Anda di halaman 1dari 34

TUGAS TERSTRUKTUR

AGROINDUSTRI FEDLOT

Business Plan Fedlot Kambing

Arrange By:
1. Afduha Nurus Syamsi
2. Muhamad Rayhan
3. Syietel Maya Salamony
4. Dini Rachmadaini Kusuma
5. Atin
6. Nanang Nur Rozaq
7. Tyas Mardiana Sari
8. Dayu Lingga Lana

MAGISTER ILMU PETERNAKAN


UNIVERSIAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Kambing merupakan salah satu komoditas ternak yang potensial bagi
masyarakat Indonesia. Keberadaan kambing dalam kehidupan masyarakat
digunakan tidak hanya sebagai sumber protein hewani, tetapi juga berfungsi dalam
berbagai ritual keagamaan dan tradisi serta pada beberapa wilayah masih menjadi
alat tukar dan tabungan. Artinya bahwa komoditas ternak kambing akan selalu
dibutuhkan dari masa ke masa dalam berbagai bentuk kebutuhan masyarakat dan
kegunaanya. Pada kondisi tertentu kambing tidak dapat digantikan dengan
komoditas ternak yang lainya dan justru berpotensi dalam mensubtitusi sebagian
besar kebutuhan masyarakat pada komoditas ternak yang lainya.
Kambing merupakan ternak yang dapat digemukkan, namun kegiatan
penggemukanya belum sepopuler fedlot sapi yang sangat akrab di masyarakat.
Industri fedlot sapi di Indonesia mengalami beberapa masalah seperti sulitnya
mendapat bakalan dan fluktuasi harga jual sapi di pasaran. Kambing memiliki
potensi yang sama dengan sapi untuk dikembangkan sebagai fedlot dengan resiko
yang jauh lebih rendah dibandingkan sapi untuk saat ini. Populasi kambing
berdasarkan berdasarkan data terbaru BPS (2014) mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun hingga 2014 sebanyak 19.216 ribu ekor. Ketersediaan populasi yang
begitu besar menunjukkan mudahnya dalam mencari bakalan ternak yang akan
digemukkan.
Pengembangan fedlot kambing sangat potensial mengingat manajemen
pemeliharaan kambing yang begitu mudah dan tidak membutuhkan investasi yang
begitu besar. Kambing sangat adaptif terhadap pakan yang diberikan dan cenderung
lebih udah dikendalikan kesehatanya dibandingkan dengan sapi. Berdasarkan
potensi kambig serta potensi penerimaanya di tengah masyarakat maka disusunlah
business plan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang mungkin didapat
dengan investasi yang dikelarkan dalam fedlot kambing.

1.2 Profil Usaha


1. Nama Perusahaan
PT. Surya Pagi Indonesia
2. Alamat Perusahaan Jl. Raya Baturraden No. 70 Desa Pandak, Kecamatan
Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.
3. Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan fedlot kambing yang terpadu dengan manajemen yang
berbasis pada sumber daya lokal dengan jaminan mutu yang sempurna dan
mendukung pembangunan nasional melalui pemenuhan kebutuhan daging
masyarakat.
4. Misi Perusahaan

Menjadi pionir bagi pembangunan fedlot kambing di Indonesia.

Mengembangkan fedlot kambing dengan basis sumber daya lokal.

Menjalin kerjasama dengan petani peternak dengan mengembangkan


ilmu perbibitan di tingkat peternak sebagai sumber bakalan
perusahaan.

Menguasai pasar pulau jawa.

5. Manfaat Perusahaan

Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya yang


berdomisili di provinsi Jawa Tengah atau yang berada di sekitar
perusahaan.

Memberikan produk kambing yang bermutu dan terjangkau bagi


masyarakat.

Ikut melaksanakan program pensejahteraan masyarakat melalui


kegiatan sosial yang akan dirancang pada setiap RABP (Rancangan
Anggaran Belanja Perusahaan).

6. Owner/Pemilik Perusahaan
OH NYU WENG (Bambang Srintil)
7. Info dan Layanan Perusahaan
Telepon : (0281) 632884 Fax : (0281) 632885
Email : Humas_Suryapagi@gmail.com
Kode Pos : 53151

8. Bidang Usaha
PT. Surya Pagi Indonesia bergerak dalam bidang penggemukan kambing
/fedlot kambing.

II. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1 Pasar Potensial


Pasar potensial adalah kumpulan konsumen yang memiliki tingkat minat
cukup besar terhadap penawaran pasar. Artinya bahwa pasar potensial kambin g
adalah wilayah atau tempat yang sangat mungkin untuk dapat menyerap setiap ekor
produk PT. Surya Pagi Indonesia. Pasar potensial dapat di lihat berdasarkan
pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi dari suatu wilayah.
Pertumbuhan penduduk disertai dengan pertumbuhan ekonomi yang baik akan
menentukan kesejahteraan yang baik bagi masyarakat, dan masyarakat dengan
tingkat kesejahteraan yang baik merupakan konsumen potensial bagi tiap ekor
produk kambing dan wilayah yang dihuni oleh konsumen-konsumen potensial
merupakan pasar yang potensial bagi pemasaran kambing.
Pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi
di dunia dengan populasi saat ini lebih dari 230 juta jiwa. Setengah atau lebih dari
50% penduduk indonesia terkonsentrasi di pulau jawa yaitu sekitar 137 juta jiwa
(Kementerian Ketenagakerjaan, 2014). Hal ini disebabkan karena tingkat
pertumbuhan dan perkembangan daerah di jawa lebih cepat dibandingkan dengan
daerah lainya. Potensi jumlah penduduk yang besar ini sangat potensial untuk dapat
menawarkan produk salah satunya adalah kambing. Sektor yang paling utama
adalah bagi masyarakat peminat kambing untuk aqiqah dan idul adha yang pasti
selalu ada konsumenya. Selain itu sektor kuliner seperti hotel, restaurant, mall besar
bahkan penjajak makanan di kaki lima pun sangat potensial di pulau jawa.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum adalah sebesar 5,21% dan
dukungan pertumbuhan ekonomi tersebut di dominasi oleh daerah-daerah di pulau
jawa (BPS, 2014). Pulau jawa memberikan sumbangan terhadap PDB (Produk
Domestik Bruto) sebesar 58,52%. Empat provinsi penyumbang PDB terbesar juga
terdapat di pulau jawa secara berurut yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat
dan Jawa Tengah. Melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut juga
berdampak pada pendapatan perkapita masyarakat pulau jawa berada di atas ratarata daerah lain di luar pulau jawa. Pendapatan perkapita masyarakat yang tinggi

berpotensi pada penyerapan atau permntaan yang jauh lebih tinggi. Sehingga
pemasaran kambing akan lebih mudah dengan nilai tawar yang juga tinggi.
2.2 Permintaan dan Penawaran
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan dan
perubahan-perubahan sosial masyarakat, membawa perubahan pada pola konsumsi
masyarakat yang lebih berorentasi pada selera dan mengutamakn gizi. Daging
merupakan alternatif pemenuhan gizi yang utama dan masi terus menjadi
problematika di Indonesia. Sebuah persepsi terbentuk dimasyarakat dimana
kebutuhan daging merah hanya dipenuhi oleh daging sapi saja. Potensi dari kerbau
dan kambing saat ini terus digalakkan untuk menggeser persepsi masyarakat, agar
pemneuhan kebutuhan daging tidak tergantung pada satu komoditas saja.
Permintaan daging nasional sampai akhir 2014 diketahui sebesar 593,04
ribu ton dan 5% dari kebutuhan tersebut di penuhi oleh daging kambing (Dirjen
Peternakan 2014). Nilai potensi permintaan kambing tidak hanya dalam bentuk
daging tetapi juga dalam bentuk ekor ternak yang utamanya akan terjadi lonjakan
pada hari raya kurban. Selain itu, permintaan juga datang dari setiap warga muslim
yang melaksanakan ibadah aqiqah dimana diketahui bahwa angka kelahiran di
Indonesia dan khususnya di pulau jawa tinggi, dan akan linier pada penggunaan
kambing sebagai alat untuk melaksanakan ibadahnya sebagai seorang muslim.
Populasi kambing menurut data BPS (2014) adalah sebanyak 19.216 ribu
ekor. Data populasi tersebut tersebar dari mulai tingkat peternak hingga pasar
hewan tempat kambing di perjual belikan. Menurut dirjen peternakan (2013) tingkat
pertumbuhan populasi kambing per tahun adalah sebesar 5,36%. Tingkat
pemotongan di RPH sebanyak 274.943 ekor/tahun (BPS, 2013). Artinya bahwa
supplay kambing terhadap permintaan masyarakat masih memenuhi dan kedepan
akan terus berkembang, mengingat mudahnya manajemen pemeliharaan kambing
dan tingkat kelahiran yang cukup tinggi yaitu 2-3 ekor/ekor ternak.
2.3 Persaingan Pasar
Mudahnya manajemen pemeliharaan kambing serta investasi yang cukup
rendah dalam menjalankan usaha fedlot kambing serta permintaan yang terus
berkembang, memposisikan industri fedlot kambing dalam posisi yang
menggairahkan. Artinya bahwa kemungkinan datangnya pelaku usaha baru sangat

besar. Masuknya sejumlah pendatang baru dalam bisnis jual beli kambing akan
menimbulkan sejumlah implikasi terhadap bisnis jual beli kambing yang sudah
ada, misalnya kapasitas produk dipasar menjadi bertambah, terjadinya perebutan
konsumen, serta perebutan sumberdaya yang terbatas seperti ketersediaan bakalan
kambing di petani peternak. Pendatang baru tersebut bisa datang dari luar daerah
atau pun masih satu daerah bahkan dari Luar Negeri. Terlebih lagi dengan adanya
kesepakatan AFTA dan beberapa kebijakan luar negeri yang berkaitan dengan
keikutsertaan Indonesia dalam pasar bebas dunia, memungkinkan masuknya
banyak perusahaan luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan qualifikasi
kualitas produk dan harga yang lebih baik. Namun berkaitan dengan politik luar
negri tersebut belum dilaksanakan, sehingga pembangunan perusahaan masih
potensial hingga saat ini dan juga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan
industri kambing dan domba yang lebih maju kedepan.
Saat ini perusahaan kambing yang menguasai wilayah Jabodetabek adalah
Kampoeng 99 dengan populasi hingga 2000 ekor. Sedangkan di daerah Banten,
Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur juga terdapat beberapa perusahaan
kecil yang belum memiliki brand nama yang menasional. Pertumbuhan industri
dibidang penggemukan kambing/domba pun terbilangan sangat minim. Tantangan
bagi perusahaan adalah tumbuhnya UKM-UKM ternak dan Kelompok ternak baru
di berbagai daerah yang dapat menguasai secara regional pada wilayah masingmasing. Akan tetapi sebagai perusahaan dengan skala besar, tidak terlalu di
khawatirkan karena masih banyak kelompok ternak/UKM ternak yang
menggunakan cara lama dan konvensional juga terbatas pada modal yang besar
dan membutuh kan infrastruktur yang memadai untuk menghasilkan kualitas
yang unggul. Kekuatan perusahaan dibandingkan dengan usaha-usaha mikro
tersebut jelas terlihat berdasarkan kapasitas yang kemudian akan menekan cost
jauh lebih rendah dibandingkan usaha mikro, sehingga perusahaan dapat
menghasilkan produk kambing dan domba dengan harga dan kualitas yang jauh
bersaing di pasar dibandingkan produk usaha mikro bahkan hal ini juga
berpotensi untuk meningkatkan daya saing perusahaan secara internasional.

2.4 Strategi Pemasaran


Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya.
Oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus
menawarkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Dalam
startegi pemasaran produk kambing PT. Surya Pagi Indonesia menerapakan strategi
marketing mix yang sering disebut dengan 4P (Produk, Price, Place and
Promotion).
1. Product
Produk yang dihasilkan perusahaan berupa kambing yang berkualifikasi,
dengan konformasi badan yang padat dan penuh daging (karena digemukkan
secara fedlot). Umur jual kambing yang ditawarkan perusahaan yaitu pada
umur 12 dan 16 bulan. Perusahaan mengadakan garansi bagi ternak aqiqah dan
kurban jika terjadi kecacatan. Selain itu juga jenis ternak bervariasi terutama
golongan kambing dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi seperti boer,
kacang, jawa randu dan etawa. Ternak yang bervariasi dapat menjadi pilihan
bagi konsumen sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Gambar 1. Contoh Produk Ternak Kambing (kiri: boer, tengah: etawa,


kiri:kacang)
2. Price
Harga rata-rata kambing umur 12 bulan dipasaran berkisar antara 1,5 hingga
1,8 juta. Sedangkan harga kambing umur 16 bulan mencapai 2 hingga 2,5 juta
rupiah. Penjualan kambing dari perusahaan didasarkan atas bobot hidup ternak
dengan harga Rp. 30.000/kg bobot ternak dan rata-rata harga per ekor berada
dibawah harga pasaran.

3. Placment
Tempat pemasaran yang dituju oleh perusahaan beragam, mulai dari pasar
hewan hingga penawaran door to door pada industri kuliner. Kambing
diupayakan untik didistribusikan langsung oleh perusahaan pada konsumen
dan melayani utamanya pada daerah perkotaan yang notabene minim penjajag
kambing.
4. Promotion
Promosi dilaksanakan dengan menyebarkan pamflet-pamflet penawaran
produk di berbagai kota di pulau jawa. Selain itu juga teknik penawaran door
to door dilaksanakan pada industri kuliner.

Gambar 2. Contoh Pamflet

III. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

3.1 Lokasi dan Lahan


Lokasi usaha akan direncanakan di wilayah Kabupaten Banyumas, tepatnya
di Jl. Raya Baturraden No. 70 Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten
Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas merupakan daerah yang
memiliki iklim investasi yang cukup baik dengan kemudahan izin pendirian usaha
yang mudah. Akses transportasi yang tidak sulit, didukung dengan ketersediaan
lahan industri yang masih banyak memudahkan pendirian tempat usaha di wilayah
Kabupaten Banyumas. Selain itu, letak wilayah strategis dan memiliki prospek
pasar yang cukup baik serta didukung dengan cukup tersedianya bahan baku ternak
dari banyak peternak. Letak Banyumas berada pada posisi central pulau jawa yang
dapat memudahkan dalam mendistribusikan produk atau mencari bakalan dari
berbagai daerah di pulau jawa.
Lahan yang dibutuhkan untuk pendirian usaha adalah sekitar 850 m2. Lahan
tersebut akan dibangun kandang pemeliharaan skitar 516 m2. Kantor dan gudang
pakan sekitar 54 m2, dan sisanya adalah infrastruktur jalan dan instalasi penanganan
limbah.
3.2 Skala Produksi
Produksi atau pemeliharaan dilaksanakan setiap 4 bulan sekali pada setiap
ekor ternak. Artinya bahwa setiap ekor ternak maksimal mengalami penggemukan
dalam kurun waktu 4 bulan. Perusahaan memasukkan bakalan dan atau menjual
produk bukan dengan sitem all in and all out, tetapi lebih kepada sistem bergilir
dimana perputaran ternak pada setiap 1/3 tahun adalah 1.200 ekor kambing terjual
atau 10 ekor ternak terjual dan bakalan masuk setiap harinya.
Distribusi produk ternak yang akan dijual atau bakalan yang akan masuk
dilaksanakan pada berbagai daerah di pulau jawa yang masuk pada jangkauan
perusahaan terutama ibukota kabupaten atau provinsi. Perusahaan melayani
pembelian langsung dan juga pemesanan dengan layanan hantar jemput ternak.
Perusahaan menjalin hubungan dengan berbagai peternak kambing di berbagai
daerah di pulau jawa untuk menjamin kelancaran pemenuhan kebutuhan bakalan
bagi perusahaan.

3.3 Denah dan Tata Letak Usaha

Lokasi

Desa
Pandak

Gambar 3. Denah Lokasi

Kandang Ternak

Areal
Distribusi

Kantor dan gudang

Penanganan
Limbah

Gambar 4. Tata Letak Kandang dan Gedung Kantor Pemasaran

3.4 Manajemen Produksi


Manajmen produksi meliputi semua kepentingan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan produksi atau pemeliharaan ternak. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa sistem pemeliharaan adalah bergilih. Terdapat 10 ternak yang
dikeluarkan dan yang dimasukkan setiap harinya. Selama produksi atau
pemeliharaan dapat dijelaskan asumsi-asumsi sebagai berikut.

1. Pakan
Pakan yang diberikan berbasis konsentrat dimana imbangan antara
konsentrat dan hijauan adalah 70% : 30%. Hijauan yang diberikan berupa jenis
rerumputan dan leguminosa yang didapat dengan mencari sendiri atau
menampung/membeli dari masyarakat sekitar. Sedangkan konsentrat dibeli dari
limbah-limbah pengolahan pangan disekitar perusahaan. Asumsi untuk pakan
dapat dijelaskan pada tabel berikut.

No
1

Tabel 1. Asumsi Pakan


Uraian
perbandingan
Hijauan
Konsentrat
pemberian/ek/hr
BK
total Bk
bk hijauan
bk konsentrat
As feed
As feed hijauan
as feed konsentrat
Pembulatan
hijauan
konsentrat
Harga
hijauan
konsentrat

30%
70%
3.50%
1,75 kg/ekr
0,525 kg/ekr
1,225 kg/ekr
2,625 kg/ekr
1,5312 kg/ekr
2,6 kg/ekr
1,5 kg/ekr
Rp.150,Rp. 2.000,-

2. Sumber Bakalan
Bakalan didapatkan dari berbagai daerah yang berada di pulau jawa, jenis
kambing yang ditampung diutamakan pada jenis kambing kacang, jawa randu,
etawa dan boer yang memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Bakalan dibeli
setiap hari dengan perputaran kurang lebih 10 ekor setiap harinya. Perhitungan
pada analisis dibuat selama 4 bulan atau 1 periode pada setiap ternak dengan
asumsi harga yang stabil. Sehingga dalam kurun waktu 4 bulan perusahaan
membutuhkan total 1.200 ekor bakalan ternak kambing. Perusahaan membeli
bakalan berdasarkan bobot hidup dan setiap kg bobot ternak dihargai Rp.
30.000,-. Asumsi untuk bakalan dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel 2.

No
1
2
3
4
5

6
7

Tabel 2. Asumsi Bakalan


Uraian
Bobot awal
Umur awal bakalan
Umur penjualan
Lama penggemukan
Harga bakalan
8 bulan
12 bulan
PBBH
Bobot akhir

20-30 kg
8-12 bulan
12-16 bulan
4 bulan
Rp. 600.000,Rp. 1.000.000,0,17-0,2 kg/hr/ekr
40-60 kg

3. Kebutuhan Kandang
Kebutuhan kandang dihitung berdasaran satuan ternak, dimana 1 ST senilai
dengan 7 ekor kambing. Setiap ST membutuhkan 3 m2 kandang. Asumsi untuk
kandang dapat dijelaskan pada tabel 3.
Tabel 3. Asumsi Kandang
No
Uraian
1 Estimasi ternak/period
1.200 ekor
2 ST
171,43 ST
3 Kebutuhan kandang/st
3 m2
4 Kebutuhan kandang
514,3 m2
5 Harga/ m2 kandang
Rp. 50.000,6 Luas Lahan
850 m2

Pembulatan
172 ST
516 m2
-

4. Penjualan Ternak dan Hasil Sampingan


Seperti yang telah dijelaskan bahwa metode pemeliharaan di PT. Surya
Pagi Indonesia adalah sistem bergilir. Penjulan dilaksanakan setiap hari dengan
asumi bahwa terdapat 10 ekor ternak yang terjual setiap harinya dan terdapat 10
bakalan yang masuk setiap harinya. Perhitungan dijadikan dalam 1 periode
penggemukan per ekor ternak yaitu 4 bulan. Asumsi Penjualan Ternak dapat
dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Asumsi Penjualan Produk


No
1

Produk
Kambing
Umur 12 bulan/40 kg
Umur 16 bulan/60 kg
Estimasi kematian
Umur 12 bulan/40 kg
Umur 16 bulan/60 kg
Harga Jual
Umur 12 bulan/40 kg
Umur 16 bulan/60 kg
Kotoran
Produk
Total
Harga jual

Jumlah
400 ekor
800 ekor
0,5%
0,5%

Real
398 ekor
796 ekor

Rp. 1.300.000,Rp. 1.900.000,-

1300 kg/ST/Period
222.857,1 kg/priod
Rp. 250,-/kg

IV. ASPEK MANAJEMEN

4.1 Kebutuhan Tenaga Kerja


Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan meliputi 2 orang sarjana
peternakan yang akan memegang jabatan sebagai supervisor kandang dan
Nutrisionis serta satu orang sarjana manajemen untuk menjadi administrator.
Perusahaan juga membutuhkan 5 orang minimal lulusan SMA untuk melaksanakan
pemasaran produk dan 10 orang tenaga lepas minimal lulusan SD untuk mencari
pakan dan mengurus ternak dibawah pimpinan supervisor kandang. Adapun
struktur organisasi dapat dilihat pada gambar 5.

Owner

HRD
Nutrisionis

Supervisor
kandang

Pemasaran

Pegawai
Kandang

Staf
Pemasaran

Gambar 5. Struktur Organisasi Perusahaan


4.2 Balas Jasa Tenaga Kerja
No
1
2
3
4
5

Jabatan
HRD/Administrator
Supervisor kandang
Nutrisionis
Pemasaran
Tenaga Lepas

Jumlah
1
1
1
5
10

Gaji
Rp. 2.000.000,Rp. 2.100.000,Rp. 2.100.000,Rp. 1.500.000,Rp. 900.000,-

4.3 Job Description


1. HRD/Administrator
Mencatan setiap kegiatan produksi dan melaporkan kepada owener,
mengurus masalah keuangan dan mengatur jadwal pemasaran ke berbagai
daerah serta distribusi bakalan ke dalam perusahaan dari berbagai daerah.
2. Supervisor Kandang
Mengawasi kegiatan manajemen kandang dan pengaturan perawatan serta
pengurusan ternak dikandang. Melaporkan data statistik kandang kepada
administrator.
3. Nutrisionis
Memformulasikan pakan ternak dan merancang peningkatan kualitas ternak
dengan peningkatan pbbh ternak. Mengatur distribusi pakan dan melaporkan
kegiatan gudang pakan pada administrator.Selain itu juga bekerja sama
dengan supervisor kandang dalam kegiatan produksi di kandang.
4. Pemasaran
Melaksanakan promosi dan distribusi produk baik kambing ataupun kotoran
kepada konsumen. Melaporkan kegiatan pemasaran pada administrator.
5. Tenaga Lepas
Merawat, mengurus dan mengawasi ternak. Mencari hiajauan pakan ternak
dan mengolah kotoran ternak.

V. ASPEK FINANSIAL

5.1 Biaya / Cash Out Flow


1. Investasi dan penyusutan
Total investasi awal yang harus dikeluarkan oleh PT. Surya Pagi
Indonesia dalam menjalankan bisnis fedlot kambing adalah sebesar Rp.
1.064.064.286,-. Investasi tersebut meliputi lahan, bangunan kandang,
bangunan kantor, bangunan gudang pakan, instalasi limbah dan jalan,
kendaraan dan peralatan produksi. Perhitungan investasi lebih lengkap dapat
dilihat pada lampiran 1a.
Total penyusutan dari seluruh investasi bisnis fedlot kambing PT.
Surya Pagi Indonesia adalah sebesar Rp. 35.941.428,57. Nilai penyusutan
dihitung berdasarkan daya tahan masing-masing item dan nilainya beragam.
Perhitungan penyusutan lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 1a
2. Gaji Karyawan
Total gaji karyawan yang harus dikeluarkan dalam kurun waktu 1
tahun bagi HRD, supervisor kandang, nutrisionis, pemasaran dan tenaga
lepas adalah sebesar Rp. 272.400.000,-. Perhitungan gaji karyawan lebih
lengkap dapat dilihat pada lampiran 1b.
3. Bunga Modal Diperhitungkan (BMP)
Perusahaan tidak menggunakan pinjaman kepada bang, modal
dikeluarkan melalui dana pribadi perusahaan, namun bunga modal harus
tetap diperhitungkan. Berdasarkan perhitungan bunga modal, perusahaan
harus menyisihkan dana sebesar Rp. 14.530.643,- setiap tahunya.
Perhitungan BMP lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 1c.
4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak bumi dan bangunan (PBB) di hitung berdasarkan undangundang no. 12 tahun 1994. PBB yang harus dibayarkan oleh perusahaan
setiap tahunya adalah sebesar Rp. 1.527.514,29. Perhitungan PBB lebih
lengkap dapat dilihat pada lampiran 1d.

5. Biaya Tetap
Biaya tetap terdiri dari dari penyusutan, gaji karyawan, BMP dan
PBB. Total biaya tetap yang harus dikeluarkan setiap tahun oleh PT. Surya
Pagi Indonesia dalam menjalankan bisnis fedlot kambing adalah sebesar
Rp.324.399.585,70. Perhitungan biaya tetap lebih lengkap dapat dilihat pada
lampiran 1e.
6. Biaya Variabel
Biaya variabel meliputi bakalan, pakan hijauan, pakan konsentrat,
vitamin, obat, bahan bakar kendaraan dan mesin pencacah rumput,
telekomunikasi dan pajak penghasilan. Total Biaya variabel yang harus
dikeluarkan adalah sebesar Rp. 3.692.489.335,- per tahun. Perhitungan biaya
variabel lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 1f.
7. Total Biaya
Total Biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan adalah biaya
tetap ditambah biaya variabel yaitu sebesar Rp. 4.015.493.186,- per tahun.
Perhitungan total biaya lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 3.
5.2 Pemasukan / Cash In Flow
Pemasukan yang didapat oleh perusahaan berasal dari penjualan produk
kambing 12 bulan dan 16 bulan serta kotoran ternak. Total arus pemasukan PT.
Surya Pagi Indonesia dalam menjalankan bisnis fedlot kambing adalah sebesar
Rp. 6.256.542.857,- per tahun. Perhitungan cash inflow lebih lengkap dapat
dilihat pada lampiran 2.
5.3 Analisis Investasi
Analisis investasi dilakukan dengan memperhitungkan beberapa kriteria
seperti NPV, IRR, R/C, B/C dan BEP. Nilai NPV yang baik bagi suatu usaha
untuk dikatakan layak adalah bernilai poitif atau lebih dari 0. Nilai NPV yang
didapat adalah Rp. 11.088.843.277,- (layak). Nilai IRR yang layak bagi suatu
usaha adalah lebih dari bunga deposito atau bahkan bunga pinjaman (8% dan
atau 13%). Nilai IRR fedlot kambing PT. Surya Pagi Indonesia adalah sebesar
24,30% (layak). Nilai R/C dan B/C yang layak bagi suatu usaha secara berurut
adalah lebih dari 1 (R/C) dan lebih dari 0 (B/C). Nilai R/C fedlot kambing PT.
Surya Pagi Indonesia adalah 1,49, sedangkan B/C adalah 0,49 (Layak).

Perhitungan BEP produk menunjukkan angka 565 ekor dan BEP dalam rupiah
sebesar Rp.903.763.954,-. Perusahaan dapat menghasilkan produk dan
pemasukan jauh diatas BEP yaitu 3.600 ekor kambing per tahun dan pemasukan
Rp.6.256.542.857 per tahun. Sedangkan berdasarkan perhitungan PBP (pay
back period) investasi dapat dikembalikan dalam kurun waktu 0,47 tahun atau
2 periode penggemukan. Perhitungan analisis investasi lebih lengkap dapat
dilihat pada lampiran 3.
5.4 Analisis Sensitifitas
Analisis sensitifitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kelestarian atau
kelayakan usaha apabila terjadi kenaikan bahan baku hingga 10% dan atau
penurunan produksi hingga 10%. Berdasarkan perhitungan analisis sensitifitas
pada kenaikan harga bahan baku sebesar 10% diketahui bahwa nilai NPV =
Rp.8.909.181.547,-, IRR = 23,79 %, R/C = 1,36 dan B/C = 0,36. Artinya bahwa
perusahaan masih layak menjalankan usaha meskipun terjadi kenaikan harga
bahan baku hingga 10%. Sedangkan investasi dapat dikembalikan dalam kurun
waktu 0,61 tahu ataun 2 periode penggemukan.
Berdasarkan perhitungan analisis sensitifitas pada penurunan produksi
hingga 10% diketahui bahwa nilai NPV = Rp.7.693.890.790,-, IRR = 23,39%,
R/C = 1,34 dan B/C = 0,34. Artinya bahwa perusahaan masih layak menjalankan
usaha meskipun terjadi penurunan produksi hingga 10%. Sedangkan investasi
dapat dikembalikan dalam kurun waktu 0,71 tahun atau 2 periode penggemukan.
Perhitungan sensitifitas lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 4.

VI. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

6.1 Kesimpulan
Pembanguan bisnis Fedlot Kambing pada skala produksi 3600 ekor per
tahun membutuhkan dana investasi sebesar Rp.1.064.064.286,-. Berdasarkan
perhitungan BEP perusahaan minimun harus menjual ternak sebanyak 565 ekor
dan memiliki arus pemasukan sebesar Rp. 903.763.954,- setiap tahunya.
Berdasarkan analisis investasi usaha fedlot kambing dengan skala 3.600
ekor ternak per tahun diketahui bahwa usaha layak untuk dijalankan dengan nilai
NPV sebsar Rp. 11.088.843.277,-, nilai IRR sebesar 24,30%, nilai R/C rasio
sebesar 1,49, dan nilai B/C rasio sebesar 0,49. Sedangkan berdasarkan
perhitungan PBP (pay back period) investasi dapat dikembalikan dalam kurun
waktu 0,47 tahun atau 2 periode penggemukan.
Berdasarkan analisis sensitifitas fedlot kambing skala 3.600 ekor per tahun
diketahui bahwa usaha masih layak dijalankan walupun terjadi kenaikan bahan
baku dan atau penurun produksi sebesar 10%.
6.2 Rekomendasi
Permasalahan yang mungkin terjadi di masa mendatang adalah sulitnya
mendapat bakalan, oleh karena itu perusahaan harus berupaya untuk
menjalankan bisnis dwiguna (pembibitan dan penggemukan) ke depanya. Selain
itu perusahaan juga harus mampu meningkatkan B/C rasio dengan melakukan
penekanan harga bakalan dan pakan.

LAMPIRAN I

1 a. Investasi dan Penyusutan


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Uraian
Kandang
Lahan
Timbangan
Peralatan
mobil pick up
mobil truk
instalsi limbah
pencacah rumput
kantor dan gudang

Qt
Satuan Harga/satuan
514.2857
m2
Rp.50.000
850
m2
Rp.210.000
4
Buah Rp.2.500.000
12
Unit Rp.800.000
5
Unit Rp.90.000.000
1
Unit Rp.350.000.000
1
Unit Rp.3.000.000
3
Unit Rp.6.000.000
55
m2
Rp.35.0000
Total Investasi

Nilai Baru
Daya Tahan Nilai Sisa
Rp.25.714.285,71
10
Rp.10.000.000
Rp.178.500.000
Rp.10.000.000
6
Rp.3.000.000
Rp.9.600.000
5
Rp.2.000.000
Rp.450.000.000
15
Rp.150.000.000
Rp.350.000.000
15
Rp.200.000.000
Rp.3.000.000
5
Rp.1.000.000
Rp.18.000.000
10
Rp.8.000.000
Rp.19.250.000
15
Rp.15.000.000
Rp.1.064.064.286 Total Penyusutan

Penyusutan
Rp.1.571.428,57
Rp.1.166.666,67
Rp.1.520.000
Rp.20.000.000
Rp.10.000.000
Rp.400.000
Rp.1.000.000
Rp.283.333,33
Rp.35.941.428,57

1 b. Gaji Karyawan
No
1
2
3
4
5

Spesifikasi
HRD
Supervisor kandang
nutrisionis
pemasaran
pekerja lepas

Qt
Satuan
1
orang
1
orang
1
orang
5
orang
10
orang
Total Gaji Karyawan

Gaji
Rp.2.000.000
Rp.2.100.000
Rp.2.100.000
Rp.1.500.000
Rp.900.000

Total/Bulan
Rp.2.000.000
Rp.2.100.000
Rp.2.100.000
Rp.7.500.000
Rp.9.000.000
Rp.22.700.000

Total/Period
Rp.8.000.000
Rp.8.400.000
Rp.8.400.000
Rp.30.000.000
Rp.36.000.000
Rp.90.800.000

Total/Tahun
Rp.24.000.000
Rp.25.200.000
Rp.25.200.000
Rp.90.000.000
Rp.108.000.000
Rp.272.400.000

1 c. Bunga Modal Diperhitungkan (BMP)


=
=

Rp. 1.064.064.286 . 389.000.000

= Rp. 14.530.642,86
1 d. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Diketahui :

Luas Tanah

: 850 m2

Luas Bangunan

: 569.29 m2

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)


NJOP Tanah

NJOP Bangunan

: 850 m2 x Rp. 1.000.000,-

Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)


NJKP

: 20% x NJOP PBB

: Rp. 850.000.000,-

: 20% x Rp. 2.545.857.143,-

: 569.29 m2 x Rp. 3.000.000,-

: Rp. 509.171.428,60

: Rp. 1.707.857.143,Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Total NJOP

: Rp. 2.557.857.143,-

NJOP TKP

: Rp. 12.000.000,-

NJOP PBB

: Total NJOP NJOP TKP

: 0,3% x Rp. 509.171.428,60

: Rp. 2.557.857.143,- - Rp. 12.000.000,-

: Rp. 1.527.514,27

: Rp. 2.545.857.143,-

PBB

: 0,3% x NJKP

1 e. Biaya Tetap
No
1
2
3
4

Uraian
Penyusutan
Gaji karyawan
BMP
PBB
Total

Biaya
Rp.35.941.428,57
Rp.272.400.000,Rp.14.530.642,86
Rp.1.527.514,29
Rp.324.399.585,70

1 f. Biaya Variabel
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Uraian
Bakalan 8 bulan
bakalan 12 bulan
Hijauan
Konsentrat
vitamin dan obat
Listrik
Solar
Bensin
Telepon
Pajak Penghasilan

Qt
400
800
3120
1800
12
4
80
7200
1
1

satuan
ekor
ekor
kg
kg
unit
unit
liter
liter
unit
Tahun

Harga/satuan (rp)
Rp.600.000
Rp.1.000.000
Rp.150
Rp.2.000
Rp.100.000
Rp.70.000
Rp.5.500
Rp.6.700
Rp.600.000
Rp. 408.005.334,76

total harga (rp)


Rp.240.000.000
Rp.800.000.000
Rp.468.000
Rp.3.600.000
Rp.1.200.000
Rp.280.000
Rp.440.000
Rp.48.240.000
Rp.600.000
Rp. 408.005.334,76

Total/tahun (rp)
Rp.720.000.000
Rp.2.400.000.000
Rp.1.404.000
Rp.10.800.000
Rp.3.600.000
Rp.840.000
Rp.1.320.000
Rp.144.720.000
Rp.1.800.000
Rp. 408.005.334,76
Rp. 3.692.489.335,-

Menghitung Pajak Penghasilan

Biaya Sebelum Pajak

: Rp. 3.607.233.586,-

Pendapatan kena pajak (PKP)

: Gross Income Biaya Sebelum pajak


: Rp. 6.256.542.857 - Rp. 3.608.883.586,: Rp. 2.647.659.271,-

Pajak Penghasilan

: (0,25-(Rp. 600.000.000,-/Gross Income)) x Penghasilan Kena Pajak (PKP)


: (0,25-(Rp. 600.000.000,-/ Rp. 6.256.542.857,-)) x Rp. 2.647.659.271,: Rp. 408.005.334,76

Arus Pemasukan (Cash In Flow)


No
1
2
3

Produk
Kambing 12 bulan
Kambing 16 bulan
Kotoran

Jumlah
398
796
222857.14

Harga
Rp.1.300.000
Rp.1.900.000
Rp.250

Total/period
Rp.517.400.000
Rp.1.512.400.000
Rp.55.714.285,71

Total/tahun
Rp.1.552.200.000
Rp.4.537.200.000
Rp.167.142.857,10
Rp.6.256.542.857

LAMPIRAN III
Tahun Ke
Cash Flow

10

in flow
Kambing 12 bulan

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

1,552,200,000

Kambing 16 bulan

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

4,537,200,000

Kotoran

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

167,142,857

Total In flow

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

6,256,542,857

Out Flow
Investasi

1064064286

Biaya Tetap

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

Biaya Variabel

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

Total Out Flow

1064064286

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

Selisih/benefit

-1064064286

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

2,239,653,937

Discount Factor 13%


13%

0.884955752

0.783146683

0.693050162

0.613318728

0.542759936

0.480318527

0.425060644

0.376159862

0.332884833

0.294588348

5536763590

4899790788

4336098042

3837254905

3395800801

3005133452

2659410134

2353460296

2082708227

1843104625

PV Cost

1064064286

3554768956

3145813236

2783905518

2463633202

2180206373

1929386171

1707421390

1510992381

1337161399

1183328672

PV Benefit

-1064064286

1981994634

1753977552

1552192524

1373621703

1215594427

1075747281

951988744.1

842467915.1

745546827.5

659775953.6

PV Revenue

Discount Factor 15%


15%

0.869565217

0.756143667

0.657516232

0.571753246

0.497176735

0.432327596

0.37593704

0.326901774

0.284262412

0.247184706

PV Benefit

-1064064286

1947525162

1693500141

1472608818

1280529407

1113503832

968264202.1

841968871.4

732146844.7

636649430.2

553608200.2

9905116866

10747584781

Nilai Kumulatif Benefit/tahun Berdasarkan Discount Factor 13%


Kumulatif

1981994634

3735972187

5288164711

6661786414

7877380841

8953128122

11493131609

12152907562

Analisis Investasi
Kriteria
:
kriteria NPV harus bernilai positif atau > 0
Kriteria IRR harus > bunga deposito dan atau juga bunga
pinjaman
Kriteria B/C ratio harus > 0
Kriteria R/C ratio harus > 1
Kriteria PBP pada jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun
Kriteria BEP, harga jual produk dan penerimaan harus lebih dari
BEP
1. Net Present Value (NPV)
NPV Benefit 1 = PV benefit tahun ke 0 +.....................+ PV benefit tahun ke 10
= -Rp.1.064.064.286,- +..........................+ Rp. 659.775.953,6
= Rp. 11.088.843.277,= Rp. 11.088.843.277,- > 0 (Layak)
NPV Benefit 2= PV benefit tahun ke 0 +.....................+ PV benefit tahun ke 10
= -Rp.1.064.064.286,- + .........................+ Rp. 553.608.200,2
= Rp. 10.176.240.624,NPV Revenue = PV Revenue tahun ke 0 +.....................+ PV Revenue tahun ke 10
= Rp. 0,- + ...............................................+ Rp. 1.843.104.625,= Rp. 33.949.524.861,NPV Cost

= PV Cost tahun ke 0 +.....................+ PV Costtahun ke 10


= Rp.1.064.064.286 + ........................+ Rp. 1.183.328.672,= Rp. 22.860.681.584,-

2. Internal Rate Return (IRR)


(21)

IRR

= (DF1-NPV Benefit 1) x ( 2 1)

IRR

= (13 - Rp. 11.088.843.277,-) x (.10.176.240.624Rp.11.088.843.277)

IRR

= 24,30%

(1513)

= 24,30% > 13% > 8% (Layak)


3. Revenue/Cost Ratio (R/C)
R/C

= NPV Revenue/NPV Cost


= Rp. 33.949.524.861,- / Rp. 22.860.681.584,= 1,49
= 1,49 > 1 (Layak)

4. Benefit/Cost Ratio (B/C)


B/C

= NPV Benefit 1 / NPV Cost


= 11.088.843.277,- / Rp. 22.860.681.584,= 0,49
= 0,49 > 0 (Layak)

5. Break Event Point (BEP)


Diketahui

: Nilai tengah Harga Jual


Biaya Variabel/unit

: Rp. 1.600.000,: Total Biaya Variabel / Jumlah Unit Ternak


: Rp.3.692.489.335,- / 3600
: Rp. 1.025.691,48

BEP dalam Produk


=
=



Rp. 324.399.585,70

. 1.600.000 Rp. 1.025.691,48

= 564,85 565
= 565 < 3600 ekor (Layak)
BEP dalam Rupiah
=



1

Rp. 324.399.585,70

Rp. 1.025.691,48
. 1.600.000

= . 903.763.954,
= . 903.763.954, < Rp. 6.256.542.857,- (Layak)
6. Pay Back Period (PBP)

=+

=1+

PBP

= 0,47 tahun / 6 bulan / 2 periode penggemukan

. 1.064.064.286 . 1.981.994.634
. 3.735.972.187 . 1.981.994.634

LAMPIRAN IV
Analisis Sensitifitas
Analisis Sensitifitas Jika Terjadi Kenaikan Bahan Baku Sebesar 10%
Tahun Ke
Cash Flow

10

Kambing 12 bulan

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

1552200000

Kambing 16 bulan

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

4537200000

Kotoran

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

167142857.1

Total In flow

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

6256542857

1064064286

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

356839544.3

Biaya Variabel

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

4061738268

Total Out Flow

1064064286

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

4418577813

Selisih/benefit

-1064064286

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

1837965045

in flow

Out Flow
Investasi
Biaya Tetap

Discount Factor 13%


13%

0.884955752

0.783146683

0.693050162

0.613318728

0.542759936

0.480318527

0.425060644

0.376159862

0.332884833

0.294588348

PV Revenue

5536763590

4899790788

4336098042

3837254905

3395800801

3005133452

2659410134

2353460296

2082708227

1843104625

PV Cost

1064064286

3910245852

3460394559

3062296070

2709996522

2398227011

2122324788

1878163529

1662091619

1470877539

1301661539

PV Benefit

-1064064286

1626517739

1439396229

1273801972

1127258383

997573790

882808663.7

781246605.1

691368677

611830687.6

541443086.4

0.869565217

0.756143667

0.657516232

0.571753246

0.497176735

0.432327596

0.37593704

0.326901774

0.284262412

0.247184706

-1064064286

1598230474

1389765629

1208491851

1050862480

913793460.5

794603009.1

690959138.4

600834033.4

522464376.8

454316849.4

8128603381

8819972058

9431802746

9973245832

Discount Factor 15%


15%
PV Benefit

Nilai Kumulatif Benefit/tahun Berdasarkan Discount Factor 13%


Kumulatif

1064064286

1626517739

3065913967

4339715940

5466974323

6464548113

7347356776

1. Net Present Value (NPV)


NPV Benefit 1 = Rp. 8.909.181.547,NPV Benefit 2= Rp.8.160.257.016,NPV Revenue = Rp. 33.949.524.861,NPV Cost

= Rp.25.040.343.314,-

2. Internal Rate Return (IRR)


(1513)

IRR

= (13 - Rp. 8.909.181.547,-) x (Rp.8.160.257.016,Rp.8.909.181.547,)

IRR

= 23,79 % > 13% > 8% (Layak)

3. Revenue/Cost Ratio (R/C)


R/C

= Rp. 33.949.524.861,-/ Rp.25.040.343.314,= 1,36 > 1 (Layak)

4. Benefit/Cost Ratio (B/C)


B/C

= Rp. 8.909.181.547,- / Rp.25.040.343.314,= 0,36 > 0 (Layak)

5. Pay Back Period (PBP)


. 1.064.064.286 . 1.626.517.739
. 3.065.913.967 . 1.626.517.739

=1+

PBP

= 0,61 tahun / 8 bulan / 2 periode penggemukan

Analisis Sensitifitas Jika Terjadi Penurunan Produksi Sebesar 10%


Tahun Ke
Cash Flow

10

Kambing 12 bulan

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

1396980000

Kambing 16 bulan

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

4083480000

Kotoran

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

150428571.4

Total In flow

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

5630888571

1064064286

Biaya Tetap

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

324399585.7

Biaya Variabel

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

3692489335

Total Out Flow

1064064286

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

4016888920

Selisih/benefit

-1064064286

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

1613999651

in flow

Out Flow
Investasi

Discount Factor 13%


13%

0.884955752

0.783146683

0.693050162

0.613318728

0.542759936

0.480318527

0.425060644

0.376159862

0.332884833

0.294588348

PV Revenue

4983087231

4409811709

3902488238

3453529414

3056220721

2704620107

2393469121

2118114266

1874437404

1658794163

PV Cost

1064064286

3554768956

3145813236

2783905518

2463633202

2180206373

1929386171

1707421390

1510992381

1337161399

1183328672

PV Benefit

-1064064286

1428318275

1263998474

1118582720

989896212.4

876014347.3

775233935.6

686047730.6

607121885.5

537276004.9

475465491.1

Discount Factor 15%


15%
PV Benefit

0.869565217

0.756143667

0.657516232

0.571753246

0.497176735

0.432327596

0.37593704

0.326901774

0.284262412

0.247184706

-1064064286

1403477957

1220415615

1061230970

922809538.8

802443077.2

697776588.9

606762251.2

527619348.9

458799433.8

398956029.4

7138091695

7745213580

8282489585

8757955076

Nilai Kumulatif Benefit/tahun Berdasarkan Discount Factor 13%


Kumulatif

1064064286

1428318275

2692316749

3810899469

4800795681

5676810028

6452043964

1. Net Present Value (NPV)


NPV Benefit 1 = Rp. 7.693.890.790,NPV Benefit 2= Rp. 7.036.226.525,NPV Revenue = Rp. 30.554.572.375,NPV Cost

= Rp. 22.860.681.584,-

2. Internal Rate Return (IRR)


(1513)

IRR

= (13 - Rp. 7.693.890.790,-) x (Rp.7.036.226.525,Rp.7.693.890.790,)

IRR

= 23,39 % > 13% > 8% (Layak)

3. Revenue/Cost Ratio (R/C)


R/C

= Rp. 30.554.572.375,-/ Rp. 22.860.681.584,= 1,34 > 1 (Layak)

4. Benefit/Cost Ratio (B/C)


B/C

= Rp. 7.036.226.525,-/ Rp. 22.860.681.584,= 0,34 > 0 (Layak)

5. Pay Back Period (PBP)


. 1.064.064.286 . 1.428.318.275
. 2.692.316.749 . 1.428.318.275

=1+

PBP

= 0,71 tahun / 9 bulan / 2 periode penggemukan

BUSINESS PLAN
FEDLOT KAMBING

PT. SURYA PAGI INDONESIA


JL. RAYA BATURRADEN, PANDAK, BATURRADEN, BANYUMAS, JAWA
TENGAH