Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan

: SMK

Mata Pelajaran

: Teknik Pengelasan Oksi Asetilin (OAW)

Kelas/Semester

: XII/ Genap

Pertemuan ke

: -

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Tema

: Pengelasan Pelat dan Pipa Menggunakan Las Oksi


Asetilin

Kompetensi Dasar

3.2 Menerapkan teori pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut
menggunakan las oksi asetilin
4.2 Melakukan pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut:posisi di
bawah tangan dan posisi mendatar menggunakan las oksi asetilin

Indikator

:
1. Memahami maksud dari pengelasan las oksi asetilin
2. Mampu mempersiapkan kebutuhan untuk pekerjaan pengelasan las oksi
asetilin
3. Mengidentifikasi teknik pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan
sudut menggunakan las oksi asetilin sesuai SOP
4. Membuat benda sesuai dengan lembar kerja yang telah diberikan

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat memahami maksud dari pengelasan las oksi asetilin
2. Siswa mampu mempersiapkan kebutuhan untuk pekerjaan pengelasan las
oksi asetilin
3. Siswa dapat mengidentifikasi teknik pengelasan pelat dengan pipa pada
sambungan sudut menggunakan las oksi asetilin sesuai SOP
4. Siswa mampu membuat benda sesuai dengan lembar kerja yang telah
diberikan
5. MATERI AJAR
1

1.
2.
3.
4.

Pemahaman pengelasan las oksi asetilin


Alat keselamatan kerja las oksi asetilin
Prosedur pengelasan las oksi asetilin
Teknik pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut menggunakan
las oksi asetilin

6.
1.
2.
3.
4.

METODE PEMBELAJARAN
Ceramah
Tanya jawab
Demonstrasi
Penugasan

7. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN
PEMBELAJARAN
KEGIATAN

KEG.GURU

Membuka kelas

PEMBUKAAN

KEG. SISWA

WAKTU

Menjawab salam,

dengan salam,

berdoa bersama

berdoa dan

dan menjawab

mengecek presensi
Menyampaikan

kabar dari guru


Memperhatikan

tujuan pembelajaran
Menyampaikan

penjelasan guru
Memperhatikan

runag lingkup materi

penjelasan guru

dan kegiatan
KEGIATAN INTI

pembelajaran
Menjelaskan
pengertian dan
pengetahuan las oksi
asetilin
Menjelaskan

Memperhatikan
penjelasan guru
Bertanya tentang
materi yang belum
dipahami

keselamatan dan
kesehatan kerja las
oksi asetilin
Menjelaskan dan
mendemonstrasikan
teknik pengelasan
pelat dan pipa pada
sambungan sudut
2

menggunakan las
oksi asetilin
Memberi
kesempatan bertanya

KEGIATAN PENUTUP

Memberikan tugas
Mengakhiri proses
pembelajaran
dengan doa dan

Mengerjakan tugas
yang diberikan
Berdoa dan
menjawab salam

salam
8. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1. Alat :
Las oksi asetilin dan kelengkapannya
Job sheet
Benda kerja
LCD
Laptop
Spidol dan white board
2. Sumber belajar :

Modul kerja pengelasan las oksi asetilin

Internet
Guru
Referensi lainnya yang mendukung

3. Penilaian Hasil Belajar


a. Non Tes
Kerapian hasil pengelasan
Kekuatan hasil pengelasan
Pengamatan proses kerja individu
Pengamatan kerja kelompok
3

Pengamatan persentasi

Ringkasan Materi

Pengelasan Dengan Gas Oksi-asetilin


Las karbit atau las asetilen adalah salah satu perkakas perbengkelan yang sering
ditemui.Pengoperasiannya yang cukup mudah membuatnya sering digunakan untuk
menghubungkan dualogam atau welding.Secara umum, perkakas las asetilen adalah alat
penyambung logam melalui proses pelelehan logam dengan menggunakan energi panas hasil
pembakaran campuran gas asetilin dangas oksigen.Perangkat perbengkelan las karbit
digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi,
pipa dan poros)

Bagian-Bagian dan Fungsinya


Tabung gas oksigen, berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.
Tabung gas asetilen, berisi gas asetilen yang berfungsi sebagai bahan bakar dalam
proses pembakaran.
Regulator, berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.
Selang penyalur, berfungsi untuk menghubungkan atau mengalirkan gas dari tabung
gas oksigen dan asetilen menuju brander.
Brander, berfungsi untuk mengatur campuran gas oksigen dan asetilen serta
pembakarannya.

Nyala hasil pembakaran dalam las oksi-asetilen dapat berubah bergantung pada perbandingan
antara gas oksigen dan gas asetilennya. Ada tiga macam nyala api dalam las oksi-asetilen
seperti ditunjukkan pada gambar di bawah :

Nyala Api Netral

Kegunaan dari nyala api netral ini untuk heat treatment logam agar mengalami
surfacehardening. Nyala api kerucut dalam berwarna putih menyala. Nyala api kerucut antara
tidak ada. Nyala api kerucut luar berwarna kuning

Nyala Api Oksigen Lebih

Sering digunakan untuk pengelasan logam perunggu dan kuningan.Setelah dicapai nyalaapi
netral kemudian kita kurangi aliran gas asetilen maka kita akan dapatkan nyala api
oksigenlebih. Nyala apinya pendek dan berwarna ungu, nyala kerucut luarnya juga pendek.

Nyala Api Asitilen lebih

Setelah dicapai nyala api netral kemudian kita mengurangi aliran gas oksigen. Nyala
apimenampakkan kerucut api dalam dan antara. Nyala api luar berwarna biru.

a.Nyala Oksi-asetilen
6

Dalam proses ini digunakan campuran gas oksigen dengan gas asetilen. Suhunyalanya bisa
mencapai 3500 derajat Celcius.
Pengelasan bisa dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi.Gas asetilen (C2H2) dihasilkan
oleh reaksi kalsium karbida dengan air denganreaksi sebagai berikut :C2H2+2 H2O
Ca(OH)2+C2H2

Gambar bentuk tabung oksigen dan tabung asetilin :

Gambar : Tabung asetilen


dan oksigen untuk pengelasan oksiasetilen
Agar aman dipakai gas asetilen dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100 kPa
dandisimpan tercampur dengan aseton. Tabung asetilen diisi dengan bahan pengisi berpori
yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan gas asetilen. Tabung asetilen mapu
menahantekanan sampai 1,7 MPa. Skema nyala las dan sambungan gasnya bisa dilihat pada
gambar di bawah :

Gambar : Skema nyala las oksiasetilen dan sambungan gasnya


Pada nyala gas oksiasetilen bisa diperoleh 3 jenis nyala yaitu nyala netral, reduksidan
oksidasi. Nyala netral diperlihatkan pada gambar dibawah ini

Gambar : Nyala netral dan suhu yang dicapai pada ujung pembakar
Pada nyala netral kerucut nyala bagian dalam pada ujung nyala memerlukan perbandingan
oksigen dan asetilen kira-kira 1 : 1 dengan reaksi serti yang bisa dilihat pada gambar.
Selubung luar berwarna kebiru-biruan adalah reaksi gas CO atau H2dengan oksigen yang
diambil dari udara

Teknik Pengelasan
Pada posisi pengelasan dengan oksi asetilen arah gerak pengelasan dan posisi kemiringan
pembakar dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas las. Dalam teknik pengelasan dikenal
beberapa cara yaitu :
a. Pengelasan di bawah tangan
Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawah tangan dan
benda kerja terletak di atas bidang datar. Sudut ujung pembakar (brander) terletak diantara
60 dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengan sudut antara 30 - 40 dengan benda
kerja. Kedudukan ujung pembakar ke sudut sambungan dengan jarak 2 3 mm agar terjadi
panas maksimal pada sambungan. Pada sambungan sudut luar, nyala diarahkan ke tengah
sambungan dan gerakannya adalah lurus.
8

b. Pengelasan mendatar (horisontal)


Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan dengan arah
mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah, untuk itu ayunan brander
sebaiknya sekecil mungkin. Kedudukan brander terhadap benda kerja menyudut 70 dan
miring kira-kira 10 di bawah garis mendatar, sedangkan kawat pengisi dimiringkan pada
sudut 10 di atas garis mendatar.
c. Pengelasan tegak (vertikal)
Pada pengelasan dengan posisi tegak, arah pengelasan berlangsung ke atas atau ke bawah.
Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambungan yang bersudut 45-60
dan sudut brander sebesar 80.
d. Pengelasan di atas kepala (over head)
Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisi lainnya
dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan dari bawahnya. Pada
pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10 dari garis vertikal sedangkan kawat
pengisi berada di belakangnya bersudut 45-60.
e. Pengelasan dengan arah ke kiri (maju)
Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiri dengan
membentuk sudut 60 dan kawat las 30 terhadap benda kerja sedangkan sudut melintangnya
tegak lurus terhadap arah pengelasan. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya
mudah dan tidak membutuhkan posisi yang sulit saat mengelas.
f. Pengelasan dengan arah ke kanan (mundur)
Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri. Pengelasan
dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4,5 mm ke atas.

Keuntungan dan kegunaan pengelasan oksi-asetilen sangat banyak, antara lain :


Peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit.

Cara penggunaannya sangat mudah, tidak memerlukan teknik-teknik pengelasan yang tinggi
sehingga mudah untuk dipelajari.
Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau di bengkel-bengkel
karena peralatannya kecil dan sederhana.
Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas dan alat ini dapat
digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan.

Persiapan Alat dan Bahan


Dalam pengelasan karbit atau asetelyne memerlukan beberapa peralatan yang harus disiapkan
agar proses pengelasan dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang sempurna, peralatan
tersebut yaitu sebagai berikut.
Regulator
Berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.
Gas asetilin
Agar aman dipakai gas asetelyne dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100 kPa
dandisimpan tercampur dengan aseton. Tabung asetelyne diisi dengan bahan pengisi berpori
yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan gas asetelyne. Tabung asetelyne mampu
menahan tekanan sampai 1,7 MPa.
Gas oksigen
Berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.
Katup pengaman
Kaca mata las
Tang penjepit
Apron atau pelindung dada
Sarung tangan
10

Sumber api
Palu besi
Pembersih brander
Kunci tabung
Sikat baja
Pendingin

Keselamatan Kerja
Saat bekerja dengan menggunakan las Asetelyne operator harus memahami prosedur
keselamatan kerja, karena sangat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan.
Prosedur keselamatan kerja sewaktu menggunakan las asetelyne menekankan pada tindakan
pengamanan terhadap peralatan utamanya. Adapun uraian pelaksanaan keselamatan kerja
pada las asetelyne adalah sebagai berikut.
1.

Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.

2.

Ikuti petunjuk dari instruktur atau dosen pembimbing dan petunjuk yang tertera dari
lembar kerja.

3.

Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.

4.

Minta ijin dari instruktur atau dosen bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera
pada lembar kerja.

5.

Memakai perlengkapan praktik, meliputi pakaian praktik, apron (pelindung dada),


sepatu, sarung tangan dan lain-lain.

6.

Membuka tabung gas dan asetelyne dengan memperhatikan SOP yang sesuai.

7.

Mengatur tekanan kerja yang digunakan untuk pengelasan sesuai dengan standar.

8.

Menerapkan prosedur proses penyalaan brander las asetelyne dengan tepat.

11

Gambar Kerja

Langkah Kerja
1. Periksa semua keadaan peralatan, perlengkapan, bahan dan alat-alat bantu lainnya
dalam keadaan baik dan memuaskan.
2. Periksa semua piranti keselamatan kerja lengkap dan baik.
3. Pasang piranti pengatur tekanan pada tabung asetelyne.
4. Atur tekanan kerja pada Barometer oksigen dan asetelyne.
5. Nyalakan brander las setelah katup asetelyne dibuka, kemudian pelan-pelan katup
oksigen dibuka sehingga didapat bentuk nyala yang dikehenaki (nyala api netral).
6. Sebelum melakukan pengelasan diadakan pemanasan pendahuluan pada benda kerja
(pipa dan plat benda kerja).
7. Laksanakan pengelasan kunci untuk mencegah pergerakan benda kerja.
8. Lakukan pengelasan maju. Pada pengelasan maju, bahan tambah mendahului brander.
Pelelehan cenderung dibagian permukaan, sehingga dampak bakar (penetrasi) tidak
mendalam. Adanya pemanasan pendahuluan mengakibatkan daerah panas menjadi
lebih luas sehingga dapat menimbulkan tegangan panas yang tinggi. Keuntungan pada
teknik pengelasan maju adalah penggunaan gas yang efisien karena adanya panas
pendahuluan.
9. Cairkan atau lelehkan sebagian ujung dari kedua logam inti.
10. Ratakan fluks dengan logam penyambung pada benda kerja yaitu pada pipa dan plat
menggunakan kawat agar sambungannya kuat.
12

11. Tekan sambungan menggunakan kawat agar sambungan benar-benar kuat dengan
catatan api las tetap diarahkan pada benda kerja tersebut.
12. Selama pengelasan supaya diperhatikan nyala brander dan dalam mempergunakan
fluks diusahakan agar penggunaannya sebanyak dan serata mungkin untuk mencegah
terjadinya oksidasi.

13

B. Lembar Pengamatan Proses


Nama Pekerjaan
Nama Peserta

:
:

No. I.D. Peserta


Lama Pengerjaan

:
: Mulai tanggal .. pukul
Selesai tanggal .. pukul .

NO

ASPEK YANG DIAMATI

1.

Keselamatan dan kesehatan - Menggunakan kaca


kerja

KRITERIA

CEKLIS
Benar

Salah

KET.

mata pengaman yang


sesuai.
- Memakai pakaian
kerja
- Memakai sepatu
kerja
- Alat las diset sesuai

2.

Peralatan kerja

SOP
- Menggunakan alat
bantu yang sesuai
- Mendinginkan benda

3.

Peletakan bahan

4.

Penyalaan api netral

kerja dan dibersihkan


- Membersihkan dan
merapikan peralatan

5.

Posisi brander las

6.

Benda kerja setelah selesai

yang dipakai

dilas
7.

Akhir pekerjaan

C. Lembar Penilaian Hasil


14

Nama Pekerjaan
Nama Peserta
No. I.D. Peserta
Lama Pengerjaan

:
:
:
: Mulai tanggal .. pukul
Selesai tanggal .. pukul .

ASPEK YANG

DINILAI

1.

Lebar jalur las

KRITERIA

CHECK LIST
Benar Salah

Rekomendasi

12mm , tol. +2mm, -0

(capping)
2.

Lebar sealing run

10mm, tol.+2mm, -0

3.

Tinggi jalur

2mm, 1mm

4.

Bentuk jalur las

Rapi dan cembung

5.

Penyimpanagn

Maksimum 5

sudut
6.

Keropos

Maksimum 4mm2

7.

Kerapian pekerjaan

Bersih dan bebas terak

15

D. Format Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok)


No

Sikap/Aspek yang dinilai

Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok

Nama

Nilai

Nilai

kelompok/

Kualitatif

Kuantitatif

peserta

dengan baik
2
Kerjasama kelompok (komunikasi)
3
Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4
Pembagian Job
5
Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

E. Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


No

Sikap/Aspek yang dinilai

Penilaian Individu Peserta didik


1.
Berani mengemukakan pendapat
2.
Berani menjawab pertanyaan
3.
Inisiatif
4.
Ketelitian
5.
Jiwa kepemimpinan
6.
Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Nama

Nilai

Nilai

kelompok/

Kualitatif

Kuantitatif

16

F. Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


No
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek yang dinilai


Bertanya (cara)
Menjawab pertanyaan
Kesesuaian dengan topik kajian
Cara menyampaikan pendapat
Antusiasme mengikuti

Nilai Kualitatif

Nilai Kuantitatif

Nilai Kualitatif
Memuaskan
Baik
Cukup
Kurang

Nilai Kuantitatif
4
3
2
1

pembelajaran
G. Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
80-100
70-79
60-69
45-59

H. Kriteria Penilaian
Kriteria
Indikator
80-100
70-79
60-69
45-59

Nilai Kualitatif

Nilai

Memuaskan
Baik
Cukup
Kurang cukup

Kuantitatif
4
3
2
1

17