Anda di halaman 1dari 12

Lingkungan mikro adalah lingkungan yang

sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi


langsung dengan konsumen. Lingkungan mikro akan
mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen
tertentu secara langsung. Keluarga yang tinggal dengan
konsumen adalah lingkungan mikro.

Lingkungan sosial mikro adalah interkasi sosial langsung


diantara kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil, secara
sebuah keluarga dan kelompok-kelompok referensi. Interaksi
sosial langsung ini dapat memiliki pengaruh yang kuat pada
pengetahuan dan perasaan konsumen tentang produk, toko, atau
iklan dan pada perilaku pengkonsumsian mereka. Yang termasuk
dalam lingkungan sosial mikro ini adalah keluarga dan kelompok
referensi.

Keluarga merupakan dua orang atau lebih yang dikaitkan oleh


hubungan darah, perkawinan, atau pengadopsiam yang tinggal
bersama-sama atau terpisah. Pemasar juga menganalisis
keluarga sebagai unit terkecil dalam strategi pemasaran.
Keluarga biasanya tinggal didalam sebuah rumah secara
bersama dan disebut rumah tangga. Dalam hal ini rumah
tangga terbagi menjadi dua yaitu:
1.rumah tangga bukan keluarga (orang yang tidak memilki
ikatan / hubungan dan tinggal bersama)
2.rumah tangga keluarga (orang yang memilki ikatan hubungan
dan tinggl bersama)
Selain itu, keluarga terbagi menjadi dua yaItu:
1.keluarga inti ( orang tua dan anaknya)
2.keluarga luas (keluarga inti ditambah dengan keluarga lain
atau saudara lain ).

Kelompok Referensi (Reference Group) atau Kelompok Rujukan atau


Kelompok Acuan merupakan sekelompok orang yang dianggap memiliki pengaruh
evaluasi, aspirasi, bahkan perilaku terhadap orang lain secara langsung ataupun tidak
langsung, dan dianggap sebagai pembandingan bagi seseorang dalam membentuk nilai
dan sikap umum/khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.

a. Pengaruh informasional (Informational influence) terjadi ketika seorang individu


menggunakan perilaku dan pendapat anggota KR sebagai sumbangan informasi yang
sangat berguna.
b. Pengaruh normatif (normative influence), kadang-kadang merujuk pada pengaruh
utilitarian (utilitarian influence), terjadi ketika individu memenuhi ekspektasi
kelompok untuk mendapat reward langsung untuk menghindari sanksi.
c. Pengaruh Identifikasi (Identification influence), juga disebut value-expressive
influence, terjadi ketika individu telah mengalami internalisasi nilai dan norma grup.

Jadi pada dasarnya keluarga dan kelompok referensi ini


memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan sikap
konsumen dan keputusan pembelian. Seperti halnya pada salah satu
studi kasus berikut.
Studi perilaku konsumen atau pembeli sepatu Nike di kota
Jakarta serta menganalisis daya saing sepatu impor atas dasar nilai
sikap kepercayaan konsumen terhadap sepatu. Dari studi kasus ini
didapatkan hasil bahwa lingkungan sosial konsumen berpengaruh
positif terhadap sikap konsumen, dimana konsumen sepatu Nike ini
kebanyakan telah mempercayai kualitas dari sepatu Nike tersebut dari
iklan dengan bintang iklan selebriti atau bintang olahraga terkenal.
Selain itu para orang tua juga banyak mendukung keputusan sang anak
yang ingin membeli sepatu Nike karena sudah tahu bagaimana kualitas
dari sepatu Nike tersebut.