Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

HERNIASI OTAK

RIZKITA DILA FATHMI


1102008223
PEMBIMBING :
Dr. Sofie Minawati,Sp.S

ANATOMI

EPIDEMIOLOGI
INSIDENS TERJADINYA HERNIASI OTAK ADALAH
BERDASARKAN INSIDENS DARI PENYEBAB HERNIASI ITU
SENDIRI. DI AMERIKA, SEBANYAK 42% KASUS DILAPORKAN
PADA TAHUN 2000-2003.
DI ASIA, INSIDENSI TERJADINYA HERNIASI OTAK MALAH
LEBIH TINGGI YAITU 76,3% PADA TAHUN 2002. TINGGINYA
ANGKA KEJADIAN INI DISEBABKAN OLEH TINGGINYA
INSIDENS TRAUMA KAPITIS DAN TUMOR OTAK DI ASIA.
MALAH DARI SALAH SATU SUMBER PENELITIAN
MENDAPATKAN BAHWA TINGGINYA ANGKA KEJADIAN
HERNIASI OTAK DISEBABKAN OLEH PENANGANAN
PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL YANG LAMBAT
DAN KURANG ADEKUAT.

ETIOLOGI
HERNIASI OTAK TERJADI APABILA ADA SESUATU DI DALAM OTAK YANG
MENDORONG JARINGAN OTAK.
-TUMOR DALAM OTAK ; TUMOR OTAK PRIMER, TUMOR OTAK YANG
BERMETASTASIS (TUMOR OTAK SEKUNDER)
- EDEMA OTAK AKIBAT DARI TRAUMA KAPITIS
ABSES OTAK, ADANYA PERDARAHAN DALAM OTAK DAN HIDROSEFALUS
(AKUMULASI CAIRAN DALAM OTAK) SERTA STROKE YANG MENYEBABKAN
EDEMA OTAK. HERNIASI OTAK SENDIRI JUGA SERING MENYEBABKAN
STROKE MASIF. HAL INI AKAN MENYEBABKAN KEMATIAN OTAK.
PENYEBAB TERSERING DARI HERNIASI OTAK ADALAH AKIBAT ADANYA
TEKANAN MASSA DALAM OTAK YANG MENDORONG OTAK ITU SENDIRI.

PATOFISIOLOGI
PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL (TIK) SAMPAI
TERJADINYA HERNIASI :
HIPOTESIS MONRO-KELLIE MEMBERIKAN SUATU CONTOH
KONSEP PEMAHAMAN PENINGKATAN TIK. TEORI INI
MENYATAKAN BAHWA TULANG TENGKORAK TIDAK DAPAT
MELUAS SEHINGGA BILA SALAH SATU DARI KETIGA
RUANGANNYA MELUAS, DUA RUANG LAINNYA HARUS
MENGKOMPENSASI DENGAN MENGURANGI VOLUMENYA
(APABILA TIK MASIH KONSTAN). MEKANISME KOMPENSASI
INTRAKRANIAL INI TERBATAS, TETAPI TERHENTINYA FUNGSI
NEURAL INI DAPAT MENJADI PARAH BILA MEKANISME INI
GAGAL. KOMPENSASI TERDIRI DARI MENINGKATNYA ALIRAN
CSF KE DALAM KANALIS SPINALIS DAN ADAPTASI OTAK
TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN TANPA MENINGKATKAN
TIK. MEKANISME KOMPENSASI YANG BERPOTENSI

KLASIFIKASI

Empat tipe herniasi:


1) Herniasi singulata dimana otak terjepit di bawah falx serebri.
2) Herniasi batang otak ke caudal.
3) Herniasi uncus dan girus hippocampal ke dalam celah tentorium.
4) Herniasi tonsil serebellar ke dalam foramen magnum.

TERDAPAT 2 KELOMPOK MAYOR DARI HERNIASI OTAK;


SUPRATENTORIAL DAN INFRATENTORIAL.
HERNIASI SUPRATENTORIAL ADALAH HERNIASI YANG TERJADI
DI ATAS NOTCH TENTORIUM DAN INFRATENTORIAL
MERUPAKAN HERNIA YANG TERJADI DI BAWAHNYA.
DALAM 2 KELOMPOK BESAR INI, HERNIASI OTAK DINAMAKAN
BERDASARKAN STRUKTUR ATAU LOKASI LEWATNYA DAN
BERGESERNYA OTAK; TERMASUK TRANSTENTORIAL,
BERGESER KE ATAS, TONSILAR, SENTRAL, SINGULATA, DAN
HERNIASI TRANSCALVARIA.
HERNIASI UNCAL, TRANSTENTORIAL, SINGULATA, DAN
TRANSCALVARIA TERMASUK DALAM KELOMPOK HERNIA
SUPRATENTORIUM. SEDANGKAN TRANSTENTORIUM KE ATAS
DAN TOSILLAR TERMASUK DALAM KELOMPOK HERNIASI
INFRATENTORIAL.

HERNIASI SENTRAL
PADA HERNIASI SENTRAL (JUGA DIKENALI SEBAGAI HERNIA
TRANSTENTORIAL), DIENSEFALON DAN LOBUS TEMPORAL PADA
KEDUA HEMISFER CEREBRII DITEKAN OLEH NOTCH PADA
TENTORIUM CEREBRAL. HERNIA TRANSTENTORIUM BISA
TERJADI APABILA OTAK BERGESER KE ATAS MAUPUN KE BAWAH
MELEWATI BATAS TENTORIUM YANG DIKENALI SEBAGAI HERNIA
TRANSTENTORIUM ASENDENS DAN DESENDENS. NAMUN
HERNIA INI BISA MENYEBABKAN ROBEKNYA ARTERI BASILAR
SEHINGGA BERLAKU PERDARAHAN YANG DISEBUT DURET
HEMORRHAGE. HERNIASI INI SELALU BERAKHIR DENGAN
KEMATIAN

HERNIASI UNCAL
PADA HERNIASI UNCAL, HERNIA TRANSTENTORIUM YANG
SERING, BAGIAN PALING DALAM PADA LOBUS TEMPORAL YAITU
UNCUS BISA SANGAT TERHIMPIT SEHINGGA MELEWATI
TENTORIUM DAN MENYEBABKAN TEKANAN YANG TINGGI PADA
BATANG OTAK TERUTAMA MIDBRAIN. TENTORIUM MERUPAKAN
STRUKTUR DALAM TENGKORAK KEPALA YANG TERBENTUK
DARI LAPISAN MENINGEA YAITU DURA MATER. JARINGAN BISA
TERKELUPAS DARI KORTEKS CEREBRAL DIMANA PROSES INI
DINAMAKAN SEBAGAI DEKORTIKASI. UNCUS INI AKAN MENEKAN
NERVUS KRANIALIS KE-3 YANG BERFUNGSI MENGONTROL
INPUT PARASIMPATIS PADA ORGAN MATA. KEADAAN INI AKAN
MENGGANGGU TRANSMISI NEURAL PARASIMPATIS SEHINGGA
MENYEBABKAN PUPIL PADA MATA TERKAIT AKAN BERDILATASI
DAN GAGAL UNTUK BERKONSTRIKSI APABILA ADANYA RESPON
CAHAYA SEBAGAIMANA SEHARUSNYA. MAKA DENGAN ADANYA
GEJALA DILATASI PUPIL YANG TIDAK BERESPON DENGAN

HERNIASI SEREBRAL
PENINGKATAN TEKANAN DALAM FOSSA POSTERIOR AKAN
MENYEBABKAN SEREBELUM BERGESER KE ATAS
MENDORONG TENTORIUM KEARAH ATAS ATAU DIKENALI
SEBAGAI HERNIASI SEREBRAL. MIDBRAIN AKAN
TERDORONG KE TENTORIUM, SEHINGGA MENYEBABKAN
MIDBRAIN IKUT TERDORONG KE BAWAH.

HERNIASI TONSILLAR
PADA HERNIASI TONSILLAR, YANG JUGA DIKENALI SEBAGAI
HERNIASI SEREBRAL KE ARAH BAWAH, TONSIL SEREBRAL
AKAN BERGESER KE BAWAH MASUK KE FORAMEN MAGNUM DAN
MENYEBABKAN KOMPRESI PADA DISTAL BATANG OTAK DAN
PROKSIMAL DARI KORDA SPINALIS SERVIKAL.
HERNIASI TONSILLAR JUGA DIKENALI SEBAGAI MALFORMASI
CHIARI, ATAU MALFORMASI ARNOLD CHIARI (ACM). SEKURANGKURANGNYA TERDAPAT TIGA TIPE MALFORMASI CHIARI YANG
DITEMUKAN YANG MANA MASING-MASING MENIMBULKAN
PROSES PENYAKIT YANG BERBEDA DENGAN SYMPTOM DAN
PROGNOSIS YANG BERBEDA. KONDISI INI BISA DITEMUKAN
DENGAN ADANYA PASIEN YANG BERSIFAT ASIMPTOMATIK DAN
ADA PULA YANG BERSIFAT BERAT SEHINGGA MENGANCAM
NYAWA.

HERNIASI SINGULATA
PADA HERNIASI SINGULATA ATAU SUBFALCINE, YANG PALING
SERING YAITU BAGIAN PALING DALAM PADA LOBUS FRONTALIS
AKAN TERDORONG KE FALX SEREBRI. HERNIASI SINGULATA
BISA TERJADI APABILA SALAH SATU DARI HEMISFER
MEMBENGKAK DAN MENDESAK GIRUS SINGULATA KEARAH
FALX SEREBRI. WALAUPUN KEADAAN INI TIDAK TERLALU
MENEKAN BATANG OTAK SEPERTI TIPE-TIPE HERNIASI YANG
LAIN, NAMUN BISA MEMBERIKAN EFEK PADA PEMBULUH
DARAH YANG BERDEKATAN DENGAN LOBUS FRONTALIS TEMPAT
TRAUMA YAITU ARTERI SEREBRAL ANTERIOR ATAU BISA
MENJADIPROGRESIF KE HERNIA SENTRAL. KESAN TERHADAP
PEMBULUH DARAH AKAN MENYEBABKAN PENINGKATAN
TEKANAN INTRAKRANIAL YANG BERBAHAYA SEHINGGA BISA
MEMBURUK MEMBENTUK HERNIASI YANG LEBIH BERAT.

HERNIA TRANSCALVARIAL
PADA HERNIA TRANSCALVARIAL, OTAK AKAN TERTEKAN
PADA DAERAH FRAKTUR ATAU BEKAS OPERASI. HERNIA INI
JUGA DIKENALI SEBAGAI HERNIA EKSTERNAL DI MANA IA
TERJADI SEWAKTU KRANIOKTOMI ATAU PADA OPERASI APA
SAJA YANG MELIBATKAN PENGANGKATAN BAGIAN
TERTENTU DARI TENGKORAK.

TANDA DAN GEJALA

Postur dekortikasi dengan siku, pergelangan tangan dan jari dalam


keadaan flexi serta kaki yang ekstensi dan berotasi kearah medial.

TANDA YANG SERING PADA HERNIASI OTAK ADALAH POSTUR


TUBUH YANG ABNORMAL DENGAN KARAKTERISTIK POSISI
EKSTREMITAS BAWAH YANG MENJADI TANDA KHAS TERJADINYA
KERUSAKAN OTAK YANG BERAT. PASIEN INI AKAN MENGALAMI
PENURUNAN KESADARAN DENGAN GLASGOW COMA SCALE
ANTARA 3 SAMPAI 5. SATU ATAU KEDUA PUPIL AKAN
BERDILATASI DAN REFLEX CAHAYA NEGATIF ATAU TIDAK
BERESPON TERHADAP CAHAYA.
TERGANTUNG DARI BERATNYA HERNIASI, GANGGUAN PADA
SATU ATAU BEBERAPA REFLEKS BATANG OTAK SERTA FUNGSI
DARI NERVUS KRANIALIS BISA TERJADI. PASIEN JUGA AKAN
MENUNJUKKAN KETIDAKMAMPUAN UNTUK BERNAPAS SECARA
KONSISTEN DAN DIDAPATKAN DENYUT JANTUNG YANG
IRREGULER

PEMERIKSAAN PENUNJANG
- MRI
- CT SCAN

PENATALAKSANAAN
HERNIASI OTAK MERUPAKAN SUATU KASUS GAWAT DARURAT. PENANGANAN
UTAMA HARUSLAH MENYELAMATKAN NYAWA PASIEN. UNTUK MENCEGAH DARI
TERJADINYA KEKAMBUHAN DARI HERNIASI OTAK, MAKA PENANGANAN HARUS
BERTUJUAN UNTUK MENURUNKAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL DAN
MENURUNKAN EDEMA OTAK. HAL INI DAPAT DITANGANI DENGAN CARA BERIKUT:

PROGNOSIS
HERNIASI OTAK YANG TERJADI PADA LOBUS TEMPORALIS
ATAU SEREBELLUM, MAKA PROGNOSISNYA JELEK YAITU
KEMATIAN. NAMUN PADA HERNIASI OTAK DI DAERAH LAIN
MEMBERIKAN PROGNOSIS YANG TERGANTUNG DARI
DERAJAT BERATNYA DAN PENYEBAB HERNIANYA.

KOMPLIKASI
- GANGGUAN NEUROLOGI YANG PERSISTEN
- KEMATIAN OTAK

PENCEGAHAN
PENANGANAN SEGERA TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN
INTRAKRANIAL DAN FAKTOR PENYEBAB LAIN BISA
MENGURANGI RISIKO TERJADINYA HERNIASI OTAK. MENGENALI
LEBIH AWAL PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL MELALUI
GEJALA KLINIS DAN GAMBARAN RADIOGRAFI ADALAH SANGAT
PENTING UNTUK LANGKAH PENCEGAHAN TERJADINYA
HERNIASI.
GEJALA KLINIS DAN TANDA-TANDA DARI PENINGKATAN
TEKANAN INTRAKRANIAL AKUT TERMASUK NYERI KEPALA,
MUNTAH, DISTORSI PENGLIHATAN, HILANGNYA REFLEK
SENSORIS, DISFUNGSI PUPIL, HIPERTENSI, BRADIKARDI,
POSTUR TUBUH YANG FLEKSI ATAU EKSTENSI DAN LAIN-LAIN.

TERIMA KASIH