Anda di halaman 1dari 6

BAB III

Register Risiko
Pada dasarnya register risiko adalah suatu formulir yang digunakan untuk
mendokumentasikan proses manajemen risiko dan biasanya berupa tabel. Jumlah
komponen yang nantinya tertera dalam tabel juga bervariasi tergantung sebara banyak
jumlah informasi yang nantinya ingin dicantumkan dan juga sesuai dengan kebutuhan
organisasi. Yang perlu digaris bawahi dalam mendesain register risiko adalah perlu
diperhatikan bahwa semua data dan infromasi penting terdapat dalam register risiko.
Berikut merupakan contoh register risiko yang dikemukakan oleh Bramantyo
Djohanputro (2013)1 dan perlu digaris bawahi register risiko pada dasarnya
merupakan hasil dari proses manajemen risiko.
Gambar Register Risiko

(Sumber: Bramantyo, 2013)


1 Bramantyo Djohanputro, Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi: Panduan Penerapan dan
Pengembangan, (Jakarta: Penerbit PPM, 2013), hal. 155.

Berikut merupakan penjelasan untuk komponen-komponen yang terdapat pada tabel


register risiko.

Informasi Umum

Bagian ini terletak dibagian atas tabel register risiko, bagian ini paling tidak
mencantumkan nama Unit Kerja untuk register risiko ini. Detail dari pencantuman
unit kerja ini bisa beragam, misalnya saja ditambahkan baris Devisi dan
Direktorat.

Kolom (1): Nomor Risiko


Kolom ini hanya berisikan penomoran saja, seperti lazimnya tabel.

Kolom (2): Kejadian Risiko


Kejadian risiko adalah peristiwa risiko atau kejadian-kejadian yang mungkin

terjadi, yang tidak direncanakan. Tidak semua kejadian perlu dicatat, yang perlu
adalah kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan penyimpangan dari hasil, sasaran
atau target.

Kolom (3): Penjelasan Risiko


Penjelasan risiko menguraikan secara singkat dan jelas mengenai risiko yang

dimaksud pada kolom (2). Diusahakan tidak lebih dari sepuluh kata untuk
menguraikannya.

Kolom (4): Gejala Risiko


Gejala risiko adalah tanda-tandauntuk memperkuat keyakinan bahwa peristiwa

risiko yang dicantumkan pada kolom (2) bisa terjadi.

Kolom (5): Penyebab Risiko (Risk Driver)


Penyebab risiko disebut juga pendorong risiko. Penyebab risiko bisa ada

beberapa, namun yang perlu dicantumkan kedalam register risiko adalah penyebab
yang penting saja. Jumlah penyebab yang dicantumkan maksimal lima, bahkan
beberapa risiko mengacu kepada satu penyebab.

Kolom (6): Indikator Risiko Utama (IRU)


IRU adalah besaran variable yang mengidentifikasikan terpicunya pendorong

risiko. Bila IRU mencapai angka tertentu, atau melampaui angka tertentu maka
diasumsikan risiko akan muncul.

Kolom (7): Deskripsi Probabilitas Risiko


Kolom ini memberikan gamabran secara singkat mengenai seberapa besar

probabilitas atau kemungkinan risiko akan terjadi. Hal ini dapat mengacu kepada
kejadian masa lalu untuk memberi gambaran seberapa sering risiko muncul.

Kolom (8): Deskripsi Dampak Risiko


Kolom ini menjelaskan besarnya dampak, kerugian, konsekuensi bila risiko

tersebut terjadi. Dapat berupa uang, manusia, reputasi dan lain sebagainya.

Kolom (9): Probabilitas Inheren


Probabilitas inheren adalah besaran skala, biasanya antara 1 sampai 5,yang

menunjukkan seberapa mungkin atau sering risiko itu terjadi.

Kolom (10): Dampak Inheren


Dampak inheren adalah besaran skala, biasanya antara 1 sampai 5 yang

menunjukkan seberapa besar dampak jika suatu risiko terjadi.

Kolom (11): Nilai Risiko Inheren


Kolom ini merupakan perkalian kolom (9) dan kolom (10).

Kolom (12): Penanganan Risiko Saat Ini


Penenganan risiko saat ini adalah model-model penanganan yang sudah

berjalan. Kolom ini dapat diisi jika risiko sudah mendapatkan penanganan
sebelumnya. Bila belum maka biarkan kosong yang artinya belum ada penanganan
saat ini terhadap risiko tersebut.

Kolom (13): Probabilitas Residual


Kolom ini mirip seperti kolom (9) yang berisikan nilai probabilitas.

Perbedaannya adalah kolom ini berisikan nilai probabilitas setelah mendapatkan


penanganan, jika belum melakukan penanganan maka nilai kolom ini sama dengan
kolom (9). Bila sudah mendapatkan penanganan, nilai pada kolom ini seharusnya
lebih rendah atau sama dengan kolom (9).

Kolom (14): Dampak Residual


Kolom ini mirip seperti kolom (10) yang berisikan nilai dampak.

Perbedaannya adalah kolom ini berisikoan dampak setelah medapatkan penanganan,


jika belum melakukan penanganan maka nilai kolom ini sama dengan kolom (10).
Bila sudah mendapatkan penanganan, nilai pada kolom ini seharusnya lebih rendah
atau sama dengan kolom (10).

Kolom (15): Nilai Risiko Residual


Kolom ini merupakan hasil perkalian kolom (13) dengan kolom (14). Bila

sudah mendapatka penanganan seharusnya nilai pada kolom ini lebih rendah dari
kolom (11) atau sama.

Kolom (16): Faktor Positif Internal


Kolom ini berisikan informasi deskriptif tentang hal-hal positif di dalam unit

atau organisasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan model penanganan


risiko, baik penanganan terkait dengan penyebab ataupun dampak.

Kolom (17): Faktor Negatif Internal


Kolom ini berisikan hal-hal dalam organisasi yang dapat menghambat atau

menyulitkan pengembagan penanganan risiko di unit kerja. Bisa dikarenakan sistem


ataupun lain sebagainya.

Kolom (18): Faktor Positif Eksternal

Kolom ini mencantumkan hal-hal diluar organisasi yang dapat digunakan


untuk mengembangkan model-model penanganan risiko. Dapat berupa ketersediaan
fasilitas, dukungan pihak atau kondisi tertentu yang mendukung.

Kolom (19): Faktor Negatif Internal


Kolom ini berisikan hal-hal diluar organisasi yang dapat meghambat

pengembangan model penanganan risiko.

Kolom (20): Rencana Penanganan Risiko


Atas dasar informasi pada kolom (16) sampai (19), maka dikembangkanlah

rencana penanganan risiko. Ini artinya harus jelas kaitannya antara apa yang akan
dikerjakan, seperti yang tercantum dalam kolom ini, dengan alasan bahwa rencana
tersebut dapat dijalankan karena telah mempertimbangkan faktor-faktor terkait,
seperti yang dijelaskan secara singkat di empat kolom sebelumnya.

Kolom (21): Probabilitas Target/Ekspektasi


Kolom ini mencantumkan nilai probabilitas yang diperkirakan bila rencana

penanganan risiko tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana. Nilai probabilitas
ekspektasi lebih rendah dari nilai probabilitas residual bila penanganan risiko terarah
pada pengurangan probabilitas malalui penanganan penyebab.

Kolom (22): Dampak Target/Ekspektasi


Kolom dampak ini mencantumkan nilai dampak yang diperkirakan bila

penanganan risiko tersebut berjalan dengan efektif seperti yang diharapkan. Nilai
dampak ekspektasi lebih rendah dari nilai dampak residual bila penanganan risiko
yang ditetapkan terarah pada pengurangan dampak risiko.

Kolom (23): Nilai Risiko Ekspektasi


Kolom ini berisikan perkalian kolom (21) dengan kolom (22).

Kolom (24): Penanggung Jawab

Kolom ini berisikan penanggung jawab atau pihak yang menindak lanjuti
rencana penangan risiko. Mereka biasanya berasal dari unit yang terkait dengan risiko
bersangkutan.

Kolom (25): Skedul


Kolom skedul berisi rencana waktu pelaksanaan penanganan risiko sampai

selesainya program tersebut.