Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH

INTERPRETASI FOTO UDARA

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Penginderaan Jauh


yang dibina oleh Drs. Rudi Hartono, M.Si.

Oleh:
Inka Rizky Safantha
109821417281/A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
Oktober 2011

Praktikum ini telah diperiksa oleh

Malang, Desember 2011


Pembimbing Mata Kuliah

Drs. Rudi Hartono, M.Si.

A. Landasan Teori
Citra penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi citra foto dan citra non
foto. Citra foto secara umum disebut foto udara; sedangkan cita non foto biasanya
diklasifikasikan berdasar spectrum yang digunakan (gelombang mikro dan termal
dan atau wahana yang digunakan (Citra Satelit).
Ada beberapa dasar klasifikasi citra foto, antara lain diklasifikasikan
berdasarkan panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan pada waktu
pemotretan. Tujuan dari klasifikasi tersebut adalah untuk memudahkan
memahami karakteristik obyek muka bumi yang terekam oleh suatu jenis citra
foto tertentu. Atau dengan kata lain, dengan menggunakan panjang geombang
tertentu akan diperoleh suatu citra foto yang mempunyai karakteristik khusus.
Citra foto memungkinkan untuk diamati secara tiga dimensional dengan
menggunakan alat stereoskopik cermin maupun stereoskop saku. Sepasang citra
dapat diamati secara tiga dimensional apabila terdapat tampalan, dan pada daerah
yang bertampalan tersebut terdapat beda paralaks. Menggunakan alat stereoskop
cermin sangat membantu untuk interprestasi obyek pada foto udara yang
bertampalan. Dengan penggunaan secara tiga dimensional penafsir akan lebih
mudah menentukan perbedaan tinggi antar obyek pada suatu daerah. Sehingga
obyek yang menonjol, misalnya pegunungan, perbukitan, dll. Akan lebih mudah
dibedakan dengan obyek yang tidak menonjol, misalnya : dataran, lembah/sungai,
dan lain-lain.
Benda yang tergambar pada foto udara dapat dikenali pada ciri yang
terekam oleh kamera, antara lain adalah ciri spasial, ciri temporal dan ciri spektral.
Ciri spasial adalah ciri yang berkaitan dengan ruang atau yang disebut dengan
unsur interpretasi, meliputi: warna, bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs,
dan asosiasi.
1. Warna atau Rona
Objek yang berbeda mempunyai warna yang berbeda pula. Objek yang
tergenang air mempunyai warna yang berbeda dengan warna genteng
perumahan. Rona adalah tingkat kehitaman atau keabuan suatu gambar objek
pada foto udara.
2. Bentuk

Ciri ini dapat membantu untuk mengenali beberapa objek. Contoh: rumah
mukim dalam citra dikenali dengan bentuk persegi panjang, dll.
3. Ukuran
Baik ukuran relatif maupun ukuran mutlak adalah penting. Contoh: untuk
membedakan antara jalan setapak dengan jalan raya, ukuran sangat penting
digunakan.
4. Pola
Pola berkaitan dengan susunan keruangan objek. Contoh: susunan ruang
antara pohon pada kebun ketela dibanding pada tumbuhan yang tumbuh alami
terdapat perbedaan dengan pola.
5. Bayangan
Suatu objek yang memiliki ketingian tertentu pasti akan menampakkan
bayangan, contohnya adalah gedung.
6. Tekstur
Tekstur merupakan frekuensi perubahan warna dalam foto udara atau halus
kasarnya gambar yang nampak pada foto udara.
7. Situs
Suatu kenampakan yang dapat disimpulkan karena adanya indikator yang
menunjukkan letak. Misalnya: sebuah kenampakan yang terletak di tepi rel
kereta api dan mempunyai rel dengan kereta api, maka bangunan tersebut
merupakan stasiun.
8. Asosiasi
Setiap jenis objek memilki ciri-ciri tertentu. Hutan hujan tropis memilki
asosiasi lebat, pemukiman kota berasosiasi padat, dan jalan raya berasosiasi
banyak kendaraan.
Karakteristik spektral berhubungan dengan spektrum, contohnya objek
yang menyerap cahaya akan lebih gelap, sedangkan yang memantulkan cahaya
akan lebih terang. Kenampakan objek dipengaruhi oleh waktu, letak, dan
kekasaran objek. Karakteristik temporal berhubungan dengan periode perekaman
bahwa foto udara atau citra didapat tidak hanya dari satu proses perekaman, tetapi
berkali-kali.
B. Alat dan Bahan
1. Foto udara (pankromatik hitam putih)
2. Plastik transparan
3. Spidol permanen
4. Penggaris
C. Cara Kerja
1. Siapkan foto udara yang telah diletakkan di bawah plastik transparan.
2. Membuat titik tengah.

3. Gambar atau tandai objek pada plastik transparan setiap objek yang
diinterpretasi.
4. Kemudian amati karakteristik obyek muka bumi yang terekam dalam foto
udara. Bandingkan kemudahan dalam pengenalan, dan kejelasan maupun
kerincian obyek pada foto udara yang ada.
5. Kenali obyek pada foto udara pankromatik hitam putih. Dasar yang
digunakan untuk melakukan interpretasi adalah unsur-unsur interpretasi,
gunakan tabel interprestasi untuk menafsirkan obyek yang dikaji tersebut.
D. Hasil dan Pembahasan
Data Interpretasi
Jenis citra
: Foto udara pankromatik hitam putih
Skala
: 1: 20.000
Daerah
: Paciran
a. Hasil
Hasil Deliniasi Objek

Terlampir

b. Pembahasan
1. Objek nomor 1
Objek nomor 1 mempunyai rona yang terang dan tekstur yang halus. Bentuk
yang memanjang dengan pola yang berkelok-kelok memperjelas
kenampakan objek. Ukuran lebarnya sekitar 100 m sehingga termasuk
sungai yang besar. Situsnya berada di kawasan pertanian dan permukiman
serta dataran rendah. Hal ini terlihat dari polanya yang berkelok-kelok.
Asosiasinya dicirikan adanya jembatan yang melintas. Jadi dapat
disimpulkan bahwa objek ini adalah sungai.
2. Objek nomor 2
Objek nomor 2 mempunyai rona yang gelap dan terang dan tekstur yang
halus. Bentuk yang persegi dan persegi panjang dengan pola yang tidak
teratur. Ukuran rumah rata-rata adalah 30 m2. Di objek ini terlihat tidak ada
bayangan. Situsnya berdekatan dengan jalan dan asosiasinya adalah jalan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa objek ini adalah pemukiman.
3. Objek nomor 3
Objek nomor 3 mempunyai rona yang terang dan tekstur yang halus. Bentuk
yang berpetak-petak dengan pola yang tidak teratur. Terlihat tidak ada
bayangan yang ditunjukkan oleh objek. Situsnya adalah dekat salauran
irigasi atau sungai. Sedangkan asosiasinya adalah saluran irigasi. Jadi dapat
disimpulkan bahwa objek ini adalah sawah siap panen.
4. Objek nomor 4
Objek nomor 4 mempunyai rona yang agak terang dan tekstur yang halus.
Bentuknya seperti bulan sabit yakni melengkung. Di objek ini terlihat tidak
bayangan. Situsnya berada di sisi sungai bagian kelokan. Sedangkan
asosiasinya adalah sungai. Jadi dapat disimpulkan bahwa objek ini adalah
meander.

5. Objek nomor 5
Objek nomor 5 mempunyai rona yang terang. Tekstur objek ini adalah
halus. Ukuran lebarnya sangat kecil. Objek ini mempunyai bentuk yang
memanjang dan pola yang bercabang. Tidak ada bayangan yang terlihat
pada objek ini. Situsnya berada di dekat sungai dan dekat sawah.
Sedangkan asosiasinya adalah sungai. Jadi dapat disimpulkan bahwa objek
ini adalah anak sungai.
6. Objek nomor 6
Objek nomor 6 mempunyai rona yang terang. Bentuknya memanjang
namun tidak begitu teratur. Tidaka ada bayangan yang terlihat di objek ini.
Objek ini bertekstur halus dengan lebar kira-kira 8 m. Situsnya adalah
dekat dengan pemukiman. Sedangkan asosiasinya adalah pemukiman. Jadi
dapat disimpulkan bahwa objek ini adalah jalan.
E. Kesimpulan
Kenampakan suatu objek di muka bumi dapat diidentifikasi menggunakan
foto udara dengan menginterpretasi berdasarkan delapan unsur interpretasi yaitu
rona, bentuk, ukuran, tekstur, pola, bayangan, situs, dan asoiasi. Di daerah Paciran
dengan foto udara pankromatik hitam putih dapat ditemukan 6 obyek yang dapat
diinterpretasi, yaitu sungai, pemukiman, sawah, meander, anak sungai, dan jalan.

DAFTAR RUJUKAN

Arnold, Caroline.2003.Geografi, Aktivitas untuk Menjelajah, Memetakan dan


Menikmati Duniamu._:Pakar Raya.
Hartono, Rudi.2002.Interpretasi Foto Udara.Malang:UM Press.
Liilesand,
Kiefer.1990.Penginderaan
Jauh
dan
Interpretasi
Citra.Diterjemahkan oleh Dulbahri dan dkk. Yogyakarta:Gadjah Mada
University Press.