Anda di halaman 1dari 9

4.

Sistem Informasi Khusus untuk Dunia Usaha/Bisnis: Manajemen Pengetahuan,


Kecerdasan Buatan, Sistem Pakar, dan Virtual Reality.
Sistem manajemen pengetahuan merupakan sistem yang menyimpan dan berbagi
pemahaman/pengetahuan secara kolektif dan digunakan oleh sebuah organisasi/badan usaha
untuk membantu penggunanya dalam menyelesaikan suatu masalah sesuai dengan pengetahuan
sistem tersebut. Konsep manajemen pengetahuan meliputi pengelolaan sumber daya manusia
(SDM) dan teknologi informasi (TI) yang bertujuan untuk mencapai organisasi perusahaan yang
semakin baik.
Artificial Intelligence
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi berbasis
komputer menggunakan kecerdasan yang dibuat oleh manusia dalam mengambil/melakukan
suatu tindakan. Karena AI dibuat oleh manusia, sehingga AI memiliki karakteristik dari
kecerdasan manusia. Seorang pengendara mobil yang saat berkendara akan menabrak/berjarak
sangat dekat dengan mobil yang lain, maka pengendara tersebut akan mengerem/menghindari
mobil lain tersebut. Sama halnya dengan AI, ketika sebuah mobil berjarak sangat dekat dengan
mobil/benda lain sehingga mobil tersebut diperkirakan akan menabrak, maka sensor pendeteksi
pada mobil tersebut akan memberikan sinyal kepada AI dan AI akan menginstruksikan mobil
tersebut untuk mengerem/berhenti.
Expert Systems
Expert systems atau sistem pakar merupakan sebuah sistem yang memberikan
kemampuan kepada komputer untuk membuat dan memberikan saran/nasihat dari seorang
pakar/ahli sesuai bidangnya. Saran/nasihat yang dibuat/diberikan oleh sistem pakar berasal dari
sebuah basis data yang dibuat oleh pakar/ahli suatu bidang. Dalam penggunaannya, pengguna
akan menginputkan suatu data sesuai prosedur penggunaan sistem pakar, kemudian sistem pakar
akan mengumpulkan dan menghubungkan data yang ada kemudian mencocokkan dengan
nasihat/saran yang akan diberikan. Data, aturan-aturan, prosedur-prosedur, dan hubunganhubungan yang diikuti untuk mencapai hasil sistem pakar yang tepat tersimpan di dalam
knowledge base (basis pengetahuan) dari sistem pakar.

Komponen Sistem Pakar

Virtual Reality dan Multimedia


Virtual reality adalah simulasi dari sebuah kenyataan atau lingkungan yang
dibayangkan/diimajinasikan yang dapat dilakukan/dialami dalam bentuk tiga dimensi.
Multimedia merupakan gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik/gambar, suara, video,
dan animasi.

F. Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem merupakan sebuah aktifitas membuat atau memodifikasi sistem


informasi. Pengembangan sistem memiliki beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu (1)
investigasi sistem; (2) analisis sistem; (3) desain sistem; (4) implementasi sistem; (5) perawatan
dan tinjauan ulang sistem.

Investigasi Sistem

Analisis Sistem

Desain Sistem

Implementasi Sistem

Perawatan dan Tinjauan Ulang Sistem

Dua langkah pertama pengembangan sistem adalah sistem investigasi dan analisis.
Tujuan dari investigasi sistem adalah untuk mengetahui masalah apa yang akan
dipecahkan/ditangani. Jika sudah dapat diketahui, apakah masalah tersebut layak/berarti atau
tidak. Jika iya, maka menuju langkah kedua, yaitu analisis sistem. Analisis sistem bertujuan
untuk mendefinisikan masalah dan peluang dari sistem yang ada.
Langkah ketiga adalah desain sistem. Desain sistem bertujuan untuk menentukan
bagaimana sistem baru harus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan bisnis yang telah
didefinisikan selama tahapan analisis sistem. Untuk beberapa perusahaan, ini melibatkan desain
lingkungan yang mencoba untuk menggunakan pendekatan pengembangan sistem yang baik
terhadap lingkungan dan menguntungkan.

Langkah keempat adalah implementasi sistem. Implementasi sistem bertujuan untuk


menggunakan sistem tersebut pada perusahaan dan diuji coba apakah sistem dapat memecahkan
masalah yang ada di dalam perusahaan.
Langkah yang terakhir adalah pemeliharaan dan tinjauan ulang terhadap sistem. Tujuan
dari pemeliharaan dan tinjauan ulang terhadap sistem adalah untuk memeriksa dan memodifikasi
sistem sehingga terus memenuhi perubahan kebutuhan perusahaan.
G. Organisasi dan Sistem Informasi
Organisasi adalah kumpulan dari orang dan semua perangkat lainnya yang dibentuk
untuk mencapai suatu tujuan tertentu bersama. Organisasi dibagi menjadi dua, yaitu organisasi
profit dan organisasi non-profit. Organisasi profit memiliki tujuan untuk memaksimalkan nilai
saham atau nilai jual hasil usaha yang menguntungkan. Sedangkan organisasi non-profit
bertujuan sosial, seperti organisasi sosial, keagamaan, universitas, dan organisasi lainnya yang
tidak memiliki tujuan untuk mencari keuntungan saja.
Sebuah organisasi juga merupakan sebuah sistem, dimana di dalamnya juga terdapat
input, proses, output, dan umpan balik. Sistem informasi mendukung dan bekerja di dalam
semua bagian dari sebuah proses organisasi.

Gambar Model Umum dari Sebuah Organisasi

Value chain dalam organisasi adalah serangkaian aktifitas yang di dalamnya terdapat
masukan (input), gudang dan tempat penyimpanan, produksi dan hasil, penyimpanan produk
yang telah diselesaikan, keluaran hasil (output), pemasaran dan penjualan, dan layanan
pelanggan (Customer Service). Value chain terdiri dari upstream management, proccess and
production, dan downstream management.

Gambar Value Chain dari Perusahaan

Memanajemen rangkaian persediaan dan hubungan dengan pelanggan merupaka dua


kunci dari memanajemen value chain. Supply chain management (SCM) membantu dalam
menentukan persediaan apa yang dibutuhkan, berapa jumlah yang dibutuhkan sesuai jumlah
permintaan pelanggan, bagaimana sebaiknya persediaan diproses (dihasilkan) untuk menjadi
barang jadi atau jasa, dan bagaimana pengiriman dari persedian dan hasil produksi ke pelanggan
sebaiknya dijadwalkan, dimonitor, dan dikendalikan.
Program customer relationship management (CRM) membantu organisasi/perusahaan
dalam mengatur segala aspek berkaitan dengan pelanggan, termasuk pemasaran dan promosi,
penjualan, layanan pelanggan, dan program untuk menjaga pelanggan-pelanggan setia.

Perubahan dan Budaya Organisasi


Budaya merupakan perangkat/kumpulan dari asumsi dan pemahaman yang berkaitan
dengan etnis suatu kelompok. Budaya organisasi memuat pemahaman-pemahaman dan asumsiasumsi bisnis, perusahaan, atau organisasi lainnya. Budaya organisasi juga dapat membawa efek
positif dalam menyukseskan pengembangan dari suatu sistem informasi yang baru yang
mendukung budaya organisasi.
Perubahan dalam organisasi berkaitan dengan bagaimana organisasi profit dan non-profit
melakukan perubahan dalam perencanaan organisasi, implementasi, dan penanganan perubahan.
Perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya
dapat berasal dari inisiasi pemikiran dari para pekerja atau anggota organisasi. Faktor eksternal
diantaranya aktifitas oleh kompetitor, pemegang saham, hukum, regulasi komunitas, faktor alam,
dan kondisi ekonomi.
Kepuasan Pengguna dan Teknologi yang Dapat Diterima
Kepuasan pengguna (User Satisfaction) terhadap sebuah sistem komputer dan informasi
yang menggeneralisasinya biasanya bergantung pada kualitas dari sistem dan nilai dari informasi
yang disampaikan kepada pengguna. Kualitas sistem informasi biasanya bersifat fleksibel,
efisien, mudah diakses, dan terkini.
Technology acceptance model (TAM) atau model penerimaan teknologi
menspesifikasikan faktor-faktor yang dapat membawa sistem informasi menjadi lebih baik,
sehubungan dengan semakin tinggi tingkat penerimaan dan penggunaan dari sistem di dalam
sebuah organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah kegunaan teknologi, kemudahan penggunaan,
kualitas sistem informasi, dan sejauh mana organisasi mendukung penggunaannya.
Penggunaan secara aktual dari sistem informasi dapat ditentukan dengan melihat difusi
dan infusi teknologinya. Difusi teknologi merupakan sebuah ukuran dari seberapa luas
penyebaran teknologinya di dalam suatu organisasi. Salah satu contohnya adalah Amazon.com
yang memiliki difusi teknologi yang tinggi dan menggunakan sistem komputer untuk melakukan
sebagian besar usahanya, termasuk bagian pemasaran, pembelian, dan penagihan. Infusi
teknologi merupakan ukuran dari seberapa besar teknologi digunakan di dalam suatu area
organisasi.

Gambar Infusi dan Difusi Teknologi

H. Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif merupakan sebuah hal yang bersifat signifikan dan keuntungan
jangka panjang pada sebuah perusahaan selama berkompetisi, dan dapat berupa menghasilkan
produk-produk berkualitas tinggi, pelayanan yang lebih baik, dan biaya yang lebih rendah.
Menurut Chief Information Officer (CIO) dari sebuah perusahaan konsultan yang besar,
menjalankan teknologi dan informasi organisasi secara efisien dapat menjadi sumber keunggulan
kompetitif yang signifikan.
Faktor-faktor yang Membawa Perusahaan Mencapai Keunggulan Kompetitif
Menurut Michael Porter, seorang ahli manajemen yang terkemuka, terdapat 5 faktor yang
dapat membawa perusahaan mencapai keunggulan kompetitif yang biasa disebut five-forces
model, yaitu: (1) persaingan diantara pesaing yang ada; (2) ancaman dari pendatang baru; (3)
ancaman dari produk dan jasa pengganti; (4) kekuatan menawar oleh para pembeli; dan (5)
kekuatan menawar dari pemasok.
1) Persaingan diantara pesaing yang ada
Setiap perusahaan bersaing dengan perusahaan saingannya. Perusahaan menganalisa
secara berkala bagaimana menggunakan sumber daya dan aset dari perusahaan guna memperoleh
keunggulan kompetitif dalam persaingan. Pandangan berbasis sumber daya ini adalah sebuah
pendekatan untuk memperoleh dan mengendalikan aset atau sumber daya yang dapat membantu
perusahaan mencapai keunggulan kompetitif.
2) Ancaman dari pendatang baru
Setiap perusahaan yang telah berdiri pasti memiliki pesaingnya. Persaingan yang muncul
dari perusahaan yang baru bisa saja terjadi. Dengan munculnya persaingan tersebut, perusahaan
biasanya berusaha untuk mencari dan mempertahankan keunggulan kompetitif untuk bisa
bersaingan dengan pesaing barunya.

3) Ancaman dari produk dan jasa pengganti


Setiap perusahaan memiliki suatu jenis produk dan jasa yang dihasilkan yang sama
dengan perusahaan lainnya. Demi mendapatkan keunggulan kompetitif, perusahaan tersebut
menawarkan produk dan jasa tambahan. Misalnya perusahaan film tradisional, Kodak. Kodak
mulai menambahkan produk dan jasa layanyannya seperti kamera digital dan situs jaringan yang
dapat digunakan untuk menyimpan dan melihat gambar.
4) Kekuatan menawar oleh para pembeli
Pelanggan dari sebuah perusahaan cenderung mempengaruhi perusahaan tersebut dan
pengaruh ini dapat meningkat secara signifikan jika pelanggan beralih ke perusahaan saingan.
Ketika pelanggan memiliki banyak daya tawar, perusahaan akan berusaha meningkatkan
keunggulan kompetitif mereka untuk mempertahankan pelanggan tetap berlangganan atau
menggunakan jasa dan produk mereka.
5) Kekuatan menawar dari pemasok
Ketika daya tawar oleh pemasok kuat, perusahaan perlu meningkatkan keunggulan
kompetitif mereka untuk mempertahankan posisi mereka. Pemasok juga dapat membantu
organisasi mendapatkan keunggulan kompetitif. Beberapa pemasok masuk ke dalam perusahaan
dan pada akhirnya bertindak sebagai bagian dari perusahaan. Pemasok dan perusahaan dapat
menggunakan sistem informasi mereka untuk bereaksi dengan cepat dan menyediakan suku
cadang atau pasokan yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan.
Perencanaan yang Strategis untuk Keunggulan Kompetitif
Untuk dapat berkompetisi, sebuah perusahaan harus cepat, gesit, fleksibel, inovatif,
ekonomis, dan berorientasikan kepada pelanggan. Beberapa rencanya yang strategis untuk
mencapai keunggulan kompetitif diantaranya adalah memberikan harga produk dan jasa yang
lebih baik (cost leadership), memberikan produk dan jasa pelayanan yang berbeda
(differentiation), memproduksi produk dan jasa dalam jumlah kecil namun berkualitas tinggi
(Niche strategy), mengubah struktur industri untuk menjadi lebih menguntungkan bagi
perusahaan atau organisasi (altering the industry structure), menciptakan produk dan jasa baru
secara berkala (creating new products and services), meningkatkan perbaikan atau peningkatan
produk dan jasa yang ada (improving existing product lines and services), dan lain-lain.
I. Kinerja Berbasis Sistem Informasi

Saat ini, perusahaan beralih dari manajemen strategis menuju ke manajemen berbasis
kinerja dari sistem informasi mereka. Perusahaan berhati-hati dalam mempertimbangkan baik
keuntungan strategis maupun biaya. Mereka menggunakan produktivitas, laba atas
investasi/return of investment (ROI), nilai tunai bersih, dan langkah-langkah kinerja yang lain
untuk mengevaluasi kontribusi sistem informasi yang mereka buat untuk bisnis mereka.
Produktifitas
Produktifitas merupakan ukuran dari output yang telah dicapai dibagi dengan input yang
diperlukan. Jika hasil ouput yang telah dicapai lebih besar dari input yang diperlukan, berarti
perusahaan memiliki tingkat produktifitas yang lebih besar. Tingkat produktifitas suatu
perusahaan tidak hanya dinilai dari jam kerja para tenaga kerjanya, melainkan jumlah bahan
baku yang digunakan, kualitas produk yang dihasilkan, atau waktu yang diperlukan untuk
melakukan memproduksi barang atau jasa. Peningkatan produktivitas dapat menghasilkan respon
dari pelanggan yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, dan meningkatkan kepuasan oleh
pelanggan.