indonesia meliputi:
Tidak tersedianya indikator kinerja

(performance indicator) yang memadai


sebagai dasar untuk mengukur kinerja
pemerintah daerah.
Banyak lembaga pemeriksa fungsional yang

overlapping satu dengan yang lainnya yang


menyebabkan pelaksanaan pengauditan tidak
efisien dan tidak efektif.

cara untuk menanggulangi


masalah tersebut diantaranya:
Dalam mengatasi masalah tidak tersedianya indikator kinerja

yang memadai dan belum adanya Standar Akuntansi


Keuangan Pemerintah yang baku adalah dengan menetapkan
indikator kinerja yang akan dijadikan sebagai pedoman bagi
eksekutif daerah dalam menjalankan tugasnya.
Untuk mengatasi masalah banyaknya lembaga pemeriksaan

fungsional yang overlapping satu dengan yang lainnya adalah


dengan mengadakan reposisi terhadap lembaga audit yang
ada.

KESIMPULAN
Tujuan Value for Money audit adalah untuk meningkatkan

akuntabilitas lembaga sektor publik dan untuk


memperbaiki kinerja pemerintahan.
Ekonomis berkaitan dengan biaya yang rendah, efisiensi
mengacu pada perbandingan (rasio) terbaik antara
output dengan biaya (input) sudut ekonomis dan efisiensi
bertujuan untuk menentukan: a. apakah suatu lembaga
telah memperoleh, melindungi, dan menggunakan
sumber dayanya secara ekonomis dan efisien. b.
penyebab terjadinya praktik-praktik tidak efisien,
termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola
sistem informasi, prosedur administrasi dan struktur
organisasi

Efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan. Audit

efektivitas (audit program) bertujuan untuk


menentukan: a. Tingkat pencapaian hasil atau manfaat
yang diinginkan. b. kesesuaian hasil dengan tujuan
yang ditetapkan sebelumnya .
c. Apakah entitas yang diaudit telah
mempertimbangkan alternative lain yang memberikan
hasil yang sama dengan biaya yang paling rendah.

TERIMA KASIH
KELOMPOK 6
Andi Ralle
Arfianti Adhiyati Saira
Benedictus Anova Nindityo
Gideon

Anda mungkin juga menyukai