Anda di halaman 1dari 9

SARI PUSTAKA

PENYEBAB ATHEROSKLEROSIS

DISUSUN OLEH :
STARLAIT RAHESTI B.
O3-114

SARI PUSTAKA INI DIBUAT UNTUK MELENGKAPI TUGAS


KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
PERIODE 4 MEI - 11 JULI 2009
1

Pembimbing
Frits Reinier Wantian Suling

DAFTAR ISI

Pendahuluan

Definisi

Pathogenesis

Faktor Penyebab

Kesimpulan

Daftar Pustaka

Pendahuluan
Atherosclerosis adalah pengerasan arteri penyebab kematian mayor pada masyarakat
yang berkembang. Dari penelitian terakhir dihasilkan bahwa di akhir 2020 penyakit
kardiovaskuler terutama atherosclerosis dapat menjadi penyebab global dari kematian
kebanyakan. Atherosclerosis dari arteri koronaria biasanya menyebabkan miokard infark dan
angina pectoris. Atherosclerosis dari arteri yang memberikan supply ke sistem saraf pusat
menyebabkan stroke dan transient cerebral ischemia. Pada sirkulasi perifer atherosclerosis
dapat menyebabkan intermittent claudication dan gangrene. Atherosclerosis juga dapat
mempengaruhi ginjal secara langsung seperti stenosis arteri renal atau tempat melekatnya
dari penyakit atheroembolik.1 Makalah ini akan membahas mengenai faktor penyebab
aterosklerosis.
Definisi
Arteriosklerosis merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri
menjadi lebih tebal dan kurang lentur.Penyakit yang paling penting dan paling sering
ditemukan adalah aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah
dalam dari dinding arteri.Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ
vital lainnya dan lengan serta tungkai.10
Penyakit Arteri Koroner (Coronary Artery Disease) ditandai dengan adanya endapan lemak
yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat
aliran darah.
Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan
besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah
bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.11

Penyebab
Penyebab pasti dari aterosklerosis tidak diketahui. Bagaimanapun juga, penelitian
menunjukkan bahwa perjalanan aterosklerosis lambat, penyakit yang kompleks yang dimulai
saat masa anak-anak dan berkembang lebih cepat dari usia kita.6,7
Aterosklerosis terbentuk dari molekul LDL yang menjadi LDL Ox oleh radikal bebas.
Darah pada arteri mengandung banyak oksigen dan disanalah ateoskerosis terbentuk. Darah
4

di vena mengandung sedikit oksigen dimana aterosklerosis jarang terjadi. Ketika LDL yang
teroksidasi mengenai dinding arteri, suatu reaksi tubuh akan memperbaiki kerusakan dinding
arteri yang terjadi akibat LDL yang teroksidasi. Molekul LDL berbentuk globular dengan inti
yang berlubang yang berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh untuk membangun
jaringan otak, vitamin D, dan lain-lain. Darah terdiri dari 70% air dan kolesterol tidak larut
dalam air. Kolesterol bergerak dalam aliran darah melalui transport LDL.5
Sistem imun merespon kerusakan arteri tersebut dengan mengirimkan sel darah putih
(makrofag dan limfosit T) untuk menyerap LDL teroksidasi tersebut terbentuklah foam cell.
Sayangnya, sel darah putih tersebut tidak dapat memproses LDL teroksidasi tersebut
sehingga terus akan berkembang dan kemudian akan ruptur, sehingga akan menyimpan
banyak jumlah kolesterol yang teroksidasi ke dinding arteri. Sehingga akan merangsang lebih
banyak lagi sel darah putih dan melanjutkan siklusnya lagi.5
Akhirnya, arteri mengalami peradangan. Plak kolesterol menyebabkan sel otot membesar
sehingga arteri menjadi sempit dan menurunkan aliran darah dan meningkatkan tekanan
darah.5
Beberapa peneliti percaya bahwa aterosklerosis disebabkan oleh infeksi pembuluh darah kecil
sel otot. Chickens, sebagai contoh, dapat berkembang menjadi aterosklerosis ketika terinfeksi
herpesvirus. Dimana herpes virus mengakumulasi cholesteryl ester yang dapat menjadi
aterosklerosis.5
Berbagai faktor saling mempengaruhi, dengan terdapat dua faktor maka menaikkan empat
kali resiko aterosklerosis. Faktor ini dibagi menjadi berbagai kategori yaitu kongenital vs
didapat, modifiable atau non modifiable, klasik atau non klasik. Poin yang ditandai +
termasuk ke dalam sindrom metabolik.
Dapat dimodifikasi

Mempunyai diabetes2,7,8 atau gangguan toleransi glukosa +

Dislipoproteinemia 2+

LDL serum tinggi

HDL serum rendah


5

LDL : HDL lebih dari 3:1

Rokok , resiko meningkat 200% 2,7,8

Tekanan darah yang tinggi +, meningkatkan resiko sampai 60 % 2,7,8

Peningkatan serum CRP 2

Tidak dapat dimodifikasi

Usia 2

Jenis kelamin 2

Mempunyai hubungan dekat dengan beberapa komplikasi dari aterosklerosis 2

Abnormalitas secara genetik 2, contoh familial hiperkolesterol

Faktor dibawah ini tidak terlalu berpengaruh :

Kegemukan + 2,8

Gaya hidup yang tidak berubah 2

Defisiensi estrogen post menopause 2

Intake karbohidrat yang berlebih 2

Intake lemak 2

Elevasi serum trigliserid +

Elevasi serum homosistein

Elevasi serum asam urat

Elevasi serum fibrinogen

Elevasi serum lipoprotein

Stress

Hipertiroid

Elevasi serum insulin 3

atau gejala klinik depresi

Durasi tidur yang pendek 4

Infeksi klamidia pneumonia 2,10

Kesimpulan
Aterosklerosis merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan kadar LDL yang tinggi dalam
tubuh dan terkait dengan banyak factor. Aterosklerosis juga dapat menyebabkan penyempitan
dari pembuluh darah sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang mengalir sehingga erat
kaitannya dengan iskemia jaringan yang dikenainya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Libby,P. The Pathogenesis,prevention, and treatment of Atherosclerosis. In :Fauci ,S
eta al editors. Harissons Principles Of Internal Medicine.17

th

ed. New York. 2008.p

1501-02
2. Mitchell, Richard Sheppard; Kumar, Vinay; Abbas, Abul K.; Fausto, Nelson (2007).
Robbins Basic Pathology: With STUDENT CONSULT Online Access. Philadelphia:
Saunders. pp. 345. ISBN 1-4160-2973-7. 8th edition.
3.

Griffin M, Frazer A, Johnson A, Collins P, Owens D, Tomkin GH (1998). "Cellular


cholesterol synthesis--the relationship to post-prandial glucose and insulin following
weight loss". Atherosclerosis. 138 (2): 3138. doi:10.1016/S0021-9150(98)00036-7.
PMID 9690914.

4. King, Cr; Knutson, Kl; Rathouz, Pj; Sidney, S; Liu, K; Lauderdale, Ds (Dec 2008).
"Short sleep duration and incident coronary artery calcification.". JAMA : the journal
of the American Medical Association 300 (24): 285966. doi:10.1001/jama.2008.867.
PMID 19109114
5. Available from : file://localhost/G:/aterosklerosis/Atherosclerosi.html
6. Available from
file://localhost/G:/aterosklerosis/Usahapintar%20(Smart%20Work)%20_
%20Aterosklerosis%20-%20Bom%20Waktu%20Serangan%20Jantung%20dan
%20Stroke%20!.htm

7. Available from : file://localhost/G:/aterosklerosis/Atherosclerosis_Causes.html


8. Available from :
file://localhost/G:/aterosklerosis/Penyakit%20arteri%20koronari-Aterosklerosis.htm
9. Available from : file://localhost/E:\aterosklerosis\ch032a.html
8

10. Available from : file://localhost/E:\aterosklerosis\go.php.htm


11. Available from : http://handoko.info/?s=infark
12. Available from : http://www.sidenreng.com/index.php?s=jantung