Anda di halaman 1dari 5

JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM - BANDA ACEH

Seminar Proposal: 04 A

EVALUASI PERTUMBUHAN AYAM BROILER YANG DIBERI


PAKAN KOMERSIL DENGAN SUBSTITUSI MENIR DAN
SUPLEMENTASI MAROLIS
Nama : Wida yanti
Nim : 1105104010011

Pembimbing I : Ir.Zulfan,M.Sc
Pembimbing II : Dr. Muhammad Daud,SP., M.Si
RINGKASAN

Populasi penduduk Indonesia saat ini berkembang sangat pesat, sehingga


mengakibatkan peningkatan kebutuhan pangan. Sejalan dengan itu, kebutuhan akan
konsumsi protein hewani semakin meningkat. Salah satu jenis unggas yang memiliki
potensi besar menghasilkan daging adalah ayam broiler.
Ayam broiler (pedaging) merupakan jenis varietas unggul saat ini. Hal ini
dikarenakan jenis ayam ini mampu berproduksi empat kali lebih cepat dibandingkan
jenis ayam kampong. Ayam broiler memiliki kemampuan menghasilkan daging
dalam waktu yang singkat dengan pemanfaatan pakan yang sangat efisien.
Hal ini menuntut peternak agar tidak sepenuhnya bergantung pada ransum
komersil. Pemanfaatan bahan-bahan pakan yang tidak bersaing dengan kebutuhan
manusia yang dapat berupa hasil sampingan pabrik atau industri bisa menjadi
alternatif untuk digunakan sebagai bahan substitusi sebagian ransum komersil ayam
broiler. Salah satu bahan yang dimaksud adalah menir (broken rice).
Menir merupakan pecahan beras yang diperoleh dari hasil sampingan
penggilingan padi. Berdasarkan Lee et al. (2000), dengan produksi gabah 60 juta
ton, maka diperoleh menir sekitar 3-4,8 juta ton.

Gambar 1. Beras Menir


Beras pecah mungkin saja memiliki serat dan kandungan nutrisi yang lebih
rendah, tetapi secara umum beras pecah memiliki kandungan energi lebih kurang
sama dengan di dalam beras utuh (Wikipedia, 2013).
kualitas ransum komersil menjadi menurun disebabkan nilai gizi menir tidak
sebaik ransum komersil. Hal ini dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap
pertumbuhan ayam broiler. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan
probiotik.

Gambar 2. Probiotik Marolis


Probiotik merupakan feed additive berupa mikroorganisme hidup yang
diberikan kepada ternak yang mempunyai efek positif bagi ternak yang
mengkonsumsinya. Menurut Budiansyah (2004), pemberian feed aditive dilakukan
untuk memperbaiki performan atau penampilan produksi dari ternak unggas.
Marolis adalah salah satu nama produk probiotik yang dapat digunakan untuk
ternak dengan pemberian melalui air minum. Berdasarkan kemasan produk, marolis
mengandung berbagai mikroba yang mampu membantu penggemukan untuk ternak,
meningkatkan kesehatan ternak, dan meningkatkan reproduksi. Dosis penggunaan
marolis untuk ayam pedaging sesuai anjurannya adalah 0,5 ml/ekor per 5 hari sekali
untuk ayam umur di bawah 10 hari dan 1 ml/ekor per 5 hari sekali untuk ayam umur
di atas 10 hari.
A. Tempat dan Waktu
Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Percobaan (Field Lab). Jurusan
Peternakan, Fakultas Pertanian, Univeritas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Penelitian direncanakan berlangsung selama 35 hari, mulai tanggal 10 Februari - 13
Maret 2015.
B. Materi Penelitian

Penelitian ini direncanakan menggunakan sebanyak 100 ekor DOC (Day Old
Chicken) ayam broiler, strain CP, produksi PT. Charoen Pokphand Jaya Farm, Medan.
Anak ayam tersebut akan dipesan melalui salah satu poultry shop yang ada di Banda
Aceh.
C. Bahan dan alat
Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ransum komersil,
menir, marolis, DOC, vitachick, vitastress, vaksin ND dan gumboro, desinfektan,
litter, koran dan kapur. Peralatan yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi
tempat pakan, tempat minum, chickquard, timbangan, lampu pemanas, dan
peralatan penunjang kandang seperti ember, cangkul, gayung, dan kereta sorong.
D. Ransum Perlakuan
Penelitian ini akan menggunakan ransum dasar berupa ransum komersil (R511)
yang sebagian disubstitusi dengan menir dan penambahan suplemen marolis di dalam
air minum. Ransum perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut:
R1 = Ransum komersil 100% (kontrol)
R2 = Ransum komersil 95% + menir 5% + probiotik marolis 0,5% ml di dalam air
minum
R3 = Ransum komersil 90% + menir 10% + probiotik marolis 0,5% ml di dalam air
minum
R4 = Ransum komersil 85% + menir 15% + probiotik marolis 0,5% ml di dalam air
minum.
R5 = Ransum komersil 80% + menir 20% + probiotik marolis 0,5% ml di dalam air
minum.
Tabel 4.

Susunan dan kandungan nutrisi ransum perlakuan

Ingredients

R1BR0MP

Diet Treatments
R2R3R4BR5MP1 BR10MP BR15MP

Composition
R512 (%)
Broken rice (%)
Coconut meal (%)
Total (%)
Marolis in drinking
water
(ml/l)
Nutrient
content
(calculated)
Protein (%)
ME (kcal/kg)

R5BR20MP
1

100
0
0
100

100
0
0
100

100
0
0
100

100
0
0
100

100
0
0
100

0.0

1.0

1.0

1.0

1.0

Crude fat (%)


Crude fiber (%)
Methionine (%)
Lysine (%)
Ca (%)
P (%)
E. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(completely randomized design) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap
ulangan merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor ayam
sehingga totalnya adalah 100 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan
ransum komersil yang sebagian disubstitusi dengan menir dan sumplementasi marolis
di dalam air minum.
Model matematis penelitian yang akan digunakan menurut Steel dan Torrie
(1993) adalah:
Yij= + i + ij
Keterangan:
Yij
: Nilai pengamatan percobaan ke-j dengan perlakuan ke-i

: Nilai tengah umum


i
: Pengaruh perlakuan pemberian ransum
ij
: Pengaruh galat percobaan ransum ke-i pada percobaan ke-j
Tabel 5.

Bagan rancangan penelitian

Ulangan
1
2
3
4

R1
R11
R12
R13
R14

R2
R21
R22
R23
R24

Perlakuan
R3
R31
R32
R33
R34

R4
R41
R42
R43
R44

R5
R51
R52
R53
R54

F. Pelaksaan Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
a. Tahap Persiapan; tahap persiapan meliputi sanitasi kandang.
b. Tahap Adaptasi dan Pemeliharaan; pada tahap adaptasi ayam dipelihara mulai
dari DOC hingga umur 3 hari, semua ayam diberikan ransum komersil N 511, tidak
dicampurkan dengan menir dan pemberian probiotik marolis di dalam air minum.
Namun, jumlah konsumsi ransum tetap diperhitungkan. Pada hari ke-4, ayam
diberikan ransum perlakuan, yang terdiri dari campuran ransum komersil dan
menir sebagai substitusinya dengan jumlah sesuai perlakuan masing-masing.
Ayam-ayam pada perlakuan R1-R4 diberikan probiotik maralis di dalam air
minumnya. Pemberian ransum dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pukul 08.00
dan jam 17.00 WIB.
c. Tahap Pengambilan dan Analisa Data; Tahap pengambilan data dilakukan tiaptiap minggu dari minggu pertama hingga minggu terakhir. Ransum sisa ditimbang

setiap akhir minggu untuk mengetahui konsumsi ransum mingguannya. Konversi


ransum dapat diperoleh dari data pertambahan berat badan dan konsumsi ransum.
G. Parameter Penelitian
Parameter yang akan diamati dalam penelitian adalah performan ayam broiler
selama pemeliharaan 35 hari, yang meliputi:
1. Berat Badan; diperoleh dengan cara menimbang ayam, dan dinyatakan dalam
satuan gram/ekor
2. Pertambahan Berat Badan (PBB); diperoleh dengan cara mengurangi bobot
badan minggu bersangkutan dengan minggu sebelumnya, dan dinyatakan dalam
satuan gram/ekor/minggu
3. Konsumsi Ransum; diperoleh dengan cara mengurangi banyaknya ransunm
yang diberikan dengan ransum sisa, dan dinyatakan dalam gram/ekor.
4. Konversi Ransum atau FCR ( Feed Convertion Ratio); diperoleh dengan cara
membagi konsumsi ransum dengan pertambahan berat badan, dan dinyatakan
dalam satuan gram pbb/gram konsumsi ransum.
H. Analisa Data
Data yang diperoleh akan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA).
Jika dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan
dengan uji Duncan (Steel dan Torrie, 1993).
DAFTAR PUSTAKA
Lee, J., M.L. Hamer, and R.R. Eitenmiller. 2000. Stability of retinyl palmitate
during cooking and storage in rice fortified with ultra rice fortification
technology. Journal of Food Science 65: 915-919.
Steel, R. G. D. dan J. H. Torrie, 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Terjemahan
oleh B. Sumanti. Cet. ke-2. PT. Gramedia, Jakarta.
Wikipedia. 2013. http://en.wikipedia.org/wiki/Broken_rice
Budiansyah, A. 2004. Pemanfaatan Probiotik Dalam Meningkatkan Penampilan
Produksi Ternak Unggas. Prog Pascasarjana Intitut Pertanian Bogor. Bogor.