Anda di halaman 1dari 22

BAB III

TINJAUAN KASUS
I.

PENGKAJIAN
1. Identitas
a) Identitas Klien
Nama

: Tn. A

Umur

: 61 tahun

Jenis Kelamin

: laki- laki

Agama

: Islam

Pendidikan Terakhir

: SD

Pekerjaan

: Buruh

Suku /Bangsa

: Sunda/ Indonesia

Status Marital

: Menikah

Tanggal Masuk RS

: 3 Januari 2007

Tanggal Pengkajian

: 15 Januari 2007

No. Medrec

: 0000570853

Ruangan

: RC II

Diagnosa Medis

: Ileus Obstuktif dan C.A Recti


( post op dari RS Al-Ihsan )
Tanggal Operasi 3 Desember 2006

Alamat
b)

: Jl. Cipaku RT 02/04 Ds. Tarajusari, Banjaran

Identitas Penanggung Jawab


Nama

: Ny. E

Umur

: 30 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Hub. Dengan Klien

: Anak

Alamat

: Jl. Cipaku RT 02/04 Ds. Tarajusari, Banjaran

2.

Riwayat Klien
Keluhan Utama
Nyeri pada bagian anus
b.

Keluhan Saat Dikaji

Pada saat pengkajian pada tanggal 15 Januari tahun 2007, klien mengeluh nyeri
pada bagian anusnya, neri dirasakan hanya pada bagian sekitar anusnya. Nyeri dirasakan
seperti di tusuk- tusuk. Skala nyeri berkurang menjadi 3 dari (0-5). Nyeri dirasakan
bertambah apabila klien bergerak atau bergeser sedikit, dan nyeri dirasakan berkurang
apabila klien istirahat dan diberi obat.
c.

Riwayat Kesehatan Dahulu

Menurut penuturan klien dan keluarga. Klien sangat menyukai makanan yang
pedas dan sebelumnya klien sering mengalami konstipasi, dan juga feses yang di
keluarkan kecil-kecil. Klien juga mengatakan bahwa benjolan yang ada pada anusnya
terlihat kecil, klien mengira benjolan kecil di anusnya itu hanya hemoroid. Klien
mengatakan bahwa tidak merasakan nyeri, klien juga mengatakan bahwa benjolan kecil
yang berada di anusnya pasti akan menghilang dengan sendirinya. Klien pernah dirawat
dan dioperasi hemoroid di rumah sakit Al- Ihsan Bandung satu tahun yang lalu.
d.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Menurut klien dan keluarga, di keluarganya tidak ada yang mempunyai tanda dan
gejala seperti klien saat ini. Dan menurut klien dikeluarganya tidak ada yang mempunyai
penyakit keturunan seperti hipertensi, Diabetes Melitus, dan penyakit Jantung. Klien juga
mengatakan bahwa dikeluarganya tidak ada yan mempunyai penyakit menular seperti
TBC.
Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum
Kesadaran

: Compos Mentis

Penampilan : klien terlihat kusam


Tanda- tanda vital
Tekanan Darah

: 120/70 mmHg
2

Nadi

: 80x/ menit

Respirasi

: 36.5 C

Suhu
2)

: 20x/ menit

Sistem pernafasan

Bentuk hidung simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada deviasi
septum, tidak ada nyeri tekan pada saat palpasi sinus frontalis dan maksilaris, trakea
simetris, trakea terletak ditengah, pergerakan dada simetris, tidak ada retraksi
interkostalis, tidak ada penggunaan otot interkostalis interna, pengembangan paru
simetris, vocal premitus simetris pada kedua lobus, suara pernafasan broncotkheal pada
trakea, frekuensi nafas 20x / menit.
3)

Sistem Kardiovaskuler

Palpebra conjungtiva tidak pucat, tidak ada peningkatan JVP, arteri karotis teraba,
iktus cordis pada ICS 5 tidak terlihat, terdengar suara jantung murni pada katup aortik,
pulmonik, semilinar dan mitral.
4)

Sistem Pencernaan

Bibir simetris, tekstur bibir lembut, tidak ada stomatitis, jumlah gigi 30, tidak
caries, lidah simetris, tak ada pembengkakan, lidah dapat digerakan tanpa nyeri, klien
dapat membedaka sensasi rasa, mukosa merah muda, tidak ada pembesaran tonsil, uvula
dapat bergerak dengan bebas, klien mampu mengunyah dan menelan. Abdomen
bentuknya datar, tidak ada lesi, terdapat colostomy, bising usus 9x / menit, tidak ada
pembesaran hepar, ginjal tidak teraba, klien mengeluh tidak enak pada perutnya (mual),
dan tidak ada nafsu
Antropometri
Berat badan sebelum sakit

: 65 Kg

Berat badan saat sakit

: 60 Kg

Tinggi Badan

: 168 cm

Lingkar Lengan Atas Kanan : 28 cm


Lingkar Lengan Atas Kiri

5)

: 27 cm

Sistem Endokrin
3

Wajah klien tidak terdapat moon face, tidak ada pembesaran rahang, klien dapat
mengerutkan dahi, dan dapat melihat kebawah dengan diikuti palpebra, dapat melirik ke
kiri dan kanan, tidak ada tremot ketika klien di seruh menutup mata, tidak ada penonjolan
bulbuli okuli, leher simetris, warna leher sama dengan kulit sekitar,trakea simetris, tidak
ada pembesaran trakea
6)

Sistem Perkemihan

Klien terpasang kateter, ginjal tidak teraba, tidak ditemukan bunyi bruit pada area
arteri renalis kiri dan kanan
7)

Sistem Muskuloskeletal

Tingkat aktivitas : aktivitas klien dibantu oleh keluarganya.


Ekstremitas atas :
Bentuk dan ukuran simetris, tidak terpasang infus. Pada tangan kiri terlihat adanya
pembengkakan atau plebitis bekas infusan. Kekuatan (-), tidak ada massa, tidak cianosis,
LILA 27 cm pada tangan kiri dan 28 cm pada tangan kanan , akral hangat, tidak ada
edema. CRT 2 detik, kekuatan otot 3/3 ROM dapat dilakukan tanpa nyeri.
Ekstremitas bawah :
Bentuk dan ukuran simetris, ada pitting Edema, akral hangat, tidak cianosis, CRT
2 detik. Kekuatan oto 5 I 5 ROM dapat dilakukan tanpa adanya nyeri.
8)
Kesadaran

Sistem Persyarafan

: compos mentis, klien dapat berorientasi terhadap tempat, waktu dan


orang.

GCS

: klien dapat membuka mata secara spontan, klien dapat menjawab


pertanyaan perawat tanpa diulang- ulang, dan dapat mengikuti perintah
dengan baik.

Tes fungsi nervus cranial :


Nervus olfaktorius

: klien mampu mengenali dan

membedakan baubauan
Nervus optikus

: klien mampu melihat dengan baik

tanpa kacamata, dan

klien mampu membaca papan nama perawat dengan


jarak 30 cm, lapang pandang baik.

Nervus Okulamotoris : pupil isokor, pupil mengecil ketika diberi cahaya.


Mata klien dapat bergerak ke segala arah.

Nervus Toklearis

: mata klien dapat mengikuti telunjuk perawat tanpa ada


tahanan

Nervus Abdusen

: klien dapat melirik kekiri dan ke kanan tanpa


menggerakan kepala.

Nervus Trigeminus

: klien dapat membedakan halus dan kasar ketika diusapkan


pilinan kapas ke kelopak mata. Klien dapat

mengunyah

dengan baik.

Nervus Fasialis

: klien dapat membedakan rasa asam, asin dan manis, klien


dapat menggerakan area wajah, klien dapat

menelan klien

dapat mengerutkan dahi.

Nervus Akustikus

: klien dapat mendengar kata- kata

dalam jarak 1 meter.

Nervus Glosofaringeus: klien dapat merasakan rasa pahit,


repleks mutah baik,

dan klien dapat menelan.

Nervus vagus

: klien dapat menelan

Nervus Asesorius

: klien dapat menggerakan leher ke

segala arah tanpa ada

Nervus Hipoglosus

rasa nyeri
: klien dapat menggerakan lidahnya

ke segala arah
9)

Sistem Integumen

Rambut hitam, penyebaran merata, kulit kepala kotor, rambut lengket. Kulit sawo
matang, kulit lengket tidak ada lesi, tekstur lembut, tidak ada massa. Turgor kulit baik
tidak ada tanda- tanda dehidrasi, CRT 2-3 detik, tidak ada lesi, tidak ada dekubitus, ada
plebitis di sebelah tangan kiri. Kuku warna merah muda, kuku panjang dan kotor,
clubbing finger (-)
10)

Sistem Penglihatan
5

Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, klien dapat


membaca pada jarak 30 cm, pergerakan bola mata teratur, dan mata dapat digerakan
kesegala arah, repleks pupil (+).

11) Sistem Pendengaran


Klien mampu mendengar dengan baik, telinga luar simetris, tak ada
nyeri tekan. Serumen (+), telingan elastis.
f. Pola Aktivitas Sehari- hari
N
o

Pola Aktivitas

Sebelum Sakit

Sesudah Sakit

Nutrisi
Makan

Frekuensi

3 kali sehari

3 kali sehari, habis porsi

Jenis

Nasi, lauk pauk,

Nasi, lauk pauk, sayur

Pantangan

sayur

Tidak ada

Masalah

Tidak ada

Klien mengeluh mual

Minum

Tidak ada

Frekuensi

9-10 gelas perhari

Jenis

8-9 gelas perhari

Air putih

Masalah

Air putih, air teh

Tidak ada

Tidak ada
2

Eliminasi
a. BAB
Frekuensi

1 kali perhari

3x sehari atau tergantung


frekunsi makannya

Konsistensi

Keras, tidak lembek

Lembek, kadang cair

Masalah

Konstipasi, feses

Klien BAB pada kantong

keras dan bentuknya

kolostomi

kecil- kecil
6

Bau

Bau khas feses

Khas bau feses

Frekuensi

4-5 kali perhari

4-5 kali perhari

Warna

Kuning jernih

Kuning jernih

Masalah

Tidak ada

Tidak ada

Tidur siang

Tidak pernah

2-3 jam

Tidur malam

6-7 jam

4-5 jam

Masalah

Tidak ada

Kliem mengeluh susah tidur

BAK

Istirahat Tidur
3 -

pada malam hari


Personal Hygiene

Mandi

2 x/ hari dengan

1x/ hari di seka

Gosok Gigi

sabun

1x/ hari

Keramas

2x / hari dengan

Belum di keramas

Gunting Kuku

pasta

Belum di gunting kuku

Masalah

3x/ minggu dengan

Klien mengeluh kepanasan

sampo
1x/ minggu
Pola Aktivitas
5

Tidak ada
Klien dapat

Dalam beraktivitas, klien

beraktivitas secara

dibantu oleh keluarganya

mandiri tanpa adanya dan perawat setempat.


bantuan dari
siapapun

g. Data Psikologis
1) Penampilan

: klien tampak lemah

2) Status Emosi

: klien merasa cemas, karna klien sudah

megeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakitnya.


3) Konsep Diri
7

Body Image
klien mengatakan bahwa klien menyukai setiap bagian
tubuhnya, klien mengatakan tidak ada yang istimewa pada
tubuhnya.

Harga Diri
Klien mengtakan menerima semua kekurangan yang ada pada
dirinya dan klien tidak merasa rendah diri dan malu dengan
keadaannya sekarang

Ideal Diri
Ingin ingin segera sembuh dan pulang kerumah, klien berharap
tubuhnya akan kembali sehat dan dapat melakukan tugasnya
sebagai seorang ayah, suami dan kepala keluarga.

Peran
Klien tidak dapat melakukan perannya sebagai ayah, suami dan
kepala keluarga dengan baik

Identitas Diri
Klien adalah seorang ayah, suami dan kepala keluarga.
4) Gaya Komunikasi
Klien dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat dimengerti,
klien berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sunda. Klien
mampu bersikap terbuka dalam menjawab pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh perawat.
5) Pola Interaksi
Klien mampu berinterksi baik, baik itu dengan perawat, keluarga,
dan pasien lainnya. Klien mampu mengekspresikan perasaannya
pada perawat dan keluarga.
6) Pola Koping
Dalam menyelesaikan masalah klien biasanya berbicara kepada
istri, dan anak- anaknya.

h. Data Sosial
1). Pendidikan dan Pelajaran
2). Pendidikan klien adalah SD, dan klien bekerja sebagai buruh
serabutan
3). Hubungan Sosial
4). Klien memiliki hubungn yang baik dengan tetangga dan masyarakat
sekitarnya.
5). Faktor Sosiokultural
6). Klien berasal dari suku sunda sehingga budayanya pun sama
denganorang sunda lainnya.
7). Gaya Hidup
8). Gaya hidup klien terlihat sederhana dari penampilannya, klien
merokok dan sangat menyukai makanan yang pedas- pedas, klien
jarang berolahraga. Kebiasaan gaya hidup klien mempengaruhi
kanker recti.
i. Data Spiritual
Klien merasa yakin penyakitnya akan sembuh, seelum sakit klien rajin
melakukan sholat lima waktu, tapi semenjak klien dirawat di rumah sakit
klien jarang melakukan sholat lima waktu, dengan alasan klien merasa
tidak bersih dan badannya merasa lemah.
j. Data Penunjang
1)

Pemeriksaan Laboratorium
Hematologi

Hasil

Normal

Satuan

Hemoglobi

10,3

13-18

gr/dl

15.400

4.000 -10.000

mm

Hematokrit

32

40-52

Trombosit

157.000

150.000 -

mm

n
Leukosit

400.000

2)

Kimia Klinik

Hasil

Normal

Satuan

SGOT
SGPT
Ureum
Creatinin
Glukosa Sewaktu
Na
K

26
10
17
0,66
119
131
3.4

26-37
10-40
15-50
0.7-1.2
140
135-145
3.6-5.5

U/L 37 C
U/L 37 C
mg/dL
mg/dL
mg/dL
mEg/L
mEg/L

Analisa
PH arteri
PCO2 arteri
PO2 arteri
HCO arteri
CO2 arteri
Base excess arteri
Saturasi O2 arteri

Hasil
7,496
32.8
93.6
24.4
25.4
2.5
97.3

Normal
7.35-7.45
35-48
80-100
22-26
22-29
-2 s/d +3
95-98

Satuan
mmHg
mmHg
mmHg
mEq/L
mmHg
mEq/L
%

Pemeriksaan Radiologi
Foto Thorax

3)

Therapy
Antibiotik :

- Cefotaxin 2 X 1 gram
- Ranitidin 1 ampul
- Heminidorok 1 X 100 g/u
- Kenopain 2 X 30g /u

10

k. Analisa Data
No

Data Senjang

1.

Ds :
-

Klien mengeluh
nyeri pada anus
Do :

Klien terlihat meringis

Skala nyeri 3 (0-5)

Terdapat tumor pada


bagian anus.

2.

Ds :
- Klien mengeluh mual
Do :
-

Porsi makan hanya


habis porsi

Klien tampak lemah

Penyebab
Adanya Tumor pada anus

Merangsang reseptor nyeri


untuk merangsang
neurotransmitter
mengeluarkan histamin,
bradikinin, prostaglandin, dan
serotinin

Dorsal horn di spinal cord

Serabut syaraf delta A tipe C

Subctansia gelatinosa

Corteks Cerebri

Nyeri dipersepsikan

Masalah
Gangguan rasa nyaman
nyeri berhubungan dengan
adanya tumor pada anus

Akumulasi isi usus, cairan dan Gangguan pemenuhan


gas terjadi di daerah diatas
nutrisi dari kebutuhan
usus yang mengalami
obstruksi
sehubungan dengan mual

Distensi dan retensi cairan


mengurangi absorpsi cairan

11

Wajah klien terlihat


pucat

3.

Refluks dari usus ke lambung

Merangsang lebih banyak


sekresi lambung

Merangsang nervus vagus

Mual

Ds :
-

Gangguan pemenuhan

Klien mengeluh tidak


dapat tidur pada malam
hari

Adanya nyeri

Merangsang RAS

istirahat dan tidur


berhubungan dengan nyeri

Klien terjaga

Do :
-

Klien terlihat lemas

Wajah klien terlihat

Kebutuhan tidur klien


terganggu

sayu
TD :
90/70 mmHg
4.

Ds :

Gangguan rasa aman

- Klien

mengeluh

cemas dan ingin cepat


pulang
Do :
- Klien terlihat cemas

Kurangnya pengetahuan
tentang penyakitnya

Stessor dari lingkungan

Kurangnya dukungan

cemas berhubungan
dengan kurangnya
pengetahuan tentang
penyakitnya

keluarga pada klien

Klien merasa cemas

5.

Ds :
-

Klien tidak mengerti

Kurang pengetahuan
Adanya kolostomi

berhubungan pendidikan
12

tentang perawatan
kolostomi
Klien terlihat
bingung
-

kesehatan tentang
perawatan kolostomi

Kurangnya informasi tentang

Do :
-

Masalah baru bagi klien

Klien tidak mengerti

perawatan kolostomi

Kurangnya pengetahuan

tentang prosedur
perawatan
kolostomi
3. Diagnosa Keperawatan menurut Prioritas
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya tumor pada
anus
b. Gangguan pemenuhan nutrisi dari kebutuhan sehubungan dengan mual
c. Gangguan pemenuhan istirahat dan tidur berhubungan dengan nyeri
d. Gangguan rasa aman berhubungan dengan cemas
e.

Kurang pengetahuan berhubungan pendidikan kesehatan tentang


perawatan kolostomi

13

4. Perencanaan keperawatan

no

Diagnosa

Tujuan

Intervensi

Rasional

keperawatan
1.

Gangguan rasa

Tupan :

nyaman nyeri

Nyeri hilang

berhubungan dengan

Tupen :

adanya tumor pada

Rasa nyeri berkurang

gerakan secara tiba tiba pada bagian

reseptor nyeri kepusat syaraf

anus

Kriteria :

yang nyeri

sehingga nyeri dipersepsikan.

Ds :

Klien

Do :
-

Klien terlihat

Anjurkan untuk tidak melakukan

- Dengan nafas dalam nyeri akan


-

Klien tidak

Anjurkan untuk menarik nafas dalam

Skala nyeri

meringis

berkurang menjadi

Skala nyeri 3 (0-

3 (0-5)

dirasakan sedikit berkurang.

apabila nyeri dirasakan

meringis
-

- stimulus nyeri akan merangsang

Klien tidak
lagi

- TTV merupakan indikator utama


adanya perubahan pada klien

mengeluh nyeri

mengeluh
nyeri pada anus

Observasi TTV setiap 4 jam sekali

- Dengan lingkungan yang nyaman


-

Ciptakan suasana lingkungan yang

dan kondusif akan memudahakan

nyaman dan kondusif

klien untuk beristirahat sehingga


persepsi nyeri dapat berkurang

5)
-

Terdapat tumor
pada bagian

Kolaborasi dengan dokter untuk


pemberian obat analgetik

- Obat analgetik akan mengurangi rasa


nyeri

14

anus.
2.

Tupan :
Gangguan

Kebutuhan nutrisi

pemenuhan nutrisi

terpenuhi kembali

berhubungan dengan

Tupen :

mual

rasa mual berkurang

Ds :

Kriteria :

- Klien mengeluh

Porsi makan

- Makanan yang masih hangat


menambah nafsu makan

Lakukan oral hyigene

- Oral hyigene membuat perasaan


nyaman pada mulut

Ciptakan suasana yang menyenagkan

- Bau- bauan dan pemandangan yang

dan bebas dari bau

tidak meyenangkan dapat

porsi makan klien

menyebabkan nafsu makan klien

habis

berkurang

hanya habis

Klien tidak lemah

porsi

BB : 60 kg

Berikan makan klien dalam porsi kecil

- Porsi kecil tapi sering dapat

tapi sering

menghindari rasa penuh dan mual

Klien tampak

pada lambung

lemah
-

mualnya berkurang
-

Anjurkan klien makan pada saat


makanan masih hangat

- Klien mengatakan -

mual
Do :

Kolaborasi memberikan obat anti mual

- Obat antimual menekan saraf vagal

Wajah klien
terlihat pucat

3.

Tupan :
Gangguan

Kebutuhan istirahat

- Ciptakan suasana yang tenang dan


nyaman

Dengan suasana yang tenang dan


nyaman akan memudahkan klien

15

pemenuhan istirahat

klien terpenuhi

dan tidur

kembali.

berhubungan dengan

Tupen :

nyeri

Nyeri berkurang

untuk beristirahat
- Ganti sprei dan baju klien setiap klien
berkeringat
- Batasi pengunjung

Kriteria :

Do :

mengeluh lagi

nyeri

Klien terlihat
lemas
Wajah klien

Berikan analgetik
Antibiotik :
- Cefotaxin 2 X 1 gram

- wajah klien terlihat

Dengan analgetik rasa nyeri akan


berkurang dan akan memudahkan
klien untuk beristirahat

- Ranitidin 1 ampul

segar

- Heminidorok 1 X 100 g/u

terlihat sayu

- Kenopain 2 X 30g /u

TD :

3 X 1 sehari

90/70 mmHg

4.

Dengan banyaknya pengunjung


akan mengganggu istirahat klien.

pada malam hari - - Klien tidak

akan meningkatkan kenyamanan

Klien mengeluh
tidak dapat tidur

Dengan mengganti sprei dan baju


klien dalanm beristirahat

Ds :
-

Pada pukul 08.00, 16.00 dan 00.00

Tupan :
Gangguan rasa aman:

Cemas hilang

cemas berhubungan

Tupen :

Membina hubungan yang baik antara


klien dan perawat

Untuk memudahkan perawat


dalam melakukan komunikasi
dengan klien

16

dengan kurangnya

Klien mengetahuai

pengetahuan tentang

dan mengerti tentang

mengungkapkan faktor penyebab rasa

dalam mengetahui keadaan dan

penyakitnya

keadaan dan

cemas

strategi pemecahan masalah

Ds :

perkembangan

- Klien

penyakitnya

mengeluh cemas
dan ingin cepat

Untuk membantu perawat

Jelaskan prosedur pengobatan di rumah

sakit pada klien

Klien dapat memahami


mengenai prosedur perawatan

klien tidak terlihat

yang dilakukan di rumah sakit

cemas lagi
-

- Klien terlihat

Dengarkan klien untuk

klien

Kriteria ;

pulang
Do :

klien tampak

tenang dan rileks

Ciptakan lingkungan yang nyaman dan

kondusif

Lingkungan yang nyaman dan


kondusif dapat membantu

cemas

ketenangan hati klien


-

Kolaborasi dengan keluarga dan pasien

Dengan adanya kerjasama

lain untuk menciptakan lingkungan

dengan keluarga dan pasien

yang nyaman

lain dapat menciptakan kondisi


yang nyaman.

5.

Jelaskan dan demonstrasikan perawatan


stoma tahap demi tahap

Dengan menjelaskan dan

Kurang pengetahuan

Tupan :

mendemonstrasikan perawatan

berhubungan

Pengetahuan klien

stoma akan memudahkan

pendidikan kesehatan

tentang perawatan

keluarga klien melakukan

17

tentang perawatan

kolostomi bertambah

perawatan stoma selanjutnya

kolostomi

Tupen :

secara mandiri dan merupakan

Ds :

Klien mengetahui

bekal nanti ketika klien sedah

Klien tidak

dan mengerti tentang

pulang ke rumah

mengerti

perawatan kolostomi -

tentang

Kriteria :

perawatan

kolostomi
Do :
-

Klien terlihat
bingung

Untuk memudahkan alat-alat


apa yang di gunakan keluarga

klien dapat

klien dalam perawatan

mengganti

colostomy secara mandiri di

kolostomi secara

rumah

mendiri

Jelaskan informasi tentang

Untuk memberikan

klien dapat

penatalaksanaan diit

penggetahuan kepada klien

Klien tidak

mengetahui tanda

makan diet rendah residu, tinggi protein

nutrisi apa saja yang

mengerti

tanda iritasi pada

dan tinggi kalori

dianjurkan dan tidak

tentang

kolostomi

dianjurkan, dan hal ini juga

klien dapat klien

dapat mencegah klien

perawatan

dapat mencegah

mengalami konstipasi ataupun

kolostomi

terjadinya iritasi

diare

prosedur

Jelaskan peralatan yang di gunakan

pada colostomi

Jelaskan tanda- tanda iritasi pada stoma

Agar keluarga klien selalu


mengantisipasi dan selalu siap
siaga apabila ditemukan
kelainan ataupun iritasi pada

18

stoma
-

Agar keluarga klien tetap

Jelaskan cara mencegah agar stoma

menjaga dan berusaha agar

tidak terjadi iritasi

tidak terjadi iritasi atau


kelainan yang tidak diinginkan

19

5. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


N
O
1

Tanggal / Jam
15 januari 2005

Nama

Diagnosa

Tindakan keperawatan

Keperawatan
DP 1

Membimbing klien untuk menarik napas pada

dan
paraf
Deni

saat nyeri
Pukul : 10.30 WIB

Hasil :
Klien memahami manfaat teknik
menarik napas dalam untuk mengurangi nyeri
Klien mengatakan akan melakukan
teknik napas dalam ketika nyeri dirasakan
Menganjurkan untuk tidak melakukan gerakan
secara tiba tiba

Pukul : 11.30

Hasil :
-

Klien mampu menyebutkan kembali


akibat perubahan posisi yang tiba-tiba

Klien mengatakan akan melakukan


perubahan posisi secara bertahap

Kolaborasi untuk memberikan analgetik


Hasil :
2

16 Januari 2007
Pukul : 08.00 WIB

DP 2

- Klien mengatakan nyeri berkurang

Rizki

Membantu melakukan oral hygiene


Hasil :
-

Klien mengatakan setelah oral hygiene,


terasa nyaman

Memberi makan pada saat makanan masih


hangat
Hasil :
-

Klien menghabiskan makanannya

20

Menciptakan suasana yang tenang dan nyaman


Hasil :
3.

16 Januari 2007

DP 3

Klien dapat istirahat

Klien mengatakan dapat beristirahat

Ala

Pukul : 11.30
Mendengarkan klien untuk mengungkapkan
faktor penyebab rasa cemas
4.

16 Januari 2007

DP 4

Hasil :
-

Pukul : 09.00

Khozin
Klien mengatakan kecemasan dapat
berkurang setelah diungkapkan

Menjelaskan prosedur pengobatan di rumah


sakit pada klien
Hasil :
-

Klien mengatakan mengerti akan


prosedur pengobatan di rumah sakit

Klien mengatakan akan meminum obat


dengan teratur

Memberikan pendidikan kesehatan dan


mendemostrasikan perawatan stoma tahap demi
5.

16 Januari 2007
Pukul : 09.30

DP 5

tahap pada keluarga klien

Eka

Menjelaskan tentang peralatan yang akan


digunakan
Hasil :
-

Keluarga klien memahami

Dapat mengulang cara


mendemontrasikan perawatan stoma.

Memberikan pendidikan kesehatan tentang


penatalaksanaan diit
Hasil :
-

Klien memahami tentang informasi


yang dijelaskan
21

Memberikan pendidikan kesehatan mengenai


tanda- tanda iritasi pada stoma dan cara
mencegah agar stoma tidak terjadi iritasi
Hasil :
-

Klien dan keluarga klien mengerti


tentang tanda- tanda iritasi pada stoma

22