Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Polimer adalah gambaran bentuk molekul raksasa yang mengikuti aturan rantai yang
terdiri atas unit-unit terkecil yang berulang-ulang atau mer (meros) sebagai blok-blok
penyusunnya. Molekul-molekul tunggal penyusun polimer biasa disebut dengan monomer.
Termoplastik adalah bahan polimer yang pembuatannya dan pembentukannya memerlukan
panas, dan setelah terperaturnya berada di bawah temperatur transisi gelasnya, bahan akan
terbentuk sesuai dengan bentuk cetakannya. Sifat utama dari bahan termoplastik adalah
sifatnya yang relatif tetap.
Salah satu contoh polimer termoplastik adalah polistirena. Polistirena adalah polimer
yang terdiri dari monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial.
Stirena dapat diperoleh dari sumber alam yaitu petroleum, stirena merupakan cairan tidak
berwarna dan menyeroai minyak dengan bau seperti benzena dan memiliki rumus kimia
C6H5CH=CH2 atau distulis sebagai C8H8. Stirena dibuat melalui beberapa proses yaitu
dehidrogenasi etil benzena dengan melewatkan melalui katalis oksida aktif. Setelah itu stirena
disuling pada temperatur 60000C sehingga didapatkan polistirena.
Dengan mengingat polistirena adalah salah satu polimer termoplastik maka proses
pembuatannya memerlukan panas, maka dari itu perlu diketahui pengaruh temperatur
pemanasan terhadap material polistirena. Berdasarkan pemaparan tersebut maka dilakukan
praktikum mengenai pengaruh temperatur terhadap material polimer termoplastik untuk
mengetahui pengaruh temperatur pada perubahan sifat mekanik pada polistirena.
I.2. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum pengaruh temperatur terhadap material polimer
termoplastik adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur pada perubahan sifat mekanik
pada polistirena.
I.3. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam praktikum pengaruh temperatur terhadap material polimer
termoplastik adalah sebagai berikut:
Unsur dalam polistirena dianggap homogen
Susunan Ikatan dalam polistirena dianggap homogen
I.4. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan laporan ini menggunakan urutan penulisan sebagai berikut.
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
I.2. Tujuan

I.3. Batasan Masalah


I.4. Sistematika Penulisan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODOLOGI
III.1.
Diagram Alir Praktikum
III.2.Peralatan Praktikum
III.3.Bahan Praktikum
III.4.Langkah-Langkah Praktikum
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
IV.1.Analisa Data
IV.2. Pembahasan
BAB V KESIMPULAN
Daftar Pustaka

BAB III
METODOLOGI
III.1. Diagram Alir Praktikum

START

Preparasi Alat dan Bahan

Kalibrasi Hot Stirrer

Penimbangan Polistirena

Penimbangan Polistirena

Pemanasan Polistirena selama 30 menit pada Temperatur 400C

Pemanasan Polistirena selama 30 menit pada Temperatur 800C

Pemanasan Polistirena selama 30 menit pada Temperatur 1200C

Analisa Data

END

III.2. Peralatan Praktikum


Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Alat Pemutar Panas (hot plate dan magnetic stirrer)
2. Gelas Beker
3. Termometer Digital
4. Timbangan Digital
5. Pengaduk
6. Stopwatch
III.3. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1. Polistirena
III.4. Langkah-langkah Praktikum
Berikut ini adalah langkah-langkah sistematis yang dilakukan untuk praktikum antara :
1. Menyiapkan alat pemutar pelat panas, dari tombol-tombolnya, pemgatur temperatur,
pemutar, mode pemutar hingga temperatur termokopel.
2. Menyiapkan dan menimbang polistirena dan catat spesifikasi peletnya
3. Melakukan kalibrasi temperatur alat : temperatur kerja, temperatur termokopel dan
temperatur benda kerja
4. Mengatur temperatur alat 40oC dan pemutar, letakkan gelas bekker berisi air, magnet
pemutar dan termometer
5. Setelah 30 menit (stabilisasi), memperhatikan dan mencatat pengaturan termometer,
temperatur termokopel dan temperatur benda kerja. Setelah kalibrasi selesai,
6.
7.
8.
9.

memindahkan gelas beker serta membersihkan gelas, magnet dan termometer


Memperhatikan pengaruh termperatur terhadap bahan yaitu polistiren
Menimbang 20 gram polistiren dan meletakkan di dalam gelas beker
Meletakkan gelas beker berisi polistiren tadi pada pelat panas pada temperatur 40oC
Setelah 30 menit, mengaaduk benda kerja menggunakan pengaduk dan mencatat

perubahan fisik pada polistiren


10. Menaikkan temperatur kerja (mengatur) hingga 80oC, setelah 30 menit, mengaduk
benda kerja menggunakan pengaduk dan catat perubahan fisik pada polistiren
11. Naikkan temperatur kerja (mengatur) hingga 120oC, setelah 30 menit mengaduk benda
kerja menggunakan pengaduk dan catat perubahan fisik pada polistiren. Pengamatan
selesai lalu mematikan alat, lalu menunggu hingga temperatur turun. Memindahkan
gelas beker dan membersihkan gelas serta pengaduk.